KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 34


__ADS_3

Ryuga yang terkapar tidak bisa berbuat apa-apa, tangan kirinya habis, saldo uangnya sudah nol dan stok heal potion serta stamina potion juga sudah habis.


Rasa penyesalan terpancar dari kedua bola matanya. Ketika Ryuga masih mempunyai saldo uang yang cukup banyak, ia tidak bisa membeli heal potion dan stamina potion sebanyak mungkin.


Matahari sudah siap terbenam di ufuk barat, pertarungan dengan naga berkepala lima sangat membuang banyak waktu.


Kira menutup topengnya, muncul dua titik cahaya berwarna merah seperti kedua bola mata di topeng kira.


"Dimension sword space!"


Muncul magic seal berwarna hitam dan Kira menusuk magic seal itu, dari atas kepala F.G.D. muncul magic seal hitam berdiameter 20 meter. Dari magic seal hitam itu keluar bilah pedang berwarna merah yang sangat besar selebar 19 meter.


Boom!


Groaar!


Bilah pedang besar itu berhasil menghantam dua kepala F.G.D. beratribut water dan Thunder serta terputus. F.G.D. meraung kesakitan karena kepalanya terputus, 60% energi Quantum miliknya sudah habis terpakai.


Ryuga yang terus mengamati, berlari ke arah dua kepala water dan thunder yang terjatuh ke permukaan tanah lalu menyimpannya pada inventori sistem. "Guru benar-benar hebat, bisa sampai merubah blackball sampai mode red fang dan ia juga punya topeng sepertiku tapi lebih gelap," puji Ryuga dalam batinnya dan mundur mencari tempat yang aman.


"Mode archer! Dimension arrow space!"


Kira merubah red fang menjadi panah. Muncul magic seal hitam di atas kepala Kira, dia menarik busur panah kosong itu dan muncul anak panah lalu menariknya. Kira menembakan anak panah itu ke arah magic seal dan masuk ke dalamnya.


Shua!


Jleb!

__ADS_1


Jleb!


Muncul magic seal hitam berdiameter 30 meter di atas kepala F.G.D, lebih besar dari sebelumnya. Dari dalam magic seal turun hujan panah yang sangat banyak, F.G.D. menangkis beberapa panah dengan menembakan elemental ball. Tapi sayang, semua tidak berguna puluhan ribu panah menghujam seluruh tubuh F.G.D dan akhirnya tumbang.


Boom!


"Mode spear! Teleportation space!"


Panah berubah menjadi tombah berbilah ganda di kedua ujungnya. Kira berpindah tempat ke atas dada F.G.D. tepat dekat mulut besar itu. "Kelemahanmu disini, matilah!" Kira menusuk mulut itu dengan tombaknya, mulut dada itu yang sangat keras tertembus tombak kira.


Jleb!


Groaaar!


"Aaaaakh!" F.G.D. meraung keras lalu memekik kemudian mati. Ryuga mendekati mayat naga itu, "guru permisi aku ingin menyimpan tubuh naga ini!" pinta Ryuga.


Kira mencabut tombaknya dan merubahnya kembali ke blackball lalu menyimpannya. Kira turun dari dada F.G.D. dan menyimpan blackball di ruang penyimpanan pada jam tangan miliknya. "Untuk apa Ryuga? Jangan buat eksperimen yang aneh-aneh!" selidik Kira.


"Tuan Eshaq? Nama itu seperti aku mengenalnya, tapi ya sudahlah. Kita bawa dulu teman-temanmu yang pingsan, kita kembali ke pesawat!" ajak Kira.


Ryuga berjalan mendekati Rany yang pingsan bersandar di bebatuan. Ryuga memapah Rany dan berjalan ke arah Vanya, dan Josephine yang masih terkapar pingsan. Cairan bening keluar dari sudut kelopak mata kira yang sudah menonaktifkan skill awakening drive, topeng hitam itu tidak lagi menutupi wajahnya yang tampan. "Aku telah gagal melindungi mereka dan membuat cacat mereka cacat seumur hidup. Akademi pasti akan mengusir mereka berdua," lirih Kira.


"Sudah guru tak perlu di sesali. Aku berjanji akan mengembalikan kaki dan tangan Vanya, serta kedua tangan Josephine," ucap Ryuga yang sedang memapah Rany dan sudah berada di belakang kira.


"Mana mungkin bisa menumbuhkan kaki dan tangan, alkemis nomor satu di dunia saja, tidak mampu!" bantah Kira.


"Sudah kita ke pesawat saja dahulu, nanti aku akan buktikan. Tapi guru berjanji untuk tidak menceritakannya pada siapapun," tegas Ryuga.

__ADS_1


Kira memindahkan mereka semua dengan teleportation space ke pesawat. Dan menyuruh pilot pesawat untuk segera terbang ke sektor Siliwangi. Kira mengambil heal potion yang tersedia di kotak P3K pesawat, lalu meminunkannya pada Josephine, Vanya, dan Rany yang sudah terbaring di kamar pesawat pribadi milik Josephine.


Kira juga memberitahukan pada pilot keluarga Rosala, sementara untuk tidak memberitahu tentang kecelakaan Josephine pada ayahnya Fedrick Rosala.


Josephine tersadar dan ingin menggerakan kedua tangannya, tapi tidak bisa merasakan apa-apa. Vanya pun sama melihat tangan kiri dan kaki kanannya sudah tidak ada, Vanya sangat terpukul. Kira sangat menyesal dan murung di depan mereka, "maafkan aku! Karena tidak bisa melindungi kalian," lirih Kira.


"Guru tenang saja, aku baik-baik saja. Lihat aku masih bisa menggunakan tangan bayangan, hahahaha!" balas Josephine dengan tertawa dan mengeluarkan tangan bayangan dari kedua bahunya.


Patah tulang tangan kiri Ryuga juga sembuh, kini ia bisa menumbuhkan tangan Josephine dan kaki serta tangan Vanya. Ryuga duduk di samping tempat tidur Rany, dan meletakan telapak tangan kanannya di kedua belahan gunung kembar Rany. Ekspresi raut muka Rany langsung memerah, karena malu.


"Regeneration Cyborg!"


Krak!


Krak!


Bunyi tulang Rany yang retak dan patah yang berhasil disembuhkan oleh skill Ryuga. Rany langsung bisa berdiri dan memeluk Ryuga, "terima kasih Ryuga!"


"Apa?!" Kira menjatuhkan rahangnya dan membulatkan mata. "Tidak mungkin?!"


"Sama-sama, aku ingin menyembuhkan Vanya dahulu!" Ryuga melepaskan pelukan Rany dengan raut muka datar. Lalu berpindah ke tempat tidur Vanya, dan meletakan telapak tangan kanannya ke belahan gunung kembar Vanya yang lebih kecil sedikit dari Rany. "Aku berjanji tidak akan sakit kali ini."


"Regeneration Cyborg!"


Tangan kiri dan kaki kanan Vanya mulai tumbuh cukup cepat hanya dalam 5 menit sudah berhasil dipulihkan. Kira sungguh tak percaya, Ryuga bisa melakukan hal yang sangat ajaib. "Ryuga kamu sungguh sangat hebat," puji Kira. "Tapi kamu mendapatkan skill ini darimana? Dari siapa? atau kamu belajar sendiri?"


Ryuga hanya diam di tanya oleh kira seperti wartawan, dan tak menghiraukan Kira. Vanya juga sangat senang setelah kedua kaki dan tangannya kembali seperti semula, "terima kasih Ryuga, kamu memang sahabat sejatiku," ucap Vanya yang bangkit untuk duduk lalu menundukan kepala.

__ADS_1


"Sama-sama," ucap Ryuga. "Josephine sekarang giliranmu, dari tadi kau ini main-main terus dan tak ada rasa sedih kehilangan kedua tanganmu.


"Aku ini masih punya ribuan tangan, tanpa kedua tanganku, aku masih bisa makan dan minum, lihatlah!" balas Josephine sambil memainkan kedua tangan bayangannya.


__ADS_2