KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 122


__ADS_3

Ryuga merapikan parasut dan melipatnya rapi serta dimasukan dalam tas parasut. Semua perlengkapan terjun payung, ia simpan dalam jam tangan penyimpanan.


Matanya berkeliling menatap suasana malam kota Hokkaido yang masih sangat ramai. "Aku hanya dibekali uang 10 juta dan uang didalam saldo sistemku sudah habis. Aku tak bisa menjual kapsul kristal, senjata, dan potion dalam penyamaranku ini," gumamnya menopang dagu ke punggung tangan.


Kakinya Ryuga langkahkan menuruni anak tangga menuju pintu lift rooftop. Ia ingin segera merebahkan badannya yang sudah capek sekali, seperti tertabrak mobil tronton.


[Blangtungpak blaem-blaem! Ada misi]


[Misi: Hasilkan uang 1 juta yen dari menjual jasa.


Hadiah: 100.000 poin masing-masing kuasa, 1.000.000 poin experience, fitur menu field terbuka.


Hukuman: Penurunan 2 level setiap kuasa, kehilangan 3.000.000 poin experience.


Batas waktu: 30 hari


Progres: 0/1.000.000 (0%)]


[Selamat menjalankan misi, dan semoga berhasil]


Ryuga menatap panel hologram biru dengan sangat frustasi dan mengacak-acak rambutnya.


Pasalnya, saat ini Ryuga tidak punya kemampuan apapun yang bisa dijadikan jasa, untuk menghasilkan uang kecuali jasa membuat senjata, jasa menaikan level Divya dan punjualan potion.


'Ting!' Pintu lift terbuka, dan tepat berada di lantai 7 depan kamar nomor 7 milik Ryuga. Kartu akses kamar apartemen yang diberikan oleh Zayd, Ryuga ambil dari saku belakang dan digesekan ke alat pindai.


'Klak!' Kunci pintu kamar Ryuga berhasil terbuka. "Lebih baik, aku tidur. Urusan misi nanti saja aku pikirkan. Karena esok hari aku sudah harus masuk universitas dan menjadi mahasiswa disana," gumamnya lalu merebahkan tubuh ke ranjang tidur.


***


Keesokan pagi.


Ryuga bangun pagi dan melakukan latihan seperti biasa. Lalu membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju seragam mahasiswa Universitas Hokkaido.


Jas putih sepaha dengan dasi hitam dan celana hitam, serta kacamata merah menutupi matanya yang berwarna hijau. "Aku harus ingat namaku sekarang Vergil Wong," tegasnya menatap cermin.

__ADS_1


Ryuga beranjak keluar kamar apartemen dan terkunci otomatis setelah Ryuga keluar. Lalu masuk ke dalam lift, selang satu lantai atau tepatnya lantai 6. Matanya agak melebar setelah melihat Rany masuk ke dalam lift, namun tak mengenali Ryuga.


"Syukurlah, phew ...," batin Ryuga menghembuskan nafas pelan.


Raut mukanya datar dan tetap diam, jangan sampai Ryuga berbicara dengan Rany walau sepatah kata pun.


Penyamaran Ryuga bukan hanya bentuk fisik yang berubah 180 derajat, tapi suara Ryuga juga yang condong lebih berat sekarang.


Lift telah sampai di lantai dasar dimana lobi apartemen berada. Semua anggota guild Emperor sudah datang dan mereka berencana akan berangkat bersama ke kampus.


Filza yang baru datang semalam, tiba-tiba merasakan hawa kehadiran Ryuga dan menatap lekat Vergi Wong yang baru keluar bersama Rany dari lift.


Sebagai calon istri Ryuga, tentu saja Filza sangat paham hawa Ryuga. Tapi setelah mengamati dari ujung kepala sampai ujung kaki, "Mungkin bukan Ryu dan past bukan. Guru Kira mengatakan jika Ryu sekarang ada misi penting dan rahasia. Jadi mana mungkin pria kacamata itu Ryu," gumamnya.


"Kenapa Za? Ada yang aneh dengan pria itu?" Rany tanpa basa-basi menunjuk ke arah Ryuga yang sudah membelakanginya. "Ingat, jangan sampai kasmaran. Kamu sudah punya Ryu. Mau nanti Ryu aku rebut, he-he-he?"


"Tidaklah." Filza menggeleng, kemudian melanjutkan, "Enak saja. Coba saja kamu rebut Ryu, aku jadikan kamu madunya mau? Eh, kue madu."


"Setuju!" Verel, Angelina, Raras, Ryan, dan Reyna yang sedang duduk di kursi lobi menunggu Filza serta Rany, mengacungkan jempol serentak.


Ryuga sendiri keluar dari apartemen Hokkaido, hanya berjalan kaki menuju ke kampus. Jaraknya cukup dekat hanya 15 menit jalan kaki, tapi dengan skill trikster-nya, Ryuga bisa menyingkat waktu. Tapi tentu saja ia tak mau lakukan, alasannya Ryuga ingin mengamati keadaan sekitar.


"Mungkin setelah pulang kuliah, aku akan melamar menjadi jasa tenaga alias kuli bangunan. Siapa tahu disana ada lowongan?"


Ryug terus berjalan sambil menatap 4 gedung ke kiri dari apartemen Hokkaido yang sedang dalam pembangunan.


***


15 menit kemudian.


Ryuga sudah duduk dikursi barisan depan. Kali ini ia ingin serius belajar, tidak seperti Ryuga yang dulu, bodoh dan malas belajar.


Di depan sensei Witwicky sedang memulai pelajaran fisika. Meskipun di universitas Jepang, tapi guru-gurunya bukan saja dari Jepang.


Ryuga mendengarkan dengan seksama dan serius, hingga membuat gadis-gadis di belakangnya menatap penuh minat karena mereka menganggap Ryuga sangat keren.

__ADS_1


"Keren sekali Vergil Wong ini."


"Cukup tampan, tapi auranya membuatku terpana."


"Aku akan mengajaknya kencan setelah pulang kuliah nanti."


"... ... ...."


Berbagai komentar pujian dengan suara bisik-bisik terdengar oleh telinga Ryuga yang sangat sensitif.


Ryuga langsung maju ke depan untuk menyelesaikan soal yang dilontarkan oleh sensei Witwicky. Walau bukan dirinya yang dipanggil melainkan Dazz. Alasannya Ryuga malas menanggapi gadis-gadis yang bergosip ria membicarakannya, meskipun itu pujian.


Ryuga menuliskan jawabannya di tablet yang diberikan oleh Witwicky. Bukan hanya satu jawaban rumus tapi 5 metode rumus sekaligus.


"Apa?!" Witwicky dan semua mahasiswa serta mahasiswi menjatuhkan rahang, melihat televisi LCD besar di depan Ryuga yang menunjukan 5 jawaban metode rumus.


***


4 jam kemudian.


Semua mata kuliah selesai. Sebelum ke tempat gedung yang sedang dibangun, Ryuga mampir dahulu ke perpustakaan. Untuk membaca buku, tidak. Tepatnya berbuat curang dengan menggunakan skill learn, menyerap semua isi buku tanpa harus membaca.


Ibarat pepatah kenali musuhmu untuk menjatuhkannya. Ryuga melakukan ini, demi mencari semua informasi yang mengarah pada sekolah assasin Sarutobi sekaligus menambah beberapa kemampuan dan pengetahuan dari buku yang ia serap.


Ryuga mengambil beberapa buku seperti teknik memasak ala chef profesional, machinist atau programer, akuntan, manajemen, leadership, arsitek, seni dan desain, bahkan fotografi, serta teknik bangunan.


Semuanya Ryuga serap dengan skill Learn. Setelah selesai menyerap, Ryuga keluar perpustakaan dan siap menuju gedung yang sedang dibangun.


Di taman Universitas, Ryuga bertemu dengan Verel dan Raras. Tapi tak menyapanya, terkesan sangat dingin dan datar.


Setelah lima menit, Ryuga sampai di depan pintu masuk gedung. Kebetulan ada salah satu supervisor yang bertanggung jawab pada pembangunan gedung tersebut.


"Hai! Apa yang sedang kamu lakukan disini? Jangan mendekat, disini sangat berbahaya!" seru Gioza tersenyum tipis.


"Begini tuan. Aku mau melamar pekerjaan paruh waktu. Aku mahasiswa di Universitas Hokkaido. Aku mohon tuan, terima aku menjadi pekerja. Aku siap bekerja apa saja," pinta Ryuga mengiba agar Gioza mau menerimanya.

__ADS_1


"Baiklah, aku menerimamu. Tapi gajimu hanya 5 yen/jam, apakah kamu mau menerimanya?" tanya Gioza tersenyum tipis pada Ryuga.


__ADS_2