KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 58


__ADS_3

"Awas Ryuga! Dia sangat berbahaya! Fenrir memiliki kuasa poison, evolusi kuasa water level 3!" Inusha berteriak, ia bergerak ke depan Ryuga. Fenrir menggunakan skill crusher, mengumpulkan energi veda pada gladius, lalu menebasnya secara bertikal dua kali, tebasan pertama atas ke bawah, tebasan kedua bawah ke atas. "Diamond ice wall!"


Grrr!


Siluet ombak setinggi 10 meter berwarna ungu yang dilepaskan oleh Fenrir, menabrak dinding kristal es milik Inusha. "Aku harus menggunakan kuasa apa untuk melawannya?" Ryuga mengelus dagungya di balik dinding kristal es, gempuran Fenrir membuat dinding terus retak dan semakin melebar. "Aku akan menggunakan skill itu!


Grrr!


Grrr!


Ryuga mendekap tubuh Inusha dan berteleportasi ke arah Gemusha. "Gemusha kemarikan tanganmu!" Ryuga menyodorkan tangan dan Gemusha menaruh telapak tangannya ke punggung tangan Ryuga. "Learn!"


Eternal gear bersinar berwarna merah, Ryuga mempelajari semua teknik kuasa fire hingga level evolusi hell. Karena Ryuga mempunyai skill boosted gear kuasanya naik menjadi blaze. Ryuga memberikan Yamato pada Gemusha, ia sendiri menghilang dari pangan mata.


"Great fire ball!"


"Great fire phoenix!"


"Great fire dragon!"


Ryuga menembakan bola api yang sangat besar dari mulutnya, ukurannya diameter 10 meter melesat ke arah Fenrir.


Swush!


Tubuh Ryuga berkedip ke arah kanan Fenrir, menembakan api berbentuk feniks yang sangat besar.


Swus!


Kemudian menghilang kembali dan muncul di sebelah kiri Fenrir, menembakan api berbentuk naga yang sangat besar.


Swush!


"Poison shield!"


Tubuh Fenrir diselimuti kubah berdiameter 3 meter, berwarna ungu transparan. Kubah itu ditabrak tiga seranga Ryuga dan meledak, "Hahahaha, kau pikir serangan seperti itu mempan padaku. Jangan bermimpi!" Fenrir tertawa terbahak-bahak, tangan kirinya menyerap kepulan asap hitam bekas benturan kubah. "Poisog fog!"

__ADS_1


Fuuh!


"Awas Ryuga! Itu kabut beracun!" teriak Inusha, raut mukanya sangat panik. Inusha sangat paham skill itu, target yang terkena akan mengalami korosi dan tewas seketika. "Menghindar!"


Ryuga diam saja, raut wajahnya tersenyum tipis. Kabut mulai bergerak ke arah Ryuga, "Mati kau bocah bodoh!" Fenrir menjentikan jari, kabut itu langsung mengepung Ryuga. baju street fashion style yang ia kenakan mulai lenyap termakan kabut. "Poison eater!"


Swush!


"Eternal absorb!"


Eternal gear Ryuga arahkan ke depan, untuk membentuk bola pelindung berwarna putih transparan. Bola itu menyerap semua kabur beracun milik Fenrir habis tak tersisa.


Ryuga sudah mengetahui kemampuan eternal gear, setelah Jendral Atmojoyo menceritakannya waktu itu yaitu menyerap energi negatif dan menjadikannya energi veda.


Cwuszh!


Tubuh Ryuga berkedip lalu muncul di depan Fenrir dan langsung mencekik leher Fenrir. "Absorb energy!" Ryuga menghisap semua energi veda di dalam wadah energi Fenrir, berjumlan 50 kolam berukuran 1 km. Energi veda di dalamnya, Ryuga sedot habis tak tersisa dan melepas cengkramannya.


Bruk!


Klang!


Buak!


Boom!


Ryuga menendang kepala Fenrir hingga membuatnya terpental menabrak dinding pembatas. Ryuga melesat ke arah Fenrir dan mencengkram lehernya, tubuhnya Ryuga angkat, "Cepat berikan kitab pedang gladios. Atau aku akan membunuhmu!" Tatapan mata Ryuga sangat tajam.


"Ryu sudah hentikan!" cegah Gemusha mendekati Ryu, dan menarik lengannya yang kekar. Ryuga hanya memakai underwear saja, setelah pakaiannya dilucutin oleh kabut beracun. "Ku mohon Ryu hentikan! Jangan membunuhnya!"


Ryuga tetap tak bergeming, malah semakin kuat mencengkram leher Fenrir, hingga membuat nafasnya sesak. "Ba-baiklah, ta-tapi le-lepaskan tanganmu," lirih Fenrir terbata-bata, kedua tangannya memegang erat eternal gear.


Bruk!


Ryuga melepaskan cengkramannya. Tubuh Fenrir terduduk lemas kembali, Inusha memapahnya, dari tatapannya Inusha menyukai Fenrir. Dalam pertarungan sebelumnya pun Inusha hanya melindungi Ryuga, tidak menyerang Fenrir, tandanya sudah jelas kalau Inusha menyukai Fenrir.

__ADS_1


"Inusha! Ryuga! Cepat!" Gemusha melambaikan tangan memanggil mereka berdua. "Waktu kita tinggal satu jam lagi!"


Fenrir mengeluarkan kitab ilmu pedang hellstorm dari jam tangan penyimpanan miliknya. Ryuga segera mengambilnya dan memasukannya ke inventori sistem. "Ini untukmu, lain kali aku tak mau bermusuhan. Jika bertemu kembali kau masih memusuhiku, aku tak segan-segan untuk membunuhmu!" Ryuga menatap tajam Fenrir dan memberikan heal potion miliknya. "Ayo pergi!"


Inusha yang masih khawatir dengan Fenrir kedua tangannya di seret oleh Gemusha dan Ryuga, mereka bertiga hilang dari pandangan mata Fenrir.


Zayd yang sedari tadi mengawasi mereka berempat muncul dalam bentuk Jester.


"Hahahaha!" Jester tertawa terbahak-bahak, lidahnya yang panjang menjulur keluar lalu menyapu bibirnya. "Halo anak manis, aku akan membawamu ke surga, mau kan?"


"S-siapa k-kamu?" Raut wajah Fenrir pucat, badannya bergetar ketakutan, tubuhnya ia mundurkan sampai dinding pembatas, botol hijau di tangannya pun terjatuh. "Ja-jangan men-mendekat!"


"Tenang bayi manisku, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin membelaimu!" Jester mengelus pelan kepala Fenrir dengan menyeringai licik. "Selamat menikmati menuju surga, bayi manisku, hahahaha!"


Greb!


"Absorb power!"


Jester mencengkram kepala Fenrir dengan tangannya yang besar dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Fenrir berteriak seakan ruhnya dicabut paksa keluar dari jasadnya sambil menendang tubuh Jester, namun Jestert tetap tak bergeming, "Aaaakh! Lepaskan aku! Aaakh! Sakit sekali!"


Urat otot berwarna ungu terang di tangan kanan Jester keluar, terlihat dari kulitnya yang berwarna putih pucat. Jester menghisap semua energi veda dan kuasa poison milik Fenrir. Hingga tubuh Fenrir mengering dan menjadi abu, tak ada perasaan bersalah terpancar dari raut muka Jester, justru ia sangat menikmati pembunuhan Fenrir yang begitu sadis dan tanpa ampun.


"Akhirnya kuasa water level 3 kuasa poison berhasil aku kuasai, Dimitri sebentar lagi kita akan bertemu," ucap Jester menyeringai jahat. "Tinggal tunggu giliranmu Angelina setelah Dimitri. Hahahaha!"


Jester lenyap dari pandangan, ia hilang entah kemana. Tersisa hanya suara gema dan gaung tawanya di seluruh sudut perbatasan Sudan.


___


___


___


Ryuga, Gemusha, dan Inusha sudah sampai di pintu masuk kota Alexandria. Geminu sudah memakai lagi topengnya, Mesir adalah pemerintahan netral meski berada di bawah pemerintahan Sangakama sektor Majapahit. Geminu tidak ingin kerjasama Branz terputus hanya gara-gara yang menjual senjata adalah mantan pemimpin diktator musuh rakyat sektor Majapahit.


"Permisi, kantor tuan Basilisk dimana ya tuan-tuan?" tanya Ryuga berakting polos lagi, ia sudah memakai baju vintage style, tentu saja beli dari shop sistem.

__ADS_1


"Kamu mau cari siapa di sana? Dan ada urusan apa dengan tuan Basilisk, dik?" Penjaga malah bertanya balik.


"Hei tuan, terserah saya ada urusan apa? Yang jelas jika tuan Basilisk meminta ganti rugi pada kami. Maka kalian yang harus membeli 10.000 senjata dari Branz, paham!" bentak Ryuga yang hilang kesabarannya.


__ADS_2