
"Mampus kalian semua." Ryuga tertawa jahat di dalam batinnya sedangkan wajahnya menunduk agar tak dicurigai.
"Kenapa kalian?" Niseki bingung melihat semua muridnya tertelungkup ke permukaan lantai.
"Ti-tidak tahu, bu."
"Tu-tubuh kami seperti ter-tertekan be-beban yang sa-sangat berat."
"T-t-tolong k-k-kami b-b-bu."
Niseki malah ketakutan melihat semua muridnya meringis kesakitan. Bahkan tulang punggungnya berbunyi bergemertak ada yang retak karena tidak terlalu kuat menahan beban aura emperor Ryuga.
Dalam menunduk ia menoleh ke belakang, tepat matanya menatap tajam Bill. Pemuda yang tidak pernah kapok membuat ulah dengan Ryuga.
Ryuga mengerlingkan mata, tubuh Bill terpental dan menabrak dinding. Niseki histeris dan ketakutan lalu lari keluar kelas, Niseki merasa jika yang melakukannya adalah ras Leviathan yang sudah lama tidak muncul.
__ADS_1
"Guhak!" Bill memuntahkan seteguk darah. Ini balassn atas semua fitnah yang kobarkan hingga memprovokasi teman-teman Ryuga untuk membencinya.
Setelah itu Ryuga berpura-pura pingsan, karena Ryuga juga membuat semua teman-temannya pingsan termasuk Bill dengan tekanan aura emperor miliknya.
Para penjaga kampus segera datang setelah Niseki berteriak histeris sambil berlari. Mereka mengeluarkan alat pendeteksi energi Veda, tapi sayang ala itu hanya bisa mendeteksi sampai level 7. Sedangkan energi Veda yang Ryuga lepaskan berada di level 10.
Semua teman-teman Ryuga dibawa ke rumah sakit, kecuali Ryuga hanya dibawa ke ruang perawatan kesehatan kampus. Ya, tentu saja akting Ryuga selalu saja memukau dalam bersandiwara dan berhasil mengelabui semua orang. Walau itu aneh, Ryuga cukup sehat dan semua temannya patah tulang, bahkan Bill memuntahkan seteguk darah.
Ryuga sudah sehat dan Miku sudah menunggunya di depan pintu gerbang untuk melakukan pertemuan terkait Ryumu.
"Sudah, tuan muda. Mungkin aku lebih nyaman memanggilmu tuan muda, Verg," jawab Miku tersenyum.
"Terserah kamu saja, Miku. Lebih baik kita cepat, aku tak suka membuat menunggu orang lain," timpal Ryuga dingin.
Miku langsung serius dan menekan pedal gas kuat-kuat. Dalam setengah jam mereka sudah sampai di pintu gerbang yang mengambang.
__ADS_1
Ryuga keluar cepat dari mobil, "Vlad, hancurkan pintu itu. Aku tahu kamu bisa bersama tetua lainnya."
"Baik, tuan." Vlad bersama 4 tetua portal pegunungan Ryumu merapal mantra Jepang kuno.
Mereka sudah tak bisa lagi menolak, walau mereka tidak tahu rencana Ryuga. Melawan berarti mati.
"Tenang." Ryuga menepuk pundak Vlad yang sudah menghancurkan pintu gerbang portal pegunungan Ryumu. "Lihatlah! Kota portal Ryumu sangat indah, bukan? Aku takan membuat kalian menyesal telah membuka Ryumu untuk khalayak umum setelah 1000 tahun."
Ryuga berjalan menuju gedung menara Fozuki diikuti Four Lord, Rob bersama Stevin dan 5 tetua Ryumu. Semua anggota klan Fozuki berlutut satu kaki menunduk hormat.
Pemandangan ini membuat Rob dan Stevin berdecak kagum dan sangat takjub dengan Ryuga atau Vergil Wong yang ada di depannya. Pasalnya, klan Fozuki merupakan klan tersembunyi dan mustahil ditaklukan. Tapi Vergil Wong mampu melakukannya.
"Ayah, kali ini ayah berhutang padaku 10 juta yen." Stevin terkekeh hingga mulutnya ditutup tangan kanannya.
"Atas?" Rob mengernyit.
__ADS_1
"Tentu saja taruhan kita. Aku sudah katakan waktu di rumah sakit, jika orang yang menyelamatkanku adalah Vergil Wong bukan orang yang biasa. Tapi ayah menyangkalnya dan memintaku bertaruh 10 juta yen, masih mau mangkir?" Stevin tersenyum lebar dan menaik-turunkan alisnya, mengejek Rob.