
Myros tewas dengan tubuh terpotong menjadi lima bagian. "Akhirnya mati juga monster bangsat itu, hah, hah, hah." Ryuga menonaktifkan skill awakening, topeng semesta dan Yamato masuk ke dalam eternal gear, nafasnya terengah-engah. Ryuga segera menyimpan mayat Myros ke dalam inventori sistem dan merubahnya menjadi kapsul kristal merah.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa flash, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa flash. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa flash]
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa water, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa water. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa water] x4
Boy bangkit dengan nafas terengah-engah, begitu juga Verel yang menyimpan yellow flash sword ke jam tangan penyimpanannya, nafasnya memburu tak beraturan. Angelina menyeka darah di sudut bibirnya, efek kuasa shadow Dark matriarch jika berlebihan bisa merusak tubuh pengguna.
"Light protection!"
Raras mengarahkan kedua tangannya ke atas, muncul magic circle berwarna kuning berdiameter 100 meter. Semua orang dalam jangkauannya diselimuti aura kuning, efeknya memulihkan luka dan stamina.
"Terima kasih Raras!" Ryuga tersenyum, tubuhnya berkedip dan muncul di atas gua lalu memukulkan eternal gear pada portal berwarna abu-abu hingga pecah.
Prang!
[Selamat juragan mendapatkan 2000 poin experience dan uang Rp 30.000.000 karena berhasil menghancurkan portal Paladium]
Verel, dan Boy berlari ke arah gua menyusul Ryuga. Kazedogh yang membawa Raras dan Filza juga ikut berlari mengikuti Verel, sedangkan Angelina terbang meluncur cepat ke arah gua Batusingkar.
Ryuga menelepon Garword bahwa monsternya sudah dibereskan. Garword dan Prio segera menuju gua untuk melihatnya dengan berjalan cepat. Prio dan Garword masih ketakutan, raut wajah mereka berdua pucat pasi setelah mendengar raungan keras Myros.
Ryuga turun dari atas gua dengan skill trick down, lalu menyusuri gua berjalan perlahan, matanya berkeliling mengamati, takut masih ada monster lain yang tinggal di dalam gua.
Gua yang cukup luas dengan tinggi gua 10 meter, terlihat bekas jejak kaki Blaze Qirin yang besar tercetak di permukaan tanah. Banyak jenis batu logam menempel di dinding gua, untuk mengeluarkannya butuh tenaga ekstra. Ada jenis batu logam iron sampai mythril menempel pada dinding gua.
__ADS_1
"Benar-benar sumber daya yang melimpah, tinggal membayar orang untuk menambang batu ini dan membuatnya menjadi senjata aku bisa kaya raya." Ryuga tersenyum lebar, raut wajahnya penuh rona bahagia, ia mengelus setiap batu logam di dinding gua perlahan sambil menjilatinya.
Verel masuk ke dalam gua bersama Boy, mereka berdua membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya melihat Ryuga bersikap seperti orang yang tidak waras. "Hei Ryu! Kamu sudah gila ya?" Verel mengejek tindakan Ryuga yang aneh.
"Enak saja, aku masih waraslah. Kamu tak akan mengerti dengan sikap jantan seorang blacksmith." Ryuga menatap sinis Verel.
"Maksudmu Ryu?" Boy juga ikut penasaran dengan pernyataan Ryu.
"Ya, Ryu apa maksudmu?" timpal Verel juga berekspresi dengan raut muka penasaran.
"Ah payah kalian berdua, apalagi kamu Verel. Padahal kamu ini keluarga terkaya ketiga di sektor Siliwangi, masa kamu tidak paham tentang nilai suatu benda yang bisa mempunyai nilai harga jual, jika dibuat atau dikemas sedemikian rupa." Ryuga menjawab dengan tatapan malas pada Verel dan Boy.
"Ya, kalau itu sih aku paham Ryu. Tapi apa hubungannya dengan batu-batu logam ini." Verel masih bingung dengan arah pembicaraan Ryuga.
Bletak!
"Oh!" Boy dan Verel membulatkan mulutnya lalu menganggukan kepala.
Angelina masuk gua dengan melayang diikuti Filza dan Raras, Kazedogh sudah berubah ke bentuk form pertama menjadi anjing kecil sepanjang 1 meter yang sangat lucu dan menggemaskan.
Kazedogh berlari ke arah Ryuga dan menjilati sepatu Ryuga, "Ih ngegemesin banget sih kamu, gemes, gemes, gemes!" Ryuga mengangkat tubuh Kazedogh dan menarik-narik pipinya yang imut.
"Swaekit tawhu twan, swawkit!" Kazedogh menjerit kesakitan.
"Ryu lepaskan!" Filza merebut Kazedogh dari Ryuga lalu menaruhnya di dada Filza dan mengelus kepala Kazedogh. "Duh sakit ya, sayang!"
__ADS_1
"Mana sih ini pak Garword?" Ryuga menyeringai kesal. "Padahal aku mau membayarnya untuk menambang batu-batu ini."
Garword dan Prio datang lalu masuk ke dalam gua denga nafas memburu, "Hah, hah, hah, maaf mas Ryu terlalu lama menunggu kami berdua. Kami takut monster menyerang kami, ini pun kami berdua lari ketakutan dari jalan raya sampai ke gua ini." Garword menyeka peluh yang mengalir di dahinya lalu menyandarkan tubuhnya di dinding gua bersama Prio.
Raras menepuk jidatnya melihat kelakuan Garword dan ayahnya Prio, tubuhnya bercucuran peluh karena berlari ketakutan seperti melihat hantu.
"Ryu! Aku punya ide, bagaimana kalau kamu bekerjasama denganku mengelola tambang ini?" Verel mengusulkan dengan raut wajah sumringah dan tersenyum licik.
"Enak saja, tidak. Gua tambang ini punyaku dan aku tidak mau berbagi keuntungan dengan siapapun," Ryuga menggelengkan kepalanya dan berucap tegas serta lantang.
Bletak!
Verel memukul kepala Ryuga. "Dasar bodoh! Maksudku bukan seperti itu, dasar otak dungu! Maksudku kau bisa menyewa alat-alat tambang yang aku punya. Harga teman, kamu bisa sewa, beli cicil atau cash, kalau beli casha aku beri potongan harga. Bagaimana?" Rayu Verel menurun-naikan alisnya dengan cepat.
"Seperti orang miskin saja menyewa, menyicil apalagi beli cash dengan potongan harga. Cepat katakan berapa harganya?" Ryuga berkacak pinggang.
"1 milyar semuanya sudah lengkap untuk 100 orang penambang." Verel menyeringai licik.
"Deal! 50 milyar tapi buatkan pemukiman, gudang disini! Beserta akses jalannya dan juga beli tanah disekitar sini, aku tahu kamu punya perusahaan konstruksi bangunan." Ryuga masih berkacak pinggang.
"Oke deal, aku jamin pasti kami buatkan hunian yang layak disini untuk 100 orang dan akses jalan terbaik! Biar kami urus semuanya!" raut muka Verel berbinar-binar.
"Mana nomor rekening kamu?" Verel memberikan nomor rekening pada Ryuga, entah Verel seperti kerbau di cocok hidungnya menuruti semua perkataan Ryuga. Tapi setelah karyawannya memberitahukan bahwa Ryuga membeli salah satu rukonya dengan kontan, Verel sangat yakin kalau sekarang Ryuga punya banyak uang. "Sudah aku transfer!"
Verel membulatkan mata melihat smartphone miliknya yang sudah ditransfer uang 50 milyar dari Ryuga. "Boy, Raras, dan Angelina, ayo kita pulang! Aku harus mengurus proyek ini secepatnya!" seru Verel.
__ADS_1