KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 159


__ADS_3

"Ethereal Assasin Weapon: Kunai!" Gladys melemparkan siluet kunai berwarna hijau, tapi berjejer rapi memutari kepala pria berkacamata tersebut. "Bagaimana level kami!"


"Level F!" kata pria berkacamata bernama Vouge.


"Baiklah." Ryuga menyunggingkan senyum dari balik Cyborg Mask Of Universe.


Vouge memberikan kartu digital, Ryuga dan Gladys paham langsung menempelkan telapak tangannya, lalu mengisi nama.


Dalam dunia pembunuh bayaran, nama asli itu harus disembunyikan. Bahkan identitas asli harus ditutup serapat mungkin agar tidak bocor informasi dan dijadikan target oleh pembunuh lain.


Jika masuk dalam setiap asosiasi meskipun itu hanya agen. Sesama pembunuh bayaran dari agen lain dilarang membunuh, kecuali dalam misi yang sudah disepakati.


Semisal pembunuh bayaran diminta membunuh target. Tapi target meminta pengawalan oleh pembunuh bayaran dari agen lain. Maka boleh dibunuh tanpa terkecuali.


Ryuga mengisi nama Kim, dan Gladys mengisi nama Kin. Nama yang singkat untuk seorang pembunuh bayaran, sesuai motto pembunuh bayaran, membunuh secepat mungkin dan tidak meninggalkan jejak.


Vouge yang sudah bangkit dan merasakan sakit di perutnya menghantarkan Ryuga dan Gladys ke lift.


Ryuga melemparkan heal potion ke Vouge, "Ini untukmu!"


"Terima kasih." Vouge menunduk hormat dan tersenyum tipis. "Jika membutuhkan misi yang lebih menantang kunjungi aku di bawah."


"Ya," jawab singkat Ryuga dengan dingin dan melanjutkan, "Belum saatnya."


Vouge meminum heal potion dan menyunggingkan senyum, "Assasin yang cukup menarik," gumamnya.


Mereka berdua masuk ke dalam lift untuk menuju atas dan kembali ke ruangan bar. Begitu pintu terbuka, para pembunuh yang lain menertawakan Ryuga dan Gladys. Sebab di atas pintu muncul huruf 'F' menunjukan level mereka berdua adalah level paling rendah. Padahal Vouge sengaja melakukannya, ingin tahu sejauh mana kontribusi Ryuga dan Gladys.


Gladys kesal, tiba-tiba hilang dari pandangan dan muncul di depan pria yang tertawanya sangat keras dengan menghunuskan Dagger Flute yang diseliumuti aura hitam pekat.


Semua pembunuh bayaran terdiam dan mulai waspada mengeluarkan senjata masing-masing.


Ryuga memecah keheningan dan berjalan ke arah panel hologram papan misi, "Tenanglah, Kin. Aku yang traktir hari ini! Makanlah sepuasnya!"


Dagger Flute, Gladys turunkan dari leher Amdy dan menyimpannya kembali. Ryuga menekan salah satu misi rank F, yaitu membunuh para preman di pasar gelap bagian selatan di wilayahnya sendiri.


"Hei, kamu terlalu cepat memutuskan." BlackCorn melihat panel hologram di depannya, berisikan 10 preman yang berafiliasi dengan wilayah timur dan Klam Tokugawa.

__ADS_1


Makanya pembunuh bayaran asosiasi Titani tidak ada yang berani membunuh, kalau misi itu berhubungan dengan Yoran dan klan Tokugawa. Tapi tidak bagi Ryuga yang sudah sangat dendam pada Yoran dan berimbas pada Michelin Yo juga Hana sebagai anggota klan Tokugawa.


----------¤----------


Misi level: F


Hadiah: 1 juta yen/kepala


Target: Busuki, Honryu, Kamiku, Elans, Frederick, Komuchi, Hideoki, Anryn, Homuki, Glabed.


Bukti: Kepala


----------¤----------


Di panel hologram di depan BlackCorn juga ada 10 foto target. Ryuga dan Gladys yang sudah berada di samping Ryuga menghafal wajah mereka.


"Trickster Transportation!"


Sebelum BlackCorn mengatakan apa saja yang harus diberikan padanya. Ryuga dan Gladys tubuhnya berkedip hilang dari pandangan mereka.


"Ini pasti salah." BlackCorn menggeleng pelan dengan mulut terjatuh. Bahkan semua pembunuh bayaran yang berada di dalam ruangan bar juga sama, menjatuhkan rahang.


"Aku memang sengaja melakukannya." Vogue keluar dari lift dan memecah keheningan, karena para assasin bungkam dengan tubuh gemetar. "Mereka berdua bisa menjadi pion untuk kekuatan kita. Lihat saja kecepatannya, bahkan pembunuh nomor satu di Neo Japan yaitu tuan Jiraiya masih kalah cepat."


"Dasar pria tua licik." BlackCorn menyunggingkan senyum.


***


Pasar Gelap Wilayah Selatan.


Gladys sedang merantai tubuh Busuki, target mereka dengan skill Ethereal Weapon Assasin: Chain. Berbentuk rantai hijau, tingkat kepadatan siluet senjata milik Gladys meningkat dua level dari warna biru, kini warna hijau.


"Lepaskan aku! Siapa yang menyuruh kalian, hah?" Busuki berontak dan mencoba melepaskan diri.


"Percuma, kalau akupun mengatakannya. Kepalamu sudah aku berikan pada orang yang menyuruhku, bukan?" Ryuga menyunggingkan senyum.


"Katakan dimana teman-temanmu?" tanya Gladys dingin dan menarik kuat rantainya membuat Busuki.

__ADS_1


"A-apakah jika kau memberitahukannya aku akan dilepaskan?" Gladys sedikit melonggarkan rantai yang membelit Busuki agar bisa berbicara, walau terbata.


"Tentu." Gladys tersenyum licik dari balik topengnya.


"Ba-baik, mereka sedang berkumpul di gedung paling tinggi di pasar gelap dan berada di ruang bawah tanah," jelas Busuki.


"Wind Cutter!" saat itu juga kepala Busuki lepas dari lehernya, tertebas bilah angin berbentuk sabit. Potongannya sangat rapi, bahkan tidak ada setetes darah pun menetes di tanah.


[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa wind, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa eind. Perolehan skill poin experience dikalikan sepuluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 500 poin experience kuasa wind]


Ryuga melemparkan api putih pada tubuh Busuki untuk menghilangkan jejak pembunuhan mereka.


Ryugan menyimpan kepala Busuki di jam tangan ruang. Lalu berlari cepat diikuti Gladys, "Shadow Step!" serunya.


"Psycho Speedster!" seru Gladys.


Mereka bergerak seperti bayangan dan sama sekali tidak terlihat, hingga masuk ke dalam gedung Horbill. Lalu membunuh setiap orang yang mereka temui tanpa pandang bulu.


Mereka berdua akhirnya menemukan ruang bawah tanah yang dikatakan Busuki. Dari luar pintu Ryuga melepaskan skill, "Gravity!" serunya.


Sembilan orang yang dicari Ryuga dan sedang mabuk-mabukan langsung tertarik gravitasi tubuhnya. Mereka bersembilan tertelungkup dan merintih kesakitan.


Gladys membuka pintu perlahan dan menekan mereka dengan aura membunuhnya, lalu mengeluarkan Dagger Flute, "Bloodles Dancer!" serunya. .


Dalam sekejap mereka bersembilan kepalanya terlepas, dan terpotong rapi tanpa ada satu tetes darah pun yang menetes ke lantai.


"Kerja yang terlalu mudah." Gladys menyimpan sembilan kepala mereka ke dalam jam tangan ruang dan Ryuga melemparkan api putih untuk membakar tubuh mereka hingga habis tak tersisa.


"Ayo, kita pergi! Trickster Teleportation!"


Ryuga dan Gladys muncul tiba-tiba di depan BlackCorn dan mengagetkannya, "Sial!" umpatnya dengan berteriak hingga minuman yang sedang ia kocak tumpah mengenai bajunya.


Semua pembunuh menertawakan BlackCorn, "Dasar tua-tua kagetan, ha-ha-ha ...!" ejek Amdy.


"Dimana aku harus mengirimkan tangkapanku?" tanya Ryuga dingin.


BlackCorn dengan raut muka kesal menunjuk lift, "Terima kasih," kata Ryuga dingin.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan Vouge dan menaruh 10 kepala targetnya. Vouge memindai kesepuluh kepala itu untuk membuktikan apakah benar mereka semua adalah orang yang harus dibunuh karena suruhan seseorang yang tidak bisa identitasnya dibocorkan oleh agensi.


__ADS_2