
[Selamat juragan mendapatkan Flying Heaven Sword Style]
[Selamat juragan mendapatkan pedang Yamato]
[Selamat juragan mendapatkan uang 1 milyar]
[Selamat juragan mendapatkan buku binggo monster hunter]
[Selamat juragan mendapatkan buku binggo Divya hunter]
[Semua item telah ditransfer ke inventori sistem]
"Kokobot tolong jelaskan semua item yang telah aku dapatkan dari paladium chest!" pinta Ryuga dalam batinnya.
[Flying heaven Sword style adalah teknik pedang legendaris yang digunakan oleh dewa kematian bernama dark slayers]
[Yamato adalah jenis pedang katana, yang ditempa sang dewa penempa Hefaistos. Katana ini ditempa dengan logam yang paling kuat di alam semesta bernama Stardium, dengan memasukan 7 jiwa iblis yang mewakili 7 dosa dan 7 jiwa malaikat yang mewakili 7 kebaikan. Dewa Hefaistos menempa katana ini selama 10.000 tahun tanpa henti]
[Binggo monster hunter adalah buku yang berisi jenis monster yang harus diburu. Jika majikan bisa memburu monster sesuai daftar buku binggo dan menyimpan mayatnya pada inventori, sistem akan membayar setiap monster yang terbunuh sesuai level monster. Semakin tinggi level monster semakin tinggi harganya]
[Binggo Divya hunter adalah buku yang berisi para Divya yang harus diburu. Jika majikan bisa memburu Divya sesuai daftar buku binggo dan menyimpan mayatnya pada inventori, sistem akan membayar setiap Divya yang terbunuh sesuai level Divya. Semakin tinggi level Divya semakin tinggi harganya]
[Buku binggo juga bisa diselaraskan ke menu sistem]
"Selaraskan Flying heaven sword style dan buku binggo monster!" titah Ryuga!
[Memulai sinkronisasi dimulai dalam 3 ... 2 ... 1 ...]
[0%]
[20%]
[40%]
[60%]
[80%]
[100%]
__ADS_1
[Sinkronisasi berhasil]
***
Di BSD City.
Semua warga yang panik dan berlari ketakutan, karena banyak goblin keluar dari portal ungu. Pihak TNI dan Polisi ikut membantu menembaki goblin tapi malah mereka yanh dibantai, kecepatan goblin cukup cepat menghindari serang peluru.
"Dimana para Divya kenapa mereka belum muncul?" ucap Kapten Harso menyeringai kesal.
"Kapten Divya tidak akan datang, mereka kewalahan menahan serangan monster di Lebak Bulus. Boss monster level platinum keluar dari portal disana, semua warga sudah di evakuasi. Kita hanya berharap pada kadet baru di akademi Maung School," jawab Cipto wakil kaptej polisi.
"Sial! Aku hanya Divya level 3, aku tidak bisa berbuat apa-apa!" Harso memukul pintu mobil sambil menembaki Goblin berlevel iron.
Dor!
"Kwaak!" Goblin menjerit dan sudah berada di atas mobil kapten Suharso. Goblin siap mencakar kapten Suharso namun tiba-tiba di tahan oleh pedang Rany.
Tang!
Bang!
Rany menendang Goblin terpental, hingga menabrak tiang listrik. "Azure Dragon technique!" Rany melesat cepat lalu menebas setiap Goblin yang ia temui menjadi dua dan kembali lagi ke Kapten Suharso.
"Kapten lebih baikpergi sejauh mungkin. Daerah ini sudah tidak aman, kami akan berusaha semaksimal mungkin menutup portalnya!" titah Rany dengan sorot mata yang tajam.
"Hebat sekali perempuan semuda itu sudah dilevel 5," puji Kapten Harso dalam batinnya. Kapten Harso dan Wakten Cipto menjauh dari daerah lampu merah BSD city dan mengevakuasi warga untuk menjauh.
Rany terus menebas Goblin yang keluar portal, semakin lama semakin banyak dan yang keluar Goblin level iron, Chief Goblin level bronze, Lord Goblin level silver, King Goblin level Gold. Jumlah mereka ribuan, "Kemana mereka bertiga. Sudah tahu guru di kirim ke Lebak Bulus menangani boss monster level platinum," gerutu Rany
"Sumonner : Gargoyle, Selion, Xaverion, Anmerion, Rexion!"
Muncul 5 magic circle berwarna hitam kemerahan, Angelina memanggil 5 naga bertubuh hitam kecil sepanjang 2 meter, hanya warna matanya saja yang membedakannya, Gargoyle merah berelemen api, Selion biru berelemen air, Xaverion hijau berelemen angin, Anmerion coklat berelemen tanah, dan Rexion ungu berelemen petir.
Angelina melambaikan tangan, memberi isyarat mereka untuk menyerang, kelima naga hitam terbang dan langsung menyemburkan setiap elemen dari mulut mereka. Membantai ratusan kawanan Lord, Chef Goblin dan Goblin.
Swush!
Boom!
__ADS_1
"Jadi ini Kuasa Dark Matriarch milik Angelina. Kuasanya termasuk kuasa Shadow tapi di tahap evolusi maksimal, Josephine juga pernah bercerita ia juga di tahap evolusi maksimal kuasa shadow bernama Dusk Bringer. Tapi kenapa berbeda meskipun keduanya kuasa shadow?" Rany terus berpikir tentang Angelina, dengan tangan yang terus mengayunkan pedang membantai Goblin.
Angelina langsung memuntahkan darah karena skill sumoner menguras banyak stamina dan energi Veda.
"Guhak!" Rany langsung menghampirinya dan memapah Angelina. Kelima naga menghilang, kawanan Goblin mulai mendekat ke arah Rany dan Angelina.
Tiba-tiba Verel muncul berlari ke arah Rany dan Angelina dengan skill flash movement. "Kalian pergilah, biar aku Verel smith, yang akan membantai semua monster ini!" Verel tubuhnya berkedip dan muncul di udara, pada ketinggian 10 meter. "Birds chirping stream!"
Dari tangan kiri Verel keluar bola di aliri listrik bergemercik. Listrik iti semakin lama semakin membesar menjadi petir dan menyambar semua Goblin dalam radius 50 meter.
Zrrt!
Jdas!
Boom!
Verel berhasil membantai semua Goblin masih tersisa ratusan Chief Goblin, Lord Goblin dan 10 King Goblin. "Sial kenapa muncul monster level gold, sepuluh lagi. Tapi aku tidak akan kalah. Armor thunder god!" tubuh Verel diselimuti petir merah, dan mengambil yellow flash sword di punggungnya.
Verel berlari cepat ke arah ratusan Chief Goblin yang sedang merusak apartemen The Branz BSD.
Tang!
Tebasan Verel di tangkis oleh salah satu King Goblin, "sial gerakannya sangar cepat. Kalau si kuping panjang ini tidak menghalangiku, aku sudah membantai semua Chef Goblin yang tersisa.
"Groooar!" 4 Grand Goblin berlevel diamond keluar dari portal bersama dengan 1 Ancient Goblin berlevel Platinum. Tentu saja tubuhnya mereka besar Grand Goblin tinggi 8 meter dan Ancient Goblin tinggi 10 meter.
"Aaargh! Sial, sial, sial! Kenapa kekuatanku tidak bisa meningkat dan Ryuga yang aku kenal si bodoh miskin itu malah semakin kuat. Apa yang harus aku lakukan!" Verel menyeringai kesal dan menggertakan gigi, dia memegang gagang pedangnya begitu kuat.
"Thunder Slash!"
Boom!
Verel menebas secara horizontal, muncul siluet sabit berwarna merah, melesat ke arah ratusan Chief Goblin dan memotong mereka menjadi dua bagian lalu meledak menabrak dinding apartemen the Branz BSD.
"Hah,hah,hah, energi Vedaku sudah habis" Verel terengah-engah dan berlutut satu kaki dan menumpu pada yellow flash sword. "Skill birds chirping stream sangat mengurasi energiku."
Groaar!
Verel berhasil membunuh 100 Chief Goblin, tapi Lord, King, Grand, dan Ancient Goblin mengamuk. Tubuh mereka hijau kemerahan. Tubuh Verel sudah tak bisa digerakan lagi. "Jika ini adalah detik terakhirku, aku ingin meminta maaf padamu Ryuga," ucap Verel dengan memejamkan mata.
__ADS_1