
"Menyusahkan juga, jika harus mengurusi ribuan orang seperti ini." Ryuga menggerakan tangannya untuk menurunkan 100 orang yang sudah selesai naik level.
Ziya yang melihat kericuhan tiba-tiba muncul di depan Ryuga. Memang sedari tadi Ziya terus mengawasinya, "Boleh juga promosimu ASSAT Siliwangi? Apakah kau mau bertaruh dengan guildku? Jika Guildmu bisa mengalahkan Guildku. 100 juta rupiah akan menjadi milikmu ditambah 50% anggotaku akan bersedia masuk menjadi anggota Guild Emperor," tantangnya.
Kemudian melanjutkan, "Tapi jika kalian kalah. Berikan resep Evolution Potion dan Zio Aiolos padaku! Bagaimana?"
"Sial, lama sekali rambut helm menyembuhkan Vina," batin Ryuga menyeringai kesal. "Lebih baik aku memanggil Raras untuk mengurusi masalah ini."
"Raras! Raras!" panggil Ryuga melalui telepati.
"Siap, bos! Ada apa?" sahut Raras melalui telepati.
"Sudah cepat ke kantor cabang Guild Emperor Sriwijaya. Jangan banyak tanya!" teriak Ryuga melalui telepati.
"Aaiiih ... kenapa bos marah-marah? Apalagi PMS, sial! Ya, sudah. Heaven Gate!" Muncul Gate di atas kantor cabang Guild Emperor sektor Martapura. Gate berwarna emas dan Raras melayang keluar dari sana.
Berkat Vanya juga ia sudah naik ke level 10 Emperor dan memiliki kuasa Light level 7 yaitu Kuasa Eterna.
Semua orang ketakutan dan mengira itu adalah Gate Break seperti biasanya. Semua orang berhamburan, lari terbirit-birit.
Hanya menyisakan Ryuga, Raras, Ziya, 100 orang. Bahkan Polisi juga ikut kabur, karena saking takutnya.
"Baguslah, mereka bubar." Ryuga sama sekali tak menggubris tantangan Ziya, "Maaf, tolong kalian masuk ke dalam dan memulai pendaftaran dengan antri."
"Siap, bos!" sahut serentak 100 orang yang siap mendaftar. Kepercayaan diri meningkat pesat setelah naik level 7.
"Hai, kenapa kau tak menjawab tantanganku? Apakah Guild Emperor yang merupakan Guild peringkat satu di sektor Siliwangi hanya Guild pecundang. Sungguh ...."
Raras tanpa basa-basi menghunuskan Rapier tepat di leher Ziya, "Diam! Aku tahu kau Ziya Aiolos, ASSAT sektor Sriwijaya. Tapi aku tidak takut, tanpa bos turun tangan pun aku siap menghajarmu, wanita sialan!"
"Rapier kah? Menarik, sungguh menarik. Apa jangan-jangan memang bosmu itu yang membunuh Jason, Fenrir, Dimitri dan juga Vligerie? Sehingga kau bisa memiliki Rapier?"
__ADS_1
Ziya menurunkan ujung Rapier dengan santai, tanpa ada rasa takut sedikit pun. Hanya membalas ancaman Raras, cukup dengan sunggingan senyum.
"Jadi Dimitri dan Vligerie juga sudah tewas? Lalu siapa yang membunuhnya? Dan dimana Fiery juga Ryuda keberadaannya sekarang?" pikir Ryuga membulatkan mata.
"Jika aku memang yang membunuhnya, kau mau apa? Membunuhku?" ejek Ryuga tersenyum sinis.
Kemudian melanjutkan, "Bagaimana kalau taruhannya ditingkatkan. Kalau aku kalah aku berikan semua HellHeaven Sword yang aku punya, tapi jika kau kalah aku meminta Dagnas Fang dan pedang di dalam jam tangan ruangmu."
"Menarik, baiklah aku setuju. Tapi jaga baik-baik adik sampahku itu, sebelum aku habisi, ha-ha ...." Ziya tertawa jahat dengan menyeringai dan kata-katanya sama sekali tidak bisa dimengerti. Lalu Ziya hilang dari pandangan, "Cross Place!"
Raras segera masuk dan paham akan keadaan lalu memberikan surat kontrak untuk masuk anggota Guild Storm Gravity.
100 orang ada yang duduk dan ada yang berdiri berbaris rapi. "Kalau seperti ini akan lama dan menyia-nyiakan waktuku," gumam Ryuga kesal dan berdiri di samping Zio Aiolos.
Vanya keluar dari lift dan tersentak kaget, "Eeeh ... kenapa bisa sebanyak ini?"
"Sudah, jangan berisik! Cepat urus mereka semua dan klasifikasi sesuai kuasa mereka masing-masing!" titah Ryuga cepat.
Ryuga juga ikut membantu meregistrasi 100 orang pendaftar, "Bos, kondisi wanita itu sudah baik. Hanya masih dalam keadaan koma, mungkin butuh waktu satu minggu untuk siuman dan matanya bisa pulih semula," jelas Vanya.
"Hmm ... dasar." Ryuga tersenyum dan mengacak-acak rambutnya Vanya membuatnya tersipu malu.
"Aiihh ... malah bercanda di saat ramai begini, benar-benar menyebalkan. Dasar bos gila!" batin Raras kesal.
Akhirnya dalam satu jam pendaftaran selesai, dan Ryuga menyerahkan kepengurusannya pada Vanya. Sedangkan Raras kembali ke kantor cabang Guild Emperor di Sektor Siliwangi.
"Kamu, ikut aku!" tunjuk Ryuga pada Zio yang sedang gugup.
Zio pun mengekor di belakang Ryuga dan masuk lift untuk menuju lantai 4. Ryuga akan membawa Vina dan Zio ke Bloodfallen.
"Tu-tuan, aku m-mau dibawa ke-kemana?" tanya Zio gugup dan sangat takut.
__ADS_1
"Tenanglah, aku akan membawamu ke tempat yang pantas untukmu." Ryuga tersenyum dengan menggendong tubuh Vina ala Bridal Style, "Pegang pundaku!"
"I-iya, tuan." Zio memegang pundak Ryuga dan mereka bertiga berteleportasi menuju rumah sakit Bloodfallen.
Dalam penteleportasian tersebut, Ryuga segera mengubah jati dirinya menjadi Vergil dan membuat Zio matanya melebar.
"Kenapa tuan berubah?" pikir Zio menyipitkan mata.
"Suster tolong bawa nona ini ke kamar SVIP. Hanya butuh perawatan saja, nanti tuan V yang akan bayar semuanya."
Zio tambah bingung mendengar Ryuga mengatakan tuan V, apakah nama yang disebutkan oleh Ryuga adalah bos besarnya? Itu adalah kata-kata di dalam pikiran Zio.
Vina langsung ditaruh pada ranjang beroda dan dibawa ke lantai atas, sementara Ryuga langsung menuju menara Logistik bernama menara Raven menggunakan drone khusus di rooftop rumah sakit.
Fasilitas Drone Bridge tersebut hanya boleh digunakan oleh Vergil Wong, Ten King, dan juga Four Lord serta sangat dijaga ketat oleh anak buah Kiyu.
Kedua penjaga hanya menatap aneh Ryuga dan Zio, karena mereka belum pernah sama sekali bertemu dengan Vergil Wong.
"Maaf, tuan-tuan. Tempat ini tidak boleh dimasuki, hanya Tuan V, tuan Four Lord dan tuan Ten King saja yang boleh masuk," sergah salah satu penjaga menghalangi Vergil.
"Aku tahu, pak." Ryuga mengeluarkan token kepemilikan Blodfallen City dan memperlihatkan pada kedua penjaga, "Aku tuan V. Apakah kurang jelas?"
Mereka berdua langsung gemetar dan terduduk lemas karena melihat token tersebut, "Ma-maaf tuan V. Kami tidak tahu," katanya serentak.
"Aku paham dan berdirilah. Izinkan aku untuk lewat," pinta Ryuga dan kedua penjaga berdiri lalu membukakan pintu menuju rooftop dengan menunduk hormat.
Ryuga dan Zio langsung masuk Drone Bridge. Lalu tangan Ryuga menekan tanda Menara Raven.
Drone itu terbang otomatis dengan sangat cepat menuju menara Raven. Sesampainya disana, Ryuga dan Zio langsung masuk ke pemyimpanan Evolution Potion.
"Ambilah sebanyak apapun yang kau mau dan minumlah sampai kau menjadi Divya," titah Ryuga dan melanjutkan, "Zevalux Rook!"
__ADS_1
Lalu mengunci Zio dalam bola pelindung di dalam gudang logistik agar ia tidak merusak semua stok potion di dalam gudang.