KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
New Chapter 152


__ADS_3

Ryuga dan Gladys sudah naik LRT. Tapi Anehnya semua penumpangnya memakai jaket hoodie biru dan masker menutupi wajah. Totalnya ada 15 orang di satu gerbong, 8 di sebelah kanan dan 7 sebelah kiri.


Ryuga dan Gladys duduk di sebelah kanan, kursi bagian tengah, berhadapan dengan 3 orang laki-laki berbadan tegap memakai jaket hoodie.


Gladys menunduk dan melihat dengan White Eye tubuh mereka tegang, karena hormon adrenalin mereka terpompa kencang. Wheel Eye juga memprediksi dalam 10 detik ke depan, mereka masih diam.


Gladys menaruh teknologi Eureka yang sedang dikembangkan Miku berbentuk chip yang ditempelkan ditengkuk, Ryuga juga menempelkannya ditengkuk seperti Gladys.


"Ryu!" panggil Gladys melalui komunikasi telepati Eureka.


"Ya!" sahut Ryuga melalui komunikasi telepati Eureka.


"Bagus. Kita berkomunikasi bisa tanpa diketahui oleh mereka. Tapi dari aliran darah dan detak jantung mereka bersiap menyerang kita. Tapi motifnya aku belum bisa menebak." Gladys beramsumsi.


"Apakah identitasku sudah bocor secepat ini, bahwa aku pemilik UniverseRuler?" balas Ryuga meminta pendapat Gladys.


"Kalangan atas mungkin 100% tidak ada yang tahu. Tapi bagaimana dengan kalangan bawah, mereka terlalu licik dalam mengetahui informasi sepenting itu," jawab Gladys yang terus mengamati keadaan dan melihat prediksi 10 detik selanjutnya pasukan geng Imperial Black.


Geng Imperial Black adalah Geng yang merajai wilayah barat, kaki tangan Beluci ayah Bill. Mereka lebih kejam dan sadis, setiap target dan korbannya dimutilasi, lalu tubunya dijadikan daging giling hingga susah dikenali oleh polisi korup setempat. Jika mereka melakukan pembunuhan.


"Maaf, tuan-tuan. Sepertinya anda semua salah orang, bukan begitu tuan-tuan anggota geng Imperial Black."


Ryuga akhirnya buka suara setelah perjalanan LRT berjalan 30 menit dalam suasana hening.


"Aku hanya ingin ke San Monzua, lagipula kenapa kalian berani masuk ke wilaya UniverseRuler tanpa ada izin dari Four Lord Kiyu," timpal Gladys menatap tajam dan mengeluarkan aura Psycho Assasin.


Aura yang didapatkan setelah Ryuga berhasil membunuh DPS dan menyalurkannya ke Highlander Dagger.


Gladys segera mengeluarkan Enerkyl Zilan yaitu pedang ninjato bersarung merah dan bergagang merah, lalu melanjutkan, "Apa kalian tidak tahu ini adalah salah satu Ancient Of Weapon God?"

__ADS_1


Ancaman, aura membunuh dan senjata dewa tidak membuat mereka gentar sama sekali.


Ketua operasi pembunuhan Vergil Wong dan Gladys langsung tertawa terbahak-bahak, "Mainan murahan seperti itu bisa menakutkan kami. Ih ... takut!"


"Kalian memang sungguh memuakan, padahal aku sudah mengampuni kalian."


Enerkyl Zilan dimasukan ke dalam jam tangan ruang dan diganti dengan Highlander Dagger. Gladys bangkit dan menatap tajam para pembunuh yang haus darah. Mereka sudah mengeluarkan ninjato yang sudah dilumuri racun.


"Hah ... padahal aku hanya ingin berbisnis legal. Tapi kenapa mereka malah menyerangku." Ryuga menengadahkan kepalanya ke sandaran kursi dengan menghela nafas panjang.


"Psycho Eternal Evil!"


15 anggota geng Imperial Black melempari shuriken yang sudah dilumuri racun ke arah Ryuga dan Gladys yang sudah berubah menjadi malaikat bersayap 6 berwarna hitam dengan zirah menutupi seluruh tubuh berwarna hitam.


Dengan kibasan sayap Gladys, shuriken-shuriken tersebut berbalik arah dan tertancap tepat dikepala mereka.


Seketika 15 anggota geng Imperial Black tewas oleh senjata mereka sendiri. Sebab shuriken itu dilumuri racun yang sangat mematikan, bisa membunuh manusia dalam detik.


"Menjadi pembunuh itu ternyata menyenangkan. Nyama manusia tak ada harganya, hidup di dunia mafiai itu pilihannya hanya terbunuh atau dibunuh," gumam Ryuga tersenyum puas.


Gladys merubah kembali dirinya seperti semula dan Ryuga bangkit langsung menarik tangannya untuk keluar menuju Junkyard di sebelah selatan San Monzua, 5 km dari stasiun San Monzua.


Wilayah ini masih dalam kekuasaan Night Blue dan Junkyard bernama Gorce Steel adalah perbatasan antara wilayah selatan Night Blue dan Imperial Black wilayah Barat.


Hukum mafia bawah tanah adalah siapapun anggota geng masuk wilayah anggota geng lain tanpa izin, maka wajib dibunuh.


Gorce Steel merupakan daerah rebutan antara Night Blue dan Imperial Black sejak 5 tahun terakhir. Daerah itu sangat strategis dan tentu saja bisa menjadi markas tersembunyi. Tujuannya memproduksi elixir potion secara masal tanpa diketahui oleh pemerintah Sangakama.


Ryuga sampai di Gorce Steel setelah berlari berdua dengan Gladys. Lari Ryuga cukup cepat 60km/jam.

__ADS_1


Ryuga mengetuk pintu besi usang dan ada papan nama diatasnya bertuliskan Gorce Steel. Daerah ini juga Ryuga sudah tandai.


"Permisi! Tuan, Nonya!" Ryuga memanggil dengan berteriak keras dan mengetuk-ngetuk pintu.


"Hellfire! Hellthunder! Hellwind!" seru suara pria paruh baya berteriak keras.


Suara dentuman sangat keras, kepulan debu menjunjung ke langit. Ryuga dan Gladys terpental jauh hingga menabrak beberapa rongsokan mobil.


Serangan itu sangat tiba-tiba, serangan api hitam, petir hitam dan angin hitam serentak menghantam Ryuga keluar dari magic rune berwarna hitam yang muncul di pintu masuk Gorce Steel.


"Sial!" Ryuga kesal menyeka darah dibsudut bibirnya.


"Area Psycho Heal!" Magic circle berwarna hitam muncul dibawah Ryuga dan Gladys. Luka bakar, dan luka dalam mereka dalam 3 detik sembuh.


"Aku sudah katakan untuk datang sendiri, anak muda. Kenapa kalian datang berdua!"


Sosok pria paruh baya berambut putih, runcing sepinggang. Manik matanya berwarna biru terang dan kelopak matanya sipit serta tajam dengan kumis tips berwarna putih juga.


"Dia asistenku, aku meminta maaf!" Ryuga menunduk hormat.


Gladys geram dan bersiap menyerang, tapi aura pria paruh baya ini lebih kuat dan mempunyai aura setara dengan Ryuga atau bahkan lebih. Levelnya saja Ryuga tidak bisa identifikasi, kemungkinan level 11 atau 12.


"Kenapa? Mau memindai levelku? Aku levep 12 dan bukan tandingan kalian. Aku juga memiliki aura Dragneel, aura yang lebih kuat dari aura Primordial. Jika kalian melawan, satu jariku cukup untuk membunuh kalian," tegas Aldnix Yamato.


"Tidak, tuan. Aku paham. Kami hanya ingin membeli Gorce Steel ini, itu saja. Jadi maafkan kami jika kami tidak sopan," bujuk Ryuga dengan berdiri lalu membungkuk hormat.


"Aku tidak butuh uang. Tapi ak hanya butuh satu persyaratan bunuh Beluci, itu saja. Apakah kalian sanggup?" tantang Aldnix menatap tajam keduanya.


Ryuga terdiam sesaat dan membatin, "Kenapa laki-laki kuat seperti dia malah memberikan misi pembunuhan itu pada kita berdua? Apakah musuhnya punya kelemahan pria ini? Atau ada perjanjian kesepakatan antar mafia? Atau Beluci levelnya setara dengan pria ini. Ah, sudahlah. Aku terima saja misi ini."

__ADS_1


Aldnix kembali bertanya, "Kenapa? Tak mau menerima persyaratanku ini. Selamanya aku takan menjual Gorce Steel pada siapapun."


__ADS_2