KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 143


__ADS_3

Semua orang di dalam pasar budak, tubuhnya tertelungkup ke permukaan tanah. Aura yang Ryuga keluarkan adalah aura Ancient.


Tapi Ryuga berhasil mengontrol hanya mengarahkannya pada semua warga di dalam pasar budak, kecuali Kiyu.


"Dasar pedagang budak licik!" Kiyu kesal pada Iuri dan mendekatinya. Kepalanya diinjak dan rasanya ingin diinjak sampai mati.


Ryuga kembali menarik auranya, semu orang nafasnya tersengal-sengal, seperti setelah kehabisan nafas.


'Bam!'


Kiyu menendang muka Iuri hingga terpental menabrak dinding. Pengawal bersiap menyerang Kiyu, tapi dengan tatapan tajammya saja para penjaga yang berjaga di gedung langsung berhenti, mengundurkan niatnya ingin menyerang Kiyu.


Tubuh Kiyu berkedip dan sudah berada di depan Iuri yang masih terkapar. Kerah bajunya dicengkram dan tubuhnya diangkat tinggi melebihi tingginya tubuh Kiyu.


"Aku sudah katakan, tidak untuk mengganggu tuan Vergil. Tapi kau melakukanya, dasar ras Vistamp bodoh!" benta Kiyu kesal.


'Plak!'


Kiyu menampar pipi kanan Iuri sangat keras hingga bekas tamparan itu memerah di pipi kanan Iuri.


Iuri masih tersenyum smirk dan terkesan santai, "Ya, namanya juga usaha. Lagian mana mau klan Fozuki tunduk dibawah perintah orang lain," katanya sambil mengupil di lubang hidung kanan.


Ryuga memejamkan mata dan melihat aura yang cukup familiar, aura itu milik, "Gladys?!" Ryuga melebarkan mata.


Ryuga sudah tak bertemu Gladys cukup lama, karena Gladys memutuskan untuk pergi ke sektor Giwa Pranala, tepatnya Arab Saudi untuk melakukan pencarian kedua orang tuanya bersama kakak kembarnya Zaka dan Zaki. Tapi kenapa dia masuk ke dalam pasar budak dan menjadi barang dagangan?


Ryuga berteleportasi ke lantai bawah yang sudah diberi skill Dementor Shield. Skill ini cukup kuat bahkan untuk level 10 dan tak bisa ditembus. Tapi pengecualian buat Ryuga karena punya aura Ancient.


Gladys meringkuk di salah satu penjara yang hanya dibatasi dinding Dementor transaparan berwarna merah.


"Siapa kamu?" Gladys beringsut karena terkejut, tiba-tiba Ryuga muncul di depan ruangannya.


"Tenang, aku akan membebaskanmu." Ryuga bersiap memukul dinding transparan.

__ADS_1


Tapi Gladys tidak percaya dia semakin ketakutan dan memeluk lututnya sendiri berada dipojok ruangan. "Jangan kemari, pergi! Aku tak mau menjadi budakmu!"


Ryuga tak memperdulikannya dan memukul dinding transparan itu hancur. Gladys histeris, "Jangan kemari! Jangan!"


Ryuga menitikan air mata, langsung mendekat dan memeluk Gladys. "Tenang, aku bersamamu. Aku akan melindungi, aku akan terus menjagamu, tenanglah."


Gladys tentang dengan pelukan hangat Ryuga. Pelukan itu selalu membuat candu baginya, dia merasak orang yang sekarang memeluknya adalah Ryuga. Kata-kata itu selalu Ryuga ucapkan ketika memeluknya.


"Ryu!" Tiba-tiba kata itu terucap saja dari mulut Gladys, membuat Ryuga salah tingkah. Dia tidak mau penyamarannya terbongkar saat ini, karena belum menemukan informasi apapun.


Mendengar suara ledakan itu penjaga segera menuju penjara budak yang berada di lantai bawah tanah.


Tapi sayang, ketika sampai mereka tidak melihat lagi Gladys di ruang penjaranya. Ryuga secepat kilat berteleportasi ke lantai sebelumnya sambil menggendong Gladys yang masih lemas, sebelum penjaga itu datang.


Di dalam penjara banyak juga Divya-Divya yang berada di dalam penjara dan memiliki kemampuan khusus. Karena di penjara tersebut bukan penjara Divya biasa, Fozuki Iuri matanya sangat jeli dalam melihat Divya yang mempunyai kemampuan khusus.


Begitu sampai di lantai, mata Ryuga membelalak. Kiyu babak belur dan kepalanya sedang diinjak oleh Iuri.


"Tuan, lari! Tak usah pedulikan aku. Aku pasti bisa keluar dari sini, aku berjanji!"


Padahal tidak ada lagi harapan hidup jika masuk kesini, pilihannya mati atau jadi budak. Tapi Kiyu dengan percaya diri masih mengatakan kemustahilan itu.


Kemudian melanjutkan dengan mencoba bangkit, tapi ditekan kuat oleh kaki Iuri kepala Kiyu, "Semua ini salahku tuan. Karena aku membawa tuan ke tempat berbahaya ini. Tuan pergi saja, aku mohon."


"Tidak." Ryuga menatap tajam dan mengeluarkan aura Ancient untuk menekan semua oranga kecuali Gladys dan Kiyu.


Iuri juga tak kalah mengeluarkan aura Ancient juga. Sebelumnya dia hanya pura-pura tertekan oleh aura Ryuga, memang untuk mempermainkannya, supaya Ryuga sombong dan merasa di atas angin.


Ryuga menyunggingkan senyum lalu tertawa terbahak-bahak, "Kau pikir kemampuanku hanya disini. Kamu terlalu dangkal menilaiku, aku pastikan kalian semua mati. Terutama kau!" tatapnya tajam ke arah Iuri.


Aura leadership terbagi atas Lord, King, Emperor, Ancient, Primordial, God, dan Universe.


[Blangtungpak blaem-blaem]

__ADS_1


[Kharisma juragan naik level ke aura Primordial]


[Job Leadership mencapai level maksimal]


[Kharisma juragan naik level ke aura God]


[Kharisma juragan naik level ke aura Universe]


Ryuga sudah menduganya, Anilika, Gemusha, Inusha, dan Raj mampu membuat rakyat tunduk pada Ryuga. Sepertiga dunia sudah ia kuasai, maka poin kharisma atau leadershipnya juga meningkat tajam.


'Boom!'


Iuri terpental menabrak dinding terkena aura Primordial Ryuga dan memuntahkan banyak darah, "Guhak! Ti-tidak mungkin?!" lirihnya.


Ryuga sangat kesal pada pasar budak. Seenaknya saja merendahkan Divya, padahal mereka menjadi Divya butuh perjuangan keras.


Pegungan Ryumu bergetar hebat dan tanahnya terbelah membenamkan beberapa toko budak. Ryuga menarik auranya lagi, jika diteruskan Ryuga bisa membunuh para budak yang dipenjara.


Ryuga menaruh tubuh Gladys dan melesat cepat ke arah Iuri. Tubuhnya hilang dari pandangan, muncul di depan Iuri yang sedang terkapar dan langsung mencekiknya.


"Kamu belum tahu siapa aku ya? Aku akan ambil semua kekuatanmu, hingga tak bisa lagi menjadi Divya, Evolter atau Exceeder. Extraction!"


Ryuga mengeluarkan siluet mata roda api yang berada di pupil mata kanannya. Mata itu menyerap energi Veda dari dalam tubuh Iuri dan menjerit kesakitan.


"Lepaskan aku, lepaskan! Sakit! Aku mohon ampun! Tolong ampuni aku, aaaakh ...!"


Percuma saja Iuri memohon dan menjerit, Ryuga adalah Ryuga. Dia takan melepaskan mangsanya, Gladys tak sanggup melihat ini, ia pingsan. Sedangkan Kiyu dan semua penjaga yang terluka parah dalam keadaan terkapar hanya bisa membelalakan mata penuh dengan ketakutan.


Energi dari dalam tubuh Iuri perlahan membentuk prisma kristal berwarna merah seperti kapsul kristal mythril tapi lebih besar. 10 kali lipat besarannya dari kapsul kristal biasanya yang diekstraksi Ryuga dari tubuh monster.


Ryuga berhasil mengekstraksi 10 kapsul Kristal Seraphium. Warna kapsul kristal Mthryl dan Seraphium memang sama berwarna merah. Tapi tetap beda kapsul kristal Seraphium merah gelap, dan kapsul kristal merah terang.


Ryuga melemparkan tubuh Iuri dengan kasar, lalu mematahkan kedua tangan dan kakinya. Itu hukuman untuknya yang sudah menyengsarakan banyak Divya.

__ADS_1


__ADS_2