
"Sudahlah, kita tetap berangkat kesana! Cepat kemari!" Ryuga meminta tangan mereka saling bertautan lalu menggunakan skill trickster untuk berteleportasi ke sektor Martapura.
___
___
___
Pegunungan Jungfraujoch Swiss.
Udaranya sangat dingin dalam kondisi paling panasnya hanya 8 derajat celcius. "Ryu sangat dingin sekali!" Vanya memeluk dirinya sendiri, tubuhnya bergetar.
"I-iya Ryu! Aku juga dingin sekali." Rany memeluk tubuh Vanya dan mereka saling berpelukan.
"Josephine kau tidak kedinginan?" Ryuga bertanya pada Josephine, karena Josephine sama sekali tidak kedinginan.
"Tentu saja tidak, coba kalian alirkann energi veda pada tubuh kalian pasti tidak akan merasa dingin. Tubuh kalian akan beradaptasi pada suhu keadaan sekitar." Josephine menangkupkan tangan menyontohkan cara mengalirkan energi veda pada seluruh tubuh. "Lakukan!" seperti yang aku lakukan!"
Ryuga, Rany, dan Vanya menangkupkan tangan lalu membayangkan energi veda mengaliri seluruh aliran darah dalam tubuh mereka.
"Syukurlah sudah hangat." Vanya tersenyum.
"Ya hangat sekali, tidak lagi dingin." Rany sumringah.
"Ayo! Kita berburu!" Ryuga mengeluarkan proyeksi map pegunungan Jungfraujoch dari eternal gear, mencari portal yang muncul didalam peta. "Vanya bawakan 2000 monster gold, itu hutangmu, hmph!"
"Siap, siap! Bagaimana ada portal level gold ke atas disini?" Vanya ikut melihat proyeksi layar biru.
"Tidak ada, namun ada satu portal biru di sebelah selatan sepertinya dekat pemukiman penduduk." Ryuga menunjukan proyeksi peta pada mereka bertiga.
"Kita segera kesana, bisa bahaya jika para monster berhasil menyerang penduduk setempat," usul Josephine.
"Josephine benar, Ayo segera kesana!" timpal Rany berapi-api. Jarak mereka berempat saat ini ke desa Grindelwald sekitar 15 km.
___
___
___
Mereka sampai di pintu gerbang Desa Grindelwald. Keadaannya sepi dan hening, tak ada satu pun penduduk yang terlihat. "Kemana semua penduduk ini? Apa mereka mengungsi?" Josephine mengekus dagunya.
"Sepertinya iya, lebih baik kita bersihkan portal itu supaya penduduk bisa kembali aman," jawab Rany.
Mereka berempat berlari ke arah portal jaraknya masih cukup jauh 5 km lagi dari desa Grindelwald. Banyak jejak harimau di hutan kawasan desa Grindelwald, "Ryu kenapa? Sepertinya kau cemas?" Josephine menatap lekat Ryuga dengan raut muka cemas.
"Portalnya terus berevolusi, baru sampai tingkat portal merah tingkat mythril. Apa kalian masih berani kesana?" Ryuga berhenti berlari dan menunjuk tangannya ke arah portal.
"Demi tujuan sekaligus latihan, kami siap!" jawab mereka bertiga serentak.
__ADS_1
"Grrr! Grrr!" suara geraman datang dari arah portal, 100 ice fang yaitu harimau putih besar dengan panjang meter dan tinggi 3 meter mendekat.
[Nama : Ice Fang
Level monster : Diamond
Skill : Ice Claw yaitu Ice Fang mengeluarkan cakaran dengan jarak serang 10 meter]
Brug!
Brug!
Kiaaak!
Deru langkah kaki berlari terdengar dari belakang Ice Fang, dari dalam portal muncul ribuan monster setinggi 3 meter mirip veliceraptor berwarna biru dengan beberapa tanduk es di kepalanya.
[Nama : Ice Wyrm
Level monster : Platinum
Skill : Ice Claw yaitu Ice Wyrm mengeluarkan cakaran dengan jarak serang 10 meter.
Ice Burst yaitu Ice Wyrm menyemburkan hawa es untuk membekukan target, jarak serang 20 meter]
Monster yang keluar dari portal semakin banyak, tapi mereka berempat menatap mosnter itu seperti ladang uang. Mata mereka berkilau seperti melihat tumpukan uang.
Groaaar!
[Nama : Aaron
Level monster : Mythril
Skill : Ice spear yaitu Aaron melemparkan tombak dengan jarak serang 10 meter.
Ice Burst yaitu Aaron menyemburkan hawa es untuk membekukan target, jarak serang 20 meter.
Rage of ice aura yaitu Aaron meraung keras, monster es disekitar radius 10 meter, kecepatannya meningkat 20%]
Mereka berempat berpencar, segera berlari ke arah kerumunan monster, semakin lama semakin banyak. Aaron terus mengeluarkan raungan, monster disekitarnya diselimuti aura berwarna biru, kecepatan monster meningkat tajam.
"Judgement cut!"
Slash!
Ryuga mengeluarkan Yamato dan langsung menebas jarak jauh secara cepat. 100 Ice Fang tumbang, oleh serangan Ryuga.
"Azure dragon technique!"
Rany menyeringai licik, lalu melesat cepat ke arah 100 mayat Ice Fang dan langsung menyimpan 100 mayat itu ke dalam jam tangan penyimpanannya. "Yeay! Dapat uang gratisan!"
__ADS_1
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil membunuh monster level diamond] x100.
"Dasar rampok!" sungut Ryuga.
"Blee!" Rany menjulurkan lidahnya. Blu claw Rany cabut dari sarungnya, kecepatan Ice Fang meningkat setelah mendapatkan rage of ic aura dari Aaron. Icy Wyrm juga mulai bergerak mengincar Vanya dan Josephine, mereka menyemburkan hawa es ke arah mereka berdua.
Swush!
Josephine gergerak zig-zag menghindari serangan semburan Ice Wyrm, "Javelin shadow strike!" tombak javelin muncul dari magic seal berwarna hitam keunguan dan melesat cepat menusuk 10 Ice Wyrm dan langsubg tewas seketika. 10 mayat ice Wyrm berhasil di masukan dalam jam tangan penyimpanan.
Shua!
Jleb!
"Chery blosom!"
Vanya mengumpulkan energi veda di kedua kepalan tangannya dan kedua kaki Vanya, lalu melompat menghindari semburan Ice Wyrm. Vanya berhasil masuk dalam kerumunan Ice Wyrm lalu melesatkan uppercut dan side kick pada perut Ice Wyrm.
Bang!
Bang!
Gerakan Vanya sangat kuat dan bertenaga dalam sekejap 50 Ice Wyrm di level platinum, terpental ke berbagai arah dan langsung tewas seketika.
"Jangan melakukan skill yang bisa mengguncang medan pertempuran, disini rawan longsor es!" teriak Rany memberitahukan keadaan medan pertempuran.
Groaaar!
Aaron kembali meraung, Ice Fang dan Ice Wyrm semakin agresif. "Sumoner sword!" Ryuga mengeluarkan 10 siluet pedang berwarna merah kehitaman. 10 siluet pedang melayang di sekitar tubuh Ryuga.
Shua!
Jleb!
Satu siluet pedang di arahkan Ryuga untuk menusuk kepala Ice Wyrm, kesembilan siluet pedang lainnya melesat cepat dan menusuk kepala Ice Wyrm.
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil membunuh monster level Platinum] x 10.
Aaron berlari cepat ke arah Josephine dan Rany yang berada satu jalur dann langsung menyeruduk mereka berdua. Tubuh mereka terpental menabrak pohon cemara.
Bang!
Brak!
"Guhak!" Josephine dan Rany memuntahkan darah, mereka berdua menyeka darah di sudut bibirnya.
"Vanya cepat tolong mereka berdua!" seru Ryuga melambaikan tangan ke arah Josephine dan Rany.
Vanya berlari secepat mungkin dan mengarahkan telapak tangannya. "Area of heal!" tubuh Josephine dan Rany diselimuti aura hijau, luka-luka mereka kembali pulih. Mereka berdua langsung bangkit dengan raut muka geram.
__ADS_1
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Vanya dengan raut muka khawatir.
"Tidak masalah," jawab Rany dan Josephine serentak, sorot matanya tajam.