KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 116


__ADS_3

"Ia tunggu sebentar!" sahut Filza dari dalam apartemen. Lalu Filza membuka pintu apartemen, dengan memakai dres selutut berwarna pink, menambah kesan cantik dan seksi, serta anggun. "Sayang kamu sudah pulang!"


"Ya sayang!" Ryuga memeluk Filza di depan mata Rany, membuatnya sangat cemburu.


"Kenapa sih Ryu, Kau melakukan ini di depanku? Aku sangat mencintaimu dan sakit hati melihatmu berpelukan dengan Filza, hmph!"


"Ehem, ehem!" Rany berdehem keras, "Aku tidak dikasih masuk?"


Ryuga melepaskan pelukannya, "Maaf, maaf, hehehe." Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sayang, sementara sampai babak final, Rany akan tinggal disini, dan satu hal lagi, Rany sudah resmi menjadi anggota guild storm gravity."


"Selamat datang di guild storm gravity!" Filza menunduk hormat. "Aku juga meminta maaf secara pribadi padamu Ran. Karena aku menghancurkan pedang kesayanganmu."


"Tidak perlu meminta maaf, kamu punya kekasih yang sangat baik. Ryuga sudah menggantikan pedangku yang rusak dengan pedang ini." Rany mengeluarkan pedang kagekami dari jam tangan penyimpanannya. "Tapi aku hanya curiga darimana ia mendapatkan pedang ini? Pedang yang dimiliki oleh ASSAT sektor Trunyan Raj? Apa jangan-jangan?"


"Sudah ceritanya nanti, kita makan dahulu. Nanti aku ceritakan, biar kalian paham pekerjaanku, hehehe." Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu memeluk pinggang Rany dan Filza serta menggiring mereka ke meja makan.


Filza sudah masak dan menunggu Ryuga pulang, mereka bertiga makan dengan lahapnya. Setelah makan Ryuga menceritakan semua kejadian, bahwa ia sudah mempunyai tiga pedang dari tujuh pendekar pedang yaitu acolyte, gladius, dan kagekami.


"Pffft!" Rany yang sedang minum menyemburkan air ke muka Ryuga lalu terbatuk. "Uhuk, uhuk, uhuk, kamu gila Ryu! Benar-benar gila! Kamu bisa jadi buronan, Ryu!"


"Tidak masalah. Untuk pedang Acolyte yang kuberikan pada Raras, Lord Gardosen mengetahuinya. Itu hadiah taruhan dari ASSAT sektor Siliwangi Jason, sedangkan gladius itu hadiah dari ASSAT sektor Majapahit, Fenrir. Begitu juga kagekami itu juga jadiah dari ASSAT sektor Trunyan, Raj," jelas Ryu, "Jadi tidak akan ada masalah."


Padahal kenyataannya pedang-pedang itu Ryuga ambil secara paksa, baik melalui pertarungan atau intervensi.

__ADS_1


"Sektor Trunyan?!" Filza membulatkan mata. "Kapan kamu mendapatkannya Ryu? Bukankah kita tidak ada kerja sama dengan sektor Trunyan?"


"Barusan, sebelum aku menjemput Rany. Tenang saja, sebentar lagi ada. Kita akan membuat bisnis stamina potion dan heal potion disana," jawab Ryuga tersenyum lebar.


Ryuga sudah melihat potensi besar di sektor Trunyan yang penuh dengan pertanian tanaman herbal tapi dimanfaatkan hanya untuk masakan, karena tidak mengerti jika daun soul dan daun vessel adalah bahan baku terbaik pembuat stamina potion serta heal potion.


"Kamu memang selalu hebat dan sangat jenius, Ryu!" Rany mengacungkan dua jempol pada Ryuga. "Kamu sangat beruntung Filza, mempunyai kekasih seperti Ryuga. Padahal aku ...."


Ryuga langsung menyumpal mulut Rany dengan roti. "mmmm ...," kata Rany.


"Padahal apa Ran?" tanya Filza penasaran. "Ryu, kenapa kamu menyumpal mulut Rany? Biarkan dia mengatakannya!"


"Baiklah, aku saja yang mengatakannya. Aku tak ingin ada lagi hal-hal yang ditutup-tutupi darimu sayang. Aku juga tak mau kehilangan dirimu, lebih baik aku jujur," tegas Ryuga. "Rany sejak awal bertemu denganku sudah menyukaiku, ketika aku memilih Vanya pun dia masih menyukaiku, dan sekarang pun Rany masih menyukaiku."


"Iya, memang aku masih menyukai, menyayangi, dan mencintai Ryuga sampai saat ini. Tapi Ryuga lelaki yang setia, di rumah sakit pun dia mengatakan ingin menjaga perasaanmu dan hanya mencintaimu, Filza. Ryuga masih tetap menolakku," jawab Rany dengan raut muka sedih, beberapa tetes cairan bening mengalir pelan di kedua pipinya.


Filza terdiam beberapa saat dan sangat mengerti perasaan Rany, jika di posisinya saat ini. Perasaan Filza saat ini, hanya merasa sedang merebut Ryuga dari Rany, seharusnya dia tidak ada di antara mereka berdua. Seandainya ia tidak hadir di dalam kehidupan Ryuga saat ini, Ryuga mungkin sudah bahagia dengan Rany.


Filza masuk ke kamarnya, lalu memberesi pakaiannya dan berjalan sedikit gontai dengan air mata sedikit mengalir di pipinya. "Ryu, aku akan pulang ke sektor Martapura. Aku akan kembali ke keluargaku, terima kasih selama ini sudah memberi tempat yang bahagia untukku, dan juga merawatku dengan penuh cinta serta kasih sayang. Dan ini stardust, aku mengembalikannya," kata Filza menaruh stardust pada meja di hadapan Ryuga.


"Tunggu Filza! Semua ini salah paham, aku sudah jelaskan Ryuga sangat setia padamu. Aku tidak ingin mengusik percintaan kalian berdua, aku tahu kalian saling mencintai. Jadi mohon jangan tinggalkan Ryuga!" Rany memohon berlutut di depan Filza, tapi Filza berwajah datar dengan cairan bening menetes.


"Jika kamu pergi, aku akan bunuh diri!" Ryuga mengeluarkan yamato dari eternal gear dan mengeluarkan dari sarungnya. "Lihatlah!"

__ADS_1


"Aku tak peduli!" Filza raut mukanya dingin dan tetap berjalan meninggalkan Ryuga serta Rany.


"Semoga dengan begini kamu selamat sayang. Biarkan aku yang berkorban, agar kamu tetap hidup aman dan bahagia tanpaku!"


"Filza!" Ryuga berteriak memanggil Filza yang pergi lalu menusukan yamato ke perutnya. "Guhak!"


Jleb!


[Blangtungpak blaem-blaem]


[Selamat juragan berhasil mengevolusikan yamato ke level dua yaitu mode nodachi bisa memadukan dengan skill dari striker ]


[Selamat juragan berhasil mengevolusikan yamato ke level tiga yaitu mode tachi bisa memadukan dengan skill dari blood locust style]


[Selamat juragan berhasil mengevolusikan yamato ke level empat yaitu mode ninjato bisa memadukan dengan skill dari hellstorm style]


Filza pergi meninggalkan Ryuga karena diancam oleh Lord Viktor, jika tidak meninggalkannya, maka Ryuga akan dibunuh oleh pasuka super elit Lord Viktor. Tentu Filza tak ingin membuat Ryuga mati, pas saja ada Rany. Jadi Filza punya alasan untuk meninggalkan Ryuga demi keselamatannya.


Ryuga sangat budak cinta (bucin) pada Filza, karena semenjak hidup bersama Filza ia tidak pernah lagi mimpi buruk yang menghantuinya setiap malam. Karena jika Ryuga mimpi buruk, Filza selalu memeluknya lalu menaruh kepala Ryuga di pangkuannya dan mengelus rambut Ryuga hingga ia tertidur pulas. Filza selalu memperlakukan Ryuga penuh kasih sayang dan penuh kelembutan.


Ryuga pingsan, dan Rany langsung mencabut yamato yang menyerap darah Ryuga. Luka robekan di perutnya menutup sendiri perlahan, Rany memangku kepala Ryuga di pangkuannya dengan penuh kelembutan dan mencium keningnya.


"Ryu jangan pergi Ryu! Aku tak bisa hidup tanpamu! Aku mohon bangun Ryu! Hiks ... hiks ... hiks!" Rany memeluk kepala Ryuga di belahan gunung kembar miliknya dengan sangat erat, cairan bening Rany membasahi Rambut dan pipi Ryuga. "Filza kenapa kau tega meninggalkan Ryu, Filza! ...."

__ADS_1


__ADS_2