
Tapi di sisi lain, Miku masih harus berurusan dengan anggota mafia klan Tokugawa tentang hutangnya berjumlah 2 juta yen ditambah bunga menjadi 4 juta yen. Tapi Oboro, ayah Miku belum kunjung sembuh. Penyakit apa yang menggerogotinya.
"Totalnya 100.000 yen, nona Michelin." Miku memberikan semua daftar bagian-bagian mobil yang sudah diganti dan biaya mekanik pada Michelin
Michelin mengernyit, pasalnya ia selalu membayar di showroom mobil untuk biaya servis 900.000 sampai 1.000.000 yen. "Apakah ini benar Miku?" tanyanya.
Bengkel Miku dari dulu memang sangat berkualitas dan harganya jauh dari pasaran juga Miku sangat cantik serta punya daya tarik tersendiri. Maka tak ayal banyak yang berbondong-bondong datang ke bengkelnya untuk memperbaiki mobil dan motor atau sekedar servis ringan.
Tapi semenjak Miku tutup beberapa bulan, pelanggannya yang kecewa dan kehilangan sosok Miku.
"Itu benar, nona Michelin. Kami juga memberikan garansi 7 hari, untuk bagian yang kami servis, jika rusak lagi maka akan mendapatkan biaya servis gratis," jelas Miku tersenyum ramah.
Michelin terdiam dan membatin, "Sial! Aku ditipu oleh showroom itu. Biaya servisnya saja mahal, tapi hasilnya hancur. Benar-benar sampah. Mulai sekarang mobil ini aku hanya ingin di pegang Miku atau vergil saja. Aku memang punya banyak uang, tapi juga harus hemat. Masih ada yang lebih penting dari sekedar servis mobil."
Michelin tiba-tiba mendapatkan telefon dari ayahnya untuk segera ke kantor, namanya Yoran Yo. Ketua mafia terkejam di Neo Japan.
Jika penguasa dunia atas adalah Rogue Stephanson, ayahnya Bill maka pengusa dunia bawah di Neo Japan adalah Yoran Yo. Rogue juga sebenarnya sangat takut, karena para pembunuh bayaran asosiasi Rinbo yang sudah terpecah dari sekolah assasin Sarutobi dibawah kendali klan Tokugawa.
Miku menekan angka 100.000 yen dan menyodorkan smartphone miliknya. Setelah selesai menerima telefon dari Yoran, Michelin siap membayar dengan menempelkan sidik ibu jarinya pada smartphone Miku.
"Tunggu, naikan menjadi 500.000 yen," sergah Michelin yang menatap smartphone Miku hanya tertera nominal 100.000.
Lalu melanjutkan perkataannya, "Jangan tanya apa. Lakukan saja, itu bonus. Memang tak sepadan, aku mendapatkan 100 juta yen berkat Vergil dari bocah ungu itu. Sepertinya dia buka bocah biasa, atau memang wajahnya tak asing bagiku."
"Josephine Rosala." Ryuga keceplosan mengucap nama itu.
__ADS_1
"Josephine Rosala?" serentak Miku dan Michelin mengernyit.
"Bukankah dia adalah pewaris utama Linuix Group?" tanya Michelin menelisik.
"Jadi dia memang bukan pemuda biasa? Tapi setahuku rambutnya dulu ungu?" timpal Miku menelisik.
Siapa yang tak kenal Josephine bagai artis, bahkan setiap produk yang dikeluarkan oleh Linuix Group. Josephine sendiri yang menjadi bintang iklannya. Kaya, tampan, dan punya banyak koneksi itu yang ada dalam pikiran Miku serta Michelin saat ini.
Ryuga langsung acuh dan pergi ke depan bengkel, memastikan jika masih ada pelanggan lain yang harus ia layani.
Dari arah kiri, datang Lamborghini Egoista, dan Ryuga sangat kenal dengan mobil tersebut. Dengan gas ditekan-tekan, lalu berhenti di depan bengkel Miku.
Begitu pintu naik ke atas, Josephine keluar dengan raut muka kesal pada Ryuga, "Bangsat!" bentaknya.
Ryuga hanya diam dan acuh menanggapi kekesaan Josephine pada dirinya. Ia tahu kenapa Josephine kesal, karena kehilangan banyak uang semalam. Ternyata bukan hanya 100 juta yen, tapi karena terlalu percaya diri mendukung Stevin, semua biaya taruhan Joephine yang mendanai, totalnya 1.25 milyar yen.
"Tak perlu ramah dan munafik. Cepat kembalikan uangku!" bentak Josephine lalu menarik kerah Ryuga.
Setelah kekalahannya dengan Ryuga di dalam portal memory of heaven, perangai Josephine 180 derajat berubah. Tidak lagi ramah, sombong, dan kejam. Ya, efek meminum 100 botol elixir potion lah penyebabnya. Walau sudah dinetralisiri gen monsternya, tapi sifat-sifat beringas monsternya masih ada dan pemicu besarnya adalah dendam Josephine pada Ryuga.
Ryuga berpura-pura tidak tahu dan mengernyit, "Apa maksud tuan? Aku hanya orang baru disini? Tiba-tiba anda mengatakan kembalikan uang anda? Kapan aku berhutang pada anda, tuan?"
"Kalau kau tahu aku siapa? Kau pasti menyesal memperlakukanku seperti ini Josephine. Linuix Group akan jadi debu saat ini juga," batin Ryuga menyeringai.
"Dasar pemuda bodoh! Apa otakmu kemasukan lalat? Gara-gara kau, aku kehilangan 1.25 milyar yen, hah!" bentak Josephine lantang.
__ADS_1
Ryuga tersenyum tipis dan terkesan santai menghadapi Josephine, lalu berkata penuh wibawa, "Seharusnya anda memilih orang yang tepat. Bukan di dasari kepercayaan kosong. Anda punya keyakinan yang kuat tapi anda tertipu oleh diri anda sendiri."
'Jleb!'
Jantung Josephine terasa ditusuk ribuan pedang. Kata-kata Ryuga mengingatkannya pada dirinya dahulu yang sangat yakin dengan Ryuga, tapi karna keegoisannya akhirnya sampai sekarang telah kehilangan Ryuga, sahabat sejati yang dipilihnya sendiri dan dikhianati oleh dirinya sendiri.
Josephine melepaskan cengkramannya pada kerah Ryuga dan menahan air matanya untuk tidak jatuh. Josephine merasa benar-benar pengecut saat ini, dia yang mengambil keputusam dan dia pula yang melemparkan kesalahannya pada orang lain. Sungguh, benar-benar tolol dan dungu, itu yang terucap dalam pikiran Ryuga serta Josephime sendiri.
Michelin keluar mengendarai mobilnya, lalu membuka kaca jendela dan memanggil Ryuga, "Vergil!" Ryuga mendekat.
Lalu memberikan kartu nama dan warnya seperti kartu nama yang diberikan hana, juga nama klannya Tokugawa. Tepatnya Michelin Yo Tokugawa.
Ryuga mengernyit dan bertanya sekenanya, "Jadi nona adalah putri nyonya Hana?"
"Kamu tahu ibuku?" Michelin juga mengernyit. Pasalnya, jarang ada orang yang tahu tentang Hana. Meskipun Hana adalah pewaris klan Tokugawa, lebih tepatnya Zerox Corporation sebelumnya. Tapi Hana lebih sering bekerja dibalik layar.
Setelah menikah dengan Yoran, Yamada Tokugawa memberikan kepungurusan Zerox Corporation pada Hana dan dunia mafia pada Yoran. Tapi setelah Michelin dewasa Zerox Corporation, Hana memberikannya pada Michelin.
"Tidak juga. Tapi Nyonya Hana memberikan kartu namanya padaku kemarin lusa, karena aku membantu Nyonya mengganti bannya yang bocor," jawab ryuga jujur.
"Pantas." Michelin tersenyum lebar. Lalu melanjutkan perkataanya, "Ibu menceritakannya padaku tentangmu kemarin lusa. Dan kamu tahu wajahnya ibu ketika menceritakan tentangmu?"
"Tidak." Ryuga menggeleng acuh.
"Sangat-sangat senang." Michelin tersenyum penuh minat pada Ryuga. "Ya, sudah. Aku akan menjemputmu malam nanti. Aku mengundangmu makan malam dirumahku. Jangan menolak."
__ADS_1
"Ba-baik, Nona Micheline." Ryuga mengangguk terpaksa, karena malas jika harus makan malam dengan para orang kaya. Phobianya akan orang kaya kadang sering muncul.
Setelah Michelin pergi, Ryuga menghela nafas panjang, "Semoga saja, virusku tidak kumat," gumamnya.