KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 150


__ADS_3

"Aaaakh ...!" Super Elite Soldier tewas seketika dengan memekik keras.


Kini tinggal Fayyed dan pasukan tikus tanah liatnya. Bayangan Gladys menebas satu persatu kawanan tikus tanah liat, tapi juga tikus tanah liat berhasil menumbangkan satu persatu bayangan Gladys dengan mencakar atau menggigigitnya.


Bayangan Gladys berubah menjadi kepulan asap begitu terkena serangan, "Bagus, lumpuhkan mereka semua." Fayyed tersenyum puas lalu menusukan Scimitar ke salah satu pohon di sebelah kanannya.


Pohon itu bergerak dan menjadi monster pohoh, "Lumpuhkan wanita itu!" titah Fayyed menunjuk Gladys yang sedang berlari ke arahnya.


"Blood Dancer!"


Monster pohon mengibaskan tangan yang terbuat dari rantingnya yang cukup besar ke Gladys. Gadis mungil itu melompat lalu menebas tangan rantinh itu hingga putus dengan kujang kembarnya. Serangan gadis mungil itu tidak berhenti di sana, malah terus membabi buta memotong-motong monster pohon menjadi beberapa bagian.


"Tinggal giliran kau! Silent Vanish!"


"Jangan pikir hanya saja yang bisa! Shadow Vanish!"


Gladys mengeluarkan kabut asap tebal dalam radius 50 meter, Fayyed juga berubah menjadi bayangan dan hilang dari pandangan mata.


Target Gladys bukan Fayyed tapi monster tikus tanah liat. Fayyed mengerti target Gladys bukan dirinya, dan langsung melesat ke arah 50 bayangan Gladys yang sedang menjaga Zaka dan Zaki.


Dengan keterampilan memainkan pedang Scimitar, bayangan Gladys ditebas satu persatu menjadi kepulan asap. Gladys juga bergerak tanpa suara dan sangat cepat seperti muncul dimana saja.


Monster tikus tanah liat yang berjumlah ratusan berhasil dibantai tak tersisa. Padahal bayangannya sendiri yang berjumlah 50 bayangan sudah habis dibantai tak tersisa oleh monster tikus tanah.


Gladys melesat cepat dan terus menciptakan kabut tebal untuk mengelabui Fayyed agar sulit dilacak.


"Mati kau!" Gladys berhasil menebas leher Fayyed tapi berubah menjadi bayangan. Bayangan itu berubah menjadi rantai dan menjerat tubuhnya hingga tak bisa bergerak.


Fayyed tertawa terbahak-bahak, "Dasar gadis bodoh. Kau pikir kekuatan ASSAT adalah tandinganmu, hah!" lalu Fayyed memukul tengkuk Gladys hingga membuatnya pingsan.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah tidak tahu lagi dan setelah terbangun mereka sudah berada di dalam penjara budak menara Fozuki.


Fayyed menjual mereka bertiga, rencana pembunuhan klan Kusuma bukan atas perintah Lord Athena atau Queen Freya saat itu, meski Klan Kusuma berpihak pada WorldRuler tapi klan Kusuma selalu menjadi pihak penengah jika UEA terjadi perselisihan.


Fayyed sendiri juga berasal dari klan Kusuma, namun karena terlalu berambisi menjadi patriark klan Kusuma dan menghalalkan segala cara. Akhirnya terusir dan menjadi bandit gurun, tapi karena kelicikan dan kekuatannya juga Fayyed berhasil merebut posisi ASSAT. Dengan kekuasaan orang-orang yang tak setuju dengan klan Kusuma, Fayyed mengendalikan mereka dan menghabisi klan Kusuma atas dalih pengkhianatan dan pemberontakan.


***


Sekarang, Apartemen Luxury Night Blue.


"Fayyed ya? Orang seperti dia memang pantas mati." Ryuga mengeluarkan pedang Scimitar dari jam tangan ruangnya membuat Zaka, Zaki, dan Gladys terkejut.


"Bu-bukankah itu?!" Zaka, Zaki, dan Gladys membelalakan mata.


"Ini untuk kau Zaka. Jaga baik-bai, dan ini untukmu Zaki." Ryuga mengeluarkan sepasang sarung tangan yang bisa mengeluarkan cakar, cukup dengan mengalirkan energi Veda. "Namanya Death Claw, mempunyai 3 efek, efek pertama jika tertebas maka target akan terus berdarah hingga mati, efek kedua lumpuh selama 10 detik, efek terakhir teracuni sampai mati. Efek itu acak, gunakan senjata ini dengan bijak dan tidak boleh sembarangan."


Kemudian melanjutkan dengan membalikan badan, "Oh, ya tugas kalian juga bukan sekedar membangun bisnisku. Tapi juga mempertahankan Universe Ruler dan menghabisi siapapun yang mengancam UniverseRuler. Gladys mempunyai Job Psycho Assasin, Zaka mempunyai job Assasin, dan Zaki mempunyai Dak Assasin."


"Kokobot, apakah ada baju khusus Assasin?" tanya Ryuga dalam batin.


[Ada juragan. Assasin Style harga Rp.250.000/pcs]


"Uang rupiahku akan benar-benar habis padahal disini sangat berguna. Beli 3 pcs!"


[Baik, juragan. Memotong Rp.750.000 dari saldo sistem dan 3 setel pakaian Assasin Style sudah ditransfer ke inventori sistem]


Ryuga mentransfer pakaian itu melalui pengiriman antar jam tangan ruang pada Zaki, Zaka, dan Gladys.


"Aku sudah mentransfer seragam kalian. Kalian pergilah temui Miku untuk meminta gaji pertama kalian dan bersenang-senanglah. 10 juta yen katakan pada Miku, aku juga sudah menghubunginya."

__ADS_1


"Baik, tuan muda." Gladys, Zaka, dan Zaki masih dalam berlutut satu kaki dengan menunduk hormat.


"Oh, ya. Untuk Gladys temui aku besok di kampus Universitas Hokkaido. Aku juga sudah membereskan semua datamu untuk masuk menjadi mahasiswa baru," titah Ryuga.


"Y-ya, tuan muda." Gladys, berlutut satu kaki dengan menunduk hormat. Sesaat kemudian mereka hilang dari pandangan menjadi bayangan, tujuan mereka adalah menara Fozuki dimana Miku berada.


Ryuga sendiri langsung kembali ke apartemen dengan berteleportasi untuk mengistirahatkan tubuhnya.


***


Wilayah Barat Hokkaido, menara Fusuka.


"Ayah, ayah sedang pusing ya, ha-ha-ha ...." Michelin menertawakan Yoran dan pantas Yoran mendapatkannya karena setelah merendahkan Ryuga wilayah selatan sudah tak lagi dalam genggamannya itu artinya kehilangan 25% pengaruhnya.


Bukan itu saja beberapa bisnis klan Tokugawa di wilayah selatan sedikit dipersulit oleh Ryuga melalui Sam. Setiap bisnis atau usaha yang tidak mau mendaftar keanggotaan UniverseRuler harus membayar upeti 10 kali lipat pada dewa keamanan Miku.


Ryuga memang sedang mengadakan peperangan terbuka dalam dunia bisnis legal Hokaido dengan ketiga anggota Signas.


"Diam, anak manja. Semua ini gara-gara kamu membawa anak pembawa sial ke rumah kita!" bentak Yoran dan tak mau mengakui kesalahannya.


"Anak pembawa sial, kata ayah? Apakah ayah buta? Kalau tidak ada Vergil, aku sudah mati sekarang." Michelin suaranya lebih tinggi karena merasa Yoran terlalu angkuh.


Kemudian melanjutkan dengan nada sedikit rendah, "Apakah ayah lupa juga, ibu juga ditolong."


"Yoran, jangan keterlaluan lagi. Klan Tokugawa itu klan yang baik dan sejahtera karena tuan Yosep, tuan Sasaki, juga tuan Kenshin. Jadi kita jangan terlalu memaksa menggunakan kekuatan gelap. Lebih baik ambil hati orang misterius yang telah menguasai wilayah selatan." Hana memberikan pendapat.


"Laki-laki sudah besar kepala. Padahal aku terpaksa menikahinya, dan dia itu hanya gembel dahulunya. Kenapa sekarang begitu congkak?" batin Hana kesal setiap hari Yoran semakin menjadi-jadi.


"Diam!" Yoran berteriak keras. "Kalian tahu apa tentang klan Tokugawa, tahu apa tentang bisnis legal dan ilegal. Tahu apa tentang klan Himura yang selalu menjadikan klan Tokugawa boneka, hah!"

__ADS_1


Hana menarik tangan Micheline dan keluar ruangan dengan membanting pintu. Hana sudah kehilangan hati lembut Yoran sejak setahun terakhir. Harta, dan tahta sudah membutakan mata hatinya.


__ADS_2