KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 208


__ADS_3

"Lebih baik kita bersiap menyambut era baru penguasaan sektor Martapura. Semuanya bergegas, kita akan kembali ke Bloodfallen, untuk mendaftarkan diri kalian masuk dalam anggota guild Emperor dan aku menunjuk Vlidcky sebagai Vice Leader cabang sektor Martapura," tunjuk tegas Ryuga pada Vlidcky.


"Dimengerti, tuan muda!" 26 anggota klan Vercraft serentak berlutut satu kaki, dengan menyilangkan tangan kanan di dada kiri dan menunduk hormat pada Ryuga.


"Vlidc, kita butuh pesawat yang lebih besar!" titah Ryuga dan langsung memberikan pesan pada semua Vice Leader untuk bertemu di menara kemanan lantai 2.


"Baik, tuan muda. Mode Eagle Hercules!" Vlidcky merubah Armor Cyborg Suit Juggernaut menjadi pesawat jet pribadi dengan desain futuristik.


25 anggota klan Vercraft berjalan perlahan menaiki tangga pesawat untuk masuk ke dalamnya, disusul Vlidcky dan Ryuga.


***


Di kantor cabang Linuix Corporation, sektor Giwa Pranala.


"Bro, apakah kamu tahu siapa saja sekarang yang menyimpan ketujuh pedang surga dan neraka (Hellheaven Sword)?" tanya Akira tersenyum tipis.


"Buat apa? Bukankah kamu sudah mendapatkan salah satunya?" Josephine yang sedang malas meladeni Akira, malah bertanya balik.


Akira sama sekali tidak kesal diacuhkan seperti itu oleh Josephine karena ia bertanya balik, tapi tak menatap matanya saat berbicara dengannya.


"Kamu terlalu basa-basi. Jika kamu tak bisa membuatkan guild untukku, biar aku sendiri yang akan membuatnya sendiri," kata Akira dan menjentikan jari memunculkan mayat hidup Giord juga Stanley.


Kemudian melanjutkan memasukan kedua kedua mayat yang sudah menjadi budaknya untuk masuk pusaran merah, "Hole Space!"


"Akira, tunggu!" Josephine berteriak dan ingin menghentikan Akira. Tapi sayang sudah terlambat, mereka bertiga masuk ke dalam pusaran merah. "Sial, kenapa aku selalu tak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan Akira selanjutnya?"


***


Mansion Jebulwin, Jerman.


"Ayo sayang! Lebih cepat sayang! Ayo ... uukh!" Perhelatan akbar antara Dimitri dan pacarnya terus menggema di dalam kamar pribadi Dimitri. Bahkan sampai di dengar oleh pala pelayan mereka.

__ADS_1


"Halo, tuan Dimitri!" Akira, Stanley, dan Giord tiba-tiba muncul di kamar Dimitri, mengganggu mereka berdua yang sedang melakukan perhelatan akbar.


Akira menjetikan jari lalu mendorong telunjuk kanannya ke belakang. Untuk memberi kode agar menghabisi semua orang yang berada di dalam mansion klan Jebulwin.


'Bang!' Kedua mayat hidup itu langsung keluar dari dalam kamar Dimitri dengan menendang pintu hingga terpental menabrak dinding.


Secepat kilat, mereka berdua melesat dan hilang dari pandangan Akira juga Dimitri beserta pacarnya.


'Slash!' Akira tanpa basi-basi mengeluarkan Ryutaiga. Kemudian menebas leher pacar Dimitri yang bernama Jill, saking cepatnya tebasan itu seakan bilah Ryutaiga tak pernah keluar dari gagangnya. Begitu juga bekas tebasan di leher Jill, sangat rapi dan tidak mengucurkan darah setetes pun.


"Kamu!" Dimitri berteriak keras dengan sangat geram, sampai-sampai kamarnya hancur oleh kekuatan Dimitri. Secepat kilat itu juga, Dimitri mengeluarkan kedua pedang bernama Ryuda yang merupakan salah satu pedang 7 neraka dan surga, "Round Crash!"


'Boom!' Lalu melompat dan dihantamkan ke arah Akira. Namun sayangnya Akira sudah berpindah tempat, ke belakang tubuh Dimitri menggunakan skill Bloodmoon Flicker.


"Hai, kamu salah sasaran. Aku di belakang tahu! Apakah kamu buta? Ha-ha ...." Akira menertawakannya, karena dianggap tidak bisa membunuhnya sama sekali.


Dimitri meraung keras, walau ia tidak sadar sudah tak memakai sehelai benang pun. Itu akibat, orang yang sangat dicintainya dibunuh tepat didepan mata kepalanya sendiri. Cinta memang kadang tak ada logika, dan bisa menciptakan rantai kebencian yang mendalam.


"Diam kau! Aaargh ...! Genocide Anihilation!"


"Serius juga kau, akhirnya. Padahal aku hanya ingin meminta pedang Ryuda itu menjadi milikku. Tapi kau malah mengamuk, aku senang mendengarnya. Hellheaven: Hiramekarei!"


Akira meladeni serangan Dimitri dengan merubah Ryutaiga menjadi dua bilah wakizashi berbilah biru.


'Trang-trang!' Dentingan suara bilah pedang beradu disertai percikan api, menggema di dalam kamar Dimitri.


Namun tidak ada satu pun penjaga yang mengganggu pertarungan mereka berdua. Karena sudah dihabisi oleh Stanley dan Giord.


Hali itu juga menimbulkan gelombang kejut dalam skala sedang disertai deru angin yang meluluhlantakan setengah Mansion Jebulwin.


"Ayo, kerahkan semua kemampuanmu. Pak Tua mesum yang suka doyan wanita," ejek Akira mengerlingkan mata untuk mempovokasi Dimitri.

__ADS_1


"Diam, kau! ... Chaos Savior!" teriak Dimitri yang semakin kehilangan kendali.


Lalu melompat mundur tiga kali dan keempat kalinya melompat tinggi sambil melepaskan tebasan yang sangat kuat, hingga membentuk siluet sabit merah selebar 20 meter.


'Swush!' Apapun yang dilewati siluet sabit merah tersebut terpotong rapi, bahkan luruh jadi debu.


"Oh, jadi kamu ingin beradu kekuatan denganku. Sungguh menarik sekali. Baiklah, akan aku layani, Bloodmoon Swallow!" Akira menyunggingkan senyum.


Akira melompat satu meter dan seperti memijak angin melakukan tebasan sambil salto ke belakang.


'Swush!' Dari hasil tebasan tersebut, membentuk siluet fuma shurike 8 bilah lengkung yang berputar sangat cepat dan melesat cepat ke arah Dimitri.


'Boom!' Kedua serangan beradu dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras disertai kepulan asap menjulang ke langit membentuk siluet jamur.


Nafas Dimitri terengah-engah, karena menggunakan dua skill pamungkas dalam waktu yang cukup dekat. "Sial, serangan terhebatku pun bisa dihalau. Pa-padahal aku sudah berada di job Savior dengan kuasa Swordmanship," katanya.


"Aku tak menyangka pria tua mesum mampu sebanding dengan skill milikku ...."


"Tak usah banyak bicara. Fire Jet Step! Chaotic Judgement!" potong Dimitri dan sudah berada di belakang Akira.


'Boom!' Sekuat tenaga, Dimitri melepaskan ledakan gelombang kejut api yang membakar semua mansion Jebulwin. Bukan hanya itu, pemukiman dalam areal 500 meter rata dengan tanah dan sekitar 1000 orang tewas seketika menjadi debu.


"Ha-ha ... kamu memang pantas mati dan menjadi debu, dasar bocah merah ingusan. Jika mayatmu masih utuh, aku akan cabik-cabik sampai menjadi daging giling." Dimitri tertawa puas karena mengira sudah membumihanguskan Akira.


"Bloodmoon Divine Frost!" seru Akira dengan tubuh compang-camping dan bercucuran darah.


'Krak!' Tubuh Dimitri terjebak dalam kristal merah darah, hanya menyisakan kepalanya saja.


"Aaargh ...!" Dimitri meraung keras sambil menegangkan tubunya untuk berontak keluar dari kungkungan kristal merah darah.


"Percuma saja kau melawan. Bloodmoon Divine Gear: Regeneration!" Akira memulihkan luka-lukanya dengan sangat cepat dan mendekati tubuh Dimitri. "Aku ingin membuatmu mati pun tak mau, hidup pun sangat segan. Hellheaben: Kiba"

__ADS_1


Akira menyeringai dan merubah Hiramekarei menjadi Kiba, dua pedang kodachi berwarna bilah pedang kuning.


"Ja-jangan! A-apa yang ingin kamu lakukan?" Dimitri sangat ketakutan.


__ADS_2