
Ryuga mengambil jarum lain yang tersedia di meja. Lalu mengalirkan energi veda pada setiap rongga molekul penyusun jarum, dan memenuhinya dengan energi Veda. Ryuga dengan tenang dan tatapan mata tajam melempar jarum dan gelombang kejut kecil dari jentikan jari bersamaan.
Shua!
Crak!
Batu bata itu tertembus oleh jarum yang dilempar oleh Ryuga, bukan hanya satu lubang tapi dua lubang.
Kira membulatkan mata, para kadet yang melihatnya juga mengernyitkan dahi. Ryuga dengan raut muka datar kembali ke tempat duduknya, dengan menundukan wajah. Josephine yang duduk di samping kanan Ryuga mengacungkan jempol pada Ryuga.
"Sejak kapan Ryuga mempelajari kontrol Divya dan sesempurna itu?" Sewaktu aku masih di akademi, aku membutuhkan waktu 1 tahun, untuk bisa melempar jarum yang dialiiri energi veda hingga bisa menembus batu bata," pikir Kira yang tidak mengetahui jika Ryuga adalah subyek penelitian 01, asal muasal semua kekuatan Divya dan senjata dewa.
"Baik kelas selesai, esok hari kita akan latihan mengontrol energi Veda pada penggunaan senjata, semua bubar!"
Vanya dan Rany masuk ke kelas, lalu menghampiri Ryuga. Sementara kadet yang lain menuju dormitori masing-masing. "Ayo kita ke kantin, aku lapar!" ajak Josephine.
Ryuga hanya menganggukan kepala dengan tersenyum, "Ryu! traktir kami donk! Masa traktir Josephine sudah habis, hehehehe," pinta Vanya tanpa rasa malu. "Atau kau saja Josephine, masa traktirnya diperpanjang!"
"Sudah Vanya aku yang traktir! Hari ini semua aku yang traktir, ayo!" ajak Ryuga.
"Tunggu Ryu! Apa kau tidak ingin mengambil hadiah dari guru? Kau kan berhasil lulus dari ujian guru," tanya Rany.
"Nanti saja, skill itu terlalu hebat untukku dan mungkin aku memang tak pantas memilikinya," jawab Ryuga. "Lebih baik kita makan saja dahulu!"
"Kenapa Ryuga berkata seperti itu? Apa dia punya masalah, sedari tadi Ryu juga tampak murung dan sedikit berbicara, apa yang terjadi dengan Ryuga?" pikir Rany.
___
___
___
Ryuga sendirian di training field setelah ia makan bersama di kantin. Rany yang khawatir dengan Ryuga mengikutinya dari belakang, tanpa Ryuga sadari. Kira mengawasi dari atas pepohonan.
"Aku harus menjadi lebih kuat! Kokobot lakukan proses selanjutnya!" titah Ryuga dalam batinnya.
[Baik juragan. Silahkan keluarkan mayat F.G.D. dan satukan setiap kepalanya yang putus dengan skill regeneration cyborg]
Ryuga mengeluarkan tubuh F.G.D. dan 4 kepalanya yang putus, lalu menyatukannya kembali, dengan skill regeneration. Guratan bekas luka putus pada setiap kepala naga, perlahan menutup seperti semula tanpa ada goresan sedikit pun.
__ADS_1
[Silahkan juragan tempelkan kedua telapak tangan ke tubuh F.G.D.]
Ryuga mengikuti seluruh arahan Kokobot, tapi dalam hatinya begitu takut. Apa yang ingin Kokobot lakukan untuk Ryuga? Memberinya kekuatan? Atau hanya ingin membunuhnya perlahan. "Sudah, cepatlah! Takut adang melihat nanti!" seru Ryuga dalam batinnya.
[Memulai proses penyerapan tubuh F.G.D.. Memulai proses dalam 3 ..
2 ... 1...]
[Proses penyerapan akan sangat menyakitkan]
[0%]
"Aaaaargh! Sakit sekali!" Ryuga berteriak sekencang-kencangnya, kedua tangannya mengepal, matanya hanya terlihat sklera yang berwarna putih.
[20%]
Rany berusaha mendekati karena khawatir, tiba-tiba Kira muncul di samping Rany dan mencegahnya. "Jangan! ini sangat berbahaya. Kita tidak tahu, apa yang akan terjadi dengan Ryuga?!"
"Tapi guru ...," balas Rany terpotong.
"Sudah kita lihat saja dari sini, jika semakin memburuk, Aku akan segera bertindak. Kamu hubungi saja Vanya dan Josephine, untuk kemari," titah Kira.
[40%]
[60%]
[80%]
Tubuh Ryuga menegang, urat ototnya keluar, tubuhnya perlahan melayang ke udara, kulitnya terkelupas berubah warna menjadi keemasan lalu bersinar terang. Ryuga masih terus berteriak, semakin lama teriakannya semakin keras, menahan rasa sakit yang luar biasa.
[100%]
[Proses penyerapan selesai]
[Juragan kehilangan kesadaran dan akan pulih dalam 5 menit]
Kira bergegas menangkap tubuh Ryuga, tubuh itu perlahan turun le tanah dalam keadaan terlentang. Kira mengambil blackball dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menyangga kepala Ryuga. "Kenapa kamu selalu bertindak ceroboh seperti ini, Ryuga? Padahal aku akan memberikanmu skill awakening drive," gumam Kira. "Yokto healing regeneration!"
Blackball membesar menjadi diameter 10 meter berwarna hitam transparan, lalu menelan tubuh Ryuga dan lalu melayang di udara, 1 meter dari permukaan tanah, dan mulai menyembuhkan sel-sel kulit Ryuga.
__ADS_1
"Pfft, uhuk, uhuk,uhuk, guhak!" Kira batuk dan memuntahkan darah. "Kenapa sakit ini muncul di saat genting seperti ini? Sial!"
"Guru! Extreme heal!"
"Guru! Shadow hand!"
Josephine dan Vanya berlari, memanggil Kira dari kejauhan. Josephine mengeluarkan tangan bayangan untuk menangkap Kira yang akan tumbang. Tubuh Kira di selimuti aura berwarna hijau, luka dalamnya pulih perlahan.
"Soul of fiber! God of water!"
Rany menancapkan blue claw ke permukaan tanah. Bulir-bulir air kecil mengelilingi tubuh Rany, dia menggerakan bulir-bulir itu ke arah bola hitam transparan yang menelan tubuh Ryuga. Bulir-bulir air menempel pada kulit bola hitam, kulit tubuh Ryuga berwarna emas, perlahan kembali seperti semula berwarna putih pucat.
Bruk!
Rany menumpu dengan lutut kanannya, ia kelelahan karena staminanya terkuras habis setelah menggunaka skill soul fiber."Rany jangan memaksakan diri, aku yakin Ryuga akan sadar."
Tiiiuw!
Tiiiuw!
Tiiiuw!
Alarm akademi berbunyi keras, "sial kenapa disaat seperti ini? Malah ada peringatan monster," gumam Ryuga.
[Kepada seluruh kadet harap berkumpul di aula akademi. 5 Portal monster berwarna ungu muncul di Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sawangan Depok, Harapan Indah Bekasi, Kedawung Cirebon, dan Serpong Tangerang Selatan]
Ryuga mulai membuka matanya perlahan, ia bingung kenapa malah berada di dalam bola hitam transparan.
"Vanya pulihkan stamina Rany, Josephine kau dahulu ke aula cepat! Kita mengalami keadaan genting!" titah Kira.
"Baik guru!" Josephine meniggalkan training field dan bergegas lari ke aula akademi. Vanya mengembalikan stamina Rany, lalu pergi menyusul ke aula akademi bersama Rany.
Bola transparan hitam perlahan turun, lalu memudar. Ryuga berdiri dan bertanya pada Kira, "guru apa yang terjadi?"
"Tugasmua sebagai satuan ASSAT dimulai sekarang, 5 portal ungu muncul di kota, dan ini pasti hal yang buruk. Para kadet minimal level 4 dan tipe healer akan dikirim ke lapangan, kita tidak bisa berdiam diri. Atau nasib Bimantala Siliwangi akan sama dengan Bimantala Majapahit!" Kira memberikan seragam ketua kadet pada Ryuga karena Ryuga hanya memakai ****** ***** saja. "Cepat pakailah, apakah kamu tak sadar jika kamu hanya telanjang saja?"
Ryuga memandangi setiap inchi bagian tubuhnya, dan membulatkan mata ternyata ia hanya memakai ****** ***** saja. "Eeeeh?! Ya baik guru maaf. Guru pergi saja dahulu aku akan menyusul dan langsung ke TKP!"
Kira menganggukan kepala lalu meninggalkan training field. "Baiklah kita waktunya menunjukan kekuatanku yang baru, Kokobot buka paladium chest!" titah Ryuga dalam batinnya.
__ADS_1
[Membuka paladium chest]