KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 36


__ADS_3

Ryuga menatap layar proyeksi biru dengan raut muka yang murung. "Mulai dari nol lagi!" Ryuga berjalan menuju kelasnya melewati lorong akademi, tatapan sinis dan merendahkan menatap Ryuga dengan lekat, mereka tidak tahu jika pangkat Kadet Ryuga sudah naik menjadi ASSAT. Pangkat yang lebih tinggi di pemerintahan Sangakama di bawah Sangakama itu sendiri.


Semua kadet memakai seragam jaket berwarna hitam, logo harimau putih di dada kiri dan lencana level berwarna emas di dada kanan. Untuk seragam perempuan hanya berbeda di bawahannya saja, memakai rok umbrella panjang selutut, dan wajib memakai sepatu hitam yang panjangnya sebawah lutut.


Ryuga yang sudah jadi ketua kadet Maung School baju seragamnya berbeda dari seragam kadet yang lain, Ryuga memakai jaket berwarna merah dan celana merah, logonya sama namun lencananya berbeda yaitu bukan tulisan level tapi ASSAT.


"Kenapa si bodoh itu baru terlihat?" ucap Star


"Ya kemana saja dia?" imbuh Rosi


"Entahlah, aku mendengar rumor kalau dia di hukum dan dibuang sementara, karena melakukan pelanggaran berat." jawab Amin.


Vanya bersama Rany yang mendengar rumor hoax dari teman satu kelas langsung menyela, "hai kalian! Apa kalian tidak melihat dari lencana dan seragam yang Ryuga pakai?" tanya Vanya dengan menyeringai kesal.


"Tidak, tetap saja dia itu bodoh, cuma level rendahan dan sampah. Bukannya seragam itu karena dia itu level rendah, makanya berbeda dari kadet yang lain?" ejek Amin, teman satu kelas Ryuga, kepalanya botak hanya rambut satu helai, mata bulat dan dua gigi menonjol ke depan, serta berkulit sawo matang.


"Dasar bodoh! Pantas saja kalian Divya level 3, otak kalian dungu!" Rany memukul kepala mereka satu persatu. "Ryuga adalah ketua kadet sekarang dan pangkatnya melebihi jendral Atmojoyo, goblog! Lihat dia keluar bukan dari dormitori level 1 tapi dormitori tertinggi di akademi yaitu level 7!"

__ADS_1


"Apa?!" teriak serentak semua teman sekelas Ryuga menjatuhkan rahangnya, mereka terkejut dan tak percaya Divya level 1 bisa mendapatkan jabatan lebih tinggi dari Jendral Atmojoyo direktur militer Maung School akademi, kecuali Josephine dan Vanya mereka memang sudah mengetahuinya dari Kira.


Para kadet menerima pelajaran teori kemiliteran, dan cara menjadi Divya hanya satu minggu sekali yaitu hari senin, hari-hari lainnya mereka melakukan latihan di training field.


Ryuga duduk di kursi paling belakang dengan raut wajah datar, Verel yang sering menghina dan membuli Ryuga sewaktu masih sekolah kini sangat hormat pada Ryuga. Terlebih lagi setelah Verel dikalahkan oleh Ryuga dengan telak.


Hari ini mentor yang mengajar adalah Kira, bagi Josephine, Vanya, Ryuga, dan Rany. Kira adalah sosok guru yang baik hati dan murah senyum tapi kalau sudah masalah latihan kemiliteran dan teori, Kira guru yang paling galak.


"Selamat bro! Makan-makanlah traktir!" bisik Vanya. Ryuga yang mendengar bisikan Vany hanya tersenyum dan menganggukan kepala. "Janji ya!"


Kira yang sedang mengajar mengenai penyaluran energi Veda pada senjata, terusik oleh bisik-bisik Vanya. Telinga Kira sangat sensitif, ia bisa mendengar suara sampai jarak radius 1 km. Kira melempar penghapus tepat mengenai muka Vanya.


"Rambut helm maju kamu!" Vanya dengan menyeringai kesal maju ke depan kelas. "Coba contohkan bagaimana caranya!"


"Saya guru? Saya kurang paham guru, hehehe," balas Vanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Berdiri sana!" Vanya pun dengan berat hati, berdiri di sudut kelas dekat papan tulis. "Tarik kedua telingamu! Rambut helm. Lain kali kalau ada mentor menerangkan, jangan berbisik-bisik minta di traktir, paham!"

__ADS_1


Vanya menundukan wajah, mukanya merah padam karena malu, "Y-ya gu-guru, sa-saya minta maaf!"


"Kamu rambut helm, jangan duduk sebelum ada kadet yang bisa mencontohkan penggunaan energi Veda pada senjata dan contoh senjatanya adalah ini!" Kira mengeluarkan jarum kecil dari saku celananya. "Siapa yang bisa melempar jarum ini dengan mengalirkan energi Veda pada jarum dan menembus batu bata ini, saya akan memberikan hadiah khusus skill langka awakening drive!"


Ryuga membulatkan mata mendengar skill awakening drive, skill yang Kira gunakan sebelum membantai F.G.D dengan mudahnya. Tapi mengapa Kira mau memberikan skill itu dengan mudahnya, seolah skill yang sangat langka dan hebat itu hanya kacang rebus yang mudah dijual.


Satu persatu kadet mencoba mengalirkan energi veda pada jarum, namun belum ada yang berhasil. Josephine berlevel 5 puncak pun hanya bisa menancapkan jarum itu pada batu bata tanpa bisa menembusnya.


Verel juga ikut mencoba, namun sebelum jarum itu dilempar, jarumnya sudah jadi debu. Karena Verel tidak bisa mengontrol energi Veda yang dia alirkan pada jarum. "Sial! Mengapa susah sekali?" gerutu Verel lalu kembali ke tempat duduknya.


"Ayo siapa lagi yang mau mencoba? Apa sudah tidak ada lagi?" Mata Kira berkeliling mencari kadet yang belum mencoba. Ryuga yang memakai topeng semesta dalam keadaan terbuka sedang menundukan mukanya, ia harap tak di panggil oleh Kira. "Oh cewek rok mini! Kamu belum, ayo coba!"


"Maaf guru, lebih baik aku ikut berdiri saja bersama Vanya, hasilnya sudah pasti aku gagal, hehehehe," balas Rany yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu ikut berdiri bersama Vanya. "Itu Ryuga belum guru! Masa kepala kadet di akademi ini, tidak dipersilahkan mencoba."


"Oh ya, topeng monyet maju!" teman-teman Ryuga tertawa terbahak-bahak, ketika Kira memanggil Ryuga dengan sebutan itu. "Dari tadi murung saja, masa kepala kadet jadi yang terakhir harusnya yang pertama."


Ryuga menyeringai kesal karena Kira memanggilnya topeng monyet. Kira sangat tahu jelas karakter Ryuga tipe kadet yang terdesak, kepepet, dibuli dan dihina energi Vedanya akan maksimal. Kira melakukan itu supaya Ryuga fokus dan serius, "awas kau guru!" Ryuga mengambil jarum lain yang tersedia di meja. Lalu mengalirkan energi veda pada setiap rongga molekul penyusun jarum, dan memenuhinya dengan energi Veda. Ryuga dengan tenang dan tatapan mata tajam melempar jarum dan gelombang kejut kecil dari jentikan jari bersamaan.

__ADS_1


Shua!


__ADS_2