
"Jackal Bomb!"
Kesepuluh tim pertama menukik menggunakan wingsuit dan melemparkan siluet kunai peledak yang tercipta dari elemen api ke gedung keamanan.
[Peringatan! Peringatan! Musuh menyerang! Musuh menyerang!]
Kubah pelindung menyelimuti seluruh wilayah Bloodfallen, setelah mendengar suara peringatan.
Di setiap gedung muncul machine gatling gun dan machine misile. Mesin pelontar misil langsung membidik puluhan siluet kunai peledak yang dilempar oleh pasukan elit Rinbo dan Sasuke hanya mengirim 1 tim saja, "Kita pergi! Mereka saja sudah cukup untuk menghancurkan kota sialan ini," titahnya.
Sementara itu Filza, Angelina dan Rany sedang berada di gedung penjualan. Mereka mengantar Angelina untuk mendaftarkan merek dagangnya untuk ikut di jual pada Hypermarket Bloodfallen.
"Nampaknya ada penyerangan sis, kita harus keluar." Filza menarik tangan Rany dan Angelina agar segera menuju basemen parkir gedung.
"Tenang saja, Bloodfallen City adalah kota yang aman. Klan Kismoyo, Klan Smith dan Klan Rosala ikut investasi disini. Jadi kita tidak akan membiarkan mereka mudah merusaknya." Angelina melepaskan tangan Filza yang cukup erat menarik lengannya.
Mereka bertiga malah keluar dan memakai senjata masing-masing, mereka hanya bersiaga saja.
'Duar-duar!' Mesin gatling gun otomatis berhasil menembaki siluet-siluet kunai peledak dan meledakannya sebelum menyentuh lapisan kubah pelindung yang menyelimuti seluruh kota.
'Shua-shua!' misil-misil pun ditembakan ke arah 10 anggota pasukan super Elit dan mengejarnya.
Mereka juga bukan Divya Assasin biasa, "Panzer Stream!" salah satu anggota pasukan super elit terbang menukik dan melepaskan petir biru berbentuk panther ke arah puluhan misil untuk menghalaunya.
'Duar!' begitu misil-misil itu meledak tertabrak petir berbentuk panther, petir berbentuk panther itu membelah diri menjadi ratusan dan bergerak cepat ke arah kubah pelindung.
"Thunder Arrow!"
Kesembilan anggota yang lain, terus bergerak zig-zag di udara menghindari peluru-peluru dan misil yang mengarah pada mereka. Lalu menyerang kubah pelindung dengan panah petir yang dilepaskan dari telapak tangan mereka.
'Zrrrt! Duar!' suara rentetan aliran petir menghantam kubah pelindung dan membuatnya bergetar hebat, hingga menimbulkan gelombang suara dan kejut yang cukup keras.
"Big Shot!"
Filza merubah Stardust menjadi panah besar dan melepaskan anak yang besar juga sudah terbidik dengan baik ke arah ratusan petir berbentuk panther.
__ADS_1
'Jleb! Zrrrt!' Anak panah besar itu berhasil mengenai satu persatu panther petir biru dan terus mengenai mereka tanpa anak panah besar itu rusak. Semakin mengenai satu persatu panther petir biru, anak panah. besar itu seperti punya jiwa tersendiri dan semakin kuat menembus panther-panther petir tersebut.
"Kerja bagus, Za." Angelina mengacungkan jempol pada Filza, dan siap melepaskan serangan, "Lebih baik aku habisi mereka di udara. Apply Moon Jump!"
Angelina melompat dan kakinya memijak satu persatu magic circle berwarna ungu sampai ke udara untuk mendekati kesepuluh anggota pasukan super elit yang mulai berpencar dan siap menyerang dengan senjata mereka masing-masing di udara.
"Secret passage: Gravity Ball!"
Dari belakang tubuh Angelina muncul magic rune berwarna ungu dan mengeluarkan bola-bola ungu kehitaman diselimuti petir.
"Lightning Blade!"
Pedang Ninjato kesepuluh anggota pasukan elit diselimuti petir biru. Jarak mereka dengan kubah pelindung sudah 10 meter dan siap menusuknya.
Tapi bola-bola gravitasi itu bergerak ke arah mereka, "Sial! Pertahanan kota ini terlalu rumit. Kita tidak mudah untuk masuk, ditambah Divya berpakaian ungu itu serangannya cukup menyulitkan. Haruskah kita mundur?" tanya salah satu anggota pasukan super elit melalui komunikasi handsfree.
"Bodoh, lebih baik kita mati dalam misi daripada mati dikuliti tuan Sasuke. Kita jangan menyerah, ayo!" titah kapten Guila, pemimpin operasi penyerangan Bloodfallen City kali ini.
'Trang-trang!' mereka membelokan peluru dan bola-bola ungu ke berbagai arah dengan ninjato yang diselimuti petir kuning.
Filza memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membidik salah satu anggota agar menjatuhkannya.
'Shua! Jleb!" salah satu anggota terkena anak panah tepat di bagian jantung dan tewas seketika.
Kiyu keluar dari gedung dan berada di rooftop gedung memakai senjatanya berupa kunckles, tepatnya sepasang knuckles.
"Mereka tak ada kapoknya, dasar ninja bajing4n! Sky Walk!"
Kiyu memijak magic rune berwarna biru untuk naik ke udara mendekati 3 orang anggota pasukan super elit Rinbo yang berhasil menggapai kubah pelindung kota. Ia berhasil menggapai kubah pelindung dan menembusnya karena memakai peralatan yang dikembangkan oleh Vlandeta.
"Baguslah, jika ketua keamanannya sendiri yang menghantarkan nyawa. Kita tak perlu repot-repot menghancurkan gedung kemanan milikmu itu, ha-ha-ha ...."
Mereka bertiga melepaskan wing suit dan menempel pada kubah pelindung yang tak bisa mereka tembus. Disusul 6 orang anggota lain yang sudah sampai, berdiri menempel pada bagian kubah pelindung.
Kubah pelindung diperkuat, dengan syarat mesin gatling gun dan mesin pelontar misil dihentikan operasinya untuk menghalau mereka. Filza sudah tak bisa lagi menembak, karena ketebalan kubah pelindung dipertebal dan diperkuat kekerasannya.
__ADS_1
Hanya Angelina dan Kiyu yang berada diluar kubah, bersiap menghadapi 9 anggota pasukan super elit Rinbo.
"Wind Bullet!"
"Thunder Bullet!"
"Thunder Arrow!"
"Wind Arrow!"
Mereka berempat serentak menembakan anak panah angin, anak panah petir, peluru-peluru angin dan peluru-peluru petir ke arah Angelina juga Kiyu.
"Blink!" Angelina berteleportasi dan muncul di depan Kiyu. Lalu memunculkan siluet tangan besar berwarna ungu untuk menghalau serangan panah petir, panah angin, peluru angin dan peluru petir, "Rake Hand!"
'Duar-duar!' rentetan suara ledakan disertai kepulan asap menjulang ke langit. "Mati kalian berdua, ha-ha-ha .... Sampah lalat tetaplah sampah lalat."
Mereka bersembilan sangat senang serangan keempat temannya berhasil menghancurkan Kiyu dan Angelina.
Kepulan asap itu mereda dan mendapati Kiyu juga Angelina baik-baik saja, terlindungi oleh siluet tangan besar berwarna ungu transparan, "A-apa?! Ti-tidak mung-mungkin?! Bagaimana bi-bisa?!" Gulia melebarkan mata.
"Tearles Drop Barrage!"
Jantung Kiyu berdetak kencang setelah melihat banyak magic rune berwarna ungu memunculkan satu mata yang mempunyai sepasang sayap kelelawar berwarna ungu gelap.
Mata-mata itu menembakan sinar-sinar laser berwarna ungu ke arah sembilan anggota pasukan elit Rinbo yang berpencar.
Tapi kemana pun mereka lari tetap saja terkepung oleh sinar-sinar laser yang memantul dari satu mata ke mata lain.
"Aaakh!" pekikan keras terdengar, setelah tubuh mereka tergores oleh sinar laser. Mereka mencoba menghindar tapi percuma tetap saja terkena, dibelokan pun tidak bisa, hanya membuat pedang ninjato itu patah.
"Aaakh!" Akhirnya mereka semua tewas dengan tubuh tertembus oleh sinar-sinar laser.
"10.000 fist of hell!"
Kiyu mengepalkan tangan dan melepaskan pukulannya ke arah sembilan mayat anggota super elit Rinbo, agar mayat itu tidak meledak setelah mati. Biasanya mereka akan meledakan diri jika sudah mati.
__ADS_1
'Boom!' tubuh mereka hancur menjadi bubur darah, setelah terkena bola energi yang dilepaskan oleh Kiyu.