KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 23


__ADS_3

"Terima kasih Ryuga telah menyelamatkan kami dari kutukan yang seumur hidup akan kami emban. Dengan begini kami berdua bisa hidup tenang," Gemusha memeluk erat Inusha yang menangis haru bahagia. Ryuga memberikan heal potion pada Gemusha dan Inusha agar pendarahan mereka berhenti.


"Kenapa kalian berterima kasih, bukannya kalian seharusnya kalian marah karena terpotong tangannya?" tanya Ryuga keheranan dengan sikap mereka.


"Apakah kamu tidak tahu? Jika orang yang memiliki senjata dewa, pikirannya lama-kelamaan akan dikuasai senjata dewa dan menjadi mesin pembunuh," tanya Inusha dengan sorot mata yang tajam pada Ryuga kemudian melemah tatapan matanya berganti dengan jatuhnya cairan bening dari sudut kelopak matanya.


Inusha mengingat pertama kali ia membunuh manusia yang tak berdosa, karena kehilangan kendali atas pikirannya, setelah memakai sarung tangan dewa dengan kuasa water. Inusha juga mendapatkan evolusi maksimal kuasa water menjadi crystal setelah banyak membunuh manusia. Rasa penyesalan di masa lalu membuatnya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Tidak, aku tidak mengetahuinya jika ada efek samping seperti itu. Tapi jika ada kekurangan pasti bisa diperbaiki. Ikutlah denganku dan tinggalah seperti orang biasa, aku yakin kalian tidak akan kembali lagi menjadi pemimpin di sektor Majapahit. Kalian sudah kehilangan senjata dewa, berarti kalian sudah menjadi Divya biasa dan bukan lagi bagian dari pemerintah Sangakama," jawab Ryuga, informasi tentang Kokobot sistem pun ia tidak mengetahuinya, apalagi mengenai efek samping penggunaan senjata dewa, padahal itu adalah hal yang berkaitan.


Mata Gemusha dan Inusha saling memandang, mereka tidak ingin merepotkan Ryuga. Apalagi rakyat sektor Majapahit pasti membenci mereka berdua, karena mereka berdua menjadi pemimpin yangs sangat kejam di masa lalu. Selalu menindas rakyat dan menaikan pajak tanpa belas kasihan, setiap yang menentang langsung dibantai.


"Kami bingung Ryuga, kami banyak salah terhadap rakyat sektor Majapahit. Jika kami meminta maaf apakah mereka akan menerima permintaan maaf kami?" tanya Gemusha dengan raut muka penuh penyesalan.


"Aku yakin jika kalian meminta maaf dan tidak mengulangi lagi kesalahan kalian mereka pasti memaafkan," jawab Ryuga dengan sungguh-sungguh untuk meyakinkan Gemusha dan Inusha. "Kalau kalian masih belum berani, tutuplah identitas kalian. Aku akan mengumumkan bahwa kalian telah mati dan yang membunuhnya aku sendiri."


"Nanti kau akan jadi buronan pemerintahan Sangakama, idemu sangat gila Ryuga," tolak Inusha yang mengkhawatirkan Ryuga.


"Ya benar, kau jangan bertindak gegabah. Jika salah satu Sangakama mati dibunuh oleh Divya yang lain. Mereka akan memburu Divya tersebut dan membunuhnya ditempat," imbuh Gemusha dengan ekspresi raut muka yang sama seperti Inusha.


"Sudahlah tak masalah. Kalian akan tinggal bersamaku di Diamond frost. Untuk sementara kalian akan menjadi karyawan di toko senjata milikku, aku akan membukanya esok hari. Aku berjanji akan melindungi kalian dan tak ada siapapun yang berani menggangu kalian," balas Ryuga dengan sorot mata yang tajam.


"Terima kasih Ryuga!" ujar serentak Geminu dengan menundukan kepala. Ryuga berpikir kasihan juga jika Geminu tidak memiliki tangan karena Ryuga. Ryuga ingin mengembalikan tangan mereka namun apakah ada skill yang bisa menumbuhkan tangan mereka kembali.


***


Ryuga sudah kembali ke Diamond Frost bersama Geminu dengan penampilan berbeda, mereka memakai baju dres putih yang sama dengan topeng bermotif kucing Nekomata.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Geminu karena mereka hanya memakai satu lengan, mereka juga penasaran wajah dibalik topeng itu pasti wanita yang sangat cantik terlihat jelas dari kulit mereka yang seputih salju.


Mereka bertiga berjalan perlahan menyusuri pasar dalam kota Diamond Frost yang begitu ramai, menuju bagian utara tempat toko senjata Ryuga akan dibuka esok hari.


Suasana yang sangat ramai dan riuh terdengar di setiap sudut bunker kota Diamond Frost. Matahari sudah berada di ufuk barat yang akan menenggelamkan dirinya di sana, di dalam bunker tentunya tidak tahu kondisi siang dan malam di luar bunker. Hanya mengetahui dari jam, karena di dalam bunker selalu terang benderang seperti siang hari.


Bekas ruko berlantai dua milik Ronald terlihat jelas, bangunan yang sudah dicat ulang putih dan hitam. Bagian depan menggunakan kaca transparan sehingga senjata yang dijual terlihat dari luar oleh pengunjung. Ronald sedang memasang papan nama yang belum ia taruh baner nama toko senjata Ryuga.


"Kalian nanti akan tinggal disini, sementara bersamaku. Setelah misiku selesai nanti kalian akan tinggal bersama Ronald untuk menjaga toko ini," ucap Ryuga sambil menunjuk Ronald dengan jari jempolnya.


"Terima kasih Ryuga!" balas Geminu sambil menundukan kepala serentak.


"Sudah jangan sungkan begitu, mari masuk!" ajak Ryuga.


Mereka bertiga masuk ke dalam toko yang belum Ryuga beri nama, Ryuga duduk di ruangan yang sudah di atur oleh Ronald sebagai ruangan manajer. "Nama tokonya apa ya?" pikir Ryuga sambil mengelus dagunya. Gemusha dan Inusha duduk di samping dirinya.


"Aku sedang memikirkan nama toko senjataku, nama yang mudah diingat dan mendominasi tapi apa ya?" jawab Ryuga lalu bertanya pada Gemusha dan Inusha.


"Bagaimana kalau Yoru?" usul Gemusha.


"Menurutku Kinzoku saja!" usul Inusha.


"Itu saja tuan Vaben!" usul Ronald.


"Nama yang kalian usulkan sangat bagus tapi aku sudah memutuskan namanya adalah Brans. Itu nama toko senjata kita. Baik Ronald tolong buatlah gambar untuk logo toko kita dan pasang di atas toko kita bannernya!" titah Ryuga.


"Baik tuan!" sahut Ronald lalu pergi keluar ruko untuk mencari pembuat gambar desain toko Ryuga di kota Diamond Frost.

__ADS_1


"Kalian bisa membantu? Kalau masih sakit tidak usah. Tapi kalau bisa tolong bantu aku untuk mengumpulkan logam yang sudah dikumpulkan warga di belakang. Hanya memeriksa jenis batu dan bayar sesuai list harga yang tertera disini!" pinta Ryuga sambil memberikan kertas selembar berisi list harga setiap logam yang dijual penduduk ke toko Brans.


(Blangtungpak Blaem-blaem]


[Selamat tuan mendapatkan misi]


[Misi : kumpulkan omset dari menjual senjata sebanyak 100 juta


Hadiah : 200 juta dan skill Regeneration cyborg


Batas waktu : 30 hari


Hukuman : juragan kehilangan mata


[Selamat menjalankan misi]


"Hadiahnya sangat menggiurkan, dengan begini aku bisa menumbuhkan tangan Gemusha dan Inusha," batin Ryuga.


***


Keesokan paginya.


Ryuga sedang membuat banyak senjata dengan motif yang sangat keren menggunakan formasi arc of embodiment. Mulai dari pedang, perisai, tombak, belati, panah dan berbagai senjata lainnya. Tapi sayang Ryuga hanya mampu membuat senjata dengan logam iron, belum bisa logam lainnya karena level blacksmith Ryuga masih level 1.


[Selamat juragan berhasil membuat senjata berbahan dasar logam iron dan mendapatkan 10 poin skill job blacksmith] 100 kali.


[Selamat juragan berhasil menaikan skill level blacksmith ke level 2. Juragan bisa membuat senjata dari bahan dasar logam bronze]

__ADS_1


Ryuga meminta Gemusha dan Imusha untuk memajang semua senjata di dalam toko semenarik mungkin, agar pengunjung tertarik.


__ADS_2