
"Kenapa tuan muda?" Aldnix bingung melihat wajah Ryuga yang cemberut.
"Semua disini barang tiruan dengan status KW berat!" Ryuga mengatakan jawabannya dengan berteriak, membuat manajer Toko bernama Asvilin marah mendengarnya.
Asvilin juga salah 10 Head Gear atau orang kepercayaan Beluci, walau ia di posisi sepuluh. Tapi tetap saja dia termasuk petinggi di geng Imperial Black.
Asvilin mendekati Ryuga dan mencengkram kerah bajunya, "Jangan asal bicara! Kau bisa merusak reputasi Hajime Galaxy! Akan aku patahkan kedua kakimu, cepat minta maaf dan berlutut!"
"Minta maaf? Berlutut? Merusak reputasi?" Ryuga acuh dan menatap malas Asvilin dan melanjutkan, "Itu kenyataan dan aku bisa membuktikannya. Satu hal lagi, mekanik kalian tidak ada yang kompeten."
Aldnix menepuk jidatnya sendiri dan membatin, "Sial, punya tuan muda tapi suka membuat masalah. Tadi di perbatasan sekarang di Hajime Galaxy. Benar-benar aku ketiban sial."
"Tuan Asvilin, tenanglah. Mungkin tuan muda Vergil sedang mabuk. Aku akan membayar kompensasinya, aku meminta maaf atas nama tuan muda Vergil-"
"Tidak perlu meminta maaf, White Wolf!" potong Ryuga tegas dengan tatapan tajam.
Semua orang terheran-heran dengan Vergil dan semua tatapan mengarah padanya. Karena berani menyebut White Wolf tanpa nama tuan. Apalagi Asvilin, White Wolf menyebutnya tuan muda.
Ryuga melanjutkan dengan menunjuk salah satu mobil yang sedang balapan, mobil itu adalah mobil Mazda MX5 berwarna yang sudah dimodifikasi. Menggunakan mesin V8 Kapasitas 3 liter dengan 6 silinder. Tentu saja menggunakan turbo disc, NOS, dan supeecharger untuk daya pacu serta akselerasi maksimal.
"Mobil itu Superchargernya retak dan ketika menyalakan NOS akan meledak," tunjuknya.
Mobil MX5 unggul dalam balapan Drag dan sebentar lagi menyentuh garis finish hanya berjarak 50 meter. Tapi lawannya menyusul dan melewatinya hanya beberapa centimeter dan semakin melebar karena menggunakan NOS.
Dan benar saja ketika Briana menekan tombol NOS, mobil itu mengalami kebocoran dan 3 detik kemudian meledaka.
"Tuan muda?!" Aldnix bingung tenyata Ryuga sudah tak ada ditempatnya, ia hilang berteleportasi menyelamatkan Briana.
__ADS_1
"Briana?!" Semua orang membelalakan mata, mobilnya hancur karena ledakan yang cukup kuat lalu terbakar hebat setelah berguling beberapa kali.
Ryuga menggendong Briana yang pingsan ala bridal style dan sudah berada di depan Aldnix dan Asvilin. Tentu saja membuat mereka terkejut, mobil ambulans yang sudah disiapkan segera bergerak membawa Briana ke rumah sakit.
Beruntungnya lawan Briana, yaitu Ijomi, Cleris dan Houl sudah sampai di garis finis dahulu sebelum mobil Mazda MX 5 itu meledak.
Ryuga menyunggingkan senyum ke arah Asvilin dan menatap tajam, lalu mengeluarkan Yamato. Kemudian menariknya secepat kilat dari sarungnya, "Judgement Cut End!"
Lagi-lagi dari jarak jauh Ryuga membunuh 10 orang pembunuh yang bersembunyi di balik bayangan. Suara pekikan terdengar sangat keras, disertai suara tubuh yang memuncratkan darah tertebas teknik penyerangan jarak jauh dalam radius 500 meter.
Asvilin bergetar tubuhnya, matanya melebar dan menjatuhkan rahang. Begitu pula semua orang yang berada dan merendahkan Ryuga sebelumnya dengan memasang tatapan sinis.
"Tu-tuan muda?!" Aldnix juga ikut bergetar tubuhnya, tak menyangka Vergil adalah pembunuh berdarah dingin. Bahkan membunuh jarak jauh tanpa berkedip sama sekali dan tanpa melihat target, cukup dengan merasakan keberadaan target dengan sensor Veda.
"Ayo kita pergi! Kita tak pantas berada disini!" Ryuga berkata ketus dengan tatapan sinis pada papan nama Hajime Galaxy yang terpampang di atas dealer suku cadang mobil balap di depannya.
"Tidak." Ryuga menggeleng tegas dan melanjutkan dengan menghela nafas panjang untuk meredakan emsoinya karena masih kesal, "Aku tidak memenuhi kualifikasi kalian bukan?"
"Pantas saja mereka untung besar dan bisa membiayai geng Imperial Black, juga menguasai wilayah Barat. Mereka berbisnis dengan cara kotor, bahkan mencelakakan pelanggan," batin Ryuga kesal.
Ryuga langsung masuk mobil, diikuti Aldnix. Raut mukanya sangat kecewa, dan tak ingin lagi mendengar permintaan Asvilin. Mereka memang punya barang bagus tapi harganya tentu saja mahal dan tak umum dari pasaran.
Ryuga hanya diam, dia tak melajukan mobil ke jalan sebelumnya. Tapi terus masuk ke dalam Hajime City mencari suku cadang dengan intuisinya sebagai mekanik handal yang diajari oleh Miku.
"Miku, apakah kamu tahu toko suku cadang untuk mobil balap di wilayah Barat?" tulis Ryuga dalam pesannya melalui smartphone.
"Maaf, bos. Aku hanya tahu pasar gelap. Barang yang dijual disana sangat berkualitas tapi harganya murah, mungkin juga itu barang curian," balas Miku melalui pesan.
__ADS_1
"White Wolf, apakah kamu tahu pasar gelap?" Pertanyaan langsung membuat Aldnix melebarkan mata.
"Tapi, tuan muda disana tempat yang berbahaya," jawab Aldnix.
"Tidak apa. Aku hanya ingin memberikan semua pasukanku mobil dengan spesifikasi balap tapi bukan suku cadang murah tapi murahan. Aku tidak akan khawatir apapun hal yang berbahaya disana bagiku itu sebuah tantangan. Jika aku tersedak eh terseda, bukannya ada kau, White Wolf?" Ryuga menyunggingkan senyum.
"Tapi, tuan muda. Aku sudah-"
"Gampang, cukup jentikan jari kekuatanmu akan seperti semula. Aku hanya ingin kau tahu betapa tingginya langit di depanmu dan tak seenaknya menginjak-injak orang lain dengan kekuatanmu," potong Ryuga menatap tajam Aldnix membuatnya ketakutan.
"Ma-maaf, tuan muda." Aldnix menunduk ketakutan. Kemudian melanjutkan, "Jalannya lurusa saja tuan, nanti kita belok kiri."
"Ya." Ryuga mendial nomor untuk panggilan video, nomor itu milik Kira dan melanjutkan memberikan smartphone miliknya ke Aldnix, "Peganglah, itu guru Kira. Siapa tahu kita takan bisa pulang dari sini White Wolf? Anda sudah melihat wajah adik kesayanganmu itu," sambungnya terkekeh.
"Jangan begitu tuan muda." Aldnix menangis begitu melihat wajah Kira.
Ryuga fokus menyetir dan tidak menggubris nostalgia kakak serta adik yang sudah lama tak bertemu.
Setelah 15 menit perjalanan dengan jalan yang cukup ramai dan menjadi pusat perhatian. Bahkan menjadi trending media sosial Neo Japan, Ryuga tiba di sebuah gang sempit.
"Terima kasih tuan muda. Rasanya-"
"Ingin mengunjungi guru?" potong Ryuga yang sudah paham maksud Aldnix.
"I-iya," jawab Aldnix sungkan dan melanjutkan memindahkan tubuh Aldnix ke dormitori Kira, "Trickster!"
"Tuan muda!" Aldnix berteriak dan tubuhnya sudah hilang dari pandangan Ryuga.
__ADS_1
Langkah kaki Ryuga masuk ke dalam gang sempit, semakin dalam semakin sepi. Hanya ada pintu-pintu yang tertutup rapat dengan warna bervariasi mulai dari perunggu, perak dan emas. "Sepertinya ini memang daerah pasar gelap," gumamnya.