
"Woy ...! Rambut helm, cepat kemari, sialan!" Ryuga memanggil Vanya penuh dengan kekesalan.
Sedari tadi dipanggil ia belum juga keluar dan melanjutkan dengan berteriak, "Kalau kau tidak keluar! Aku ledakan ruko ini. Aku hitung, satu ... dua ... ti ...."
"Eh, jangan ...!" Vanya segera keluar cepat, dia tahu si jabrig itu selalu tidak bohong dengan perkataannya jika masalah ledak-meledakan. Kemudian melanjutkan dengan mengurucutkan bibir, "Sialan, kau mengagetkanku saja! Ada apa kutu kupret!"
"Cepat obati wanita ini! Aku berikan 100 juta Dollar Australia sekarang juga," titah Ryuga memberikan tubuh Vina dengan cepat ke Vanya.
"Aku tak butuh uang, jabrig sialan, hmph ...!" Vanya mendengus kesal dan menggembungkan pipi, tatapannya sangat malas.
"Apa maumu, rambut helm? Hah!" tanya Ryuga berteriak dan membuat semua orang menatap ke arah mereka berdua yang dianggap sedang bertengkar.
"Bos, bantu aku merekrut anggota, haah ...," jawab Vanya menghela nafas panjang dan bermuka lesu.
Vanya langsung membawa Vina ke kamarnya di lantai 4. Ryuga mengekornya dari belakang.
"Ya, sudah aku yang urus. Asal bereskan semua masalah Vina, termasuk matanya yang buta permanen." Setelah berkata seperti itu, Ryuga langsung keluar kamar Vanya dan berdiri di depan pintu kantor cabang Guild. "Woy ...! Ada orang yang mau menjadi Divya kuat tidak? Aku akan menaikan level secara gratis!"
Ryuga terus berteriak beberapa kali dan memvideokan dirinya untuk siaran langsung di media sosial.
Tetap saja tidak ada yang datang, "Baiklah, siapapun orang yang bukan Divya datanglah kemari. Pasti aku akan buat menjadi Divya, jika tidak bisa akan aku berikan uang 10 juta dolar Australia!" teriak Ryuga.
Awalnya para pejalan kaki tak menggubris dan hanya angin lalu menanggapi teriakan Ryuga.
"Alah, paling cuma pansos gak jelas."
"Dasar guild baru buka saja sudah sombong."
"Paling juga cuma akal-akalan saja. Nanti pas terjadi malah kabur."
"... ...."
Komentar-komentar mencibir dari mulut pejalan kaki, pemotor, pengemudi mobil terus muncul bersahutan.
"Sialan! Evolt tukarkan uang 1 juta rupiah menjadi uang dolar Australia!" titah Ryuga dalam batin dengan sangat kesal karena merasa Guild Emperor dikatakan Guild miskin dan penipu.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
__ADS_1
[Baik, juragan. Nilai konversi 1 rupiah \= 5.000 Dolar Australia. Menukarkan uang Rp,1.000.000 menjadi AUD 5.000.000.000. Uang telah ditransfer ke inventori sistem]
Tapi semua itu berubah, ketika Ryuga mengeluarkan uang senilai 10 juta AUD. Mata mereka langsung terperangah, yang sedang lurus pandangan matanya sambil berjalan langsung melirik.
Kemudian langsung menyerbu kantor cabang Guild Emperor. Semakin lama semakin banyak yang datang, tapi Ryuga tak sembarangan memilih orang.
Kericuhan ini membuat Polisi ikut turun tangan dan mengamankan wilayah kantor cabang Guild Emperor.
"Saya, saya ...."
"Aku mau, aku dahulu."
"Minggir, aku dahulu sialan."
Para warga mulai berdesak-desakan dan membuat Ryuga tambah marah. Lalu mengeluarkan aura Lord untuk menekan mereka semua tanpa terkecuali.
"Jika kalian ingin dites dan dinaikan levelnya berbaris rapi. Kalau tidak ...." Ryuga mengibaskan tangan dan mengarahkan pada salah satu tiang. Tiang itu langsung terlempar ke udara.
"Gluk!" Para warga menelan salivanya dalam keadaan tertelungkup.
"Aku harus mencari bakat dokter lain, agar membantu Vanya untuk membuat banyak potion. Aku juga harus mencari bakat-bakat langka disini untuk memperkuat kekuatan kerajaan Guildku. Nampaknya pertempuran akan segera dimulai," gumam Ryuga mendongakan kepala menatap langit.
Tepatnya seorang laki-laki berkacamata dengan warna pupil yang berbeda, pupil kanan merah darah dan pupil kiri biru terang. Rambutnya bergaya Harajuku dengan sebelah kanan berwarna putih dan sebelah kiri berwarna hitam. Kedua taringnya kelihatan sedikit, dengan dua tanduk mengikuti warna rambut.
Laki-laki berkacamata itu menunduk di barisan ke sepuluh, ia sangat gugup. Tapi warga di sekitarnya menyingkir setelah mengetahui jika ada laki-laki yang dijuluki pembawa kematian tersebut berada di sekitar mereka.
"Analisa Status laki-laki itu!" titah Ryuga dalam batinnya pada Evolt.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
----------¤----------
Nama: Zio Aiolos
Level Divya: 0 (0/100.000.000.000 atau setara 100.000 Evolution Potion)
Ras:???
__ADS_1
Kuasa: -
----------¤----------
"Kenapa laki-laki itu hanya berlevel 0? Tapi Energi negatif dan positif Vedanya sangat selaras. Kenapa dia bukan Divya?" pikir Ryuga dan melanjutkan dengan melebarkan mata, "What The Mock?! Kenapa banyak sekali?!"
Ryuga penasaran dan menunjuk Zio, "Hai, kamu kemarilah!" pintanya.
Zio mendahului warga yang antri di depannya yang pasrah jika didahului olehnya. Karena merasa sangat ketakutan terhadap Zio.
"I-iya tuan. A-apakah aku bo-boleh i-ikut?" tanya Zio gugup.
"Boleh, tapi kamu masuk dahulu ke dalam dan duduklah," jawab Ryuga menyuruh Zio untuk masuk karena masalah dengan Zio harus dibawa ke Bloodfallen.
Ryuga mengeluarkan 100 botol Evolution Potion yang sengaja ia bawa dari gudang Bloodfallen. "Silahkan berurutan, dan ambil botol ini. Lalu minumlah sampai habis. Zevalux Rook! Reverse Gravity," serunya.
100 orang pertama sudah mengambil botol jingga tersebut dan meminumnya. Didalam wadah energi mereka bergejolak, ditandai dengan urat otot yang menegang.
Ryuga membuat 100 orang yang terdiri dari 74 laki-laki dan 26 perempuan itu masuk ke dalam bola pelindung berdiameter 200 meter di atas ketinggian 300 meter dari permukaan tanah. Dengan membuat tubuh mereka melayang, tak mungkin juga Ryuga mau merusak fasilitas umum.
Takutnya, 100 orang tersebut membuat ledakan karena kenaikan level Divya dari level 0 ke level satu atau di atasnya.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Zevalux. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Earth]
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Gravity. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Earth]
'Boom-boom!' Dan benar saja, 100 orang tersebut tubuhnya meledak bersahutan di dalam bola pelindung. Untung saja ledakan itu hanya melukai sedikit tubuh mereka.
Para polisi yang bekerja terkejut, karena mereka naik level gila-gilaan dan rata, dari level 0 ke level 7 Divya.
"Apa?! Bagaimana bisa?!"
"Cepat rekam dan siarkan langsung ke seluruh dunia!"
"Aku juga ingin menjadi Divya!"
"Aku akan ikut berbaris, walau di antrian paling belakang."
__ADS_1
Media nasional Australia berhasil menayangkan ke seluruh dunia dengan tajuk, 'Pendaftaran Guild Emperor, menaikan Non Divya menjadi Divya level 7 hanya dalam satu menit.'