KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 233


__ADS_3

'Blam!' Tubuh Ryuga terkena hantaman Infernal Spear Onslaught dan tertutup kepulan asap pekat.


"Ha-ha-ha ... akhirnya kau mati juga. Hanya lalat mengaku naga, kesombonganmu itu akan menjadi karma burukmu." Queen Aranya tertawa puas kemenangan.


Infernal Spear Onslaught sendiri jika dihantamkan ke Divya level 11 saja bisa membuatnya mati. Apalagi Divya level 10 bisa menjadikannya bubur darah dan serangan Infernal Spear Onslaught juga bisa membinasakan 100 monster Titanium dalam sekejap.


"Terlalu mudah, benar-benar tidak menyakitkan sama sekali. Hanya seperti hembusan des4han nafasmu saja." Ryuga menyunggingkan senyum dan menepuk-nepuk dadanya untuk menghilangkan debu.


"Ti-dak mungkin?! Bagaimana ini bisa terjadi? Infernal Spear Onslaught bukan senjata sembarangan." Mata Queen Aranya melebar dan merasa Ryuga itu seharusnya mati, bukan baik-baik saja.


"Bisa saja, karena kuasa Dark milikku sudah bukan di level Demon Archion, atau Kaisar Demon Archion, tapi sudah Emperor Monarch Archion. Jika kau ingin membuktikannya, aku akan menunjukannya padamu. Doppelganger!"


Muncul 100 bayangan diri Ryuga dan langsung melesat ke arah Queen Aranya yang masih syok, serangan Infernal Spear Onslaught tidak membuat Ryuga tewas.


"Xi-xi-xi ...!" Queen Aranya tertawa cekikikan dengan menyeringai dan melanjutkan dengan mengeluarkan sebuah panah berwarna ungu pekat dari Magic Rune hitam di atas kepalanya, "Aku tak peduli dengan kuasa Emperor Monarch Archion. Tapi aku berhasil membangkitkan senjata iblis kuno yang keenam. Arch Drakar!"


Queen Aranya menarik busur panah kuat-kuat dan menciptakan anak panah dari elemen kegelapan. Lalu melepaskannya, bukan hanya satu anak panah ratusan anak panah hanya dalam waktu 5 detik. Kecepatan tangan yang sangat luar biasa.


'Boom-boom!' Rentetan suara ledakan disertai kepulan asap dan cahaya mengitari tubuh Ryuga. Ryuga sudah tak bisa menghindar dan 100 bayangan yang ciptakan juga semunya lenyap tak tersisa.


Kemanapun anak panah terarah, tapi tetap akan mengejar sasarannya secara otomatis ke arah Ryuga.


"Bagiku kuasa Emperor Monarch Archion hanya level sampah, ha-ha-ha ...." Queen Aranya tertawa jahat sambil menurunkan busur Arch Drakar dengan tatapan sinis.


'Krak-krak!' Ryuga menggelengkan kepala dengan tersenyum santai. Setelah kepulan asap mereda, nampak hanya Cyborg Armor Suit Ninja saja yang compang-camping.

__ADS_1


"Aaah ...?!" Queen Aranya menjatuhkan rahang dan matanya lebih lebar dari sebelumnya. Tapi ia tak menyerah menarik kembali busur kuat-kuat dan menciptakan anak panah dengan energi bertekanan tinggi, "Haa ... mati kau!"


Queen Aranya kembali melepaskan satu anak panah, tapi bentuknya lebih besar 10 kali lipat dari sebelumnya.


'Boom!' Ryuga terpental terkena hantaman anak panah yang dilesatkan oleh Queen Aranya dan terjerembab ke permukaan laut.


Air lautnya pun memuncrat ke udara menjulang tinggi ke langit dan menimbulkan getaran kuat, menciptakam gempa dalam radius 10 km dengan 3.2 skala richter.


"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Quen Aranya tersengal dan segera meminum XL Stamina potion 10 botol dalam sekali tenggak, "Aku belum puas dan akan aku hancurkan berkeping-keping. Vajra's Destructiom! Raging Darkness Ball!"


'Swush!' Queen Aranya mengganti Arch Drakar menjadi Vajra's Destruction, yaitu Vajra Ganda berwarna ungu dan menciptakan bola kegelapan di tengah dadanya yang diselimuti petir putih juga angin yang berdesis.


Bola hitam itu awalnya hanya sebesar kelereng, lama-kelamaan membesar menjadi bola berdameter 50 meter.


Queen Aranya mengangkat kedua tangannya lurus ke depan dan mendorong bola hitam raksasa itu ke arah Ryuga yang tenggelam di dalam laut.


'Boom!' Ledakan tersebut menimbulkan gelombang kejut dalam skala supe besar. Air laut memuncrat ke udara hingga menjulang kelangit. Siluet jamur setinggi 1000 meter pun terlihat dari seluruh wilayah Neo Japan dan Jepang.


"Blizzard Storm!" Ryuga yang masih sedikit sadar membekukan air laut agar tidak tumpah ke wilayah pantai. Sebab ledakan tersebut memang sudah menjadi tsunami setinggi 20 meter.


Ledakan tersebut terlalu dekat dengan pemukiman penduduk. Namun, Queen Aranya tidak peduli, asal bisa membunuh Ryuga. Berapapa pun nyawa yang dikorbankan tidak masalah.


[Efek pasif skill Regeneration Nano level 2 di aktifkan. Tubuh juragan akan pulih dalam 1 menit]


Sekarang, tsunami dan siluet jamur tersebut membeku menjadi es yang berkilaun dan sangat indah di malam hari.

__ADS_1


Tapi, ledakan dan gempa besar itu juga merobohkan rumah penduduk dalam radius 200 meter. Banyak korban yang tewas dan terluka parah, karena tidak bisa melarikan di saat terlelap.


"Kamu sudah membunuh banyak orang hanya demi Leviathan Crystal Core. Tidak dapat aku ampuni, Awakening Drive! Crown Of God Light!" seru Ryuga, seluruh bagian tubuhnya menegang otot dan diselimuti aura merah kehitaman.


Mask Of Universe dan Crown Of God Light langsung keluar dari inventaris sistem, lalu terpakai di kepalanya.


"Percuma saja, Infinity Darkness Ball!" Queen Aranya mengarahkan ujung kedua Vajra's Destruction ke arah Ryuga untuk menembakan bola-bola hitam.


Walau medannya terhalang oleh kegelapan dan tingginya tsunami es. Tapi manik mata Queen Aranya masih bisa melihat jelas keberadaan Ryuga.


"Unstoppable Strengh!"


Ryuga tidak kalah cepat menembakan bola-bola cahaya ke arah Queen Aranya. Bola-bola cahaya tersebut bertekanan tinggi, bukan bola-bola cahaya biasa.


'Duar-duar!' Bola-bola cahaya dan bola-bola kegelapan saling bertubrukan menimbulka suara ledakan beruntun di udara. Bahkan bongkahan-bongkahan es yang menjulang ke udara pun hancur berkeping terkena gelombang kejut dalam skala kecil.


"Kali ini aku takan sungkan. Bahkan gunung pun akan ku belah." Ryuga menatap dengan manik mata yang tajam seperti mata elang mengunci mangsanya dan mengeluarkan Yamato dari inventaris sistem. "Rapid Slash!"


Secepat kilat Ryuga melesat, bola-bola cahaya dan bola-bola hitam masih terus bertubrukan di udara. Queen Aranya matanya bisa mengimbangi kecepatan gerak tubuh Ryuga dan akhirnya bertindak setelah Ryuga berhasil mendekat, "Vengeful Heero!"


'Stang-sting!' kedua bilah pedang beradu dan menciptakan percikan api di sekitar tubuh mereka berdua.


Queen Aranya dan Ryuga dengan manik mata tajam terus beradu tebasan pedang. Kadang muncul di permukaan tanah, di udara, di permukaan es, bahkan permukaan air laut. Saking cepatnya gerakan mereka berdua.


"Sayang sekali jika kau harus mati. Padahal Divya jenius sepertimu masih cocok menjadi ASSAT sektor Sriwijaya," cibir Queen Aranya dengan tatapan sinis dan masih terus mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


"Terima kasih, lagipula aku sekarang adalah ASSAT sektor Siliwangi. Jadi aku tidak tertarik, dan aku juga tidak berencana mati hari ini," balas Ryuga juga dengan tatapan sinis dan masih terus mengayunkan pedang untuk membalas serangan Queen Aranya.


__ADS_2