KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 229


__ADS_3

"Bos, kita di-" Sebelum menyelesaikan peringatan akan bahaya, salah satu anggota Guild Arcadia Golem kepalanya langsung terputus di tebas oleh Akira.


Tim penyergap berhasil masuk ke dalam istana Volcano dan menghabisi 13 orang anggota Guild Arcadia Golem.


Jion, Guild Leader Arcadia Golem sangat tenang walau anggotanya hanya tersisa 2 orang, dirinya sendiri dan Vice Leader Guild bernama Sasha.


"Sasha, mari kita beraksi dan hancurkan semuanya. Summoning: Gaia Titan Army!" seru Jion sambil menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.


Istana Volcano berubah bentuk menjadi Titan Golem Volcano setinggi 200 meter dan memunculkan 6 Gaia Titan yang lainnya.


1 Titan Golem Volcano dan 6 Gaia Titan tersebut juga membuat pasukan penyerang Guild Imperial Darkness dan Royal Fear tertegun sejenak dan menghentikan langkah mereka. Sebab melihat 7 raksasa berdiri menjulang tinggi ke langit.


Tanpa basi-basi, 7 anggota tim penyergap Guild Infernal Darkness menyerang dengan tebasan yang sangat kuat.


"Kalian semuanya bodoh. Anggotaku memang lemah, tapi aku tidak selemah itu. Dan ini buktinya, Summoning: Volcano Zevalux! Behemot Ghoul!" seru Jion, sedangkan Sasha yang memunyai job Assasin sudah melesat cepat walau seorang diri ke arah dua Guild yang masih belum ada pergerakan.


'Klang-klang!' Senjata-senjata yang dihantamkan ke kaki Titan Volcano Golem patah.


Dari bawah tanah muncul naga Zevalux dan naga Behemoth berwarna hitam. Naga Zevalux langsung membuka mulut dan menutupnya cepat. 7 anggota tim penyergap sudah masuk dalam mulutnya, dan ditelan mentah-mentah.


"Groaar ...!" Volcano Zevalux meraung keras hingga menggetarkan permukaan tanah dalam radius 100 meter. Raungan itu tanda kemenangan karena berhasil memakan 7 anggota tim penyergap dari Guild Infernal Darkness.


"Bedebah!" Akira mengeraskan rahang dengan urat otot didahinya menonjol keluar. "Aku telah meremehkan lawanku."


Akira mengeluarkan pedang Nodachi yang bernama Kagekami dari jam tangan ruang, "Blade Spirit!" seru Akira menciptakan ribuan siluet pedang berwarna merah darah yang mengambang mengelilingi 6 Gaia Titan, Volcano Titan Golem, Volcano Zevalux, dan Behemoth Ghoul. "Silahkan pilih! Menyerah atau mati?"


"Menyerah? Mati? Itu hanya ada dalam mimpimu saja." Jion menatap sinis Akira yang menurutnya sangat lemah dan menggerakan tangan kanan lurus ke depan, "Habisi mereka semua!"


'Slash-slash!' Akira tidak tinggal diam dan menggerakan tangan kanannya juga untuk mengendalikan ribuan siluet pedang merah darah untuk memotong 9 monster kuno ras Elemental.


Siluet-siluet garis putih secara acak muncul sangat banyak di seluruh bagian tubuh 9 monster kuno ras Elemental.

__ADS_1


"Lihat, monster panggilanku tidak apa- ...." Lama kelamaan Jion menjatuhkan rahang dengan mata membulat karena satu persatu monster panggilannya berjatuhan dengan tubuh terpotong-potong kecil-kecil. "Aaaaargh ... Reverse Gravity! Rage Of Gravity!"


Jion membuat tubuhnya melayan dan menekan Gravitasi yang sangat kuat 100 kali lipat dari skill Gravity milik Ryuga.


'Boom!' Tubuh Akira tertekan gravitasi dan tertelungkup ke permukaan tanah yang sudah menjadi kawah sedalam 5 meter dengan raut muka mengerang.


Akira benar-benar membuat Jion mengeluarkan taringnya sebagai Divya dan Guild Leader nomor dua di sektor Siliwangi.


Di luar portal, penonton terdiam memperhatikan jalannya kompetisi dan membuat Lord Gardosen menatap lekat Jion.


"Zayd, aku tak menyangka Guild Arcadia Golem, Guild Leadernya sekuat itu," bisik Lord Gardosen pada Zayd sambil menutup mulut dengan punggung tangan kirinya.


"Ya, My Lord. Aku tak menyangka juga. Ini semua salahku yang tak mengawasinya, "balas Zayd lirih dengan mata membulat.


Kembali ke portal, setelah melihat kekuatan Jion, aliansi Guild Imperial Darkness dan Royal Fear bergerak mundur.


Tapi Sasha tak membiarkannya, "Hai pecundang! Mau kabur kalian? Aku takan membiarkannya. Rage Of Gravity! Dimension Space! Ethereal Assasin Weapon: Dragon Chain!"


'Jleb-Jleb!' Ujung-ujung bilah rantai tombak itu tepat mengenai tengkuk 30 anggota aliansi Imperial Fear yang tak bisa bergerak dan semuanya tewas dengan leher berlumuran darah.


"Iiih, sungguh mengerikan!"


"I-itu, di-dia psikopet!".


"Psikopat bukan psikopet."


"Ternyata jadi Divya itu sungguh mengerikan, bisa membunuh siapapun dengan sadis."


"Terlalu brutal."


"... ...."

__ADS_1


Semua penonton berkomentar saling bersahutan melihat kekejaman Sasha dalam menghabisi 30 anggota aliansi Imperial Fear. Sudah begitu ekspresi mukanya sangat dingin seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lebih, baik aku mundur menghemat energi. Lawanku cukup kuat, tanpa Ryutaiga aku tak bisa melawannya," gumam Akira merasakan sakit yang amat sangat ditubuhnya, "Hole Space!"


'Swush!' Tubuh Akira masuk ke dalam pusaran merah dan kembali ke singgasananya di istana Waterfall.


"Cih, dasar pecundang." Jion menatap sinis ke arah permukaan tanah bekas Akira tertelungkup.


[Selamat, Guild Arcadia Golem berhasil mempertahankan Volcano Castle dan mendapatkan hadiah Volcano Castle naik ke level 2. Mendapatkan pasukan monster Volcano level Titanium dan memiliki ras Deity]


Panel hologram muncul di layar LCD besar dan di atas langit portal. Semua Guild Leader yang melihatnya membulatkan mata.


"Permainan yang sangat menarik, sayang kita tidak mengikutinya," celetuk Selena.


"Ya, kak. Coba saja kita ikut pasti akan bertambah seru," timpal Raj.


"Kenapa kamu berkomentar, mata biru!" umpat Selena pada Raj yang tiba-tiba menimpalinya.


"Ya terserah akulah, mulut-mulut aku. Kok kamu yang repot. Apa kamu tak suka? Atau diam-diam suka padaku." Raj merapikan bajunya dan menaik-turunkan alis tepat di depan muka Imusha dan membuatnya salah tingkah.


"Sialan kau mesum!" Selena memukul kepala Raj.


"Aw ...," pekik Raj memundurkan kepalanya dan mengelus-elus kepalanya yang sakit, "Awas kau wanita barbar. Suatu hari nanti akan aku intip kau mandi sialan!"


"Sudahlah jangan bertengkar!" Gemusha memeluk leher Selena dan Raj bersamaan dan mendekatkan ke arah dada. Sehingga kedua mata itu saling menatap, dan membuat pipi mereka memerah. "Nanti kalau sudah jatuh cinta, tahu rasa. "


"Lepaskan kak!" Selena berontak dan melepas paksa pelukan tangan Gemusha di tengkuknya. "Aku tak suka pria bermata biru, terlalu anggun."


"Apa? Terlalu anggun. Berarti aslinya kau suka kan padaku wanita barbar?" Raj berontak dan melepas paksa pelukan tangan Gemusha juga di tengkuknya. "Ayo mengaku! Begini-begini juga aku ASSAT sektor Trunyan dan sangat tampan serta dicintai banyak wanita di sektor Trunyan."


"Bodo amat!" Selena membuang muka dengan pipi memerah.

__ADS_1


Gemusha berbisik pada Selena yang merupakan anggota dalam Guild Emperor cabang Majapahit, "Selena, Raj itu tampan dan sangat baik. Dia kaya dan mapan, juga setia apakah kau tidak mau?"


__ADS_2