KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 127


__ADS_3

Stevin menarik pegangan gasnya dan motor Ducati Panile 1199 R itu melesat cepat, motor Yamaha R1-M Ryuga terpaut 1 detik di belakangnya.


Penonton bersorak sorai di kegelapan malam jalanan lereng gunung Hokkaido yang terkenal berkelok-kelok dan curam.


Pemandangan pertama Ryuga yang jauh terpaut jauh tersebut, tentu membuatnya diejek habis-habisan.


"Sampah!"


"Dia hanya mempermalukan diri sendiri."


"Bukan hanya mempermalukan diri sendiri tapi juga nona Michelin Yo dan perempuan cantik itu."


"Ya, kamu benar. Uangnya yang banyak itu akan hilang dan raib oleh kesombongan pemuda berjaket putih itu. Siapa namanya?"


"Vergil Wok atau Vergil Kok, mungkin?"


"Vergil Wong bodoh! Kita akan mengingat dia sebagai pecundang, ha-ha-ha ...."


Lagi-lagi Ryuga menjadi perbincangan buruk penonton. Telinganya sangat sensitif, meskipun sedang berkendara.


Trek pertama lurus dan menanjak. Stevin masih memimpin lalu berkelok ke kiri. Ryuga menatap tajam ke arah Stevin, kemudian ke arah jalan dan mulai berkelok. Jarak Ryuga dan Stevin kali ini terpaut 0,7 detik. Ryuga sengaja menyetel ulang motornya agar bisa bermanuver ringan di tikungan.


Dengan segala kemampuan yang dimiliki Ryuga, ia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.


Ini masih awal, belum mencapai garis finis. Selama motor masih bisa melaju, kesempatan menang masih tetap ada, itu yang sekarang berkecamuk dalam pikiran Ryuga.


Trek selanjutnya lebih ekstrem berbentuk hurus 'S' dan dilanjutkan menurun dengan huruf 'U', seperti trek jalan di Cadas Pangeran, Jatinangor, Sumedang.

__ADS_1


Adrenalin Stevin terpacu keras, apalagi Ryuga. Ia sangat senang dan sudah lama tidak menikmati jati dirinya dahulu, seorang pembalap jalanan di Cisauk, Tangerang.


Dalam tikungan tersebut Ryuga tidak mengendurkan pegangan gasnya malah menambah terus, hingga lututnya bersentuhan dengan aspal. Untung saja memakai pengaman, kalau tidak lututnya dipastikan lecet berat.


Trek jalanan lereng Hokkaido masih tersisa 1.4 km lagi. Jarak Stevin Ryuga hanya 0.01 detik.


Stevin menoleh cepat dan menatap spion kanan, Ryuga sudah berada di belakangnya. Stevin mencoba menutup celah agar Ryuga tak ada ruang untuk menyalibnya.


"Aku takan membiarkanmu menang," teriaknya menyeringai tajam.


Drone-drone yang tersebar di seluruh sudut jalan lereng gunung Hokkaido terus mengamati jalannya balapan. Pendukung Stevin mulai tegang, setelah Ryuga yang tadinya berjarak jauh, sekarang bisa memberi perlawanan dan membuat Stevin cukup kerepotan.


"Bagus, Vergil. Habisi saja raja jalanan palsu itu!" Miku berteriak keras dan berapi-api, membuat Michelin juga berapi-api mendukung Ryuga walau belum berada di depan Stevin.


"Awas saja kau lelaki mesum, kalau kalah. Aku akan mencincangmu!" teriaknya.


Ryuga mengecoh Stevin dengan menusuk dari kanan, lalu mengerem hingga ban motornya mengeluarkan asap lalu menggerakan stang motornya ke kiri. Stevin kaget, 1 cm jarak antara motor Ryuga dan motor Stevin. Disaat Stevin kehilangan fokus, Ryuga menusuk dari arah kanan dan melewati Stevin.


"Sial!" Stevin memgumpat lalu menarik gasnya dalam-dalam. Ryuga sudah menjauh terpaut 3 detik, tersisa tikungan terakhir yang menbentuk huruf U tajam. Ryuga mengendurkan pegangan gasnya, sedangkan Stevin tidak untuk berbelok.


Ban belakang Stevin selip, mencoba menekan rem tangan dan rem kaki, tapi sayang rem tangan untuk ban depan saking kuatnya ditekan Stevin patah, serta rem kaki tak mampu menghentikan laju motor yang agak oleng.


Motor Ryuga melaju dan melenggang mudah kemudian mencapai garis finish. Sorak sorai penonton tidak begitu ramai, hanya Miku, Filza dan Michelin Yo saja yang histeris. Tentu saja karena Ryuga menang dan mereka menang taruhan.


Semua orang yang bertaruh tersenyum kecut termasuk Josephine. Mereka tak menyangka jika Stevin sang raja jalanan Neo Japan dikalahkan oleh Ryuga pembalap dari negeri antah berantah.


Ryuga yang sudah mencapai garis finish merasakan firasat buruk. Dan benar saja Stevin menabrak pembatas jalan dan Stevin terpental terjun ke kurang.

__ADS_1


Ryuga yang baru saja mau dipeluk dengan terpaksa berteleportasi dan menunjukam sedikit jati dirinya sebagai Divya level 10 saat ini yaitu level Emperor.


'Cwuszh!' Tubuh Ryuga segera berkedip dan muncul di tebing menempel pada dinding tebing. Tubuh Stevin yang sudah pingsan berhasil di tangkap dan di taruh pada bahu kanan Ryuga, seperti memanggul karung beras.


'Boom!' Motor Ducati Panile 1199R meledak menghantam jurang. Untung saja Ryuga sudah kembali ke garis finish dengan berteleportasi, kalau tidak mereka berdua juga masih terkena ledakan dan bisa saja tewas.


"Panggilkan medis, cepat!" Ryuga berteriak keras. Kali ini ia berpura-pura memang tidak bisa mengobati Stevin, padahal dia memiliki skill yang sangat hebat yaitu skill regeneration Cyborg.


Ryuga menganalisa, Stevin hanya syok dan trauma ringan. Beberapa bagian tubuhnya hanya lecet sedikit dan tumit kirinya agak retak. Dia melihatmya melalui wheel eye di mata kanannya.


Tim medis yang memang sudah disiapkan bergerak cepat membawa ranjang beroda, Stevin langsung ditaruh pada ranjang beroda dan dimasukan ke mobil ambulan untuk dibawa ke rumah sakit.


Setelah Ryuga menolong Stevin, kecurigaan Filza semakin kuat, jika Vergil adalah Ryuga. Pasalnya skill trickster hanya bisa digunakan oleh Ryuga dan tidak ada Divya lain yang bisa. Apalagi sekilas Filza melihat mata kanan Ryuga berubah menjadi wheel eye, ketika turun dari motornya.


Sontak semua orang terpana menjatuhkam rahangnya, lebih-lebih Miku yang menganggap jika Ryuga hanya mahasiswa biasa tapi punya otak jenius. Bisa menyetel motornya lebih baik dari dirinya.


Jouki dan Hroig sedikit merasa menyesal karena Ryuga tak pandang bulu menyelamatkan seseorang. Apalagi Stevin, musuh ketatnya saat ini.


Mungkin dalam pikiran Ryuga kemarin musuh, hari ini teman dan esok hari saudara. Entah pepatah ini dari siapa tapi itu adalah prinsip yang Ryuga pegang saat ini, setelah keluar dari portal memory of heaven.


Jouki sebagai wakil Stevin memberikan surat perjanjian terkait pertaruhan. Ryuga tidak mau hanya dengan kata-kata saja, harus disahkan. Apalagi wilayah Neo Japan, meskipun wilayah pembunuh bayaran dan gangster, tapi selalu menjunjung tinggi surat perjanjian dan kesepakatan.


Jouki mendorong semua kepala anak buahnya satu persatu, "Cepat berlutut!" teriaknya sambil ikut berlutut di depan Ryuga.


"Kami anggota gangster Night Blue, mulai sekarang akan tunduk dan patuh pada kakak Vergil. Terimalah salam hormat kami!"


Semua anggota inti Night Blue berjumlah 100 orang bersujud di depan Ryuga selama 10 hembusan nafas dan mengatakan ikrar janji sesuai kesepakatan.

__ADS_1


"Baik, aku terima sumpah kalian!" Ryuga menyeringai tajam bagai elang siap menerkam mangsa. Kemudian melanjutkan, "Bangunlah! Aku harap kita bisa bekerja sama, hari ini esok dan seterusnya."


__ADS_2