
Josephine masih terpaku dengan kesalahannya. Dari tatapan matanya ada rasa marah, menyesal, dan sedih pada dirinya sendiri. Tapi, nasi sudah menjadi bubur, sudah tak bisa di ubah lagi, persahabatannya dengan Ryuga sudah hancur.
Josephine berjalan dengan agak terhuyung dan masuk ke dalam mobilnya, lalu pergi meninggalkan bengkel Miku.
Miku di depan bengkel, mulai banyak pelanggan yang datang untuk memperbaiki kendaraan mereka, atau sekedar servis ringan. Tentu saja, satu persatu Ryuga layani dengan baik, setiap kendaraan mereka.
Semua kendaraan sudah selesai Ryuga dan Miku servis. Mereka akan menutup tokonya dan mendapatkan uang 700.000 yen.
Enran, anggota mafia Klan Tokugawa tiba-tiba menggendor pintu bengkel Miku. Ryuga sudah pulang, tapi Miku masih di dalam sedang merapikan mobil Nissan Sky Evolution.
Rencananya akan dipinang oleh teman Miku, esok hari. Tentu saja mobil itu untuk balapan. Ryuga sudah mencoba performa mesinnya beberapa kali, itu hasil kerja Ryuga dan Miku.
Enran berteriak, "Miku, keluarlah! Atau ku hancurkan bengkelmu itu!"
Miku kaget dan ketakutan, mendengar gedoran suara pintu rolling door. Dengan jalan tertatih, Miku menuju bagian depan bengkel dan menaikan pintu rolling door tersebut.
"I-iya," katanya dengan nada takut. lalu melanjutkan dengan bertanya, "A-ada yang bi-bisa dibantu, tuan Enran?".
"Sudah, jangan basa-basi! Cepat kemasi barangmu! Mulai esok, kau tidak diperkenankan lagi masuk bengkel ini lagi," bentak Enran lantang.
"Tuan, aku mohon berikan aku tenggat waktu satu bulan lagi. Aku hanya bisa memberik uang ini. Aki mohon." Miku berlutut dan memberikan uang 700.000 yen yang ia simpan di dalam saku bajunya pada Enran.
'Plak!'
Enran menampar keras pipi kanan Miku, "Percuma! Bulan depan hutangmu akan naik 8 juta yen. Apa aku bisa membayarnya, hah!"
Miku terdiam dengan meringis kesakitan, ia berpikir jika menunggu bulan depan, belum tentu mendapatkan uang 8 juta yen. Uang sebanyak itu dapat darimana. Tapi jika bengkelnya diberikan pada mereka, lalu untuk biaya pengobatan ayahnya dapat uang darimana. Selama ini Miku hanya mengandalkan uang dari penghasilan bengkel.
Miku menarik nafas kasar, dan menyerahkan kunci bengkel pada Enran dengan wajah tertunduk lesu dan air mata mengalir deras, tapi ia seka dengan penuh ketegaran. "Ini, tuan. Aku harap hutang-hutangku lunas."
__ADS_1
***
Pintu gerbang mansion klan Tokugawa.
Ryuga sudah sampai di halaman parkir mansion klan Tokugawa dan keluar dari mobil Michelin, sebab ia menjemputnya.
Raut wajahnya agak takut, tapi ia tenangkan. Disaat seperti phobianya malah kambuh lagi, entah kenapa padahal sudah sering berhubungan dengan keluarga Smith dan keluarga Kismoyo.
Semua penjaga memandangi Ryuga dengan tatapan sinis, karena hanya memakai kemeja putih biasa dan celana hitam, serta memakai sepatu sneakers hitam.
Hanya Hana dan Michelin yang menyambutnya dengan baik, Yoran hanya menatap dingin Ryuga dan raut wajahnya datar. Bahkan terkesan sinis.
"Dunia ini terlalu sempit ya, Vergil. Ternyata kamu orang yang menyelamatkan putri semata wayangku dan juga menolongku." Hana tersenyum riang, dan sangat setuju jika Ryuga menjadi menantunya.
Dia merasa melihat Ryuga seperti melihat Yosep, lelaki yang hangat dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Tentu saja, Ryuga itu cucu Yosep dan pasti saja hampir sama. Ibarat pepatah buah mangga jatuh tidak jauh dari pohonnya.
"Berapa uang yang kamu minta, anak muda? Karena menyelamatkan Michelin putriku?" ketus Yoran dan masih tetap acuh.
Ryuga mengernyit, dan benar saja firasatnya. Tapi ia mencoba tetap tenang dan santai, lalu menjawab, "Tidak perlu, tuan. Aku hanya ingin berteman dengan Michelin saja, tidak lebih, tuan."
Yoran mengernyit, baru kali ini ia mendengar pernyataan dari seorang pemuda yang mencoba mendekatinya putrinya yang tidak haus uang. Yoran juga memindai gestur tubuh Ryuga dan tatapan matanya, tidak ada kebohongan dalam perilaku Ryuga.
Sebagai orang yang sudah 20 tahun berkecimpung di dunia mafia, Yoran sudah menemui tipikal banyak orang. Tapi tipikal seperti Ryuga ini baru ia temui.
Kemudian Ryuga melanjutkan dengan menunduk hormat, "Maaf, tuan. Jika kedatangan saya mengganggu keluarga anda dan tidak diinginkan. Aku izin pamit," tegasnya. "Terima kasih."
Michelin mencoba mengejar Ryuga yang sudah keluar dari mansion klan Tokugawa. Hana menatap nanar suaminya itu, Yoran merusak segalanya dan selalu menilai seseorang dari uang, jabatan, dan kekuatan.
Padahal jika Yoran tahu, Ryuga punya segalanya. Bahkan tinggal satu tombol smartphone miliknya ditekan, tiga pemimpin sektor akan langsung mengirimkan uang dan menghabisi keluarga klan Tokugawa. Tapi misinya lebih penting demi keberlangsungan kehidupan umat manusia.
__ADS_1
Michelin sudah tak dapat mengejar Ryuga, dan terduduk lemas, karena ia menggunakan skill trickster untuk langsung pulang ke apartemennya.
"Evolt, tukarkan uang sejumlah Rp.1.081.000!" titah Ryuga kesal.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Baik, juragan. Uang Rp.1.081.000 akan dikonversikan menjadi 21.620.000.000. Proses berhasil uang sudah ditransfer ke inventori sistem dan terkoneksi dengan mata, dan sidik jari juragan untuk melakukan pembayaran di mana pun]
"Aku sudah tak bisa menunggu lagi. Pertama aku akan kuasai dulu wilayah selatan semuanya dan mencari informasi. Jika aku berada di level yang sama, tentu akan mudah mencarinya. Tapi aku tidak akan menunjukan jati diri sebenarnya dan tetap menjadi mahasiswa," gumam Ryuga menopang dagunya penuh kekesalan.
***
Keesokan paginya.
Ryuga membuka smartphone miliknya, dan alangkah terkejutnya Miku tiba-tiba memecatnya. Tentu saja membuatnya bingung, Ryuga mencoba menerka keadaan tapi belum menemui kesimpulan kenapa Miku memecatnya.
"Lebih baik, aku akan temui dia nanti sepulang kuliah," gumam Ryuga yang kekesalannya bertambah. Seolah dari kemarin dia terus mendapatkan kesialan.
Ryuga segera membersihkan diri dan sarapan, lalu segera ke kampus berjalan kaki.
Di tengah jalan, tiba-tiba dia dihampiri mobil Roll Royce phantom. Dan tebak siapa yang keluar. Ya, benar Michelin dan Hana keluar dari mobil tersebut.
Ryuga berhenti dan mengernyit, dalam pikirannya masalah apalagi yang akan datang. Tapi dia tetap diam dan mencoba tersenyum ramah.
Hana mengawali percakapan, "Aku meminta maaf, Vergil. Atas perlakuan suamiku semalam padamu," katanya menunduk hormat pada Ryuga.
Hana melalukan in demi putrinya Michelin yang terus menangis sepanjang malam karena Ryuga dihina oleh Yoran.
"Tidak perlu meminta maaf, nyonya. Aku yang salah, ini semua bukan salah tuan. Mohon maaf, aku izin pamit, sebentar lagi waktu pelajaran akan dimulai." Ryuga menunduk hormat lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Michelin menangis dan memeluk Hana, semua orang yang melihatnya terkejut. Baru kali ini melihat putri penguasa bawah tanah Neo Japan menangis sejadinya. Hana mengelus lembut putri kesayangannya itu dan menuntunnya ke dalam mobil.