
"Baik, terima kasih Ran. Sudah mengurus Vanya dan Josephine." Ryuga memasuki kamar milik Dyer, Josephine dan Vanya terlentang di atas kamar tidur. Tangan Ryuga memegang dada Vanya dan Josephine. "Regeneration cyborg!"
'Krak!' Susunan tulang dalam tubuh Vanya dan Josephine, kembali seperti semula. Organ vitalnya juga kembali normal, matanya terbuka perlahan. "Ryu! Dimana ini?" tanya Josephine, badannya disandarkan pada sandaran tempat tidur.
"Di rumah penduduk desa Ginderwald, bernama tuan Dyer," Ryuga tersenyum hangat. "Bagaimana kondisimu sekarang?"
"Sungguh baik, terima kasih Ryu, kedua kalinya kau menyelamatkam hidupku," Josephine tersenyum lalu menunduk hormat.
"Sudah jangan terlalu sungkan, diantara sahabat itu tidak perlu ada kata terima kasih." Ryuga memukul pelan dada kiri Josephine. "Beristirahatlah! Mungkin esok pagi kita akan kembali."
Dyer seorang pemuda berumur 17 tahun, berpupil mata biru dan kelopak matanya agak lebar, hidungnya mancung, kulitnya putih pucat, dan rambutnya berwarna pirang belah dua.
Dyer menghidangkan teh, untuk Rany dan Ryuga, juga bubur hangat untuk Josephine. Dyer seorang pemuda yatim piatu di desa Ginderwald, ia bekerja menjadi pemerah susu. Di sektor Martapura akses menjadi Divya terlalu sulit dan jauh, keberadaan akademi veda cabang Martapura hanya ada di distrik Perancis tepatnya Paris, yaitu akademi Cerberus School.
"Terima kasih tuan Dyer!" Rany menunduk hormat.
"Jangan panggil tuan, umur nona dan aku tidak jauh beda." Dyer tersenyum ramah tipis. "Panggil saja Dyer."
"Lalu kemana semua penduduk disini, suasana desa ini sepi sekali?" tanya Rany.
"Semuanya di dalam rumah saja, semenjak portal di atas bukit Ginderwald muncul. Sudah tiga hari kami tidak keluar rumah, untung saja kepala desa masih punya stok bahan makanan di gudang desa. Kalau tidak entahlah, kita harus mencari kemana, kami sudah menghubungi pemerintah distrik Swiss tapi tidak ada jawaban." Dyer mengangkat kedua bahunya, raut wajahnya murung.
Ryuga keluar dari kamar Dyer, "Maaf Dyer! Perkenalkan namaku Ryuga Himura, kami kadet Divya dari akademi Maung School sektor Siliwangi." Ryuga berjabat tangan dengan Dyer. "Apakah disini memang tidak ada Divya?"
"Entahlah Ryu!" Dyer mengangkat kedua bahunya. "Kami hanya peternak sapi, sumber mata pencaharian kami adalah berternak sapi dan membuat keju. Jadi kami belum pernah melakukan test ujian pada mesin Batanga. Dari awal kekuatan Divya muncul, penduduk desa tak ada satu pun yang masuk akademi. Biayanya terlalu mahal untuk pergi dan masuk ke akademi, itu yang dikatakan tuan Rosewood, kepala desa Grindelwald."
"Tapi jika seperti ini terus, kalian tidak bisa melindungi diri kalian jika ada portal muncul. Bukankah sangat menyusahkan hidup dalam bayang-bayang monster?" Ryuga coba menjelaskan pada Dyer. "Sekarang saja kalian ketakutan dan hanya bisa berdiam diri tanpa bisa melawan. Kalian jadi susah dalam bekerja dan khawatir jika monster akan terus menyerang lagi, bukan?"
"Ya benar katamu Ryu. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa, Ryu!" Dyer menundukan wajahnya, raut mukanya pasrah.
"Masih bisa yaitu melawan. Aku ingin membuat cabang guild storm gravity di desa ini, dan aku bisa membuat kalian menjadi lebih kuat. Selain berternak, kalian juga bisa mendapatkan uang dari menjual mayat monster padaku, bagaimana?" tanya Ryuga.
"Aku mau, tapi kita harus meminta persetujuan kepala desa," jawab Dyer.
***
15 menit kemudian.
__ADS_1
Di rumah kepala desa Grindelwald
"Permisi tuan Rosewood, aku Ryuga Himura. Aku ASSAT dari sektor Siliwangi, sengaja kemari karena ada berita bahwa portal muncul di bukit Ginderwald. Aku dan teman-teman sudah membasmi bos monster berada di portal yang muncul di atas bukit," jelas Ryuga tersenyum ramah dan menunjukan lencana miliknya.
"Aku Rosewood kepala desa di Grindelwald. Terima kasih nak Ryuga sudah membantu desa kami, tapi maaf kami tidak bisa membalas apa-apa," balas Rosewood tersenyum ramah.
"Tidak perlu tuan Rosewood. Kami ikhlas. Malah kami ingin membuka cabang guild Storm Gravity miliku disini, dan melatih anak-anak mudanya untuk menjadi Divya, apakah boleh tuan?" pinta Ryuga.
"Boleh saja, tapi kami mempunyai sumber daya terbatas, para pemuda dan pemudinya juga hanya ada 2 laki-laki dan 2 perempuan termasuk Dyer." Rosewood sumringah, tentu saja sangat senang jika desa Grindelwald dijadikan markas guild cabang. Setidaknya desanya akan aman dari ancaman monster, rata-rata desa Grindelwald dihuni oleh orang dewasa, dan hanya ada 50 kepala keluarga.
"Ya sudah. Tolong kumpulkan para pemudanya di lapangan!" pinta Ryuga. "Ran, bawa Josephine dan Vanya ke lapangan!"
Rany mengangguk dan langsung keluar dari rumah Rosewood. Dyer, Stevany, Aloody, dan Elove berbaris di lapangan, Josephine, Vanya, juga Rany ikut berbaris.
"Kokobot Analyze status mereka semua!"
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Nama : Dyer Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 1 (0/10.000)
[Nama : Aloody Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 1 (0/10.000)
Kuasa : heal]
[Nama : Stevany Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 1 (0/10.000)
__ADS_1
Kuasa : Flash]
[Nama : Elov Jetmir
Umur :17 tahun
Level Divya : 1 (0/10.000)
Kuasa : Light]
[Nama : Rany Citra Pratama
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/15.000.000)
Kuasa : Swordmanship]
[Nama : Josephine Rosala
Umur :17 tahun
Level Divya : 5 (0/20.000.000)
Kuasa : Dusk Bringer]
[Gunakan kapsul kristal ekstraksi untuk menaikan level Divya]
"Kemarikan jam tangan kalian bertiga!" Ryuga melambaikan tangan. Josephine, Vanya, dan Rany mengulurkan tangan kirinya. Ryuga satu persatu memegang jam tangan penyimpanan mereka dengan tangan eternal gear. "Extraction!"
Mayat Monster di dalam jam tangan Josephine, Vanya, dan Rany berubah menjadi 4750 kapsul kristal diamond dan 3960 kapsul kristal platinum serta 1 kapsul kristal mythril. Semua kapsul kristal Ryuga hisap ke dalam eternal gear.
"Kalian berempat telanlah kapsul kristal ini, satu persatu! Lalu duduk!" Ryuga memberikan 1 orang 10 kapsul kristal berwarna biru.
Mereka berempat duduk di lapangan disaksikan puluhan penduduk desa Grindelwald. Ryuga menjentikan jarinya ke dahi mereka satu persatu.
'Boof!' Mereka berempat langsung naik ke level 3, poin pengalaman yang dibutuhkan Aloody, Dyer, Stevany, dan elov untuk naik ke level dua dan tiga membutuhkan 40.000 poin experience. Sedangkan nilai kapsul kristal biru 50.000 poin, masih tersisa 10.000 poin.
__ADS_1
Ryuga terus melihat status mereka dan untuk naik ke level 4 mereka membutuhkan 490.000 poin experience. Mereka berempat langsung menelan 9 kapsul kristal agar cepat naik ke level 4 Divya.
Josephine sangat terkesan dengan cara Ryuga menaikan level Divya, tapi Ryuga melarang memberitahukannya pada pihak akademi. Bahwa Ryuga bisa menaikan level Divya secara singkat asal ada mayat monster yang sudah di ekstraksi menjadi kapsul kristal dan minimal mayat monster level gold.