
Vergil keluar dari apartemen Hokkaido dengan berlari cepat menuju menara kemanan Bloodfallen di lantai dua.
Tapi identitasnya ia rubah menjadi Ryuga, sensor energi Filza, Rany, Verel, dan Angelina langsung mendeteksi keberadaan Ryuga di Neo Japan.
Mereka yang sedang bersantai di lobi segera bergegas keluar dan mengejar Ryuga ke arah menara kemanan di Bloodfallen.
"Za, apakah kamu merasakannya?" tanya Rany sambil berlari dan melompati gedung-gedung. Sebab aneh tiba-tiba energi Ryuga muncul di Neo Japan.
"Oh, my-my ...." Filza menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa memberikan informasi pada mereka bertiga jika Ryuga akan ke Neo Japan, tepatnya Bloodfallen untuk melihat cabang guild Emperor. "Aku lupa jika Ryuga akan kemari dan tidak menginformasikannya pada kalian."
"Hadeeuh ...." Verel, Angelina, dan Rany serentak menepuk jidat mereka sendiri sembari terus melompati satu gedung ke gedung yang lain.
"Guys, kita telah diikuti. Kalian pergi saja dahulu. Aku ingin berolahraga duli sebentar, semenjak tiba di Neo Japan ini. Tubuhku berasa karatan, tidak pernah latihan lagi."
Tiba-tiba Rany berhenti di salah satu atap gedung dan membuat yang lain berhenti juga. Namun setelah mendengar penuturan Rany, mereka bertiga langsung melanjutkan kembali mengejar Ryuga.
"Hoy ...! Jangan sisakan untukku ya!" Verel berteriak ke arah Rany dan melambaikan tangan ke atas, sembari terus melompati satu gedung ke gedung yang lain bersama Filza dan Angelina.
Tanpa basa-basi, Rany segera mengeluarkan Enzilong dan merubahnya menjadi katana berbilah biru, "God Sword Style: Third Head Wolf!"
Bilah Enzilong diselimuti aura biru pekat, "Sial kita ketahuan. Kita bunuh dan ambil saja senjatanya, itu adalah senjata langka, ayo!" kata salah satu pembunuh bayaran dari organisasi Onimusha yang memata-matai semua anggota guild Emperor.
Rany melepaskan tebasan horizontal dan berbentuk siluet fuma shuriken berwarna biru, ke arah salah satu pembunuh bayaran.
"Charge! Strengh Durability!" Salah satu pembunuh bayaran mengambil ninjato dan memperkuat bilah dengan aura hijau yang. menyelimuti bilah tersebut.
'Stang!' Lalu menangkis serangan siluet fuma shuriken yang mengarah padanya. Namun bukannya berhasil dibelokan, malah bilah pedang tersebut retak dan pembunuh bayaran tersebut terpental ke udara.
Rany tidak membiarkannya, karena ia yakin pasti pembunuh bayaran tersebut masih bisa menjaga keseimbangan tubuh.
__ADS_1
"Azure Drag ...!"
Sebelum Rany mengejar pembunuh bayaran yang terpental di udara, "Ethereal Assasin Weapon: Chain!" Pembunuh bayaran yang lain menembakan siluet rantau berwarna biru untuk mengikat kedua kaki Rany dan berhasil.
"Ethereal Assasin Weapon: String Puppet Trap!" Pembunuh bayaran yang satunya lagi menggerakan jari dan memunculkan boneka besi berbentuk tengkorak memakai jubah hitam dan membawa tongkat dengan bilah sabit besar.
Dari dalam mulut boneka setan itu mengeluarkan senar-senar tajam yang terbuat dari logam khusus untuk menjerat tubuh Rany.
Untung saja Rany tidak kalah cepat melepaskan skill Shield Turtle untuk melindungi tubuhnya, tapi ia berpura-pura terdesak.
"Sky Walk!" Pembunuh bayaran yang terpental ke udara memang benar sesuai prediksi Rany bisa menyeimbangkan tubuhnya. Sekarang ia melesat cepat memijak Magic Rune dan bergerak ke arah Rany yang terjerat senar-senar tajam, "Manis, lebih baik kau menyerah dan temani kami bertiga, ha-ha-ha ...."
"Boleh, tapi sebelum itu temui raja neraka, Qirin Fang!" Bilah Enzilong terselimuti aura hijau dan bergemericik seperti petir. Itu memang petir dan menyambar pembunuh bayaran yang menggodanya.
'Zdash!' Bukan hanya itu petir hijau itu menyambar permukaan rooftop gedung dan menimbulkan retakan. Pembunuh bayaran yang menggerakan boneka besi juga ikut tersambar, sebab petir hijau itu merambat melalui senar tajam khusus yang mengikat tubuh Rany dan tersalur ke pembunuh tersebut.
"Untuk melawan kalian, aku hanya cukup memakai Sword Style milik keluargaku sendiri. Sekarang giliran kau!" tunjuk Rany pada satu pembunuh bayaran yang tersisa dan sedang berdiri di atas salah satu tiang di gedung sebrang.
"Tak usah banyak basa-basi, mereka levelnya dibawahku dan pantas kau kalahkan. Tapi aku berbeda, Hyper Sonic Step!"
Setelah berbicara panjang lebar, pembunuh bayaran bernama Nio itu hilang dari pandangan mata Rany dan muncul di depannya.
"Crazy Storm Phoenix!"
Rany memang tidak bisa melihat kemana Nio akan muncul sebelumnya, tapi instingnya mengatakan jika Nio akan muncul di depannya dan menyerang dengan tusukan pedangnya.
'Stang-sting!' Keduanya beradu tebasan dan menciptakan bunyi dentingan dua bilah yang sangat kencang. Bahkan menimbulkan gelombang kejut dalam skala kecil dan merusak tiang, permukaan rooftop serta kaca di lantai bawah.
"Wanita ini masih sangat muda, tapi sudah ahli pedang. Bahkan rantai dan senar tajam yang sekuat batu logam platinum pun putus dibuatnya. Aku harus memiliki senjata itu," batin Nio yang masih terus melayani Rany dengan baik.
__ADS_1
Rany punya sedikit celah dan melakukan tendangan sambil salto ke belakang dan tepat mengenai dagu Nio.
'Bam!' Tubuh Nio terpelanting ke udara, disaat itu pula Rany melepaskan skill Threw Head Wolf dan berhasil mengenai Nio hingga membuat bajunya compang-camping.
"Aku harus kabur." Nio yang terpelanting langsung sadar dan menyeimbangkan diri. Lalu melempar bom asap ke arah Rany.
'Boof!' Pandangan Rany terhalang dan mendapati kedua pembunuh bayaran yang pingsan itu sudah tiada. Setelah kepulan asap yang cukup membuat mata sedikit perih itu mereda.
"Sial! Aku kehilangan jejak mereka. Nampaknya mereka memang menargetkan para anggota serikat Emperor. Tapi apa motifnya? Dan siapa mereka?" pikir Ranya mengucek matanya.
"Lebih baik aku menyusul mereka, Azure Dragon!" Rany segera melesat sangat cepat dengan kekuatan penuh menuju lantai dua menara Keamanan atau menara Grivoin. Untuk menyusul Ryuga dan kawan-kawan.
***
15 menit kemudian, Menara Grivoin.
"Boy, apa yang kamu dapat?" tanya Ryuga yang sementara melepas identitas Vergil.
"Buruk bos, Neo Japan akan dijadikan ladang perang terbuka dan tertutup. Queen Aranya dan beberapa mata-mat sektor Sriwijaya juga mulai bergerak," jawab tegas Boy.
"Rupanya Neo Japan sudah carut marut. Aku belum menemukan tempat produksi Elixir Potion, sekarang klan dewa Mesir itu malah menambah runyam lagi Neo Japan, sial," batin Ryuga menyeringai kesal.b
"Bos, izinkan aku disini dan perkuat levelku," sambung Boy.
"Filza, urus administrasi perpindahan Boy dari cabang Siliwangi ke Neo Japan. Satu hal lagi rekrut siapapun yang mau masuk guild Emperor dan jangan dibedakan. Juga berikan sumber daya yang terbaik sesuai dengan kontribusi mereka," titah Ryuga dengan sorot mata yang tajam.
"Siap bos!" sahut Filza.
"Sekarang semua akan diurus Boy. Aku juga tak mau mengganggu waktu belajar kalian. Aku sudah mendengarnya tentang Gladys dan aku akan menyuruhnya menjaga Boy dan kantor ini," kaya
__ADS_1