KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 55


__ADS_3

Setelah selesai latihan pagi, Ryuga menuju dormitori level 4 untuk menemui Vanya. Setelah mengurusi kadet yang lain terluka, tugas Vanya sebagai seorang healer sudah selesai. Ryuga ingin menaikan level Vanya sampai level 6 dan meningkatkan wadah energi vedanya seluas mungkin.


Ryuga sangat paham, Vanya sebagai seorang healer akan menjadi kunci dalam pertarungan. Semaksimal mungkin potensi kekuatan Vanya harus diefektifkan.


Ryuga memanggil Vanya yang sedang berjalan keluar dari dormitorinya, "Vanya! Hei Vanya!" Ryuga melambaikan tangan.


Vanya bergegas ke arah Ryuga dihiasi raut mukanya tersenyum lebar. "Ada apa Ryu? Tumben pagi-pagi menemuiku. Pasti kangen ya sama aku?" Vanya menaik-turunkan alisnya.


"Ada hal penting yang ingin aku lakukan padamu," jawab Ryuga. "Kita ke training field!"


Vanya menganggukan kepala perlahan, Ryuga memegang tangan Vanya dan membuatnya sedikit grogi. "Ryuga semakin tampan saja, sekarang. Setelah penutup kepalanya di lepas aura ketampanannya membuatku terpesona, tapi ya sudahlah Rany sangat menyukai Ryuga. Aku tidak akan menjadi pagar makan tanaman," batin Vanya kedua pipinya memerah.


___


___


___


Tubuh Vanya dan Ryuga berkedip, mereka berdua muncul di training field jungle. "Kita mau apa berdua? Jangan bilang mau pacaran, maaf aku tidak bisa, hmph!" Vanya menggembungkan pipi lalu membuka muka.


Bletak!


Ryuga memukul kepala Vanya. "Kita ini, bukan mau pacaran tau! Kita kesini untuk menaikan level Divyamu dengan cepat. Apa kau tak mau bodoh?!" teriak Ryuga di dekat telinga kanan Vanya hingga badannya miring ke kiri.


"Maaf, maaf, hehehe." Vanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi dalam benaknya apa iya Ryuga bisa menaikan level Divyanya dengan cepat. "Ayo! Aku sudah tak sabar."


"Baik, tapi aku ingin kamu berjanji satu hal padaku, untuk tidak mengatakannya pada siapapun. Jika kamu mengatakannya tubuhmu akan meledak," jelas Ryuga dengan tatapan penuh kebohongan. Dia hanya ingin melindungi rahasianya dari siapapun, meskipun harus berbohong. "Satu hal lagi, aku sedang membentuk pasukan khusus. Aku mau Vanya ikut bergabung, mau kan?"


Gluk!


Vanya menelan salivanya, wajahnya pucat pasi, badannya gemetar. "Ba-baiklah a-aku ber-berjanji untuk tidak mengatakannya pada orang lain," jawab Vanya nada bicaranya terbata-bata. "Tentu sa-saja a-aku akan ikut bergabung."


[Blangtungpak blaem-blaem]


[Misi terpicu]


[Misi : Naikan level Divya Vanya Veriska sampai ke level 6.


Hadiah : 1 kapsul kristal titanium, 100.000 poin skill job leadership, paladium chest, dan uang 100.000.000

__ADS_1


Batas waktu : 5 hari


Hukuman : Vanya akan hilang ingatan]


[Selamat menjalankan misi dan semoga juragan berhasil]


"Misi lagi rupanya, kalau seperti ini terus aku bisa cepata kaya, hahahaha" batin Ryuga tertawa jahat.


Bletak!


Vanya memukul kepala Ryuga, "Hai cepatlah! Kau ini malah melamun mesum. Dasar pemburu underwear!" ejek Vanya.


"Sebentar, aku sedang memikirkan berapa banyak kapsul kristal yang kamu butuhkan untuk naik ke level selanjutnya. Malah dibilang mesum, dasar rambut helm!" balas Ryuga mengejek.


"Alah! Bilang saja, kamu ini sedang membayangkan aku telanjang bulat di depanmu. Apalagi sekarang kita cuma berdua, pasti kamu ingin menggerayangi tubuhku yang seksi ini kan?!" teriak Vanya.


Ryuga tak menghiraukan Vanya, malah asik menganalisa status Divya Vanya. Menurutnya membalas wanita sableng seperti Vanya memang tidak ada gunanya, daripa Ryuga terus berdebat tidak jelas, lebih baik ia diam.


"Analyze status Vanya Veriska!" titah Ryuga dalam batinnya.


[Nama : Vanya Veriska


Umur : 17 tahun


Energi Veda (EV) : 1000/1000 atau setara dengan 1 kolam berukuran 1 km


Level Divya : 4 (0/5.000.000)]


[Gunakan kapsul kristal ekstraksi untuk menaikan level Divya]


Ryuga membulatkan mata, pasalnya poin pengalaman yang dibutuhkan oleh Vanya sangat banyak, dibandingkan dengan Raras. "Ternyata setiap Divya untuk menaikan levelnya, membutuhkan poin pengalaman yang berbeda-beda. Pantas saja Vanya lebih cepat capek, jika ia menggunakan salah satu skill kuasanya. Tapi kalau masalah stamina ia lebih hebat dibanding kita berempat," batin Ryuga.


Vanya Meracau terus tidak jelas, Ryuga yang kesal langsung mengeluarkan 500 kapsul kristal kuning dari inventorinya dan memasukan 100 buah ke mulut Vanya dengan paksa.


"Hmmm (Apa-apaan ini), hmhmhm (kau ingin membunuhku ya!), hmhmmmhm (cepat lepaskan tanganmu dari mulutku!)," Vanya bergumam tidak jelas, Ryuga yang tak mengerti Vanya berbicara apa terus memaksa Vanya untuk menelan 100 kapsul kristal kuning selanjutnya.


"Sudah, telan saja. Rasanya manis kok kaya permen, katanya mau naik level Divya," bujuk Ryuga.


Vanya akhirnya menuruti perkataan Ryuga dan menelan kapsuk kristal. "Duduk bersilalah! Aku akan membantumu menyerap energi kapsul kristal kuning! Dan makanlah ini sampai habis" imbuh Ryuga bertitah memberikan 300 kapsul kristal kuning lagi.

__ADS_1


Vanya yang masih berdiri menganggukan kepala, lalu duduk di atas batu dekat pohon besar. Vanya memejamkan mata, telapak tangan eternal gear Ryuga tempelkan ke kening Vanya. Tubuh Vanya diselimuti aura kuning tipis, lalu menelan lagi 300 kapsul kristal secara bertahap hingga habis tak tersisa.


Boof!


Kapasitas energi Veda dalam tubuhnya meledak dan meluas setara 100 kolam berukuran 1 km. Tubuh Vanya lebih tenang, tidak seperti Raras yang membesar lalu meledak ketika naik Divya level 5.


[Selamat Vanya Veriska berhasil naik level menjadi Divya level 5, Raras Anindita mendapatkan kuasa heal dan berhasil mengevolusikannya ke level 3 yaitu kuasa Alchemy. Dibutuhkan 15.000.000 poin, untuk naik ke level selanjutnya]


[Nama : Vanya Veriska


Umur : 17 tahun


Kuasa : Alchemy


Energi Veda (EV) : 100.000/100.000 atau setara dengan 100 kolam berukuran 1 km


Level Divya : 4 (0/15.000.000)]


[Gunakan kapsul kristal ekstraksi untuk menaikan level Divya]


"Benar-benar gila, wadah energi vedanya naik 100 kali lipat. Butuh berapa stamina potion untuk mengisi penuh energi vedanya?!" Ryuga membulatkan mata melihat kapasitas energi veda Vanya begitu sangat besar, setelah naik ke level 5.


Ryuga mengeluarkan 1000 kapsul kristal kuning dari inventori sistem dan memberikan pada Vanya. Ryuga menyuruh Vanya untuk menelan secara bertahap. Vanya menelan kapsul kristal kuning itu 50 kapsul kristal kuning dalam sekali telam dan membutuhkan 20 kali proses penelananan.


Tubuh vanya dipenuhi tato garis berwarna kuning di seluruh tubuhnya. Tato itu muncul dari kening Vanya, awalnya berbentuk bulatan kecil lalu menjalar ke seluruh tubuh. Lama kelamaan tato kuning itu bersinar terang dan menyilaukan mata Ryuga, tangan kiri Ryuga reflek menutupi kedua bola matanya.


"Kokobot! Analisa tato pada tubuh Vanya!" titah Ryuga dalam batinnya, raut mukanya panik. Ryuga mengkhawatirkan Vanya, takutnya tato itu akan membahayakan pada diri Vanya.


[Analyze Vanya Veriska]


[Seal of eternity yaitu skill yang bisa meregenerasi tubuh pengguna dalam waktu 1 detik membutuhkan energi veda yang cukup banyak untuk menggunakannya. Skill ini juga bisa meningkatkan daya serang, kecepatan dan pertahanan pengguna, meningkat sampai 10 kali lipat]


"Syukurlah, aku kira membahayakan!" batin Ryuga.


Ryuga mengeluarkan 50 kapsul kristal merah dari inventori sistem dan memberikannya lagi pada Vanya. Untuk naik ke level selanjutnya Vanya masih membutuhkan 5 juta poin experience.


Vanya langsung menelan 50 kapsul kristal merah tak tersisa. Tubuhnya menegang, urat ototnya keluar di sekujur tubuh.


"Aaaaarhg! Aaaargh! Aaaargh!" Vanya hanya terus meraung keras, menahan rasa sakit dari dalam tubuhnya. Tubuh Vanya bersinar terang seperti akan meledak, Ryuga segera menggunakan skill trickster untuk memindahkan Vanya.

__ADS_1


Cwuszh!


Ryuga membawa Vanya ke Rockhenge, karena menurut Ryuga, tempat ini adalah tempat paling aman untuk ledak-meledakan. Jadi tidak ada satu pun warga yang akan kaget apalagi terluka, karena di Rockhenge sepi, jauh dari pemukiman penduduk.


__ADS_2