
Universitas Hokkaido.
Vergil dan Gladys membawa mobil Buggati Bolide ke kampus. Lalu memarkirkannya ke area parkir VVIP kampus.
Banyak mahasiswa dan mahasiswi berkerumun mengamati mobil milik Vergil. Kali ini ia terang-terangan mengumumkan dirinya sebagai pemilik sah dari Buggati Bolide yang selama ini menjadi trending topik wal hidayah di Neo Japan.
Semua mata membelalak ketika yang keluar adalah Vergil Wong bersama Gladys Kusuma.
"Ti-tidak mung-mungkin?!"
"Pasti ini hanya mimpi."
"Alah pasti mobil sewaan."
"Goblok! Mana mungkin sewa, mobil itu pasti mahal biaya sewanya."
Vergil dan Gladys berjalan keluar menuju ruangan kelas berekspresi dingin juga tajam. Tidak ada senyum yang mengambang di wajah mereka, sampai-sampai semua mahasiswa dan mahasiswi yang dilewatinya merasakan punggung mereka begitu dingin.
Setelah urusan mereka selesai di menara Guardian pada Bloodfallen City. Mereka langsung menuju kampus, karena khusus hari ini jadwal kuliahnya siang hari pukul 14.00.
Walau mengendarai mobil Buggati Bolide, Vergil atau Ryuga tetap menjadi bahan cemoohan teman-teman mereka.
Gladys memakai rok mini putih dan blazer seragam universitas Hokkaido dengan tank top hitam dan dibiarkan terbuka seragam blazer putih dengan garis hijau terang, menampakan dua belahan gunung kembar yang cukup menonjol.
"Kamu terlalu terbuka, Glad," bisik Vergil menyodongkan kepalanya ke arah telinga kiri Gladys yang sudah duduk di meja samping Vergil.
"Kenapa? Kamu ingin? Jika ingin pegang saja. Lagipula aku ini calon istrimu bukan?" tantang Gladys dengan berbisik.
"Hadeuh!" Vergil menepuk jidatnya sendiri dan melanjutkan, "Bukan begitu Glad. Punyamu pasti dilihat oleh laki-laki lain. Kau itu milikku dan aku tak ingin mereka melihatmu dalam keadaan seperti itu. Tolong mengerti."
"Baiklah."Gladys mengerti dan menautkan blazer seragam mahasiswa Hokkaido, lalu menutup resletingnya. "Sudahkan? Aku harap kita bisa menikmati malam ini bersama."
"Gampang, itu bisa diatur. Kita fokus dahulu pelajaran hari ini. Aku ingin cepat lulus kuliah, jadi aku ingin tetap fokus kuliah," balasnya berbisik.
Niseki masuk kelas, "Selamat siang anak-anak. Buka Interminator pelajarannya sekarang!"
Semua murid menyalakan layar hologram pada meja masing-masing, sebagai bahan acuan menulis dan belajar.
***
6 jam kemudian.
__ADS_1
Steve mengikuti balapan ilegal yang menjadi legal di wilayah timur Hokkaido. Tepatnya depan Hajime Galaxy, ia ditantang adu balap drag oleh Storm, salah satu raja drag di wilayah timur dan merupakan bagian dari 10 anggota inti Imperial Black.
Steve bukan ahli drag tapi ahli balapan drift pegunungan. Tentu saja dalam balapan hanya 1.5 km, ia kalah dengan mudah oleh Storm.
Vergil memarkirkan mobilnya agak menjauh dari kerumunan muda-mudi yang sedang menonton balapan dan bersiap balapan.
"Glad, mereka sudah pintar mencampur floux dan Zerocity ke dalam Elixir potion dengan menambahkan dosis. Lama-kelamaan mereka akan menjadi brutal seperti Zaka dan Zaki. Bahkan fase buruknya menjadi setengah monster," lirih Vergil menjelaskan situasi saat ini di arena balapan drag.
Steve melihat Vergil dan memanggilnya dari jauh, "Hai bro!" lalu mendekat pada mereka berdua.
Vergil berpura-pura tidak tahu, "Hai bro! Kamu sudah sembuh? Maaf aku tak sempat menjengukmu."
"Tidak apalah. Aku sungguh senang, kalau tidak ada kamu, mungkin aku sudah mati. Teman-temanku yang mengatakannya jika kamu yang menyelamatkanku." Steve murung raut wajahnya.
Steve sudah kehilangan mobil kesayangannya Mercedez Benz SLR McLaren berwarna perak. Akibat kalah balapan dengan Storm.
"Ayo pulang sudah malam!" ajak Vergil pada Steve.
"Maaf, he-he-he. Nampaknya aku takan pulang, ayah pasti marah karena mobilku dijadikan taruhan balapan dan aku kalah." Steve pucat dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
'Vroom-Vroom! Ciiit!' Mobil Mitsubishi Lancer Evolution VIII berwarna biru dengan strip putih dan dikendarai Storm berputar-putar mengelilingi Vergil, Steve, dan Gladys.
***
Pusara portal level Titanium, Shanghai.
Sasuke sudah masuk dalam gate level Titanium dan berada di dalam lorong kastil. Akira pun ikut masuk ke dalam, banyak Werewolf yang bergerak sangat cepat mengepung Sasuke.
Akira tidak dikepung karena ia berjalan melewati langit-langit kastil dengan posisi kaki menempel pada langit-langit dan kepala di bawah.
"Three Fang Dragon Style: Frostfirethunder Stance!"
Tangan kanan Sasuke memegang Kusanaga, tangan kiri memegang Kusanagi dan mulutnya menggigit gagang katana Kisanago berbilah ungu terang.
"Sasuke-Sasuke. Dasar assasin bodoh, dia pikir melakukan raid sendirian dengan monster yang punya kecepatan yang terus meningkat itu mudah. Benar-benar cari mati memang, goblok!" Akira menatap sinis Sasuke.
[Terdeteksi monster akan keluar dari dalam portal]
----------¤----------
Nama: Werewolf
__ADS_1
Level: Titanium
Elemen: Raijin
Ras: Warbeast
Skill:
[Raijin Burst yaitu Werewolf tubuhnya diselimuti petir hitam. Efek meningkatkan 50% kecepatannya selama 15 menit]
[Rajin Stream yaitu Werewolf melepaskan petir hitam dalam radius 20 meter]
----------¤----------
Werewolf entah ada berapa ekor berlari cepat mengepung Sasuke, hanya terlihat sekelebat bayangan hitam saja.
'Trang-trang!' percikan api dan gelombang kejut dalam skala kecil nampak di sekitar tubuh Sasuke yang menangkis lesatan para Werewolf sambil menyerang Sasuke dengan cakaran.
'Trang-trang!' sambil mundur dengan melompat pun sekelebat bayangan Werewolf tetap menyerang Sasuke hingga membuatnya tersudut ke dinding kastil.
"Bangs4t!" Sasuke mengeluarkan aura Dragneel untuk menekan 30 ekor Werewolf yang mulai menyudutkan dirinya.
"Raijin Stream!" sebelum mereka ditekan, aliran petir hitam dalam skala besar melesat ke arah Sasuke dan meratakan apapun yang dilewatinya.
'Boom!' suara rentetan ledakan seperti dentuman meriam disertai kehancuran permukaan lantai kastil dalam radius 200 meter. Bahkan dinding kastil jebol dan menampakan danau yang dipenuhi dengan Aligator.
Tubuh Sasuke dipenuhi kepulan asap, dia hanya menangkis dengan putaran Kusanaga dan Kusanagi untuk membelokan aliran petir hitam.
Nafas Sasuke tersengal-sengal, "Si-sial! Ha-hanya 30 ekor saja membuatku kehilangan semua energi Vedaku. Benar-benar menyusahkan."
"Divine Swallow!"
Akira melemparkan tebasan beruntun secara horizontal dan memunculkan siluet shuriken 8 bilah berwarna merah darah ke arah 30 ekor Werewolf.
'Slash-slash!' Kepala-kepala Werewolf itu terlepas, setelah tubuh mereka tertekan aura Dragneel dari Sasuke dan terkena siluet-siluet shuriken 8 bilah berwarna merah darah.
Serangan Akira sangat cepat, mata Sasuke pun tak mampu melihatnya. "Kenapa kepala mereka terputus semua?!" Sasuke menatap mayat-mayat Werewolf tanpa kepala penuh kebingungan.
"Siapa disana?!" Sasuke memanggil Akira dan mencoba mendeteksi keberadaannya, namun hasilnya nihil.
"Dasar bodoh. Kau takan bisa mendeteksi keberadaanku, goblok!" Akira tertawa menutupi mulutnya dan menatap sangat sinis Sasuke yang menurutnya begitu lemah.
__ADS_1