
"Baiklah, terima kasih informasinya guru. Tapi pinjamkan aku senjata guru dan Yamato ini guru yang pegang dahulu." Ryuga mengeluarkan Yamato dari jam tangan ruang dan melemparkannya pada Kira, "Aku merasa kehilangan semua ilmu berpedangku, karena efek ini."
"Terima kasih juga atas peringatannya guru. Tapi aku bertekad akan mengambil semua senjata dewa untuk membebaskan kakek," sambungnya membungkuk hormat pada Kira dan Kira memberikan Silverball pada Ryuga.
"Aku terima Yamato ini. Lagipula seharusnya Arc Of Form itu menjadi milikmu, bukan milikku lagi." Kira menegakan badan Ryuga dan memeluknya, "Jaga baik-baik, misi ini adalah kompetisi bunuh diri. Kita tidak tahu apa yang ada di dalam Piramida Pusara."
"Tenang saja, guru. Aku yakin pasti selamat dan semuanya pasti aku bereskan." Ryuga melepaskan pelukan hangat Kira dan mengacungkan jempol padanya.
***
Velodrome, Bloodfallen.
[1. Infernal Darkness (15 anggota)
[2. Raising Drago (10 anggota)
[3. Royal Fear (35 anggota)
[4. Imperial Darkness (25 anggota)
[5. Emperor (1 anggota)
Layar LCD besar menunjukan Guild yang tersisa dalam kompetisi babak terakhir.
"Apa yang terjadi? Kenapa Guild Emperor hanya 1 orang yang ikut?"
"Mungkin akhirnya mereka takut berhadapan langsung dengan Guild-Guild peringkat atas dunia."
"Pantas, mereka hanya pecundang."
"Bukan hanya pecundang, tapi sampah busuk."
"... ...."
Semua penonton bergosip ria mengenai Guild Emperor, karena hanya Ryuga seorang diri yang berbaris di barisan yang disediakan oleh Guild Emperor.
"Hai, bro. Kemana anggota Guildmu? Apakah semuanya sakit?" tanya Ziya sinis.
Ryuga hanya diam dengan ekspresi dingin menatap ke depan. Baginya semua pertanyaan itu tidak penting.
"Aku rasa semua anggotanya hanya pecundang," cibir Akira mendongakan kepala sambil bersiul.
"Pecundang itu adalah orang yang kalah telak oleh wanita. Bukan begitu non Ziya?" celetuk Ryuga dengan menyeringai.
"Diam kau! Kuhajar kau!" bentak Akira yang terprovokasi tapi di tahan oleh Quiela dan Josephine.
__ADS_1
"Sabar bro. Kita bisa mengerjainya di dalam portal," bisik Josephine dan itu terdengar oleh Ryuga. Walau suaranya sangat kecil.
"Kalian itu hanya katak dalam tempurung. Bahkan lebih buruk lagi, kepompong busuk yang tak pernah jadi kupu-kupu. Berdoa saja kalian bisa kembali utuh dari Piramida Pusara."
"Bila perlu kalian panggil seluruh anggota Guild kalian di seluruh dunia. Aku yakin semuanya pasti mati, ha-ha-ha ...," cibir Ryuga mendongakan kepala dan melipat tangan untuk menopang tengkuknya.
"Baik, kita bertemu lagi di babak terakhir kompetisi antar Guild dari seluruh dunia."
"Tugas kalian membersihkan 5 Piramida Pusara di sektor Trunyan, Siliwangi, Martapura, Giwa Pranala, dan Majapahit."
"Siapa Guild yang banyak menyelesaikan Piramida Pusara, maka Guildnya di anggap pemenang. Setiap Guild akan diberikan senjata dengan batu logam Titanium dan 1000 Stamina Potion seta 1000 Heal Potion."
"Dalam kompetisi ini, peserta dilarang saling membunuh dan siapa yang melanggar akan didiskualifikasi. Semua peserta silahkan ambil barang yang sudah disediakan," terang Kira.
"Haaa ...!" Penonton riuh ramai sambil bertepuk tangan.
Guild Leader mewakili peserta guild masing-masing untuk mengambil senjata, 1000 Heal Potion, 1000 Stamina Potion di depan mereka yang sudah disediakan.
Portal besar pun terbuka di depan mereka dan terhubung acak ke lima Piramida Pusara.
Di pesawat Drone, "Lord Victor, dimana Queen Aranya?" tanya Regalia King dengan suara berat.
"Bagus, anakku. Kau telah membunuhnya, aku menunggumu di Trophaeum Regalia," batin Agito.
"Maaf, My King. Hamba tidak tahu," jawab Lord Viktor menunduk hormat.
"Baiklah, kirim Investigator jika dalam 24 jam tidak ada kabar," titah Regalia King dengan suara berat.
"Baik, My King!" Lord Viktor, Lord Thanatos, dan Lord Gardosen serentak menunduk hormat.
"Baguslah jika nenek lampir itu mati. Maka kekuatan pemerintah Sangakama akan menurun dan rencana pemberontakan Signas akan berjalan lancar," batin Lord Victor tersenyum licik.
Semua Guild mulai memasuki portal besar dan diteleportasikan secara acak Piramida Pusara yang berbeda.
Ryuga diteleportasi ke Amazon, sektor Trunyan. Dia sudah berada di depan Piramida Pusara Phantasma Den.
[Guild Emperor telah masuk wilayah Piramida Pusara Phantasma Den]
[Guild Lightning Star telah masuk wilayah Piramida Pusara Elemental Den]
[Guild Royal Fear telah masuk wilayah Piramida Pusara Cybernetic Den]
[Guild Imperial Darkness telah masuk wilayah Piramida Pusara Vistamp Den]
[Guild Infernal Darkness telah masuk wilayah Piramida Pusara Warbeast Den]
__ADS_1
Drone berbentuk mata memuncul panel hologram di langit setiap sektor. Para Guild akan diikuti drone mata-mata untuk memantau pergerakan mereka semua di dalam Piramida Pusara.
"Piramida Pusara apa ini? Kali ini aku takan sungkan lagi dan harus cepat. Awakening Eternal!" Ryuga mengeluarkan Black Mask dan Silverball, "Silver Ball: Sky Pierce!"
Ryuga mengubah Silverball menjadi tombak dan bergumam, "Aku tak menyangka guru Kira bisa meningkatkan Redblackball ke tahap ini dan sangat kuat."
[Blangtungpak Blaem-Blaem. Terdeteksi monster berbahaya, sebaiknya juragan menjauh]
----------¤----------
Nama: Betral Angel
Level: Grand Master
Elemen: Legiun
Ras: Phantasma
Type: Legendary
----------¤----------
[Kuasa Light, kuasa Wind dan kuasa Flash tidak mempan melawan monsteri di Phantasma Den]
Dari dalam Piramida Pusara bermunculan Centaur berbadan perempuan dengan bulu putih, bertanduk hitam dan membawa pedang.
Betral Angel berlar cepat dengan menghunuskan pedangnya ke depan untuk menusuk Ryuga.
"Kita coba senjata ini. Giant Sweep!" Ryuga melakukan tebasan horizontal dan berhasil memotong kaki Betral Angel.
'Slash!' 5 Betral Angel tersungkur ke permukaan tanah dengan kaki terpotong dan darah berceceran.
Betral Angel yang lain menabrak Ryuga, tapi kecepatan reflek Ryuga sangat cepat. Tabrakan tubuh Betral Angel hanya mengenai ruang kosong, karena Ryuga sudah melompat tinggi.
"Matilah kalian semua! Haunted Shock!" Ryuga melemparkan Sky Pierce ke arah kerumunan Betral Angel dan meledak kuat.
'Boom!' Tubuh Betral Angel berceceran dengan organ dalam terlempar ke udara.
"Fyuh ... untung saja aku sudah di level Grand Master, kalau tidak hanya akan membuang tenagaku saja." Setelah sampai di permukaan tanah, Ryuga langsung masuk ke dalam Piramida Pusara dan tidak ada monster yang menjaganya satu pun.
"Aneh?" sambungnya menyipitkan mata dan masuk ke dalam gate berwarna emas.
Sesampainya di dalam malah Ryuga berdiri di pulau terbang di atas luar angkasa. Atau lebih tepatnya pusaran galaksi antah berantah.
"Oh, kamu, manusia yang mengalahkan King Of Hell Zabania. Aku akan memberikanmu sesuatu yang menyenangkan." Seperti sebelumnya di Demonia Den, suara antah berantah itu menggelegar dari atas.
__ADS_1
Dari dalam pusaran galaksi muncul naga panjang berwarna emas, tubuhnya yang panjang dan besar ada banyak sayap putih malaikat di punggung juga bagian bawahnya.