
Paga-Puga menembakan semburan air yanga sangat cepat untuk memotong akar Ryuga, tapi akar itu berubah menjadi molekul titanium. Sejurus kemudian Paga-Puga mengeluarkan ratusan senar tajam untuk memotong akar-akar titanium yang menjulur dari permukaan tanah.
Shua!
Krieeet!
Tang!
Sulur akar Ryuga sama sekali tak tergores, para sangakama membulatkan mata, kekuatan Ryuga sangat kuat dan strategi bertarungnya sangat hebat, ditambah Ryuga bisa menggunakan beberapa kuasa sekaligus.
"Sial! Kuasa macam apa yang dia keluarkan, seranganku sama sekali tak mempan!" batin Paga-Puga.
Sulur akar keluar dari permukaan tanah melesat cepat ke arah Paga-Puga. "Poison acid!" Paga-Puga terus melompat menghindari sulur, lalu menyemburkan cairan kental beracun berwarna ungu, untuk melelehkan sulur akar yang terus mengejarnya.
Cairan kental berwarna ungu mengenai sulur akar yang terus mengejar Paga-Puga. Tapi cairan ungu itu tak mampu melelehkan molekul sulur akar yang sudah berubah menjadi molekul titanium. "Kena kau! Serangan pamungkas! Great lightning flow!" Ryuga menyalurkan aliran petir ke sulur akar yang berhasil menjerat kaki Paga-Puga.
Zrrrt!
Jdaar!
Paga-Puga terkena aliran listrik dan meledak hingga gosong, seketika pingsan. "Paga-Puga dinyatakan kalah dan pemenangnya Ryuga Himura!" teriak Ara.
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience kuasa flash, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 200 poin experience kuasa flash]
Ryuga kembali duduk ke kursi untuk menyaksikan pertandingan selanjutnya. Hanya tersisa Verel, Angelina, Filza, Arco, Rishinki, Rany, Josephine, Zi long, Ryuga dan Vanya.
Ketika undian muncul Ryuga melawan Verel, Verel langsung mengundurkan diri karena ia tahu kekuatan Ryuga dan tak mau mencobanya. Arco melawan Vanya dan dimenangkan oleh Arco, semi final hanya menyisakan Josephine melawan Ryuga serta Filza melawan Rany.
Pertandingan semifinal di tunda, sampai esok hari. Pihak pengawas sudah menyiapkan kamar tidur yang berada di dalam menara. Semua peserta yang tersingkir langsung di keluarkan dari menara dan diberi medali lulus akademi dan melanjutkan SMA di Jepang.
Dalam satu minggu ke depan mereka akan ditransfer ke Jepang.
"Hai!" Ryuga diam-diam masuk kamar Filza. "Apakah jika aku melamarmu, sekarang dan kita menikah setelah aku lulus kuliah tak apa?"
Juara satu dan dua akan langsung masuk kuliah, ini kebijakan Sangakama yang baru setelah melihat calon 10 super soldier ternyata Divya yang sangat berbakat.
Filza pipinya sudah merah, semerah tomat. "Tentu saja aku mau. Tapi apakah orang tuaku akan menyetujuinya?" tanya Filza sangsi, karena selama ini di cap sebagai anak sampah oleh keluarganya.
"Tenanglah mereka pasti akan merestui kita. Jika tidak, ya, kita buat anak saja dahulu. Pasti mereka menyetujuinya, iya kan?"
__ADS_1
Ryuga mencolek hidung Filza, cintanya terhadap Vanya sudah luntur dan tak memperdulikan lagi. Ryuga benar-benar tulus mencintai Filza, bukan hanya cantik, tapi pintar memasak dan sangat kuat.
Peningkatan kekuatan Filza tak lepas dari sumbangsih Ryuga yang berhasil membangkitkan dan meningkatkan level Filza sampai ke tahap 7 puncak serta memaksimalkan kuasa waternya menjadi kuasa frost.
Ryuga memeluk Filza dari belakang dan merasakan desiran darah Filza naik ke ubun-ubun. "Ryu, kamu mau berjanji padaku? Kamu tak akan meninggalkanku seperti kamu meninggalkan Vanya?"
"Tentu sayang, aku tidak akan meninggalkanmu. Asal kamu setia padaku sampai mati," jawab Ryuga. "Aku meninggalkan Vanya karena dia tak mau bersamaku di kala susah."
***
Keesokan paginya.
Hari ini adalah pertandingan semifinal antara Ryuga melawan Josephine dan Filza melawan Rany.
Untuk babak pertama Rany melawan Filza terlebih dahulu, " Baiklah pertandingan semi final ini sangat menarik. Empat kandidat memperebutkan tiket menuju final dan di dominasi oleh akademi Maung School dari sektor Siliwangi. Tanpa berlama-lama lagi pertandingan pertama Rany Citra Pratama melawan Filza Alora akan segera di mulai!" jelas Ara. "Siap! Mulai!"
Filza dan Rany saling berhadapan serta membungkuk hormat satu sama lain, tatapan mata mereka tetap tajam, saling mewaspadai.
Slash!
Trang!
Rany mengayunkan blue claw ke arah Filza dan menangkisnya dengan tangan kanannya yang sudah di selimuti crystal. "Great crystal punch!" tangan kanan Filza mendorong bilah blue claw dan tangan kirinya menghujamkan pukulan ke arah dada kanan Rany.
Bam!
Krak!
Rany menangkis pukulan Filza dengan bilah blue claw yang dicondongkan ke arah tubuh bagian kanannya. "Sial, kau telah menghancurkan pedang kesayanganku. Tak akan kumaafkan, haaa! ... soul fiber : rage god of earth!" Rany mundur ke belakang dengan melompat. Lalu meraung keras, urat otot tubuhnya menegang, lengan dan kakinya agak membesar.
Swing!
Bam!
Rany melesat dan menghantamkan pukulan, tapi bisa di tangkis oleh Filza. Keduanya saling beradu pukulan terus menerus, dan sangat cepat hingga mengeluarkan gelombang kejut, permukaan arena retak perlahan oleh pertarungan mereka.
Krak!
Krak!
__ADS_1
"Mereka berdua seharusnya sudah bukan lagi menjadi kadet, tapi Super Soldier Elite," gumam Lord Gardosen membulatkan mata melihat kehebatan Rany dan Filza.
Krieeet!
"Infinity strings!"
Filza melompat mundur, lalu menciptakan ribuan senar tajam untuk menjerat Rany. "Skill itu takan mempan padaku!" Rany menghindari senar tajam itu dengan melompat ke kanan dan ke kiri, sesekali backflip. Semakin lama senar-senar tajam itu keluar sangat banyak dari kedua tangan Filza dan memojokan Rany. "Soul fiber: Rage god of thunder!"
Zrttt!
Glegar!
Duar!
Rany melompat tinggi, tubuhnya diselimuti petir hitam, aliran petir keluar dari dalam tubuh Rany dan menyambar-nyambar Filza.
"Hebat juga dia, sudah meningkatkan skill itu ke tahap yang lebih tinggi," puji Ryuga menyunggingkan senyumnya. "Tapi apakah dia mampu mengendalikan kesadarannya?"
Filza menghindari petir-petir hitam dengan berkedip tubuhnya, setiap kali petir itu menyambar tubuhnya langsung berkedip dan berpindah tempat. Tempo serangan Rany dipercepat, Filza juga meningkatkan kecepatannya sampai kecepatan tanpa suara.
"Tidak mungkin?!"Rany membulatkan mata melihat Filza dengan mudah menghindari semua serangannya. "Haaa! Soul fiber: Rage god of water!"
"Banyak cingcong kau! Blizzard storm!"
Swush!
Krak!
Filza menyemburkan badai es ke arah Rany dan membekukan arena dan juga Rany, hanya menyisakan kepalanya saja. Filza berjalan perlahan ke arah Rany dan menghantamkan pukul keras hingga memecahkan esnya. Tubuh Rany terpental dan menabrak pembatas dinding arena.
Brak!
"Pemenangnya Filza Alora!" teriak Ara.
Filza berjalan keluar arena menuju Rany, dan membantunya berdiri, "Terima kasih atas pertarungannya. Aku sangat menikmatinya," kata Filza tersenyum.
Deg!
Deg!
__ADS_1
Jantung Rany berdebar kencang, ia hilang kesadaran, semua matanya memutih, tubuhnya menegang. "Sudah kuduga, dia akan kehilangan kesadaran setelah menggunakan skill itu." Ryuga melesat cepat ke arah Filza. Rany secepat kilat mau menghantamkan pukulan yang kuat ke ara Filza. "Sayang awas!"
Bam!