KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 209


__ADS_3

"Lajukan lebih cepat dan tak usah urusi mereka," titah Vergil.


"Tapi tuan. Bukankah kalau kita membuat mereka celaka akan mengurangi beban kita di kompetisi antar guild nanti? Lagipula aku dengar dari nona Miku semalam, Bloodfallen selaku tuan rumah kompetisi, memberikan ujian pertama adalah mengeliminasi monster dalam portal buatan dan harus diikuti 100 anggota dalam dan anggota inti guild," sergah Zio sambil menjelaskan tentang kompetisi esok hari.


Vergil menepuk jidatnya sendiri, "Aiiih ... aku yang pemilik Bloodfallen saja tidak mengetahuinya, penguasa Universe Ruler macam apa aku ini?" gumamnya dengan wajah jelek.


"Biarkan saja, kita tidak ada kepentingan dengan kompetisi Guild esok hari. Ada yang jauh lebih penting. Kalau ingin memberikan pelajaran, aku akan tunjukan. Ancient Beast God Sword! Haa ...!"


Vergil menggerakan tangannya untuk mengendalikan ketujuh katana untuk melesat secepat peluru dan menebas semua ekor, dan sayap pesawat.


'Slash-slash!' Siluet garis-garis putih secara acak muncul di semua pesawat, bersamaan itu pula pesawat yang terbang rendah jatuh ke permukaan tanah.


"Sialan, siapa yang menyerang kita?" tanya Ziya geram dan langsung keluar pesawat, sebelum badan pesawat jatuh ke permukaan tanah.


Begitu merasakan energi Ziya, darah Zio langsung mendidih dan matanya berkeliling mencari keberadaan Ziya, "Dimana kau wanita bangsat!"


"Tahan bro. Kita akan buat perhitungan nanti di kompetisi antar guild besok. Saat ini ada 250 Divya lebih, ini bukan tentang tidak bisa membantai mereka. Tapi akan merepotkan jika kau menjadi buronan Internasional. Lebih baik kita menuju Piramida Pusara," pinta Vergil menenangkan Zio.


Sebagai bawahan, ia hanya bisa patuh dengan apa yang diperintahkan Vergil atau Ryuga. Zio menghela nafas panjang dan membalas, "Baiklah, bos."


Ketujuh katana itu kembali melayang dan mengelilingi tubuh Vergil. Zio menambah lagi kecepatannya ke arah Piramida Pusara Demonia Den yang sudah terlihat dari jarak 1 km, yaitu Piramida berwarna ungu.


***


Kediaman Klan Kismoyo.


"Aaaargh ... huff ... huff ... Kenapa rasa haus darah ini kembali muncul? Apa yang sebenarnya terjadi? Aaaargh ...!" Semua anggota klan yang berada di kediaman klan Kismoyo, termasuk Cipta Kismoyo dan Stevanie Kismoyo juga merasakan hal yang sama.


Fisik mereka berubah menjadi bentuk iblis bertanduk dengan pupil mata semerah darah dan taring yang panjang.

__ADS_1


"Yang mulia King Of Hell Zabania telah kembali! Hormat pada yang mulia!"


"Yang mulia King Of Hell Zabania telah kembali! Hormat pada yang mulia!"


"Yang mulia King Of Hell Zabania telah kembali! Hormat pada yang mulia ...!"


Semua anggota klan Kismoyo berdarah murni ras Leviathan, berteriak serentak di dalam aula mereka dengan berbaris rapi.


Hal itu juga berdampak pada Angelina yang tiba-tiba muncul di dalam aula klan Kismoyo dan ikut menyuarakan hal yang sama dengan semua anggota klan Kismoyo yang kehilangan kewarasan mereka.


Kutukan Archangel Demon di dada mereka juga lenyap. Itu artinya klan Kismoyo bukan lagi menjadi budak Ryuga yang sudah di anggap oleh klan Kismoyo sebagai Kaisar Demon Archion.


Muka mereka semua menyeringai dan keluar serentak dari kediaman klan mereka. Tujuan mereka adalah menghisap darah manusia dan Divya untuk dijadikann sekutu mereka.


***


Verliend Forest Mountain.


'Boom!' Tubuh Zio tertelungkup ke permukaan tanah tertutupi kepulan debu disertai suara ledakan yang cukup sedang.


Vergil hanya berlutut satu kaki dengan rasa nyeri yang amat sangat di dada bagian jantung, "Sial, apa y-yang terjadi sebenarnya?" lirih Vergil memegangi dada bagian jantung yang berdetak sangat cepat dan kuat.


"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Zio dan Ryuga serentak tak karuan. Tekanan itu juga hilang di tubuh mereka berdua.


Zio dipaksa menjadi sisi dirinya yang versi cahaya, "Light Soul Switch!" serunya dan berubah menjadi kepribadian yang gugup juga introvert.


Nafas Vergil kembali normal, tapi ia merasakan firasat yang aneh dan buruk. Namun Vergil tidak tahu jika klan Kismoyo telah hilang kendali dan terbebas dari kutukannya.


Itu akibat Vergil berada di wilayah Demonia Den yang memutuskan segel kutukan malaikat iblis yang tertanam di setiap dada klan Kismoyo yang merupakan darah murni ras Leviathan.

__ADS_1


[Blangtungpak Blaem-Blaem]


[Juragan berada di dalam wilayah Demonia Den. Efek penggunaan kuasa Shadow, kuasa Water, dan kuasa Fire semua level tidak memberikan daya rusak pada monster di dalam portal Demonia Den]


"Terima kasih, Evolt. Aku sudah mengerti pola di dalam portal-portal ras, maka untuk memusnah para monster dan mendapatkan Levi Core aku akan menggunakan ini. Crown Of Light God," batin Vergil mengeluarkan mahkota dewa cahaya.


[Jangan lupa juragan. Penggunaan senjata di dalam portal akan cepat menguras energi Veda juragan]


"Eh, kali ini kau bodoh Evolt. Aku tidak menggunakannya untuk diriku sendiri tapi untuk bocah catur ini," balas Vergil dalam batinnya dan menaruh Crown Of God di kepala Zio.


"Tuan, bukankah ini Ancient Weapon Of God? Kenapa kau diberikan padaku?" tanya Zio menyipitkan mata.


"Sudah, jangan banyak tanya. Ayo kita habisi monster di dalam Demonia Den ini. Kamu sekarang telah resmi menjadi anggota inti Guild Emperor plus pengawal pribadiku dan juga ...." Ryuga menepuk-nepuk pundak Zio penuh dengan kebanggan dan melanjutkan, "Dan juga kau adalah murid nomor satuku. Makanya kau kupinjamkan senjata itu. Jangan buat malu gurumu, sialan!"


"Hormat pada guru." Zio bersujud polos di depan Vergil.


"Sudah!" Vergil memutar ke belakang tubuh Zio yang masih bersujud dan malah menendang pantatnya untuk tubuh Zio masuk ke dalam Piramida Pusara. "Cepat pergi! Murid sialan!"


"Aku harap sisi terangnya juga berkembang lebih cepat. Hanya cara seperti bunuh diri melawan ribuan monsterlah yang bisa mendidiknya menjadi ahli pedang yang mumpuni," batin Vergil tersenyum licik.


Sementara itu, 250 Divya sektor Sriwijaya yang selamat dari kecelakaan pesawat juga sedang berlari serentak menuju Piramida Pusara Demonia Den.


"Semuanya persiapkan senjata kalian. Tim Healer berada di barisan paling belakang, tim Magic Caster di depan barisan Healer, tim Tanker maju ke depan, dan tim assasin menyebar bersembunyi di dalam bayangan," titah Ziya yang menjadi komandan dalam Raid Piramida Demonia Den.


"Siap, Komandan!" Semua anggota serentak menjawab dan bergerak sesuai arahan Ziya.


"Hai, Zi. Apakah kau merasakannya? Sensorku merasakan ada dua orang yang masuk ke dalam Piramida," jelas Kima, Guild Leader Royal Fear.


"Diamlah, memangnya aku tidak tahu, hmph!" ketus Ziya dengan mendengus kesal.

__ADS_1


"Kamu kalau jutek tambah cantik," goda Kima mencolek dagu Ziya dan secepat kilat mencium bibir Ziya.


"Fuah, sialan!" Ziya melepas paksa dan mendorong kuat Kima.


__ADS_2