KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 247


__ADS_3

Mereka berempat duduk memutari meja di dekat tangga menuju bagian dalam situs gunung padang.


"Kenapa kita harus bertemu kalau hanya akan berperang lagi?" Gardosen yang duduk dan didampingi Zayd di belakangnya menatap dengan sinis, Agito, Akira, dan Ryuga yang sudah berbeda kubu tersebut.


"Kita disini untuk berdamai dan tidak ingin berperang. Percuma saja jika berperang, sudah banyak korban berjatuhan. Jadi jangan memprovokasi lagi, Emperor Gardosen." Ryuga mencoba menengahi agar tidak terjadi perang lagi.


"Sudah, jangan banyak basa-basi. Serahkan Ancient Blood dan Ancient Of Weapon God padaku! Maka masalah selesai." Akira menggebrak meja dengan tatapan mengancam.


"Kamu terlalu berterus terang adikku. Begini saja, kita berempat bertarung sampai mati dan yang berdiri terakhir maka itu yang mendapatkan Ancient Blood dan Ancient Of Weapon God," usul Agito dengan tersenyum licik.


"Apa tidak salah? Bagaimana jika aku menggunakan kekuatanku untuk menetralkan energi kalian semua?" Ryuga tersenyum licik dengan tatapan mengancam dan melanjutkan, "Apa kalian lupa tragedi satu bulan yang lalu ketika aku turun tangan?"


Tragedi itu terjadi di sektor Trunyan, Ryuga menetralkan semua orang di sektor Trunyan menjadi manusia biasa.


"Aku tidak takut sama sekali. Aku yakin skill itu punya batas waktu untuk menggunakannya kembali. Jika kau mampu lakukan sekarang!" tantang Gardosen yang sudah mengamati dan menyelidiki tentang skill Divine Deity Absorption.


"Sial, ancamanku tidak digubris. Padahal jika mereka takut maka aku akan menang. Nampaknya skill ini terlalu banyak aku menggunakannya dan mengalami masa tenang penggunaan satu bulan dan beberapa jam lagi bisa digunakan," batin Ryuga khawatir.


"Kenapa? Tidak bisa? Sungguh menggelikan. Sudah lebih baik kita setujui saja usulku dan menurutku itu adil." Agito kembali mengusulkan dan sengaja memprovokasi mereka.


Dengan menghela nafas panjang, Akira, Ryuga dan Gardosen mengangguk tanda menyetujui usulan Agito, "Baiklah."


Lima menit kemudian, Zayd sudah mempersiapkan kertas yang akan diundi. Ada empat kertas berisikan nama Akira, Agito, Ryuga dan Gardosen yang akan di ambil oleh Zayd untuk menentukan pertandingan pertama.


"Sialan, kau telah mengadu domba adikku, dan anakku untuk menjadi pionmu!" teriak Agito yang asli di dalam ruang batin tubuhnya sendiri, yang terpenjara dengan ikatan rantai Psycho Danger Seven. Rantai itu adalah rantai yang pernah menjerat Ryuga di dalam pikirannya sendiri.


Ryuga tidak membawa semua istrinya itu karena sudah memprediksi, ayahnya akan melakukan permintaan pertarungan hidup dan mati.


"Emperor Akira melawan Emperor Gardosen!" teriak Zayd mengumumkan pertandingan pertama.


Ryuga mengelurkan Ryutaiga dari Awakening Gear dan pedang merah darah itu mengambang di atas tangan kirinya. Lalu mendekati Akira, "Ini janjiku padamu paman. Aku sudah menepatinya," katanya datar.


"Terima kasih." Akira menerimanya dengan wajah datar.


"Kalau aku ada kesempatan siapapun yang menang, aku akan merebut kembali Ryutaiga, kedua Ancient Blood dan ketiga Ancient Of Weapon God dari siapapun yang menang dalam pertandingan ini. Semua ini demi kakek," batin Ryuga tersenyum licik.

__ADS_1


Tanpa aba-aba keduanya langsung berlari cepat menjauh dari situs gunung padang yang ada hanya mereka berlima.


Dalam gencatan senjata ini tidak ada satu pasukan pun yang ikut termasuk, pasukan Emperor milik Ryuga.


Sementara itu Ryuga memejamkan mata dan Agito duduk santai menikmati pertandingan antara Akira sert Gardosen yang sama-sama imbang. Mereka berempat semuanya telah berada di level 13 Eneru God.


Makanya, pertandingan hidup dan mati adalah solusi terbaik untuk menghentikan perang yang terus berkecamuk selama satu tahun antar empat kekaisaran.


Bayanaka sama sekali tidak menyadari jika jiwa Ryuga menghubungi ayahnya yang terjebak di dalam untuk merusak penjara yang mengurungnya di dalam ruang batinnya sendiri.


"Ayah, aku datang dan hanya ini yang bisa kuberikan padamu. Semoga ayah bisa menyelamatkan diri. Excalibur Soul Orb!" Jiwa Ryuga yang sudah masuk ke dalam ruang batin Agito melemparkan bola cahaya merah yang menembus dinding transparan penjara jiwa.


Jiwa Agito memegangi dinding transparan penjara jiwa dan menerima Excalibur Soul Orb, "Terima kasih anaku. Meski aku bisa bertemu dalam keadaan seperti ini," kata Agito menitikan air mata karena sangat merindukan Ryuga.


Setelah itu, jiwa Ryuga kembali ke raganya. Karena takut Bayanaka akan mengetahuinya.


Kembali ke Akira dan Gardosen yang sedang beradu pukulan. Keduanya terpundur di udara, "Ether Teritory!" seru Gardosen membuat kubah pelindung untuk menetralkan serangan yang dari energi Veda.


"Bloodfallen Barrage!" Akira langsung melesat melewati kubah pelindung yang bisa menetralkan serangan apapun. Lalu melepaskan tebasan cepat dan beruntun ke arah Gardosen.


"Tidak mungkin?! Bagaimana bisa?!" Gardosen melebarkan mata dan menangkis serangan tebasan yang menciptakan garis-garis merah bekas ayunan pedang Akira, hanya dengan kedua kaki secara bergantian.


Itu artinya energi di dalam bilah Ryutaiga tidak bisa dinetralkan oleh skill Gardosen.


Kekuatan Akira meningkat tajam, tebasan beruntunnya memang berhasil ditangkis oleh kedua kaki Gardosen. Tapi gelombang kejut akibat pantulan tangkisan tersebut memotong pepohonan dan permukaan tanah dalam radius 300 meter.


"Kekuatan Ryutaiga yang sudah disatukan dengan ketujuh pedang surga dan neraka memang sangat beda," gumam Akira tersenyum puas.


Ia melompat mundur untuk memberikan jeda serangan selanjutnya. Nampak nafas Gardosen mulai tersengal-sengal, "Raiga Bloodfallen!" seru Akira lalu melesat menarik gagang Ryutaiga dan berhasil memenggal kepala Gardosen.


Dari awal Gardosen memang sepadan dengan Akira. Tapi ketika Ryutaiga di tangan Akira maka Gardosen bukan lagi masalah.


'Glegar!' Suara petir bersahutan di langit, pergeseran kesembilan planet dalam posisi sejajar sudah akan dimulai.


Suasana awan tiba-tiba gelap, bukan tertutup awan. Tapi matahari perlahan sinarnya tertutup oleh planet merkurius dan venu serta bulan.

__ADS_1


"Kenapa reaksinya diluar perhitunganku?" batin Agito menggertakan gigi karena salah perhitungan. Seharusnya fenomena ini terjadi 8 jam lagi dan itu cukup untuk membunuh mereka bertiga.


"Aku juga merasakan gerbang situs gunung padang semakin lebar. Apakah akan terjadi sesuatu? Aku harus bergegas." Setelah membatin sepert itu Ryuga hilang dari pandangan dan menyerap Vest Of God Earth, Greaves Of God Wind serta Greaves Of God Thunder ke dalam Awakening Gear.


[Awakening Gear 95% berhasil dipulihkan]


"Sial, kamu mengambil kesempatan. Raiga ...." Belum sempat Akira menarik pedang, Ryuga sudah berada di depannya dan melesatkan pukulan super cepat. Seketika itu juga Akira langsung tumbang dan memuntahkan darah, "Guhak!"


Ryutaiga dan 10% darah Akira terserap masuk ke dalam Awakening Gear.


[Awakening Gear 97% berhasil dipulihkan]


'Buak!' Ryuga memukul perutnya sendiri untuk memuntahkan darah dari mulutnya dan darah itu diteteskan pada Awakening Gear.


[Awakening Gear 98% berhasil dipulihkan]


Tubuh Ryuga dalam sekejap kembali pulih, dan mendekat Agito dengan berjalan santai, "Urusan kita sudah selesai. Berikan saja darah ayah padaku dan aku anggap hutang budi," pinta Ryuga dengan tatapan mengancam.


Agito sama sekali tidak takut, "Apa kau lupa? Kau juga masih membutuhkan ini untuk membuka gerbang dimensi?" Agito mengeluarkan tongkat Golden Emperor dari jam tangan ruang dan melanjutkan, "Lebih baik kau menyerah. Berikan aku Awakening Gear maka aku akan berikan semua wilayah di dunia ini untukmu."


"Tidak perlu. Aku tidak membutuhkannya, yang aku butuhkan adalah kakek dan nenek saja yang sudah lama kau kurung di dalam dimensi lain." Ryuga bangkit dan menatap tajam Bayanaka yang menguasai tubuh Agito.


"Kamu memang tidak bisa di ajak kerjasama!" Bayanaka memutar cepat Golden Emperor dan dihantamkan ke kepala Ryuga untuk membunuhnya.


'Bam!' Ryuga menangkis dengan dengan Awakening Gear dan terpundur 3 meter. Agito kembali melompat dan bersiap menghantamkan kembali Golden Emperor ke kepala Ryuga.


"Aku masih memberikanmu kesempatan untuk menyerah. Tapi jika kamu memang tidak bisa di ajak kerjasama, maka aku tidak akan sungkan lagi." Ryuga menangkap Golden Emperor dan membantingnya ke belakang sangat kuat.


'Bam!' Bayanaka tidak menyangka jika Ryuga akan membantingnya dan membuat tubuhnya menghantam permukaan tanah hingga membuatnya membentuk retakan kawah.


'Bam!' Bayanaka tidak diam ia menyerang balik dengan menumpu pada kedua tangan untuk melakukan tolakan tendangan yang mengenai dada Ryuga.


Bersamaan itu pula satu Indonesia terkena gempa besar hingga menewaskan banyak orang. Akibat fenomena melebarnya gerbang situs gunung padang.


Ryuga yang terpental di udara menyeimbangkan badan, lalu melesat masuk ke dalam bagian dalam situs gunung Padang.

__ADS_1


Waktunya sudah menipis, gerbang siap dibuka, hanya dibutuhkan Awakening Gear yang sudah pulih 100%.


"Kakek, nenek, keluarlah!" Ryuga menempelkan Awakening Gear pada portal berwarna merah darah.


__ADS_2