
Miku terpana dengan menjatuhkan rahang, setelah mobil yang ia buka kuncinya ternyata menyala. Padahal Miku sendiri sudah mencoba sudah 3 hari untuk mempperbaiki mobil tersebut, hanya menyala 5 menit kemudian mati lagi.
"Biarkan mobilnya menyala. Aku ingin lihat kondisi sepenuhnya," pinta Miku melihat Ryuga menggenggam tangan ke atas memberi kode untuk mematikan mesin tapi Miku menolaknya. Untuk melihat performa mesin mobil Nissan Sky Evolution.
"Kita keluar saja dahulu ada yang ingin-"
Anak buah Mongga bernama Jouki menggendor pintu rolling door bengkel bagian kanan yang tertutup "Miku, keluarlah! Kalau tidak aku hancurkan bengkelmu!"
Jantung Miku berdetak kencang, raut wajahnya panik. Karena hari ini waktunya membayar biaya keamanan sebesar 10.000 yen/bulan.
Dan Miku belum membayarnya sama sekali. Tentu saja sudah menunggak 6 bulan.
Miku keluar dengan langkah agak terhuyung dan bingung mau beralasan apa. Gangster Night Blue terkenal kejam, mereka menguasai wilayah selatan Hokkaido termasuk pasar Yzu.
"Cepat, keluar Miku! Kalau tidak aku paksa kau keluar dari tempatmu ini!"
Ryuga masih di dalam untuk melihat dan mendengar mesin mobil, apakah masih ada kekurangan atau tidak.
Ryuga juga mendengar dengan telinganya yang sangat sensitif. Namun tak ingin mencampuri urusan Miku dan salah satu anggota gangster Night Blue.
'Plak!' Begitu Miku keluar, langsung ditampar oleh Jouki dan langsung dicengkram dahunya yang lancip oleh anak buah Jouki bernama Hroig.
"A-ampun tuan Jouki. Berikan lagi kami waktu, aku mohon. Ayahku sedang sa-"
'Plak!'
"Bukan urusanku!" Hroig menampar Miku lalu melemparnya dengan sangat kuat.
'Cwuszh!' Ryuga berteleportasi dan muncul di belakang Miku serta menangkap tubuhnya. 10 anggota gangster Night Blue memgernyit, melihat muncul tiba-tiba.
Ryuga menegakan tubuh Miku, lalu mendekat ke arah Jouki dengan menunduk hormat dan berkata, "Mohon maaf, tuan-tuan. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, bukan? Apa-"
"Diam!" Jouki mencengkram kerah seragam Ryuga sambil membentak ke depan muka Ryuga yang hanya berjarak 10 cm.
__ADS_1
Kemudian Jouki melanjutkan dengan mencengkram lebih kuat kerah Ryuga dan mengangkat tubuhnya, "Aku tak peduli jika kau adalah Divya. Bahkan level 13 sekalipun. Disini adalah wilayah netral, jika berani mencampuri urusan kami, maka kau akan berurusan dengan pemerintah sektor Sriwijaya, Martapura, Nagana, dan Giwa Pranala, paham!"
"Baiklah," jawab Ryuga tersenyum tipis.
"Evolt, bisakah kau konversi uang rupiahku ke mata uang yen?" titah Ryuga dalam batin.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Bisa. 1 rupiah \= 20.000 yen. Berapa yang ingin juragan tukarkan?]
Ryuga menjatuhkan rahang di depan Jouki, dan dikira menghinanya. Jouki menghantamkan pukulan straigh dengan tangan kiri, tapi hanya mengenai ruang kosong. Karena Ryuga sudah berpindah tempat di samping Miku.
"Berapa hutangmu nona Miku?" tanya Ryuga dengan waut wajah dingin. Matanya tetap menatap tajam Jouki.
"70-"
"90.000 yen," potong Hroig membuat Miku mengeraskan rahang, tapi tak bisa berbuat apa-apa.
[Baik, juragan. Evolt menukarkan 100 rupiah menjadi 20 juta yen. Uang sudah ditransfer ke dalam inventori sistem]
Semenjak Yosep berkuasa sampai sekarang, mata uang rupiah tetap berada di puncak tertinggi diantara seluruh mata uang dunia. Bahkan terus berlanjut di era WorldRuler, sampai Sangakama.
Apalagi di era peralihan dari WorldRuler ke pemerintahan Regalia King, sebelum Sangakamaa dibentuk, mata uang rupiah menjadi buas dan tak terkendalikan.
Meskipun Yosep sudah tak mengurusi bumi sekarang tapi warisannya masih tetap terjaga.
Jouki terdiam dengan tatapan nanar pada Miku dan Ryuga. Tapi Ryuga tetap santai menghadapi mereka, bisa saja ia membunih mereka saat ini juga. Tapi akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Tidak semua bisa diselesaikan dengan kekuatan adakalanya diselesaikan dengan otak dan hati.
"Aku harus menguasai Neo Japan," tegasnya dalam hati.
"Tuan-tuan, apakah aku bisa membayar dengan ini." Ryuga mengacungkan jempol.
Era pembayaran zaman sekarang sudah jauh berubah, bisa lewat transfer melalui alat tertentu yang diberikan oleh bank, Scan QR, Scan retina dan Scan ibu jari.
__ADS_1
Hroig tertawa keras dan sarkas sambil berkata, "Hei, anal muda dungu. Memangnya kamu punya uang berapa mau membayar semua tunggakan Miku?"
Hroig memang tahu jika Ryuga memakai seragam mahasiswa universitas Hokkaido yang terkenal hanya orang kaya dan Divya yang ditunjuk oleh Sangakama saja. Tapi melihat Ryuga berada di dalam bengkel Miku, Hroig menyimpulkan Ryuga hanya Divya jenius tapi miskin.
Ryuga menarik nafas kasar merasa sangat diremehkan. Jika ia di sektor Siliwangi, Trunyan, dan Majapahit semuanya akan tunduk karena Ryuga punya banyak uang. Meskipun hasil dari kerjasama dengan para bangsawan disana.
Jouki menatap jijik, sambil memberikan smartphone miliknya yang sudah terkoneksi dengan akun rekening Night Blue, "Cepat lakukan! Kalau tidak bisa membayar, aku akan-"
"Kita bertaruh!" potong Ryuga.
Kemudian Ryuga melanjutkan dengan menyeringai, "Kalau aku bisa membayar. Kalian tidak boleh lagi memgambil uang keamanan ke nona Miku!"
"Cih, sampah. Aku tidak takut, bahkan jika kau bisa memenangkan lomba balapan malam ini dengan kendaraan dari bengkel Miku. Kami gangster Night Blue akan memanggilmu kakak," tantang Jouki.
Kemudian melanjutkan dengan menyeringai dan berkata, "Tapi jika kalian kalah, Miku harus menikah dengan tuan Stevin, bengkel ini akan menjadi milik gangster Night Blue. Dan kamu harus menjadi budak tuan Stevin," tunjuknya tepat di kening Ryuga.
"Aku berjanji." Ryuga tersenyum penuh kemenangan, walau belum menang. Selama ada skill copy dan juga turunannya, apapun Ryuga bisa lakukan. Tanpa skill itu juga Ryuga tidak gentar sama sekali, karena memang dia juga pernah menjadi raja jalanan sebelum masuk akademi militer.
"Tapi Ver-"
"Sudah, nona Miku doakan saja. Aku percaya dengan semua kendaraan yang ada di bengkel anda, nona Miku." Ryuga menatap tajam pada Jouki penuh dengan ketegasan. Lalu menekan ibu jarinya ke layar smartphone Jouki dan ....
'Ting!' Transaksi berhasil, uang 90.000 yen masuk dalam rekening Night Blue. Sontak Jouki, Hroig dan 8 anggota gangster Night Blue mengernyit. Ditambah lagi semua informasi di layar smartphone Jouki hanya menunjukan tanda '???' pada umur, level Divya, dan alamat.
Jika informasi Ryuga seterbatas itu, kemungkinan besar Ryuga adalah salah satu bangsawan yang tak bisa disinggung atau Divya yang mempunyai jabatan tinggi di dalam pemerintahan.
Mereka tidak tahu saja, jika Ryuga pemilik guild Emperor dan anak dari Regalia King. Kalau mereka tahu, bisa-bisa memuntahkan darah dari mulutnya.
"Ternyata Lord Gardosen memberiku hanya 10 juta rupiah, tapi disini sudah seperti triliunan yen," batin Ryuga tertawa puas.
10 anggota gangster Night Blue agak gemetar tubuhnya. Tapi masih merasa sombong di depan Ryuga.
"Ingat! Nanti malam kita bertemu di lereng gunung Hokkaido!" Jouki menunjuk dada Ryuga dengan kaki gemetar, dan membalikan badan lalu pergi bersama anggota yang lain dengan berjalan terhuyung juga.
__ADS_1