
Ryuga menurunkan gadis muda berambut silver itu ke kursi. Tatapan gadis itu masih shock dan trauma, terlihat dari raut wajahnya pucat pasi. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Ryuga dengan raut wajah datar.
Ryuga memberikan minumannya berisi jus alpukat yang belum ia sentuh sama sekali. "Tidak apa-apa minumlah, aku belum sama sekali menyentuhnya.
"Terima kasih, maaf merepotkanmu." Filza meminum jus alpukat itu sampai habis lalu menghela nafas panjang dan bersendawa keras.
Ryuga tertawa, "Hahahaha ... kamu orang yang unik, apakah masih kurang minumannya? Aku pesankan lagi, tenang saja aku yang traktir. Aku tahu kamu tadi berjalan di pembatas dinding kaca itu, untuk mengambil dompetmu yang terjatuh disana. Dan sepertinya dompet itu sangat penting."
"Ya dompetku terjatuh disana. Aku coba mengambilnya malah aku terjebak disana, maaf merepotkanmu. Perkenalkan Namaku Filza Alora dari keluarga Alora." Filza menyodorkan tangan pada Ryuga dengan tersenyum.
Ryuga menyambut tangan Filza dan menjabat tangannya, "Aku Ryuga Himura." Ryuga menatap lama sekali Filza.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Filza agak risih di tatap Ryuga lama, meskipun Ryuga sangat tampan.
"Eh Maaf, aku hanya melihat keindahan yang hakiki jadi aku terpana melihatnya. Kulitmu juga sangat halus." Ryuga tersadar dari lamunanya setelah Filza bertanya pada Ryuga, tanpa sadar mulutnya memuji Filza.
"Terima kasih." Filza menundukan wajahnya, pipinya memerah. "Kamu juga sangat tampan."
Ryuga diam menundukan wajah mendengar pujian Filza. "Terima kasih. Kamu sudah tidak apa-apa kan? Aku mau mencari apartemen untuk disewa, bye!" Ryuga berdiri dan melambaikan tangan.
Setelah dikeluarkan dari akademi, Ryuga harus kembali mencari tempat tinggal. Setelah semua fasilitasnya dicabut oleh pihak akademi, "Tunggu! Bolehkah aku ikut?" Filza berdiri dan menarik tangan Ryuga. "A-aku juga belum punya tempat tinggal, ki-kita bisa mencarinya bersama."
"Baiklah ayo!" Ryuga dan Filza keluar dari mall mencari taksi online untuk menghantarkan mereka ke apartemen Elevee.
Tintin!
__ADS_1
"Mas Ryu! Mau kemana?" Prio memberhentikan mobilnya didepan Ryuga dan Filza lalu membuka kaca jendela mobilnya. "Bukannya sedang belajar di akademi?"
"Ah panjang pak ceritanya, hehehe." Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mangkal disini pak? Bisa antarkan kami ke apartemen Elevee."
"Baik mas Ryu, mari masuk!" Prio membukanan pintu untuk Ryuga dan Filza. "Bagaimana kabar anak saya Raras, mas Ryu?"
Prio mengemudikan mobilnya ke arah Pusdiklantas Alam Sutera sangat pelan karena memang sekarang jam macet kendaraan.
"Baik pak, tapi ...." Ryuga sangat berat menceritakan keadaan sebenarnya. "Tapi aku sudah tidak di akademi lagi pak, sudah dikeluarkan dari akademi. Maaf aku tidak bisa menjaga Raras. Oh ya Raras sudah saya beri uang 150 juta waktu itu, karena berhasil menjual mayat monster pada saya, apakah bapak tahu?"
"Terima kasih mas Ryu! Berkat mas Ryuga, Raras bisa masuk akademi. Dan juga terima kasih atas uang yang mas Ryu berikan, sangat membantu. Oh ya saya juga menemukan informasi tentang penambangan batu logam dekat disini, di Gunung Sindur, Bogor. Kata temanku banyak jenis batu logam di gua itu tapi ada monster besar yang menjaganya." Prio masih terus menyetir pelan, 3 menit lagi mereka akan sampai di depan apartemen Elevee.
"Terima kasih pak Prio. Nanti aku transfer uang ke rekening pak Prio untuk bayaran informasinya." Ryuga sudah mentransfer uang senilai 50 juta. "Oh ya pak, bapak bisa memberikan nomor telepon teman bapak? Aku sudah mentransfer uang 50 juta pada rekening pak Prio."
Prio memarkirkan mobilnya di depan pintu utama apartemen Elevee. Prio membukakan pintu Ryuga dan Filza "Terima kasih pak atas pelayanan dan informasinya!" Ryuga menunduk hormat. "Oh ya, besok pagi bapak bisa menjemputku disini?"
"Bisa mas, bisa. Kabari bapak saja!" Prio pun masuk mobil dan membunyikan klakson lalu pergi meninggalkan Ryuga dan Filza.
Ryuga ditemani Filza ke kantor pemasaran, untung saja kantormya belum tutup masih pukul 14.30 WIB. Filza dari dalam mobil diam saja, tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya, raut wajahnya pun murung seperti memikirkan sesuatu.
"Permisi nona, maaf apakah ada unit yang bisa disewa untuk satu bulan?" tanya Ryuga tersenyum manis.
"Maaf mas dan mba! Tidak ada, adanya sewa tahunan dan pembelian. Mas dan mba mau pilih yang sewa tahunan atau pembelian unit?" sales wanita memberikan brosur apartemen.
"Unit yang paling mahal yang mana mba?" tanya Ryuga.
__ADS_1
"Cih bocah gila, mana punya uang membeli apartemen presidential suit seharga 2 milyar," ejek sales wanita dalam batinnya menatap sinis Ryuga.
"Anda meragukan saya mba?" Ryuga mengeluarkan atm miliknya dan menaruhnya di meja sales wanita. "Silahkan dicek pada mesin EDC jumlahnya ada berapa? Saya mau beli unit yang paling mahal!"
Kartu atm pemerintah Sangakama akan berubah otomatis sesuai isi saldonya. Jika isi saldonya di atas 100 milyar maka warnanya berubah menjadi hitam berkilau ada tulisan pemiliknya dan logo SVVIP.
Sales wanita itu membulatkan mata, "Kar-kartu ini?! Ti-tidak mung-mungkin?!" Sales wanita itu gemetar memegang kartu atm milik Ryuga. "Maaf tuan, ini ada kamar yang lebih mahal, fasilitasnya lebih mewah harganya 3 milyar."
"Beli! Lakukan cepat!" Ryuga duduk di kursi depan sales wanita. "Filza, kamu mau pilih kamar yang mana?"
Filza raut wajahnya bingung, "Aduh, aku malu sekali. Sebenarnya aku tak punya uang untuk menyewa apartemen semahal ini," batin Filza dengan raut wajahnya yang murung.
"Kenapa? Ada masalah? Atau kamu sakit?" tanya Ryuga.
"Ti-tidak apa-apa. Sebenarnya aku ...," jawab Filza terpotong.
"Ya aku paham. Pasti ada suatu masalah yang menimpamu, jika kamu mau tinggal bersamaku tak masalah. Tapi tolong bantu aku untuk memasak dan membersihkan rumah, tenang saja aku pasti akan menjamin kehidupanmu," ucap Ryuga tersenyum.
"Terima kasih Ryu, terima kasih banyak." Filza menunduk hormat.
"Maaf tuan transaksi sudah diproses. Ini kartu kunci kamarnya di lantai paling atas." Sales wanita memberikan kartu kunci kamar Ryuga. "Silahkan scan sidik jari dan scan retina mata untuk verifikasi sandi kamar."
Ryuga menempelkan kedua jempolnya dan menaruh mata kanannya pada mesin scanner untuk verifikasi sandi kamarnya. "Sudah nona?"
"Sudah, terima kasih atas pembelian unit presidential 01 di apartemen Elevee. Tuan mendapatkan fasilitas gratis super gym dan personal trainer selamanya dan fasilitas kolam renang SVIP di apartemen Elevee, juga makanan mewah selama satu tahun," jelas sales wanita.
__ADS_1