
Aranya terbang melesat tinggi ke udara, lalu melepaskan bulu-bulu hitam yang sangat banyak, "Darkness Feather Calamity!"
"Crescent Moon Fox!"
Agito menyalurkan energi Evolt pada bilah katana, dan menebas secara horizontal dengan putaran 360 derajat.
'Slash!' Siluet tebasan berbentuk bulatan, menghancurkan bulu-bulu hitam runcing dalam areal 100 meter.
"Darkness Teleportation!"
Queen Aranya kabur, begitu ada kesempatan. Dia sadar jika melawan Agito sekarang pasti mati ditangannya, walau kondisi Agito melemah. Namun kekuatannya tetap tak setara dengan Agito.
"Hmm ... baru saja aku membuat beberapa bentuk Arc Of Form sudah kabur. Padahal aku hanya ingin merentangkan otot-ototku. Lebih baik aku kembali, tak baik juga meninggalkan istriku terlalu lama. Warp Hole!"
Agito membentuk ulang Silver Fox menjadi Silverball dan masuk ke dalam portal berbentuk kotak. Untuk kembali ke pesawat induk Regalia King yang mengudara di atas ketinggian Neo Jepang.
Kira berdiri tegap di ruang kapsul hibernasi Vera yang mengalami luka berat ketika melawan Psycho Danger Seven.
"Kira, ini Arc Of Form yang sudah aku tingkatkan. Kembalilah ke misimu! Awasi terus Queen Aranya, Lord Viktor, dan Lord Thanatos." Agito melemparkan Silverball pada Kira dan menangkapnya.
"Siap, My King. Aku izin pamit, Teleportation Space!" Kira menunduk hormat dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri. Lalu tubuhnya berkedip, hilang dari pandangan Agito.
***
West Hokkaido.
Ryuga sedang berjalan-jalan santai, tapi pikirannya terus melayang memikirkan Vina. Jadi ia berinisiatif untuk mengikuti Vina, karena khawatir dengan gadis buta tersebut.
[Selamat, juragan mendapatkan skill pasif Lovelust. Setiap wanita dan pria yang dipegang oleh juragan bisa meningkat impression atau kesannya pada juragan]
[Skill Lovelust tidak bisa melawan pria atau wanita yang memiliki skill pasif Bloodlust dan powerlust yang melebihi 100%]
__ADS_1
"Keren juga ini skill. Aku bisa meningkatkan kesan mereka padaku, cukup hanya bisa menyentuh mereka. Ini sungguh ajaib, jadi aku tidak perlu menekan mereka. Tapi darimana aku mendapatkan skill Lovelust?" pikir Vergil menatap panel hologram biru.
Kali ini Evolt tidak menjawab. Seperti ada yang disembunyikan oleh Sistem A.I. tersebut. Entah apa, yang jelas itu sesuatu yang sangat penting.
Vina sampai di rumahnya, walau berjalan cukup lama sekitar 45 menit. Ia masuk membuka gerbang, tapi agak susah dan Vergil membantu membukanya dengan bergerak sangat cepat.
"Tuan, anda disana dan membuntutiku ya?" Pertanyaan Vina membuat Vergil terkejut, padahal ia bergerak cepat dan Vina buta. Tapi bagaimana bisa mengetahui keberadaan Vergil, itu pikir Vergil saat ini dalam batinnya.
Vina mencoba meraba kiri dan kanan, tapi yang ia raba hanya ruang kosong. Vergil tak berani mendekat, entah kenapa ia malah grogi ketika berhadapan dengan Vina.
"Aku bisa mencium bau tuan. Bau tuan sangat khas, dan lain dari sekian pria yang pernah membeli bungaku juga sangat wangi dihidungku." Vina kembali menegaskan bahwa indra penciumannya sama sekali tidak berbohong.
Namun, Vergil tetap tidak menjawab dan malah pergi meninggalkan Vina dengan memunggungginya, "Syukurlah, kamu selamat, phew ...."
"Sepertinya dia sudah pergi. Semoga esok hari dia datang untuk mengambil bunganya," kata Vina tersenyum riang.
Kakak laki-laki dan kakak ipar perempuannya tiba-tiba keluar dari dalam rumah. Setelah mendengar suara Vina di depan teras dan mau masuk ke dalam.
"Jangan bilang kau pulang gara-gara bungamu dicuri lagi!" timpal Joe sambil mendaratkan tamparan keras pada kedua pipi Vina hingga memerah.
"Hajar saja dia suamiku. Dia memang selalu ngelunjak, semenjak jadi buta." Hilma nambah geram dan menjambak Vina yang sudah terduduk lemas di lantai.
"Ampun kak, ampun. Ya memang bu-bunganya rusak, tapi ada tuan yang baik hati membeli se-semua bunganya. Jadi mohon jangan sik-siksa aku lagi, hiks-hiks ...."
Vina meringis kesakitan dan menyeka air matanya yang selalu jatuh setiap hari oleh kakaknya sendiri maupin kakak iparnya.
"Mana uangnya!" Vina yang ketakutan ditodong pertanyaan seperti itu, dan dicengkram mulutnya oleh Joe. Langsung memberikan uang selebaran 10.000 yen. "Bagus, kerja kamu bagus. Ini masih pagi, cepat jualan bunga lagi!"
"Tapi kak, aku ...."
"Cepat pergi!" Joe menampar keras lagi pipi kanan Vina dan menendang betisnya.
__ADS_1
"Aaargh ... sakit kak!" Vina mengerang kesakitan dan meringkuk di lantai.
Penyiksaan ini setiap hari ia terima setelah keluar dari rumah sakit. Kakaknya dan kakak iparnya sedari dia bekerja sebagai sekretaris juga memang menjadi parasit, sering sekali minta uang pada Vina.
Tapi, semenjak Vina buta dan dipecat tidak homat oleh perusahaan ICO Queen, salah satu perusahaan dibawah Imperial Black Group. Perbuatan kedua kakaknya semakin menjadi-jadi karena Vina di anggap sampah oleh mereka berdua.
"Perutku lapar, aku sama sekali belum makan, kak. Tolong berikan aku sedikit makanan, kak!" pinta Vina memohon iba tapi tidak digubris oleh Hilma dan Joe.
Malah ditendang perutnya hingga memuntahkan seteguk darah, "Aku tak peduli. Cepat sana pergi! Cari makan sendiri! Bodoh!" bentak Hilma.
"Ayo sayang kita masuk! Yang ada melihat dia hanya naik pitam melihat gadis buta yang bodoh ini!" Joe menggandeng tangan Hilma dan masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu yang sangat keras.
Vina bangun perlahan dan menyeka darah di mulutnya. Ia meraba perlahan untuk mencari tempat menopang agar bisa berdiri.
"Aku harus kuat, dan tak boleh cengeng. Agar aku bisa membayar biaya operasi mata 50 juta yen, pasti aku bisa," kata Vina penuh semangat.
Vina pun hanya mengelap mukanya di pancuran keran depan teras dan berjalan meraba dengan tongkatnya menuju hot house berisikan tanama bunga di samping rumah Joe.
Sekalipun Joe dan Hilma sangat jahat pada Vina. Tapi ia juga sudah menyiapkan bunga yang akan dijual Vina setiap hari.
Di lain sisi, Vergil sedang menikmati makanana Yatai di perempatan menuju rumah Vina yang berjarak 1 km.
Ia pernah memfoto Vina. Karena penasaran, Vergil menyuruh Miku untuk menyelidiki tentang Vina.
Sebagai Queen Machinist, mendapatkan informasi itu sangat mudah bagi Miku. Hanya dalam 1 menit, ia memperolehnya.
"Bos, aku ada informasi penting tentang Vina. Tapi sebelum itu, tuan cari laki-laki bernama Jindu, dia orang yang menyeret Vina Prasetya dalam masalah. Jika Jindu tertangkap oleh salah satu anak buah geng Imperial Black atau pemerintah Signas. Nyawa Vina pasti tak terselamatkan," kata Miku melalui sambungan telepon.
"Dimana dia?" tanya Vergil tiba-tiba sangat serius. Saking seriusnya malah ia makan tanpa henti dan terus memesan makanan, membuat pemilik kedai Yatai itu bengong juga melongo.
[Kesan pemilik kedai -10%, karena tingkah juragan yang aneh menurutnya]
__ADS_1