KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 153


__ADS_3

"Tentu, aku mau." Ryuga tersenyum smirk dan melanjutkan, "Apa yang tuan Aldnix Yamato ingin, kepala? Pundak? Lutut? Kaki?"


"Darimana kau tahu nama asliku?" Aldnix mengernyit, pasalnya tidak ada yang tahu nama aslinya. Hanya dikenal sebagai White Wolf sang dewa pembantai.


"Itu tidak penting." Ryuga tersenyum lebar ternyata hanya dia yang tahu identitas Aldnix, itu terbukti dari raut mukanya yang terkejut hebat. Kemudian Ryuga melanjutkan dengan membantu Gladys berdiri, "Aku tahu semua semua informasi rahasia darimu tuan Aldnix."


"Baiklah, aku membutuhkan kepala Beluci di hadapanku." Aldnix menutupi keterkejutannya.


"Kalau aku menolak membunuhnya?" tantang Ryuga menyeringai.


Gladys sudah bersiap mengeluarkan 3 senjata andalannya, Highlander Dagger di tangan kanan, Dagger Flute ditangan kiri dalam keadaan bilah ke belakang dan Enerkyl Zilan berada di mulutnya dengan gagang tergigit.


"Mati!" Aldnix menghilang dari pandangan dan muncul di depan Ryuga dengan tinju api hitam. "Hellflame Punch!"


Gladys menangkis dengan Enerkyl Zilan, "Holydragon: Helios Absorb!"


Api hitam yang menyelimuti tangan Aldnix dihisap oleh Enerkyl Zilan habis tak tersisa. Pukulan itu hanya menjadi pukulan biasa, skill dari Enerkyp Zilan juga menghisap daya dorong serangan fisik dan membalikannya 10 kali lipat.


Aldnix menabrak pagar pembatas besi yang mengelili Gorce Steel dan memuntahkan darah cukup banyak, "Guhak-guhak! Sial!" lalu menyekanya cepat dengan geram.


"Aku memang tidak waspada tuan Aldnix. Tapi kami cukup seimbang melayanimu, bahkan ...."


Sebelum Ryuga melanjutkan perkataannya dia sudah muncul di depan Aldnix, "Eternal Slayer Style: Eternal Extraction!"


Level Divya Aldnix menurun drastis hingga level 8 Demigod, energi levelnya di serap habis oleh Ryuga, "Ha-ha-ha ... kini siapa yang pecundang. Sekalipun kau masih punya aura Leadership lebih kuat dariku, tapi kalau levelmu menurun maka auramu juga akan hilang."


"Ba-bagaimana bi-bisa?" Aldnix raut wajahnya pucat pasi, kesombongannya sudah runtuh, bagai gedung setinggi 100 lantai ambruk oleh gempa 10 skala richter.

__ADS_1


"Curse: Archangel Demon!"


Ryuga memberikan kutukan malaikat iblis di dada Aldnix, itu hukuman yang pantas terhadap orang yang berlaku tidak sopan padanya.


"Tentu saja bisa, karena aku Sage Of Universe. Sekarang kamu adalah budakku, tuan Aldnix. Tapi aku tidak akan bertindak otoriter, tenang saja. Katakan berapa uang yang kamu inginkan dan aku akan tetap melanjutkan misimu, tapi tidak membunuh Beluci. Aku akan melakukan dengan caraku, yaitu menundukannya," tegas Ryuga.


Aldnix menghela nafas panjang, "Baiklah, 50 juta yen, tanah Gorce Steel sangat luas dan strategis. Itu sudah penawaran terendah."


"Baik." Ryuga mengeluarkan uang 100 juta yen dan menaruhnya di depan Aldnix yang masih bersandar di pembatas besi. "Semuanya ada 100 jut yen dan untukmu tuan-"


"Jangan panggil aku tuan Aldnix, panggil saja White Wolf. Aku ingin klan Yamato tahu terutama anak kitu, aku kakak yang kurang bertanggung jawab," potong Aldnix menunduk dengan perasaan menyesal.


"Maksud anda, Kira Yamato?" Lagi-lagi membuat Aldnix melebarkan mata, Ryuga bisa menebak isi hatinya.


"Begitulah." Aldnix masih merasa bersalah pada Kira, karena dimasa lalu membiarkannya ikut proyek Ancient Weapon yaitu Mask Of Blackman, Belt Of Extincion dan Armor Devil Bringer yang dipimpin Jendral Atmojoyo.


"Baik, tuan muda. Psycho Teleportation!" Gladys tubuhnya berkedip dan hilang dari pandangan Ryuga serta Aldnix.


Aldnix menceritakan masa lalulnya bersama Kira, dan kejatuhan klan Yamato. Penyebabnya adalah Signas, makanya dia ingin sekali membunuh Yoran, terutama Beluci yang telah membunuh Zanma Yamato, ayah Dari Aldnix dan Kira.


Aldnix dan Kira adalah kaka beradik beda ibu. Kira mempunyai ibu bernama Fuji Yamato, sedangkan Aldnix mempunyai ibu bernama Aldora Ainda Eruvraf Nix.


Meskipun Zanma mempunyai dua istri tapi kehidupannya sangat harmonis, Aldnix sangat menyayangi Kira. Walau Kira yang menjadi penerus klan Yamato bukan Aldnix.


Ryuga menulis pesan pada Miku, "Sis, aku sudah membereskan Gorce Steel. Aku harap pembangunan kamu serahkan pada Vlad dan bawa Zaka, serta Zaki ke Gorce Steel. Kita akan mulai operasi penaklukan wilayah Barat."


Tidak ada balasan, Miku sedang sibuk mengurusi pembangunan kota Bloodfallen. "White Wolf, apakah kamu ingin tinggal di menara Insignius atau tetap tinggal disini?" tanya Ryuga tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku akan menuruti perintah tuan muda saja, dimanapun aku siap." Aldnix sudah pasrah karena sudah menjadi budak Ryuga melalui kutukan malaikat iblis.


"Baik, terima kasih. Aku hanya mengingatkan, jangan sampai aku membuat penyesalan dengan membunuh kakak Guru Kira. Kutukan itu bisa meledak jika anda berkhianat atau melawanku. Aku akan memberikan apapun yang anda butuhkan selama kita masih bisa bekerja sama," tegas Ryuga.


"Aku sudah mengiranya," batin Aldnix menunduk pasrah.


"Aku akan tetap disini, aku lebih suka disini. Lagipula aku bisa memberikan informasi apapun pada anda tuan muda, bukan begitu?" Aldnix tersenyum tipis.


"Baiklah, tapi menggunakan Gorce Steel untuk berbisnis mobil rongsokan yang aku sulap menjadi mobil baru. Sekaligus markas tersembunyi, namaku Vergil Wong pemilik UniverseRuler."


Aldnix melebarkan mata karena dunia bawah tanah sudah mengetahui orang misterius yang menguasai wilayah selatan adalah Vergil Wong.


"Maafkan aku, tuan muda. Jika anda sejak awal mengatakannya, aku tidak akan berlaku tidak sopan pada anda." Aldix langsung berlutut satu kaki dan menunduk hormat. Kini ia percaya jika Vergil Wong mampu menaklukan Signas. "Aku Aldnix Ainda Eruvraf Nix Yamato bersumpah setia pada tuan Vergil Wong."


Ryuga malah masuk Gorce Steel dan tidak memperdulikan sumpah setia Aldnix. Matanya yang dilihat adalah uang, padahal itu adalah mobil rongsokan.


"Eh ...!" Aldnix terkejut setelah menegakan kepala ternya Ryuga sudah tidak ada di depannya. "Apakah tuan muda orang yang tidak mementingkan sumpah setia seorang bangsawan Ainda Eruvraf Nix?"


1 jam kemudian Miku dengan mobil Buggati Bolide. Zaka dan Zaki juga tiba dengan skill shadow teleportation.


"Hormat pada tuan muda." Ryuga masih berkeliling mengamati tumpukan uangnya, tanpa memperdulikan Zaka dan Zaki yang memberikan hormat padanya.


"Cari Informasi mengenai Belucci dan Imperial Black! Batas waktu 3 hari!" Ryuga bertitah tanpa memandang Zaka dan Zaki.


"Siap, tuan muda!" Zaka dan Zaki hilang dari pandanhga menjadi bayangan hitam.


"Maafkan aku, bos. Aku terlambat." Miku keluar dari mobil Buggati Bolide dan membungkuk hormat pada Ryuga.

__ADS_1


Aldnix hanya terpaku melihat Ryuga sangat dihormati oleh bawahannya. Dalam pikirannya sekuat dan sekaya apa pemuda di depannya ini. Bahkan dalam hitungan detik dirinya dibuat lemah.


__ADS_2