
"Ini semua rahasiaku Ryu!" Kira memakai lagi jaketnya. "Seandainya waktu bisa ku putar kembali, obsesiku akan kekuatan di masa lalu lebih baik aku tidak menuruti keinginanku waktu itu. Aku lebih baik menjadi laki-laki atau Divya yang biasa, tanpa harus punya resiko efek pada tubuhku ini."
"Jika aku bisa menyembuhkan efek itu apa guru mau mengabulkan satu permintaanku?" Ryuga melepaskan jaket ASSAT yang ia kenakan, nampak kaos hitam bertuliskan strange di bagian dada.
"Tentu saja, asal tidak aneh dan logis. Atau minta uang padaku, uangku tidak cukup banyak, hehehe." Kira menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tertawa ringan.
Greb!
"Eternal Absorb!"
Ryuga menempelkan eternal gear di punggung Kira, dan mulai menyerap energi negatif veda pada tanda kutukan yang terukir di tubuhnya.
"Aaaaaargh!" Kira meraung, tubuhnya menegang, urat otot di dahinya keluar. Gelombang kejut dari dalam tubuh Kira keluar, menghancurkan seragam mentor miliknya hingga tersobek. "Aaargh! Aaargh! Aaargh!"
Tato kutukan di seluruh badan kira bersinar terang, dan mulai hilang perlahan 1 cm per 1 cm. Kira masih terus mengerang, semakin lama semakin keras. Ryuga terus fokus menyerap energi negatif veda pada tubuh Kira.
Slurp!
Semua tato kutukan lenyap dari tubuh Kira, nafasnya terengah-engah, keringat mengucur deras dari seluruh tubuhnya. Kira terduduk lemas, Ryuga memberikan botol biru pada Kira.
Gluk!
"Terima kasih Ryu, hah, hah, hah." Ryuga memberikan baju dari shop sistem military fashion style pada Kira. Selang 15 menit, Vanya datang tapi agak ragu mendekat ke Kira, karena ada Ryuga.
"Lalu apa yang ingin kau minta dariku? Kamu sudah membantuku, menyembuhkan kutukan ini," ucap Kira duduk di atas batu dekat air terjun.
"Aku ingin keluar dari team." Vanya dan Ryuga berbicara serentak.
"Cie, cie, jodoh ngucapnya barengan," goda Kira.
"Aku serius guru"! balas Vanya dan Ryuga serentak.
"Tuh kan! Bersamaan lagi, sudahlah lebih baik kau Ryu memaafkan Vanya." Kira menunjuk Ryuga kemudian Vanya. "Dan kau rambut helm, tidak bisa keluar tim sebelum lulus. Jadi tidak ada yang namanya keluar dari tim, paham!"
"Tapi guru ...," ucap Ryuga terpotong.
"Sudah, tidak ada tapi-tapian. Kalau kau Ryuga masih marah pada Vanya atmmu saya sita, dan termasuk atm Vanya juga," ancam Kira, sorot matanya tajam lalu memberikan redblackball pada Ryuga. "Ini hadiah dariku sebagai pemintaanmu."
__ADS_1
Kira meninggalkan Ryuga dan Vanya berdua, menggunakan skill teleportation space.
Greb!
Vanya memeluk Ryuga, cairan bening di sudut kelopak matanya keluar. "Maafkan aku Ryu, aku mohon padamu, hiks, hiks, hiks!" Vanya memeluk Ryuga semakin erat.
"Tapi kamu harus berjanji padaku, untuk tidak melakukan hal yang sembarangan padaku lagi!" Ryuga melepaskan pelukan Vanya, lalu menjulurkan jari kelingkingnya. "Janji!"
"Janji!" Vanya menautkan kelingkingnya pada kelingking Ryuga.
***
Keesokan harinya Ryuga sudah menyelesaikan misi harian pukul 06.00. Karena pukul 07.00 ujian batle academy akan di mulai.
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience dari menjalankan misi harian]
88 kadet berkumpul di aula akademi, "Baik tanpa berlama-lama lagi, ujian pertama eliminasi akan segera di mulai. Setiap tim membawa koin yang disimpan pada jam tangan coin keeper tim, silahkan ambil coin disini dan tentukan coin ceper masing-masing. Tugas kalian rebut coin tim lain sebanyak-banyaknya, ujian eliminasi dimulai!" ucap Atmojoyo. "Tempat battle academy di laksanakan di semua training field, menyebar! Ingat tidak boleh membunuh, hanya boleh melukai atau membuat pingsan!"
22 tim mulai mengambil coin dan menentukan koin keeper. Ryuga menunjuk Rany sebagai kapten tim dan Josephine serta Vanya harus melindungi Rany, apapun yang terjadi. Ryuga sendiri akan menjadi penyerang garis terdepan sekaligus coin keeper.
"Tenang saja, kan ada si rambut helm yang sudah level 6. Dia bisa jadi tanker sekaligus healerku, hehehe," balas Rany tertawa ringan.
"Dasar kau rok mini, apa kau ingin merasakan pukulan terbaruku hah!" Vanya mengacungkan pukulannya pada Rany. "Kita lihat pukulanku atau pukulanmu yang lebih kuat!"
Bletak!
Josephine memukul kepala Vanya lalu berteriak, "Berisik! Kita ini sedang bersembunyi dan mencari mangsa, bukan adu teriakan!"
Bletak!
Rany memukul kepala Josephine dan berkata liri, "Kau juga Josephine, ssst! jangan berisik nanti kita ketahuan!"
Mereka bersembembunyi di balik semak-semak di bagian training field jungle. "Panggil kapten, tim 22 menuju arahmu, bersiap serangan mendadak!" Ryuga melaporkan situasi melalui handsfree. Ia bersandar di atas pohon yang paling tinggi, berbatasan training field plain.
Srak!
Srak!
__ADS_1
Suara 4 kadet dari tim 22 berjalan perlahan menyusuri jalanan rumput di hutan. "Josephine persiapkan dirimu!" lirih Rany memberikan perintah pada Josephine.
"Beres, aku sudah menyiapkannya. Tenang saja, cooldown baby!" balas Josephine lirih. "Shadow hand, bind!"
Josephine menempelkan tangannya ke permukaan rumput, muncul bayangan berbentuk tangan. Totalnya ada 10 pasang tangan, bergerak perlahan ke arah 4 kadet dan mengikatnya, tangan itu menarik keempat kadet tinggi dalam keadaan kepala di bawah dan kaki di atas.
"Kalian berdua diam saja, biar aku yang mengambil coinnya," titah Ryuga melalui sambungan radio handsfree.
"Dimengerti!"
Krak!
Ryuga secepat kilat melumpuhkan mereka dengan skill trickster miliknya. Ryuga mencekik pelan mereka berempat dan membuatnya pingsan. "Rupanya Mingke yang menjadi coin keepernya." Ryuga mengambil coin dari jam tangan penyimpanan Mingke, dan mengacungkan jempol.
"Yeay! Kita berhasil mendapakatkan koin pertama," ucap Vanya sambil melompat.
[Pengumuman tim 22 tereliminasi! Pengumuman tim 22 tereliminasi! Pengumuman tim 22 tereliminasi!]
Ferdi dan Zaleem yang menjadi pengawa ujian melihat CCTV. Zaleem yang mengumumkan melalui mikropon akademi yang tehubung ke seluruh training field, bahwa tim 22 tereliminasi.
"Lebih baik kita pindah training field," usul Rany.
"Ya kami setuju, jika kita terus berada disini, kita akan ketahuan," timpal Vanya.
"Ya, ayo pergi!" timpal Josephine. "Ryu bawa kami!"
"Ya!" Ryuga membalas singkat dengan malas.
Mereka bertiga menempel ke Ryuga dan berteleportasi ke training field dessert. "Ryu, kenapa kau membawa kita kemari bukankah akan susah bersembunyi," gerutu Rany.
Trang!
Trang!
Suara dentingan senjata beradu, pertarungan 4 tim sekaligus terjadi di training field desert. Tim 19, tim 11, tim 1 dan tim 3, "Bukankah lebih cepat seperti ini Ran?" Lihat 4 koin sudah menanti kita, kalian tetaplah disini, aku ingin berpesta." Tubuh Ryuga berkedip dan muncul di tengah-tengah pertarungan 4 tim.
"Ya, terserah kau saja Ryu, kami akan menonntonnya," balas Rany. Mereka bertiga malah duduk bersantai sambil membentangkan tikar lipat di permukaan pasir
__ADS_1