KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 210


__ADS_3

Setelah rapat selesai, Ryuga pergi ke Hajime Galaxy untuk menengok Vina. Namun kali ini ia menggunakan identitasnya sendiri. Begitu muncul disana, tak ada satu pun orang yang berani menatapnya, apalagi ia sendirian membawa mobil Filza.


"Kenapa semua orang menunduk ya? Apakah ada orang yang penting datang? Sungguh mengherankan." Ryuga yang melihat fenomena tersebut kebingungan dan tidak menggubris lalu langsung membeli bunga pada Vina, "Nona, bunganya satu! Berapa satunya?"


"Oh, tuan. Anda yang kemarin, tapi suara anda berbeda, apakah tuan sedang sakit?" tanya Vina, ia bisa merasakan bau Vergil walau ia sudah berubah kembali menjadi Ryuga, identitasnya yang asli.


"Kenapa dia bisa mengetahuiku? Padahal suaraku juga berubah, dan Vina juga buta. Sungguh mengesankan," batin Ryuga penuh kekaguman pada Vina.


"Oh, ya. Kenapa nona bisa tahu jika yang datang itu aku yang kemarin?" tanyanya penasaran.


"Ada anginnya atau bau yang sangat wangi dari tuan. Bau itu sangat berbeda dari kebanyakan orang yang pernah aku cium." Vina tersenyum tipis dan hanya menatap ke depan, "Berapa tangkai yang tuan ingin ambil hari ini? Pasti buat pacarnya ya, he-he ...."


"10 tangkai saja," jawab Ryuga tersenyum lebar dan melanjutkan dengan raut pipi memerah, "Tidak. Bunga ini khusus untukmu, nona. Itu ...."


"Ini tuan!" Vina mengambil 10 tangkai bunga mawar di keranjang kayu dan memberikannya pada Ryuga. Tak sadar Ryuga memegang pergelangan tangan kanan Vina yang masih lebam, "Aw ...! Ma-maaf tuan. Aku ceroboh."


Bunga itu terjatuh ke permukaan tanah dan Ryuga segera mengambilnya. Lalu menatap lekat pergelangan tangan Vina, "Tangan kamu kenapa?" tanya Ryuga.


"Kemarin aku terjatuh tuan dan pergelanganku membentur tiang listrik. Tenang saja tuan, ini tidak apa-apa dan pasti sembuh, kok." Vina berbohong dan menutupi kebohongannya dengan senyum yang menawan ke depan.


Ryuga memegang pergelangan tangan Vina untuk menyembuhkannya, "Regeberation Cyborg!"


Setelah ia memegang pergelangan tangan kanan Vina. Ryuga mengetahui fakta, jika luka Vina bukan hanya di pergelangan tangan. Tapi hampir di sekujur tubuhnya dan tentu saja membuatnya naik pitam, mana mungkin luka sebanyak itu disebabkan membentur tiang.


"Tuan, apakah anda seorang Divya? Seperinya luka di sekujur tubuhku sudah sembuh," kata Vina keceplosan mengucapkan tentang lukanya.


"Bukankah katanya hanya pergelangan tangan? Tapi kenapa sekujur tubuh? Jadi yang benar yang mana?" Ryuga berpura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Ma-maaf, tuan. Itu maksud aku, anu ...."


"Aku sudah tahu luka itu kenapa? Bukan luka jatuh, bukan? Tapi luka akibat dipukul atau ditendang? Apalagi aku lihat wajah nona sedikit lebam dan pucat. Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" potong Ryuga mengeraskan rahangnya dan bersungut-sungut.


Perasaan suka itu telah berubah menjadi cinta, dan perasaan cinta itu menimbulkan rasa yang ingin melindungi terhadap apa yang dicintainya.


"Ti-tidak apa-apa, tuan. Hal itu tidak perlu dipermasalahkan lagi. Maaf, kalau aku tidak melayani tuan dengan baik," kata Nina yang masih bersimpuh menghadap ke depan dengan tersenyum lebar agar mengendurkan kecurigaan Ryuga pada Joe dan Hilma.


"Nampaknya, Vina sangat melindungi orang tersebut dan tak mau berterus terang. Lebih baik, aku akan menyelidikinya setelah ini dengan membuntutinya," batin Ryuga menyeringai tajam.


***


Canberra, Australia, Sektor Sriwijaya.


"Hole Space!" Akira keluar dari dalam pusaran merah, ia sedang mencari ASSAT sektor Sriwijaya bernama Ziya yang memiliki sepasang belati Dagnas Fang.


"Baru dua pedang, tinggal 5 pedang lagi. Tapi keberadaan Scimitar, Nodachi, Rapier dan Gladius tidak diketahui keberadaannya. Menurut informasi dari Vouge, Raj sudah tak menyimpan lagi Nodachi."


"Jika ia memang Raj bagian dari Guild Emperor, bukan tidak mungkin Nodachi berada di tangan bocah jabrig. Aku akan menunggu informasi dari Vouge, atau menunggu besok lusa dikompetisi antar guild. Kemungkinan besar Rapier, Gladius dan Scimitar akan muncul," gumam Akira tersenyum licik.


Akira sedang berada di Terminal Bus Electric. Dari informasi yang ia dapat dari Vouge, Ziya setiap pagi pergi ke kantor menara Mexus selalu menggunakan bus.


Tatapan mata Akira langsung menatap lekat pada wanita berambut hijau ikal bermata hijau juga dan memakai Cyborg Armor Suit.


Tidak ada penumpang sama sekali di dalam bus yang beroperasi pagi ini. Akira langsung duduk di samping Ziya dan berkata, "Selamat pagi, nona. Bolehkah aku meminta Dagnas Fang darimu?" pintanya menyodorkan tangan.


Raut wajah Ziya yang semula ramah, berubah menjadi marah, ketika mendengar kalimat itu. "Boleh, tapi di neraka. Lunar Phase!"

__ADS_1


'Boom!' Ziya menendang Akira dengan side kick hingga membuat bus itu terbelah dua. Namun tendangan itu hanya mengenai kaca bus yang menimbulkan ledakan cukup kuat.


"Hole Space!" Akira menghisap Ziya dan tubuhnya sendiri masuk ke dalam pusaran merah dan berpindah tempat di Great Victoria Dessert.


Ziya segera mengeluarkan sepasang Dagnas Fang dari jam tangan ruang miliknya. "Shadow Step! Hyper Stealth! Hyper Impact Slash!" seru Ziya membuat dirinya tidak dapat terlihat, tidak bisa dirasakan dan tidak dapat dibaca nafsu membunuhnya.


"Memang hebat, sungguh memang hebat kemampuan ASSAT sektor Siliwangi. Bagaimana dengan ini? Hellheaven: Samehada!" Akira bertepuk tangan sambil menghunuskan bilah Samehada ke depan dengan mata terpejam.


Sedangkan Ziya sudah melesat cepat tanpa suara menggunakan langkah bayangan dan melepaskan sayatan bertubi-tubi hingga membentuk garis-garis putih di tubuh Akira.


'Srash-srash!' Tubuh Akira dipenuhi banyak sayatan dan darah mengalir deras. Bukannya ketakutan malah menikmati setiap sayatan Dagnas Fang yang mengenai dirinya.


Baju Akira compang-camping dan ia menjilati darah di lengannya dengan mata terpejam dan menikmati setiap sayatan Ziya yang masih ia lancarkan.


'Bang!' Dengan skill Bloodmoon Psychic, Akira melihat sangat jelas Ziya dan berhasil mendaratkan pukulan menggunakan gagang Samehada tepat di perutnya hingga membuatnya terpundur.


"Ethereal Assasin Weapon: Infinity Dark String! Rapid Fuma Shuriken!" seru Ziya yang berhasil menyeimbangkan tubuhnya.


Lalu melepaskan senar-senar tajam dalam jarak 50 meter ke arah Akira dan berhasil mengikatnya. Disusul kemudian melemparkan siluet Fuma Shuriken bertubi-tubi dengan putaran cepat.


"Sampah! Fiery Sudden Dance!" Akira memanjangkan Samehada perlahan mulai dari 10 meter lalu diayunkan cepat untuk memotong senar-senar tajam yang menjeratnya. "Bloodmoon Soul Arise: Dimitri!"


Dari bayangan Akira muncul mayat hidup Dimitri dan langsung menghalau puluhan siluet fuma shuriken dengan skill Chaos Savior, yaitu melakukan tebasan beruntun untuk membentuk angin topan tajam.


Untuk menghancurkan siluet-siluet Fuma Shuriken yang terus berdatangan ke arah Akira.


'Prang-prang!' Siluet-siluet Fuma Shuriken tersebut hancur berkeping-keping ketika menyentuh pusaran angin tornado merah darah yang berjumlah 10 membentuk dinding benteng.

__ADS_1


__ADS_2