
Menara Houten House, wilayah Timur Hokaido.
Wilayah Selatan Hokkaido heboh, setelah Yoran mengetahui jika 10 orang kepercayaannya yang ditempatkan di pusat kota wilayah selatan telah tiada.
Diketemukan di rekaman CCTV luar bayangan putih yang masuk ke dalam gedung, sebelum mereka hilang tanpa jejak.
Yoran, Arakorn dan Belucci sedang melakukan pertemuan terkait hilangnya 10 mata-mata mereka di wilayah selatan untuk memata-matai Rob, Night Blue dan UniverseRuler.
"Yoran, wilayah selatan sudah tak aman untuk kita. Apakah kita lakukan perang terbuka dengan penguasa baru tersebut?" usul Belucci geram.
Yoran menopang dagu di atas tautan tangannya, "Perang terbuka hanya akan merusak semua bisnis kita. Apalagi kita tidak bisa mengukur kekuatan penguasa UniverseRuler. Rob saja yang paling lemah diantara kita, mudah saja dikalahkan."
"Kirim saja pembunuh bayaran dari Dark Realm, Hostages, dan Qirinmonk. Seperti biasanya lakukan perang tertutup dan ukur sejauh mana kekuatan penguasa baru itu," timpal Arakorn.
"Arakorn, apa kau bodoh? Jika kita menggunakan ketiga asosiasi pembunuh bayaran peringkat atas sekaligus, maka asosiasi pembunuh bayaran bajingan itu akan ikut campur," sahut Belucci.
"Justru itu, aku sengaja ingin menghabisi mereka semua saat ini juga. Aku sudah mengirimkan pasukan mutant yang telah aku bentuk ke markas mereka." Arakorn tertawa terbahak-bahak.
***
Ruang bawah asosiasi Assasin Titania.
"Kim, Kin, kerja kalian sangat bagus dan rapi. Aku yakin mereka takan bisa menemukan jejak kita," puji Vouge tersenyum lebar melihat sepuluh kepala yanh dimasukan ke dalam brankas dan memberikan uang 10 juta yen pada Ryuga.
Ryuga memberikan uang 10 juta yen tersebut pada Gladys, tiba-tiba alarm darurat berbunyi keras.
Di ruangan bar, banyak pembunuh terluka parah akibat serangan pasukan mutant yang dikirim oleh Arakorn.
Pasukan mutant tersebut mampu menaikan level dalam sekejap dan dipimpin oleh tangan kanan Arakorn bernama Hikari.
"Dragon Form! Dragon Aura! Dragon Breath!"
__ADS_1
Hikari melepaskan skill mutannya dan berubah menjadi manusia setengah naga atau Demi Dragon. Lalu tubuhnya diselimuti aura merah dan menyemburkan nafas yang sangat panas.
Ruangan bar terbakar hebat, hanya menyisakan BlackCorn dan berhasil kabur menuju lift bawah tanah.
"Aaakh, sial!" BlackCorn meringis kesakitan dan menahan setengah tubuhnya yang melepuh di dinding lift yang sedang menuju ruangan Vogue.
Pintu lift terbuka, ada Vogue yang memang ingin menuju atas, "Kenapa bro? Apa yang terjadi?" tanya Vogue yang langsung memapah tubuh BlackCorn.
Ryuga mengernyit dibalik Mask Of Universe, "Cepat duduka dia disini. Itu akan terus membuat tubuhnya panas dan bisa meledak kapan saja," pinta Ryuga lalu menoleh sedikit ke arah Gladys.
BlackCorn segera di dudukan pada kursi milik Vogue dan tangan Gladys ditempelkan ke dada BlackCorn, "Psycho Heal!" seru Gladys.
Luka bakar di tubuh BlackCorn, cepat pulih, efek terbakar dan racun dalam tubuh BlackCorn segera dinetralkan oleh teknik penyembuhan milik Gladys.
Skill Psycho Heal adalah teknik penyembuh yang bisa mentralisir efek buff terbakar, berdarah, lumpuh, linglung, membeku, keracunan, membatu dan terkena kutukan.
BlackCorn dan Vogue berdecak kagum dengan teknik penyembuhan milik Gladys. Apalagi tubuh BlackCorn yang sebelumnya melepuh langsung seperti sediakala.
BlackCorn menghela nafas panjang dan tertunduk lesu, "Asosiasi Assasin Titania sudah hancur, anggota kita semuanya tewas oleh Hikari dan pasukan mutannya. Sepertinya kita telah terlambat satu langkah oleh langkah Arakorn, pantas saja mata-mata kita tidak ada yang kembali dalam 3 hari ini."
"Aku akan menghabisi Hikari." Gladys geram dan tangannya mengepal.
"Bukankah penyerangan ini bisa membalikan keadaan untuk kita?" Ryuga melontarkan asumsinya.
"Kamu benar Kim. Kita bisa mengajukan banding pada Asosiasi Rinbo, tapi aku tidak yakin mereka akan berpihak pada kita." Vouge menjawab dengan tertunduk lesu.
Kemudian melanjutkan, "Tapi ada satu cara, mata-mata kita mengirimkan berita jika Signas ingin menghabisi penguasa baru wilayah Selatan yaitu pemimpin UniverseRuler. Jika kita bisa melindunginya, maka kita bisa membalik keadaan."
"Oh, jadi mereka ingin melakukan perang tertutup denganku. Baiklah, aku akan melayani mereka dengan sangat senang hati," batin Ryuga menyeringai dari balik topengnya.
Ryuga menjentikan jari, "Psycho Warp!" Gladys paham dan menciptakan portal warp dan dari dalam keluar Zaka dan Zaki yang memakai topeng cyborg yang sama seperti Ryuga dan Gladys pakai.
__ADS_1
"Lalu asosiasi mana saja yang akan menyerang UniverseRuler?" tanya Ryuga dingin.
"Dark Realm, Hostages dan Qirinmonk," jawab BlackCorn penuh percaya diri karena sangat yakin jika keempat orang yang berada di depannya pembunuh bayaran yang sangat hebat. "Aku akan menamai kalian Four White Shadow!"
"Nama yang cukup keren." Gladys menyunggingkan senyum dari balik topengnya.
"Tunggu kabar yang baik dari kami." Gladys memunggungi Ryuga, Vogue dan BlackCorn dan melambaikan tangan ke atas. Lalu masuk ke dalam portal warp diikuti Zaka dan Zaki.
"Kalian pergilah berdua. Aku akan melayani tamu yang sebentar lagi datang." Ryuga menyunggingkan senyum karena pasukan mutan yang dipimpin Hikari berhasil masuk ke ruang bawah tanah melalui lubang lift.
"Temui kami dikordinat ini." Vogue mengirimkan lokasi mereka yang akan dituju selanjutnya ke kartu anggota Assasin Titania yang Ryuga miliki saat ini.
Suara ledakan besar mengguncang ruang bawah tanah, pintu lift hancur dan terbuka lebar. Hikari, manusia setengah naga dan beberapa manusia setengah binatang lain pun mengepung Ryuga.
Ryuga menyunggingkan senyum dan melepaskan aura emperor. Mereka semua tertelungkup ke permukaan lantai, "Sebelum aku membunuh kalian. Aku akan biarkan kalian semua melihat dengan mata kepala sendiri, orang yang telah menghabisi nyawa kalian."
Kemudian membuka Mask Of Universe dan mengeluarkan Yamato. Membuat mereka menelan ludah dan gemetar tubuhnya, "Selamat tinggal, Judgement Cut End!"
"Ryu-" Sebelum mereka melanjutkan perkataannya dengan mata melebar. Kepala mereka semuanya terlepas dari badannya dan Ryuga menghisap kepala mereka ke dalam jam tangan ruang termasuk kepala Hikari.
Tubuh 20 orang pasukan mutan tersebut dibakar habis tak tersisa oleh api putih yang dilemparkan Ryuga.
"Pasukan mutan katanya. Hanya seekor semut saja disebut pasukan mutan, lebih baik aku pergi kesana. Untung saja Zaki dan Zaka sudah menandai gedung itu, Trickster!"
Tubuh Ryuga berkedip dan tiba di atas Menara Houten House, wilayah Timur Hokaido. Lalu masuk ke dalam pintu dan berlari cepat menyusuri tangga menuju ruangan rapat yang ketiga anggota Signas sedang gelar.
Ryuga tiba-tiba muncul di tengah-tengah meja dan mengejutkan Yoran, Arakorn dan Belucci.
"Halo, tuan-tuan!" Ryuga membungkuk hormat dengan tangan kanan disilangkan ke dada kiri.
Yoran, Arakorn dan Belucci mengernyit dan melepaskan aura emperor mereka ke arah Ryuga yang hanya bisa membuat Ryuga tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ha-ha-ha ... karena kalian bisa menghiburku dengan baik, maka aku akan berikan hadiah untuk kalian." Ryuga mengeluarkan 20 kepala pasukan mutan termasuk kepala Hikari, menumpuknya di atas meja. Kemudian melanjutkan, "Anggap saja ini salam dari kami Four White Shadow!"