KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 132


__ADS_3

Di kelas, Ryuga acuh dengan kejadiannya barusan. Karena memang menganggap tidak ada hubungan dengan Micheline, lagipula Yoran sudah merendahkannya.


Dalam pikirannya mengatur rencana untuk menghancurkan Yoran yang diketahui penguasa bawah tanah Neo Japan.


Ryuga akan mulai menginvasi bisnis, mulai dari bagian selatan Neo Japan. Semua mahasiswa dan mahasiswi kali ini menunjukan sikap tidak suka pada Ryuga, karena Bill lagi-lagi menyerangnya dengan fitnah. Ryuga sama sekali tidak tahu.


Fitnah yang disebarkan adalah Ryuga dalam balapan liar kemarin telah mencelekai Stevin. Tentu bagi mahasiswa dan mahasiswa, sosok Stevin adalah idola mereka. Bukan hanya tampan, kaya, tapi juga pintar dan raja jalanan.


Bill ingin menghancurkan reputasi Ryuga, tapi tidak menggunakan tangannya, tapi tangan orang lain. Ryuga kini berdiri seorang diri di Neo Japan, Filza hanya mengawasinya dari jauh.


Bel pulang berbunyi, Ryuga keluar dari kelas, tapi semua mahasiswa dan mahasiswi di lorong menatap tidak suka padanya.


Seperti biasa Ryuga ke perpustakaan, mencari informasi tentang hal penting terkait Neo Japan. Tapi Ryuga ingin mencari para penguasa di Neo Japan, hasilnya pasti tidak diketemukan karena memang tidak ada di perpustakaan.


Mungkin Miku sedikit tahu, dan mencoba menghubunginya melalui tulisan pesan. Ryuga juga harus mencari tahu kenapa Miku memecatnya tiba-tiba.


Miku membalas untuk ke rumah Hokkaido di pusat kota, dia sedang menjenguk ayahnya. Karena selama ini Miku meninggalkan ayahnya di rumah sakit, bahkan ia sekarang tidak punya bengkel dan rumah lagi. Sebab disita oleh Enran.


Untuk menyingkat waktu perjalanan Ryuga berteleportasi dan tiba di depan pintu masuk rumah sakit. Tentu saja securiti yang sedang berjaga terkejut, tapi dipersilahkam masuk.


Sampai di lobi rumah Ryuga bertanya pada resepsionis, "Maaf, nona. Kamar tuan Hatsune Iyoshi dimana?"


"Sebentar, aku cek dulu ya!" jawab perawat di bagian resepsionis sembari tersenyum. "Lantai 10 nomor 21."


"Baik, terima kasih." Ryuga menunduk hormat dan tersenyum pada resepsionis. Lalu berjalan menunu lift.


Sesampainya di kamar tersebut, Ryuga mengetuk pintu dan Miku membukanya. Pipinya lebam dan matanya sembab, tentu saja Ryuga kasihan.


Tapi melihat Miku memakai sweater coklat dan rok putih selutut, Ryuga sesaat terpana. Ini berbeda dari Miku yang bekerja dibengkel yang memakai pakaian wearpack.

__ADS_1


Miku langsung bereaksi dengan nada sedih, "Aku minta maaf jika harus memecatmu Verg. Ini diluar kendaliku, mereka merampas bengkel ayah. Aku sudah meminta tenggat waktu, tapi mereka menolak. Jika ada tenggat waktu pun tetap saja bunganya belum tentu bisa aku bayar."


"Maksud nona geng Night Blue mereka kembali, biadab." Ryuga mengeraskan rahang dan mengepalkan tangan.


"Bukan Verg. Tapi salah satu anggota mafia klan Tokugawa yang berkuasa di bagian selatan. Night Blue itu hanya butiran debu di mata mereka." Miku menggeleng lalu menundukan wajah.


Ia sudah berhutang banyak pada Ryuga kini dan bingung bagaimana membayarnya. Ditambah ayahnya butuh biaya pengobatan dan Miku juga harus tetap mencari nafkah.


"Maukah kau membantuku nona, untuk menguasai Neo Japan?"


Kata-kata itu terlontar mudah saja dari mulut Ryuga. Sesaat Miku memindai tubuh Ryuga, tidak ada spesial di tubuhnya hanya pemuda biasa. Meski Ryuga bisa kuliah di Universitas Hokkaido, tapi Miku sudah memastikan temannya untuk menyelidiki Ryuga. Bahwa Ryuga hanya pemuda biasa dan mendapatkan beasiswa di Universitas tersebut.


"Kenapa? Tak percaya? Aku bisa menyembuhkan ayahmu dan membayar lunas semua biaya pengobatannya sekarang juga," tegas Ryuga menatap tajam Miku.


Miku melihat ada perbedaan Ryuga yang pertama kali datang ke bengkel dengan yang sekarang.


"Tunggu, apakah memang Vergil ini menyembunyikan identitasnya, seperti ibu dahulu?" batin Miku mengernyit.


Mereka berdua mengetahui jika Zasha adalah pembunuh bayaran, setelah ia diketemuka tewas bersimbah darah di kamarnya dan memberikan jam tangan ruang, di dalamnya ada semua identitas tentang Zasha sebenarnya.


Miku mundur dan raut wajahnya ketakutan, takut karena ia pikir Ryuga adalah pembunuh bayaran juga seperti ibunya.


"Tenang, aku bukan seperti ibumu." Ryuga bibirnya tersenyum lebar, untuk menenangkan Miku. Senyumnya itu memang selalu biasa mencairkan suasana apapun.


Ryuga melanjutkan perkataannya, "Aku hanya butuh informasi tentang Neo Japan terutama dunia bawah dan dunia atas."


"Verg, ini berbahaya. Disini adalah dunia yakuza dan pembunuh bayaran. Apakah kau siap melawan mereka? Jika kau ingin menguasai Neo Japan, bukan hanya uang, kita butuh orang yang bisa kita percaya. Jika aku lebih memilih berperan dibalik layar."


Miku mengatakan sekenanya, tapi kata-kata itu menunjukan bahwa Miku mulai mempercayai niatan Ryuga.

__ADS_1


"Untuk itu, berikan aku jalannya, nona Zerowan." Ryuga tersenyum licik.


Deg!


Miku tersentak kaget, matanya mengernyit. Bagaimana Ryuga bisa tahu tentang masa lalunya? Jawabannya mudah Zayd, dia adalah machinist ulung. Setelah berhasil dikalahkan di portal memory of heaven, Zayd atau Jester dan Afkham atau Gardosen tobat dan berpihak pada Ryuga.


Zerowan adalah identitas Miku sebagai Queen Machinist atau disingkat QM. Job yang lebih tinggi dari Machinist. Jika Zayd adalah Machinist terbaik di dunia yang mengurusi masalah pemrograman jaringan digital atau lebih dikenal hacker. Maka Miku lebih dari itu, Hacker, Arsitek, dan Mekanik.


Miku berhenti dari dunia tersebut setelah ayahnya sakit. Iyoshi sakit dianggap karma untuk Miku karena semua perbuatan ilegalnya di masa lalu.


Bisa saja Miku menjatuhkan Yoran tapi ia tidak lakukan. Balas dendam tidak bisa mengubah memutus rantai kebencian. Langkahnya adalah bersabar dan mengalah. Mengalah bukan berarti kalah, mengalah untuk menang.


Miku tersenyum puas pada Vergil yang mampu membongkar identitas gelap Miku dan Zasha.


Miku tahu sekarang yang berdiri di depannya bukan Vergil sang Mahasiswa, tapi Vergil yang mempunyai aura kaisar.


"Berapa yang kamu punya?" tanya Miku tersenyum tipis.


Ryuga sudah paham arah tujuan pembicaraan Miku dan menjawab, "Berapapun yang kamu butuhkan. Tapi aku punya usulan, cari tempat sampah mobil untukku. Aku mau membuat dua penekanan identitas padaku, mahasiswa dan pengepul mobil bekas."


"Baiklah." Miku tersenyum tipis lalu mengangguk. "Aku akan mengurusnya tapi aku akan menyetujui semua permintaanmu, asal-"


"Beres." Ryuga langsung mendial nomor di smarphonenya. Nomor aneh harus menekan beberapa tanda bintang dan pagar, Miku pun tak mengerti.


"Halo V! Aku butuh bantuanmu! Biasa!" pinta Ryuga pada perempuan di sambungan telefon.


"Dasar Jailangkung!" Perempuan itu berteriak kencang. Lalu melanjutkan perkataannya, "Aku akan mengirimkannya dalam 30 detik bersiaplah!"


Ryuga mematikan sambungan telefon dan tersenyum kecut, lagi-lagi dia bersikap seperti itu padanya, tambah barbar.

__ADS_1


Dari jam tangan ruang Ryuga bersinar dan muncul 1 botol potion berwarna jingga.


__ADS_2