
"Kekuatan mereka meningkat sangat cepat, sedangkan kekuatanku malah hilang. Aku berpikir setelah di akademi, aku bisa melindungi mereka, kini menjadi anggota ASSAT pun aku tak pantas," batin Ryuga.
[Jangan menyerah juragan, masih ada jalan]
"Apa kokobot?" tanya Ryuga dalam batinnya.
[Hisap tubuh F.G.D, untuk sementara simpan tubuh F.G.D pada inventori sistem setelah mereka berhasil mengalahkannya. Langkah selanjutnya nanti kokobot beritahu setelah juragan di akademi. Itu pun jika kalian semua masih selamat]
"Baik!" Ryuga berlari ke arah satu kepala naga beratribut elemen earth. Rany mengerahkan seluruh tenaganya, untuk membuat F.G.D. terpundur.
Groar!
Krak!
Prang!
F.G.D. meraung, rantai Vanya terputus. Vanya juga terpental terkena gelombang kejut yang keluar dari tubuh F.G.D.. Josephine kembali mengunci pergerakan F.G.D. dengan skill shadow hand.
Muncul ribuan tangan bayangan, di bawah kaki F.G.D. lalu memanjang dan mencengkram kuat tubuh naga berkepala lima itu. "Jangan harap dengan tangan bayangan yang tak berguna itu bisa mengunciku, manusia bodoh! Infinity ball!" umpat F.G.D. memunculkan ribuan bola elemen di udara.
"Berkumpul!" Kira memberikan perintah dengan berteriak, ia merasakan hal yang buruk tentang ribuan bola yang muncul di udara. Rany, Ryuga, Vanya, dan Josephine berkumpul di dekat tubuh Kira. "Ryuga gunakan earth wall milikmu! Vanya gunakan seal sturdy defense! Rany gunakan shield turlte dan Josephine gunakan guardian shadow!"
Mereka masing-masing menggunakan skill yang diperintahkan kira, muncul kubah berlapis-lapis yang melindungi mereka berlima, paling terluar milik Ryuga dinding tanah berlapis-lapis, milik Josephine berwarna hitam transparan, diikuti milik Vanya magic circle berwarna hijau, dan Rany kubah berwarna biru.
"Barier space!"
Kira melepaskan ratusan magic seal di luar kubah, "matilah kalian semua!" teriak F.G.D.. Infinity ball bergerak cepat dan membordardir lapisan pertama pertahanan dinding tanah. Bola-bola yang mengenai magic seal yang dilepaskan oleh Kira, menghilang entah kemana.
Shua!
Krak!
Boom!
__ADS_1
Boom!
Dinding tanah hancur seluruhnya dan menghantam kubah milik Josephine dari seluruh sisi, "kekuatan macam apa ini?! Ryuga darimana kau mendapatkan monster ini?!" Josephine terus berfokus pada kubah pelindung miliknya dengan membulatkan mata. "Tidak mungkin kubah pelindungku hancur!"
Boom!
Kubah Pelindung Josephin lenyap, bola-bola itu semakin cepat menghantam kubah pelindung Vanya, "bertahanlah! aku sedang berfokus memindahkan semuanya!" Kira menghilangkan bola-bola itu dengan skill barier space, namun bola-bola itu terus muncul seperti tidak ada habisnya. "Monster yang merepotkan!"
Josephine juga menghalau bola-bola itu dengan shadow hand miliknya, "guru ini tidak bisa dibiarkan. Ryuga apa kau punya solusi? ... Verel saja yang mempunyai kuasa flash yang sudah berevolusi ke level thunder saja bisa kau kalahkan!" pinta Josephine.
"Jika aku punya kekuatan sebelumnya, aku masih bisa menang tipis. Tapi kekuatanku semuanya hilang, Josephine! Maaf!" batin Ryuga menundukan wajah.
"Ada, pertahanan yang paling kuat adalah menyerang!" Rany menancapkan pedangnya ke tanah, blazer merahnya ia lepas, hanya menonjolkan gunung kembarnya yang tertutup tank top putih, namun belahan gunung kembar itu terlihat jelas. "Aku memang pendekar pedang, tapi tubuhku ini juga bisa jadi pedang! Soul fiber, thunder god!"
Shua!
Rany menghilang dari pandangan dan muncul di depan F.G.D, mereka berempat menjatuhkan rahangnya karena gerakan Rany sangat cepat. Tubuh Rany diselimuti petir bergemercik, "pantas saja jendral Atmojoyo menyuruhku mengawasi mereka berempat. Kekuatan mereka bisa jadi ancaman pemerintah Sangakama, benar-benar empat monster," batin Kira membulatkan mata.
Bang!
"Aku juga tidak akan kalah olehmu Rany! Javelin shadow strike!" Josephine mengontrol dua tipe bayangan sekaligus, shadow hand dan memunculkan tombak bayangan yang sangat besar. Tombak itu berputar sangat cepat dan menusuk mulut F.G.D. yang berada di tengah dada.
Trangtangtang!
Mulut itu sangat keras, tombak bayangan yang terus berputar itu masih menusuk-nusuk dada F.G.D., "Vanya berikan skill stamina heal padaku! Skill ini menguras banyak staminaku!" pinta Josephine.
"Tidak usah Vanya, jika kau kehabisan stamina di saat genting. Kita semua akan mati, kau adalah benteng terakhir kami." Ryuga menolak permintaan Josephine. "Ini minumlah stamina potion miliku!"
Josephine memunculkan tangan bayangan, untuk mengambil botol biru itu dari tangan Ryuga. Karena kedua tangannya masih berfokus pada shadow hand dan javelin shadow strike.
"Gluk!" Tangan bayangan itu langsung menaruh botol biru itu tepat di bibir Josephine dan langsung menenggak habis isinya. "Terima kasih Ryuga, tapi kamu dapat darimana stamina potion ini? Efeknya berbeda dengan stamina potion di pasaran."
"Rahasia donk!" jawab singkat Ryuga.
__ADS_1
"Padahal ini bisa jadi cuan," ucap Josephine.
"Sudah kita fokus saja ke naga bengal itu," teriak Vanya. "Malah berbicara tentang bisnis, kamu itu Josephine tidak tahu situasi sedang genting!"
Kira masih terus memindahkan bola-bola itu dengan barier space di luar kubah, Ryuga juga menghalau dengan earth wall miliknya. Kubah pelindung masih tersisa 2 lapis Vanya dan Rany.
Boom!
Swush!
Prang!
Kubah milik Vanya hancur, "Vanya kau juga minum stamina potion ini! Untuk mengembalikan energimu!" seru Ryuga. Rany berhasil menembus leher kepala F.G.D. beratribut elemen angin dan membuatnya memejamkan mata selamanya.
"Kalian telah membunuh 2 kepalaku, elemental ball!" F.G.D. memunculkan bola di kepala atribut elemen masing-masing, bola itu semakin lama semakin membesar dan menembakannya ke arah kubah yang masih dibombardir infinity ball.
Swush!
"Dimension space!"
Kira berhasil memindahkan satu bola api, sedangkan bola tanah menabrak Rany dan meledak, hingga membuatnya terpental menabrak bebatuan. Kedua tangannya patah, tulang rusuknya juga patah, Rany pingsan bersandar di atas batu.
Boom!
"Rany!" Bola petir masih terus bergerak ke arah kubah dan menghantamnya hingga hancur lalu meledak. Bola petir mengenai Josephine, Ryuga, dan Vanya, mereka bertiga terluka cukup parah. Josephine dam Vanya pingsan, Ryuga masih sadar hanya tangan kirinya yang patah.
Kaki kanan dan tangan kiri Vanya putus, kedua tangan Josehine juga putus. "Guru! selamatkan kami!" lirih Ryuga. "Ini karena aku masih lemah!"
Kira muncul di depan Ryuga dengan teleportation space dan mengelus rambut Ryuga, "tapi kamu harus merahasiakan semua yang kamu lihat tentangku Ryuga dan kamu harus berjanji!" tegas Kira.
"Ya guru, aku berjanji. Jika aku melanggar guru boleh membunuhku," balas Ryuga lirih.
Kira menatap lekat F.G.D. dan mengubah blackball miliknya menjadi mode katana red fang, pedang dengan gagang hitam tapi berbilah merah, semerah darah. "Awakening drive!" pupil mata Kira berubah membentuk shuriken berbilah 8, berwarna merah dan memakai topeng seperti Ryuga tapi berwarna hitam gelap.
__ADS_1