KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 234


__ADS_3

'Slash-slash!' Kedua bahu Ryuga tertebas cukup dalam. Namun ia sama sekali tidak memekik ataupun meringis kesakitan, Ryuga hanya berwajah datar dan terkesan dingin.


Luka-luka itu hanya dalam 5 detik langsung menutup, "Biar aku beritahu, kalau aku punya skill pasif Regeneration Nano. Berapapun atau jenis luka apapun akan cepat pulih hanya dalam sekejap. Tapi karena kau sudah mengetahuinya, kau pantas mati nenek lampir. Wave Blast!" seru Ryuga mengayunkan Yamato secara horizontal.


'Prang!' Vengeful Heero terbelah dua, dan bukan hanya itu. Perut Queen Aranya robek.


"Aakh!" Queen Aranya memekik keras dan merasakan sakit yang amat sangat, setelah darah diperutnya muncrat ke badan Ryuga, "Ini belum berakhir, Dark Heal!"


Queen Aranya terbang menjauh dari Ryuga untuk memulihkan lukanya. Tapi Ryuga tidak membiarkannya kabur begitu saja, "Planetary Devastation!" serunya melempar bola hitam kecil ke arah Queen Aranya yang sedang melesat terbang.


"Aaakh ...!" Queen Aranya tubuhnya tertarik gravitasi yang sangat kuat dari bola hitam seukuran bola baseball. Sambil menunggu lukanya pulih, ia memejamkan mata berpura-pura pasrah, "Sekarang, Devil Scythe!"


Queen Aranya hanya berjarak 1 meter dari bola hitam yang menariknya dan mengeluarkan Devil Scythe. Lalu berputar 180 derajat sambil mengayunkan Devil Scythe untuk memotong bola hitam.


'Slash!' Bola hitam itu berhasil ditebas, dan tarikan gravitasi itu tak lagi menariknya.


Mata Ryuga melebar, selebar-lebarnya. Pasalnya, skill Planetary Devastation adalah skill terkuat atau pamungkas dari kuasa Devastation dan belum pernah ada yang bisa lolos dari seranga tersebut.


Bebatuan, dan bebatuan es yang terangkat oleh tarikan bola hitam juga berjatuhan ke permukaan es.


"Kali ini pasti mati, Shadow Dragon Wrath!" Ryuga menarik tangan kanannya ke bagian dalam bahu kanan sembari memegang gagang Yamato dengan kedua tangannya.


Di sekitar tubuh Ryuga muncul naga hitam bermata merah meliuk-liuk dengan tatapan yang sangat tajam. "Haa ...!" lalu ditusukan pedang itu lurus ke depan dan naga hitam itu melesat ke arah Queen Aranya untuk memakannya.


"Sustained Blocker! Darkness Field! Black Space!"


Pertama, Queen menciptakan 4 pillar terbuat dari bilah pedang Vengeful Heero setinggi 10 meter. Setiap pilar pedang menumpuk tengkorak kepala monster dan menciptakan dinding transparan berwarna ungu yang terhubung dari satu pilar ke pilar lainnya.

__ADS_1


Kedua diluar pelindung pilar, Queen Aranya menciptakan bola pelindung berwarna ungu transparan.


Begitu naga hitam mengenai lapisan bola pelindung, Queen Aranya melepaskan ledakan energi kegelapan dari dalam tubuhnya. Membentuk siluet bola ungu transparan diselimuti petie ungu.


Naga hitam agak tertahan oleh ledakan energi Queen Aranya dan perlahan terpundur.


"Takan aku biarkan, kau harus mati. Judgement Cut End! Aerial Wave Blast!" seru Ryuga.


Tangannya diayunkan secara cepat untuk melakukan gerakan tebasa secara acak. Kubah pelindung retak, keempat pilar pedang hancur dan serangan terakhir Ryuga melakukan tebasan vertikal dari atas ke bawah untuk membelah tubuh Queen Aranya jarak jauh.


'Swush!' Tebasan energi sejauh 500 meter membelah permukaan es dan permukaan laut menjadi dua bagian.


Queen Aranya menyilangkan tangan di dada untuk menangkis. Tebasan energi berhasil di tangkis, tapi tidak dengan hantaman naga hitam yang berhasil mengenai dadanya hingga berlubang.


'Boom!' Tebasan energi dan naga hitam meledak, mendorong tubuh Queen Aranya ke udara dengan dada berlubang.


"Skill itu memang selalu bisa diandalkan. Lebih baik aku bergegas, sebelum energi vedaku habis," gumam Ryuga nafasnya mulai tak beraturan dan berpindah tempat ke belakang Queen Aranya yang sudah tewas dengan tubuh melayang di udara, "Trickster!"


Tubuh Ryuga mengalami resonansi dan fluktuasi yang tidak biasa, "A-aku harus ber-bergegas. Dadaku terasa sesak, panas dan dingin di saat bersamaan. Trick-trickster!" lirihnya.


'Bruk!' Ryuga berhasil berpindah tempat, tapi ia pingsan di kamar Filza yang berada di lantai atas wisma sektor Siliwangi.


Filza yang sudah mandi dan masih memakai handuk terkejut. Melihat Ryuga tergeletak lemas, pucat, dan bajunya compang-camping langsung panik, serta memeluk Ryuga, "Ryu, Ryu, kenapa Ryu? Bangunlah, sayang. Hiks ... hiks ...."


"Vanya! Vanya! Vanya!" Filza menoleh ke arah pintu dan berteriak memanggil Vanya yang kamarnya bersebelahan dengan kamarnya.


Suara teriakan Filza di dengar oleh Vanya yang baru merebahkan badannya ke tempat tidur dan langsung bangkit, bergegas melangkah cepat keluar kamarnya untuk menuju kamar Filza.

__ADS_1


"Ada apa, Za?" Vanya membuka pintu kamar Filza dengan cepat dan matanya melebar melihat Ryuga berada dalam pelukan Filza, "Oh My Baby! Gawat?! Za, ayo angkat ke tempat tidur!"


Mereka berdua bekerja sama mengangkat Ryuga ke tempat tidur Filza. Ryuga tubuhnya tidak stabil, mengalami panas dan dingin di saat bersamaan, kaki kanannya mulai membatu serta kaki kirinya mulai membeku.


Vanya memegang pergelangan tangan kanan Ryuga untuk mengecek gejala penyakit apa yang ada di dalam tubuh Ryuga.


"Di dalam wadah energi Ryuga terjadi tabrakan energi, elemen api dengan elemen es dan elemen kegelapan dengan elemen cahaya. Keempat kuasa ini bertubrukan di dalam sebuah wadah baru di dalam tubuh Ryuga. Tapi wadah baru ini apa?" pikir Vanya dengan raut muka panik.


"Bagaimana Vanya?" tanya Filza dengan raut wajah panik dan menggigit bibir bawahnya. Ia terus menyeka keringat dingin di dahi Ryuga.


"Za, aku tahu ini akan berhasil atau tidak. Cepat panggilkan Zio, kak Gemusha dan Inusha. Aku akan meracik Exceed Potion untuk meredakan sakitnya. Cepat!" pinta Vanya dengan nada suara cepat.


Filza langsung berlari menuju kamar Gemusha dan Inusha yang berada di ujung kanan lantai atas. Mereka sudah tidur awal karena terlalu lelah mengurusi dan mengkoordinasikan anggota Guild Emperor menggantikan Ryuga.


Sesaat kemudian, Zio, Gemusha dan Imusha tiba dengan raut muka sangat panik.


Vanya sedang meracik Heal Potion, Buff Potion, dan Evolution Potion, serta Elixir Potion, untuk dijadikan Exceeder Potion.


"Untung saja aku ini dokter jenius. Kalau tidak meledaklah ini potion modifikasiku," gumam Vanya menyeka keringat di dahinya dan meminumkan botol berisi cairan berwarna merah muda ke mulut Ryuga.


Energi Veda dari kuasa Fire, Water, Light dan Dark langsung mengering di wadah energi masing-masing. Gejala panas, dingin, membeku dan membatu di tubuh Ryuga lenyap seketika.


"Kak Gemusha, kak Imusha dan Zio, cepat salurkan energi api, air, cahaya dan kegelapan pada Ryuga. Kalau tidak, dia akan bisa menggunakan keempat kuasanya lagi. Cepat!" pinta Vanya dengan nada cepat.


"Battle Stance: Light Dark Power!"


"Battle Stance: Riveros Power!"

__ADS_1


"Battle Stance: Helios Power!"


Mereka bertiga mulai menyalurkan keempat energinya ke tubuh Ryuga, untuk mengembalikan keempat kuasanya.


__ADS_2