
"Apakah anda sangat kenal dekat dengan tuan ...?" Kiyu tidak berani mengucapkan kata 'Ryuga' dan sangat gugup.
"Kenapa?" Ryuga sangat heran dengan Kiyu.
"Maaf, tuan. Nama tuan Ryuga tidak boleh disebut di Neo Japan. Rumor mengatakan beliau adalah pembunuh yang sangat kejam." Kiyu menjawabnya dengan sangat lirih, bahkan seperti berbisik tapi agak keras sedikit.
Ryuga mengernyit karena sangat terkejut. Dirinya dirumorkan menjadi pembunuh yang sangat kejam. Memang benar itu adanya, karena kejam membunuh monster, tapi bukan manusia. Belum satu pun Divya yang Ryuga bunuh, kalau membuat babak belur banyak.
Ryuga menarik nafas dalam, "Kalian terlalu berlebihan. Aku sangat kenal lama dengan Ryuga. Itu hanya rumor, jangan terlalu dipercaya. Mari!"
Ryuga masuk ke mobil Kiyu, dan Kiyu yang mengemudikannya. Mereka menuju pegunungan rahasia, hanya Kiyu yang tahu untuk bisa masuk kesana, namanya pegunungan Ryumu. Disana banyak budak yang diperjualbelikan. Budak bukan sembarang budak.
Hanya klan Fozuki yang mampu menundukan Divya yang kuat atau lemah tapi mereka mengambil budak dengan spesialis tertentu.
Setelah 30 menit sampai di kaki gunung Ryumu, Kiyu memberhentikan mobilnya. "Tuan, kita sudah sampai. Ayo!"
Kiyu keluar diikuti Ryuga juga keluar dari mobil, Kiyu merapal mantra Jepang kuno. Lalu nampak pintu kecil berwarna coklat sedang mengambang.
Kiyu menarik gagang pintu dan masuk bersama Ryuga. Di dalamnya seperti pasar yang sangat ramai, pasar bukan sembarang pasar. Barang yang dijajakan adalah manusia atau Divya-Divya spesial.
Semua pemilik tokonya adalah anggota klan Fozuki. Mereka mulai menawarkan pada Kiyu dan Ryuga dengan tersenyum licik.
Kiyu tak menghiraukannya dan terus menarik tangan Ryuga. "Kita jangan transaksi disini, ada tempat khusus untuk transaksi. Mereka semua penipu," bisik Kiyu.
Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung seperti menara berlantai 10. Kiyu memberikan salam dengan bahasa Jepang kuno pada kedua penjaga di depan pintu gerbang menara.
Kiyu dan Ryuga disambut sangat hangat dan ramah, "Silahkan Four Lord Kiyu, mari kami hantar!"
"Kamu sungguh terkenal disini ya Kiyu." Ryuga terkekeh pelan sambil menutup mulut.
__ADS_1
Kiyu menoleh dan tersenyum, "Ya, begitulah."
Fozuki Iuri, pemimpin pasar budak pegunungan Ryumu. Klan Fozuki memiliki fisik seperti elf, telinganya panjang dan bertaring, kulitnya putih serta matanya biru.
Kiyu masuk bersama Ryuga ke dalam pintu lobi dan langsung disambut meriah oleh Iuri. "Hei, Kiyu! Lama tak jumpa!" Iuri tersenyum smirk.
"Sudah, jangan basa-basi Iuri. Aku butuh teman," ketus Kiyu melihat Iuri.
Iuri langsung melompat dan menempel manja pada punggung Kiyu. "Jangan terlalu masam, Kiyu. Kecantikanmu luntur. Siapa yang kamu bawa ini? Auranya sangat kuat."
"Tuan, baruku. Dia level 10 punya aura Emperor, tapi firasatku aura Ancient. Jadi jangan macam-macam dengannya," bisik Kiyu mengancam.
"Iiih takut." Iuri pura-pura takut, "Bagaimana kalau bermain? Kalau dia menang aku berikan 'teman' berapapun dia mau."
"Aku mau kalian tunduk dibawah perintahku!" Ryuga langsung mengeluarkan aura ancient, semua orang langsung jatuh tertelungkup ke permukaan lantai termasuk Kiyu.
Di bawah telapak kaki Ryuga muncul magic circle bermotif hydra. Ryuga tertawa jahat, "Skill murahan!"
Ryuga menghentakan kakinya dan hancur seketika magic circle tersebut seperti pecahan kaca.
Iuri melebarkan mata, pasalnya skill turun temurun dari klan Fozuki yang memiliki rank S, mudah sekali dipatahkan oleh Ryuga.
"Bukankah Kiyu sudah mengatakannya padamu, tuan besar Iuri!" Ryuga menatap sangat tajam Iuri, tatapannya seperti seribu bilah pedang menusuk jantung.
Ryuga menarik aura Ancient miliknya, ia tidak sadar jika tekanan auranya telah menarik satu wilayah di pegunungan Ryumu. Kemudian melanjutkan, "Aku disini butuh teman spesialis."
Ryuga sudah paham makna 'teman' oleh yang diutarakan oleh Kiyu dan Iuri, maksudnya budak.
Semua orang yang berada di ruangan lantai pertama berhasil berdiri kembali, "Aku saat ini tidak punya teman spesialis. Tapi punya sahabat cukup spesial." Iuri tetap tenang dan tersenyum smirk, meski beberapa saat yang lalu berhasil dipermalukan Ryuga.
__ADS_1
Kiyu yang sudah berdiri menarik lengan Ryuga dan berkedip cepat, lalu berbisik, "Terima saja. Dia punya orang atau Divya cukup bagus tapi belum ditandai tanda kutukan budak. Jika bisa menundukannya kita dapat secara gratis."
Ryuga seperti mendapat angin segar dan tersenyum lebar, "Baiklah, berikan semua sahabatmu. Aku siap menerimanya."
Ryuga siap menerima tantangan Iuri, "Baiklah permainannya mudah. Ada 3 dadu, setiap dadu yang dilempar muncul angka 6 selama 3 kali, maka kau boleh mengambil semua sahabat itu gratis dan aku tundukan serta mereka akan terkena kutukan budak yang terkontrak padamu."
"Tapi jika jika kau melempar dadu muncul angka 6 pertama kali, lalu pada lemparan kedua dan selanjutnya muncul angka lain. Maka kau boleh mengambil sahabat yang lebih spesial sesuai tertera di angka tersebut dengan jalan penundukan."
"Peraturan terakhir jika tidak menemukan angka 6 di lemparan pertama dan seterusnya. Maka kita hitung akumulasi tida kali lemparan, sebanyak itu juga kau dapat sahabat, kamu harus tundukan sendiri dan bayar setengahnya."
Iuri mendekati Ryuga dan memberikan gelas besi tertutup serta 3 dadu. Ryuga memasukan dadu pertama pada gelas besi dan mulai mengocok seperti gaya dewa judi di film-film.
'Tak-Tok!'
Ryuga menaruh gelas tersebut cukup kencang ke permukaan tanah. Semua orang penasaran berapa angka yang akan keluar dari dadu tersebut.
Sebelum mereka melihatnya Ryuga mengocok lagi dadu yang kedua. Bahkan gelas besiny ia lempar ke atas dan jatuh ke permukaan lantai dalam keadaan tertelungkup gelas.
Ryuga belum selesai dan mengocok dadu yang ketiga, lalu menaruhnya cepat ke permukaan lantai, bunyi sangat keras.
Gerakan Ryuga sangat cepat hingga tak bisa dilihat oleh mata biasa. Dan begitu dibuka.
Semua orang membulatkan mata, hasilnya cukup mencengangkan. Ternyata dadunya hancur semua, entah Ryuga terlalu kuat mengocoknya atau memang sengaja melakukannya.
Ryuga menatap tajam pada Iuri dan berkata lantang, "Kiyu, permainan ini jebakan. Kalau aku menuruti semua keinginannya, sesuai peraturan tersebut. Berarti aku sama saja menjadi budaknya karena menuruti semua perintahnya. Lalu kutukan budak juga akan mengenaiku."
Iuri melebarkan mata, baru kali ini ada orang yang mematahkan permainan yang memang sengaja menjebak Divya-Divya yang kuat menjadi budaknya. Skill Curse Of Dementor bukan saja berlaku, ketika dia mengucapkan skill dan menunjukannya pada target. Tapi ketika target menurut ketika disuruh oleh pengguna skill.
Ryuga benar-benar geram dan marah, fluktuasi udara terjadi. Akibat Ryuga mengeluarkan aura yang lebih kuat dari aura ancient. Iuri benar-benar membuat Ryuga marah.
__ADS_1