KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 178


__ADS_3

"Baiklah, aku pertaruhkan Hajime Galaxy." Asvilin terpancing, karena ia yakin Storm akan menang.


Vergil menyunggingkan senyum mendengar Asvilin terprovokasi.


Tak lama kemudian, para petinggi Imperial Black datang. Sebab mendapat kabar pertarungan wilayah Barat dan wilayah selatan yang diwakili oleh Vergil serta Storm.


Para anggota Imperial Black pun datang mengamankan wilayah, ditambah pasukan elit Rinbo, Suicide Stark dan juga Onimusha.


Total taruhan aset dan uangnya berjumlah 50 milyar yen. Aset Vergil dan sekutu senilai 25 milyar, juga dari pihak Imperial Black terkumpul Aset 25 milyar yen.


Vergil masuk mobil dan mulai menyalakan mesin dengan deru suara mobil yang begitu kuat dan gahar.


'Broom-broom! Broom-broom!'


"Vlidcky dan Miku memodifikasi rongsokan ini menjadi lebih gahar." Vergil menekan pedal gas mobil dengan tersenyum puas dan melajukan mobilnya tepat disamping wanita berpakaian seksi.


"Hai, tampan! Aku harap kamu menang, aku bertaruh untukmu, he-he-he." Perempuan yang bertugas sebagai sebagai hakim pemulai balapan itu mencolek dagu Vergil. Tentu saja membuat Gladys cemburu dan marah besar juga geram, udara di sekitarnya terasa panas.


Mobil Mitsubishi Lancer Evolution VIII milik Storm segera berada di samping mobil modifikasi milik Vergil. Storm memprovokasi dengan menekan pedal gas berkali-kali. Namun Vergil menanggapinya dengan santai.


"Are you ready?" tanya perempuan hakim start pada Storm dengan mengacungkan sapu tangan merah ke atas.


Dan dijawab dengan suara 'Vroom!' oleh Storm dengan mengacungkan jempol ke arahnya. "Steady!" jawab Storm dengan senyum penuh percaya diri.


"Are you ready?" tanya perempuan hakim start pada Vergil dengan mengacungkan sapu tangan merah ke atas lebih tinggi lagi.


"Steady!" jawab Vergil keras dengan menekan pedal gas hingga knalpot mobilnya berbunyi 'Vroom-vroom!'


Semua orang sangat tegang, karena nilai taruhannya sungguh fantastis malam ini. Ditambah lagi Vergil sangat diremehkan dalam ajang balapan ini, karena belum pernah sama sekali ikut ajang balapan drag.


"Go!" perempuan hakim garis start itu secepat kilat membungkuk hormat sambil mengayunkan sapu tangan merah ke depan. Menandai balapan drag antara Storm dan Vergil dimulai.

__ADS_1


'Vroom-vroom!'


Storm langsung menekan pedal gas kuat-kuat dan mobil berakselerasi dengan cepat lalu mengganti dari perseneling 1 ke perseneling 2.


Mobil Storm memimpin terpaut 0.7 detik dari mobil Vergil yang masih santai, walau sudah tertinggal.


Dua detik kemudian Vergil baru menekan pedal gas dan sungguh mencengangkan, mobilnya hanya dalam 0.1 detik akselerasi kecepatannya langsung melesat di angka 100 km/jam.


"Apa-apaan mobil itu?!"


"Gila, benar-benar gila!"


"Padahal itu merk mobil yang antah berantah, tapi kenapa bisa secepat itu?!"


"... ...."


Komentar-komentar yang sontak keluar dari mulut para penonton tersebut, riuh di samping kiri dan kanan jalan. Vlidcky yang mendengarnya sangat puas, mobil modifikasi yang dikerjakan bersama Miku dan White Wolf ternyata punya performa yang sangat bagus.


Mobil Vergil dan mobil Storm berjalan beriringan, hanya terpaut 10 cm dengan mobil Storm di depan.


"Segitu saja bangga, aku masih perseneling 1 cuy. Masih jauh api dari panggang!" Vergil langsung menaikan kembali perseneling ke perseneling dua, sampai-sampai knalpotnya mengeluarkan semburan api seperti roket.


'Broom! Blug!' Mobil Vergil segera menyusul dengan sangat cepat, dorongan mobil dengan supercharger membuat akselerasinya berjalan sangat cepat.


Jarak trek balapan masih tersisa 1 km lagi, Storm menekan tombol Nitrous Oxide System (NOS) untuk memperlebar jarak antara dirinya dan Vergil.


'Swuush!' Mobil Storm melaju sangat kencang kini terpaut 7 detik, Storm melambaikan tangan, menganggap dirinya sudah jauh dari Vergil dan pasti menang. Sebab mobilnya sudah naik ke perseneling 4 dan berkecepatan 250 km/jam.


"Bye-bye! Kemenangan ini pasti menjadi milikku pecundang, ha-ha-ha ...." cibir Storm yang terus menambah kecepatannya.


"Ayo Storm, aku sudah menaruh semua uang dan asetku untukmu. Kamu pasti menang, ha-ha-ha ...."

__ADS_1


"Terus seperti itu Storm. Biarkan para pecundang itu kalah, karena memilih mobil sampah dan pecundang."


"... ...."


Dukungan untuk Storm terus menggema di sisi kiri dan kanan jalan, karena para penonton hampir 95% mendukung Storm dan bertaruh untuknya.


Vergil menyunggingkan senyum dan mengganti ke perseneling 3. Tak disangka-sangka knalpot mobilnya mengeluarkan api yang lebih besar dari sebelumnya. Langsung melesat sangat cepat dan memperpendek jarak dari 7 detik ke 5 detik. Tidak, 3 detik, sebab mobil itu berakselerasi dengan sangat cepat.


Vergil menekan pedal gas itu dalam-dalam hingga batas throttle sudah mau mencapai maksimal. Ia mengganti ke perseneling 4 dan mobil itu berhasil menyamai posisi mobil Storm, bahkan melebihi 1 cm.


"Dasar bodoh, aku masih punya kartu truf." Storm melirik sinis ke arah Vergil dan menaikan ke perseneling 5.


Vergil tidak membiarkannya dan menaikan ke perseneling 5 juga setelah spedometer throttle miliknya ke angka maksimal.


Kedua mobil melaju sangat cepat, hingga membuat gedung-gedung di pinggir jalan, kacanya sedikit retak karena hembusan udara yang bertekanan tinggi diciptakan oleh kedua mobil mereka.


Mobil Storm mendahului mobil Vergil, setelah menekan kembali tombol NOS. "Ha-ha-ha, NOS murahan dan imitasi saja bangga. Vlidcky tunjukan hasil modifikasimu." Vergil juga menekan tombol NOS dan membuat mobilnya melaju sangat cepat.


Jarak ke garis finish tersisa 100 meter lagi, kedua mobil sudah dalam puncak kecepatannya. Vergil menaikan ke perseneling dan tentu saja, mobilnya melenggang santai melewati mobil Storm yang sudah tak mampu menyaingi kinerja mobil Vergil.


'Duar-duar!' Supercharger dan mesin mobil Storm meledak teredam. Untung saja Storm langsung menginjak pedal rem dalam-dalam dan menurunkan perseneling agar tak tergelincir.


Vergil sampai garis finis dan membuat semua pendukung Storm mukanya sangat-sangat jelek karena jagoan mereka kalah.


"Witwiiw! Witwiiw!" White Wolf kegirangan sambil bersiul keras.


"Sial!" Asvilin memukul keras rolling door Hajime Galaxy dan sangat kesal karena kalah taruhan.


Storm tidak terima kalah dan keluar dari mobilnya yang berasap. Lalu melambaikan tangan untuk memerintahkan pasukannya agar menghabisi Vergil.


Vlidcky, White Wolf dan Gladys mencium bau kecurangan. "Dasar sampah, mereka hanya pecundang." Gladys melesat sangat cepat dan mengeluarkan Dagger Flute juga Highlander Dagger. "Bloodless Dancer!"

__ADS_1


'Slash-slash!' Secepat kilat, Gladys melesat dan menebas tangan para Assasin dan anggota geng Imperial Black satu persatu agar menjatuhkan senjatanya. Tebasan Gladys hanya menggores tangan mereka dan melukai dengan ringan saja.


'Ciiit!' Vergil menekan pedal rem untuk memberhentikan mobilnya. "Mereka selalu saja berbuat tidak adil dan tak menerima kekalahan." Vergil tatapan matanya mengikuti gerakan Gladys yang tak bisa dilihat oleh mata biasa.


__ADS_2