KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 174


__ADS_3

Sementara itu, Vergil, Gladys, Zaka, Zaki, Akira, Vouge dan BlackCorn sedang menuju Bloodfallen City. Untuk meminta persetujuan, agar markas Titania dibuka cabangnya di Bloodfallen.


Vouge sudah memenuhi syarat yang diajukan Bloodfallen yaitu mempunyai 7 assasin berlevel mytrhil.


Mereka bertujuh sedang menaiki mobil Toyota Alphard yang dikemudikan Vouge. "Malas sekali meladeni mereka, kemana pun kita pergi selalu ada penguntit," kata Akira menyandarkan kepalanya ke jendela mobil yang sedang terbuka.


"Biarkan saja, mereka memang tidak ada pekerjaan memata-matai kita terus," celetuk Vergil menyandarkan kepalanya ke kursi.


"Kita hancurkan saja mereka hingga ke akar-akarnya. Selesai bukan masalahnya?" Dengan entengnya Akira mengatakan hal tersebut dan mengibaskan tangan.


"Tak semua masalah harus dilakukan dengan bunuh-membunuh. Kita juga harus punya strategi, kita harus mengambil alih Rinbo dari tangan Sasuke, tapi bukan dengan kekerasan," sergah Vouge.


"Jika kita menggunakan kekerasan, Neo Japan hanya akan rata dengan tanah. Setelah pasukan Dimitri dan pasukan Quiella itu tiba disini," timpal BlackCorn yang sangat paham kondisinya.


"Vouge, percepat jalannya. Bloodfallen City sedang diserang oleh anak buah Sasuke!" pinta BlackCorn.


Vouge pun mempercepat lajunya menuju jalan tol, agar jalannya lebih lancar dan cepat sampai.


"Yah, aku yakin. Begitu sampai semuanya sudah beres," batin Vergil.


***


30 menit kemudian.


Vouge sampai mengemudikan mobilnya di Bloodfallen City, tentu saja mata-mata itu tak bisa masuk ke dalam kubah khusus hanya diperuntukan para tamu khusus yang diizinkan.


"Sial, kita tak bisa masuk. Kita tak dapat informasi jika begitu. Kota sialan ini terlalu ketat dan punya keamanan yang terlalu super." Howling kesal memukul pohon di depannya.


"Kita tunggu saja mereka disini," celetuk Ori.

__ADS_1


"Jika kita menungggu disini. Kita tidak akan tahu, kenapa anggota Titania itu masuk ke dalam. Aku tak mau berspekulasi tentang rumor mereka menjadi bagian Bloodfallen City," sergah Howling.


"Aku rasa yes. Mereka itu sudah lemah, pasti mereka mau menjadi anj1ng-anj1ng Bloodfallen. Tapi aku hanya penasaran, apa yang ditawarkan oleh Bloodfallen ya?" sahut Rogue.


Pembangunan menggunakan teknologi Cypher Drone sangat cepat, pengerjaan Bloodfallen hanya tinggal 25% lagi selesai. Banyak-banyak gedung-gedung menjulang tinggi dan berbagai fasilitas di berbagai wilayah Bloodfallen sudah selesai.


Anggota Titania bersama masuk ke gedung pusat pemerintahan Bloodfallen bersama Rany, Filza, dan Angelina.


Mereka bertiga juga ingin menandatangani kontrak tentang Angels Beauty dan Guild Emperor membuka cabang di Bloodfallen. Setelah berpikir panjang, Filza dan Rany memutuskan untuk membuka cabang disini tanpa sepengetahuan Ryuga.


Tentu saja, langkahnya sudah Ryuga prediksi, jika Guild Emperor pasti akan membuka cabang di zona netral, apalagi dibawah perlindungannya.


Mereka bersepuluh memasuki ruangan untuk bertemu dengan Kiyu, Rob, Miku, Sam, dan Jiro. Karena mereka yang akan menentukan diterima atau tidaknya Titania, Angels Beauty dan Guild Emperor.


Angelina dan Rany memberikan surat kontrak kerja pada Sam untuk dipelajari. Sam membacanya secara seksama dan begitu rinci, agar tak ada satu pun kata yang terlewat. Begitu pula Vouge memberikan surat kontrak kerja yang sedang dianalisa oleh Kiyu.


"Sampai pembangunan ini selesai, pengajuan kontrak kerja pada Bloodfallen diberikan diskon 50% untuk seluruh biaya keamanan, sewa gedung, dan juga pembelian barang yang dibutuhkan untuk memenuhi isi gedung masing-masing tenan," jelas Rob membuat Filza, Angelina, dan Vouge tersenyum lebar.


Rob menandatangani surat kontrak kerja milik Rany, Angelina, dan Vouge. BlackCorn akhirnya bisa bernafas lega, Titania bisa menjadi bagian dari Bloodfallen.


"Aku rindu masa-masa ini, masa-masa berbisnis," batin Akira tersenyum puas.


"Lalu kapan kami menghuni menara keamanan lantai 1?" tanya Vouge.


"Sekarang pun boleh," jawab Rob dan melanjutkan, "Kalian juga sudah boleh merekrut anggota, tapi tidak diperkenan merekrut anggota keamanan Bloodfallen. Satu hal lagi perekrutan dilakukan di luar Bloodfallen, yang masuk ke dalam kota hanya boleh yang sudah menjadi anggota."


"Baik, tuan Rob." Vouge dan BlackCorn menunduk hormat.


"Kiyu, daftarkan mereka pada sistem!" titah Rob.

__ADS_1


"Baik, tuan Rob. Mari semuanya!" Kiyu keluar menuntun 7 anggota Titania keluar dari ruangan meeting menuju lift yang terhubung ke sky bridge antar menara. Tentu saja tujuannya adalah menara keamanan.


"Terima kasih Nona Angelina, Nona Filza, dan Nona Rany. Anda bertiga perempuan yang hebat, Divya yang sangat kuat, Pengusaha dan juga sangat cerdas." Pujian Rob membuat mereka bertiga tersipu malu.


"Kalian bukan hanya mahasiswa cerdas tapi pebisnis ulung rupanya. Sampaikan rasa terima kasih kami pada tuan Kismoyo dan tuan Ryuga," Sambung Rob.


"Sama-sama tuan Rob. Semoga kerjasama ini bisa memberikan banyak manfaat untuk kita semua." Angelina tersenyum dan menjabat tangan Rob.


***


Pesawat X-Jet.


"Tuan Sasuke, divisi Ancient Beast God menemukan sesuatu di daratan Shanghai. Apakah anda ingin melihatnya?" bisik Framraud salah komandan elit pasukan Rinbo.


Sasuke menghela nafas panjang, "Pasukan super elit membuatku muak dan terutama anak klan Kismoyo juga Kiyu membuatku muak. Aku harap ini tentang Animaria Sabertooth atau yang lainnya."


"Benar tuan, Azure Dragon, Winged Garuda Phoenix, Cerberus, King Of Abigail, dan Archangel Qirin semuanya berhasil dimiliki anak Regalia King. Hydra Kitsune sekarang ada dalam Highlander Dagger yang dipegang oleh salah satu White Four Shadow, namanya Kin atau Gladys Kusuma," jelas Framraud.


"Dasar serakah! Mereka hanya ingin menguasai Ancient Beast God itu sendiri. Kita harus berhasil mendapatkan Animaria Sabertooth!" Sasuke kesal memukul sandaran kursi di sampingnya hingga retak dan melanjutkan, "Cepat ke Sanghai! Biar portal di dalam portal itu aku sendiri yang akan mengurusnya!"


"Baik, tuan Sasuke." Framraud menunduk hormat. "Gerakan pesawatnya ke Sanghai dengan kecepatan penuh!"


Pesawat X-Jet segera mengudara dengan kecepatan penuhnya menuju arah Barat, tepatnya Sanghai.


"Aku memang cukup kuat dan sudah level 11 juga mempunyai aura Heaven. Tapi semua itu saja tidak cukup, aku butuh kekuatan yang lebih besar. Jika berdiam diri saja bukan hanya asosiasi Rinbo yang tinggal nama, tapi juga Neo Japan akan menjadi daerah di bawah penguasaan Sangakama nantinya dan aku tidak rela," batin Sasuke menyeringai tajam.


Dek pesawat X-Jet terbuka lebar, Sasuke mengeluarkan tiga katana yang selama ini simpan sebagai pusaka warisan dari Sarutobi Jiraiya ayahnya bernama Kusanaga, Kusanagi, dan Kisanago.


Katana Kusanaga merupakan katana dengan elemen api hitam, Kusanagi merupakan katana dengan elemen es dan Kisanago merupakan katana berelemen petir ungu.

__ADS_1


Sasuke juga mempunyai sword style rahasia bernama Three Dragon Fang Style.


__ADS_2