KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 25


__ADS_3

Anilika mendengus kasar, nafasnya perlahan ia turunkan agar emosinya tak terpancing. "Buktikan senjata siapa yang lebih kuat. Dengan kompetisi membelah batu logam, ada 3 jenis batu logam yang akan dibelah, iron sampai silver. Bagaimana tuan Kosmo?" tanya Anilika dengan raut muka sinis.


"Baik, hadiahnya apa? Jika mereka kalah, toko senjata Brans ini harus ditutup, dan pemiliknya tidak boleh lagi tinggal di Diamond Frost, bagaimana?" Kosmo melirik Ryuga dengan tatapan sinis dan merendahkan.


"Cih, aku yakin kau pasti akan terusir dari sini," Kosmo berdecih dan sangat percaya diri karena Kosmo adalah blacksmith terhebat di sektor Majapahit. Bahkan pemerintahan Sangakama pusat sering memesan senjata pada Kosmo.


"Setuju!" teriak Ryuga memecah keheningan di dalam toko.


"Tapi Ryuga ...," ucap Inusha terpotong.


Ryuga tersenyum tipis, "percayalah padaku. Serahkan semuanya padaku," ucap Ryuga menatap tajam Kosmo. "Aku juga punya permintaan, jika kau kalah tuan Kosmo, semua hartamu harus kau serahkan padaku tanpa sisa, begitu pula aku."


"Sombong sekali kau bocah tengik! Baiklah aku menerimanya dan aku pastikan kau akan keluar dari kota ini dalam keadaan telanjang dan akan aku tendang pantatmu itu!" umpat Kosmo dengan menyeringai licik.


__


__


__


Anilika mengadakan kompetisi ini di depan khalayak umum, tepatnya alun-alun kota. Disana berdiri tiang putih tegak setinggi 10 meter dan di dekat tiang ada podium.


Anilika sudah berdiri di podium untuk berpidato, "baik hari ini penduduk Diamond Frost menjadi saksi kompetisi toko senjata siapa yang lebih kuat, yang kalah akan diusir dan memberikan semua hartanya tanpa sisa kepada yang menang, kompetisi pertama di mulai!" teriak Anilika mengumumkan kompetisi.


Semua warga sudah berkumpul di alun-alun ingin menyaksikan kompetisi antara toko senjata Brans dengan toko senjata Kosmos. Ryuga hanya membawa satu senjata pedang dengan logam iron dan satu armor dengan logam iron juga.


Kompetisi pertama membelah batu logam, kompetisi kedua adu armor siapa yang lebih kuat, dan kompetisi ketiga bertarung dengan armor dan senjata terbaik milik toko masing-masing.

__ADS_1


Kosmo membawa pedang dengan logam iron, bronze, dan silver serta armor gold. Untuk kompetisi adu senjata, Kosmo membawa tombak berlogam diamond dan armor platinum.


"Hai tolol! Kau sudah putus asa, masa hanya membawa pedang dan baju zirah berlogam iron, hahahaha ...," ejek Kosmo sambil tertawa jahat, tatapan matanya merendahkan. Ryuga tak menanggapi ejekan Kosmo dan hanya bermuka datar.


95% warga juga merendahkan Ryuga dengan mengejeknya, Ryuga hanya di dukung warga terpinggirkan, Anilika, Geminu dan Ronald. Mereka percaya pada Ryuga bahwa bisa mengalahkan si tua bangka Kosmo itu.


"Baik kita undi siapa yang mulai pertama! tuan Ryuga anda muka, dan tuan Kosmo anda mulut!" teriak Anilika dari podiumnya, ia melempar koin Rp 100 dengan dua sisi mulut dan muka.


Tring!


Koin terlempar ke atas lalu jatuh ke permukaan tanah dalam keadaan berputar pelan dan jatuh dengan sisi mulut, "tuan Kosmo anda yang pertama!" tunjuk Anilika pada Kosmo.


Ryuga menyilangkan tangan dan menaruhnya di dada, "kesombongan itu awal dari kehancuran," batin Ryuga menatap sinis Kosmo dengan raut muka datar.


3 batu ogam sudah tersedia di depan Kosmo, ukuran masing-masing batu sebesar bola sepak. Kosmo dengan mengacungkan pedang berlogam iron tinggi-tinggi seraya berkata, "lihatlah pedangku ini mampu menebas sampai logam bronze!"


Slash!


Slash!


Kosmo dengan bangga mengayunkan pedangnya membelah batu logam iron dan terbelah menjadi dua, lalu membelah batu bronze sama menjadi dua, namun pedangnya sedikit retak. Kosmo mengayunkan pedang berlogam iron ke batu logam silver dan pedang itu patah menjadi dua. "Pedang berlogam iron milik tuan kosmo hanya sampai logam bronze!" teriak Anilika mengumumkan hasil Kosmo.


Kosmo engambil pedang berlogam bronze dan berhasil membelah sampai batu logam silver, ketika sampai batu logam gold pedang itu juga patah. Pada kesempatan ketiga Kosmo mengambil pedang berlogam silver dan berhasil membelah sampai batu logam diamond tapi hanya membelah batu logam diamond setengahnya saja.


"Hasilnya rata-rata hanya dua tingkatan batu logam yang bisa di belah untuk tuan Kosmo!" teriak Anilika kemudian menunjuk Ryuga. "Sekarang giliran tuan Ryuga!"


Penjaga keamanan menyiapkan batu logam yang baru, sampai tingkatan batu logam diamond, tapi Ryuga meminta sampai tingkatan batu logam Paladium yang cukup langka. Jika terbelah Ryuga siap membayarnya, karena ia akan memperbaiki senjata Anilika dengan logam paladium milik pemerintah Diamond Frost, jika level blacksmith Ryuga sudah sampai level yang lebih tinggi.

__ADS_1


Batu logam berbaris mulai dari iron sampai paladium. Ryuga bersiap mengayunkan pedang miliknya yang berlogam iron, semua warga menertawakan Ryuga yang begitu tolol.


"Hahaha ... pandai besi yang aneh dan tolol, mau membelah batu logam paladium dengan pedang berlogam iron, hahaha ...," ejek warga satu.


"Ya kau benar dia sudah gila, hahaha ...," imbuh warga dua mengejek.


"Pasti setelah ini pandai besi muda berotak udang itu dibikin malu oleh tingkahnya sendiri, hahaha ...," imbuh warga tiga mengejek dengan tatapan sinis dan tertawa jahat.


Slash!


Slash!


Slash!


Ryuga dengan gerakan ayunan cepat berhasil memotong sampai batu logam silver. "Pedang jenis apapun tidak penting, yang paling penting adalah siapa yang memegang pedangnya!" teriak Ryuga yang terus membelah batu logam gold, diamond, platinum hingga paladium menjadi dua bagian.


"Apa?!" teriak semua warga dengan membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, banyak dari warga mengucek mata mereka untuk memastikan ini mimpi atau kenyataan.


Anilika mengumumkan dengan berteriak, "pemenang ronde pertama tuan Ryuga!" warga terpinggirkan bersorak gembira setelah mendengar pengumuman Anilika, Gemusha memeluk Inusha, Ronald yang ingin memeluk Inusha di pukul kepalanya oleh Gemusha.


Buk!


"Dasar mesum, jangan macam-macam dengan adik kesayanganku!" teriak Gemusha sambil menarik pukulan dari kepala Ronald.


Ronald mengelus kepalanya yang sakit, "maaf nona aku tak sengaja, hanya keceplosan saja karena terlalu bahagia," lirih Ronald dengan raut muka meringis menahan sakit.


"Sekarang ronde kedua, adu armor toko senjata yang paling kuat!" teriak Anilika berapi-api karena Ryuga berhasil memenangkan ronde pertama.

__ADS_1


"Alah hanya kebetulan saja kau menang, bocah tengik! Kali ini armormu yang berlogam sampah itu pasti akan rusak oleh tebasan pedang milikku, hmph!" ejek Kosmo dengan mendengus kesal, tatapan sinisnya tak pernah lepas dari mata Kosmo dalam memandang Ryuga.


"Sudah kuduga, pemuda itu bukan pemuda biasa. Dari tatapan matanya saja terlihat orang yang sangat kuat. Aku akan memberitahukan tuan Basilisk di Mesir, untuk membeli senjata dari toko Brans. Aku yakin dengan senjata itu kita bisa menang melawan portal monster yang sering di Mesir khususnya Alexandria," batin Rogue sambil menumpukan dagu pada telapak tangannya, matanya tak pernah lepas dari memandang Ryuga.


__ADS_2