
Deg!
Deg!
Jantung Rany berdebar kencang, ia hilang kesadaran, semua matanya memutih, tubuhnya menegang. "Sudah kuduga, dia akan kehilangan kesadaran setelah menggunakan skill itu." Ryuga melesat cepat ke arah Filza. Rany secepat kilat mau menghantamkan pukulan yang kuat ke ara Filza. "Sayang awas!"
Bam!
Ryuga memeluk Filza dan Rany berhasil mendaratkan pukulan di punggung Ryuga, serta membuat punggung bagian kanannya retak. "Guhak! Pukulannya terlalu kuat." Ryuga memuntahkan banyak darah di bahu kanan Filza.
Bam!
Kira melesat hebat dan menendang Rany hingga membuatnya pingsan seketika. "Yokto healing regeneration!" Rebdblack ball dikeluarkan dari jam tangan penyimpanan Kira, berpecah menjadi dua bagian, dan membesar lalu membungkus tubuh Rany serta Ryuga.
"Terima kasih guru!" lirih Ryuga. "Aku tak menyangka kekuatan Rany meningkat begitu pesat, hanya dalam satu pukulan bisa mematahkan tulang punggungku."
Dalam sekejap tubuh Ryuga kembali pulih, tulang punggungnya yang retak kembali utuh sempurna. "Sudah tak perlu sungkan. Bagaiamana kamu masih bisa mengikuti ujiannya? Aku rasa kamu kuat Ryuga." Kira mengarahkan tangannya pada redblackball yang membungkus tubuh Ryuga, untuk mengeluarkan Ryuga dari dalam redblackball. "Ara, lanjutkan pertandingan! Aku akan merawat Rany."
"Tenang saja guru aku pasti kuat!" Ryuga berteriak ke arah Kira yang berjalan ke arah ruangan medis sambil membawa bola redblackball yang membungkus Rany, bola itu melayang di tuntun dengan gerakan jari Kira. "Sayang kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Pergilah beristirahat."
Filza mencium pipi Ryuga, lalu berjalan ke arah tempat duduk peserta. "Dasar anak muda zaman sekarang," kata Queen Aranya menyunggingkan senyumnya.
"Hai, Queen Aranya! Maukah kau bertaruh denhanku 1 milyar? Aku memilih Ryuga dan kau Josephine, bagaimana?" bujuk Lord Gardosen.
"Dasar bujang lapuk! Kebiasaan berjudimu masih belum sembuh juga. Baik ladeni, tentu saja aku menjagokan bocah itu, aku yakin Josephine pasti menang!" Queen Aranya menyodorkan tangannya dan di sambut ooeh Gardosen. "Deal ya?"
"Deal!" jawab Gardosen tersenyum lebar. "*Ryuga pasti menang, lumayan buat es cendol, hehehehe."
"Aku benar-benar marah. Kenapa keluarga Alora begitu goblok, membuang putri Filza yang sangat berbakat. Aku akan membujuknya pulang ke sektor Martapura dn memberikannya calon ASSAT Martapura," batin Lord Victor mengelus dagunya dengan menyeringai geram*.
"Ada apa Lord? Sepertinya sangat serius?" tanya Lord Thanatos penasaran sedari tadi memperhatikan Lord Viktor melamun, duduk Lord Viktor bersebelahan dengan Lord Thanatos.
"Aku hanya sedang marah saja dengan keluarga Alora, Filza Alora dari sektor Martapura dibuang oleh kekuarganya dan bersekolah di akademi Maung School. Kemampuannya sangat hebat, bahkan hampir di level 7, bakat yang luar biasa. Sungguh keluarga yang sangat bodoh!" jawab Lord Viktor menyeringai kesal.
__ADS_1
"Aku rasa mereka membuangnya karena Filza Alora dulunya bukan seorang Divya bukan? Justru orang yang harus dicurigai adalah Ryuga Himura yang mempunyai guild Storm Gravity dan masuk ke dalam jajaran 10 guild terkuat saat ini. Anggota guildnya di level 5 rata-rata dan sudah mengevolusikan kuasanya di tahap 3 semuanya. Bukankah bisa menjadi ancaman untuk asosiasi guild dan pemerintahan?" jelas Lord Thanatos.
"kamu benar Lord Thanatos. Informasi seperti itu saja aku tak paham, benar-benar memalukan. Aku rasa Lord Gardosen membinanya dengan baik, buktinya dia rela mengorbankan nyawanya untuk Filza. Menyentuhnya juga agak susah sekarang, Datuk Azim ketua asosiasi guild sudah mendukungnya 100%, sudahlah jangan terlalu berburuk sangka, tak baik," jawab Lord Gardosen menenangkan prasangka buruk Lord Viktor.
"Kenapa laki-laki itu sangat santai? Padahal kehilangan ASSAT-nya sendiri, Jason. Aku jadi curiga jangan-jangan Jason memang dibunuh olehnya, semua data memang Lord Gardosen ingin mengangkat Ryuga menjadi Sangakama. Tapi yang aku lihat kemampuannya biasa saja," batin Lor Viktor.
"Baik, pertandingan ujian dilanjutkan! Mohon maaf jika terjadi sedikit insiden di luar dugaan. "Ara menunduk hormat. "Yosh! Pertandingan ujian antara Josephine Rosala dan Ryuga Himura akan dimulai!"
Ryug dan Josephine saling berhadapand, keduanya saling menunduk hormat. "Bersiap mulai!" Ara berteriak dan mengayunkan tangan dari atas ke bawah.
Josephine menyerang duluan, melesat dengan skill almighty shadow step. Josephine muncul di belakang Ryuga dan melancarkan side kick bertubi-tubi, bergantian kaki kiri serta kaki kanan.
Bam!
Bam!
Ryuga menangkis tendangan Josephine yang begitu cepat tanpa menoleh sedikit pun. Raut muka Ryuga datar menghadapi serangan Josephine yang begitu kuat dan mengerahkan semua tenaganya.
Josephine melompat, muncul magic seal berwarna ungu memunculkan pedang panjang dengan bilah ungu kebiruan. Josephine meluncur cepat dan mengayunkan pedang ke arah Ryuga.
"Manipulation molecul : titanium!"
Slash!
Trang!
Prang!
Tubuh Ryuga sudah berubah menjadi hitam legam, tebasan Josephine berhasil mengenai punggung Ryuga tapi tak berhasil menggores kulitnya, hanya baju bagian punggungnya yang sobek terkena tebasan beruntun Josephine. Pedang Josephine patah menjadi beberapa bagian seperti kaca yang pecah.
"Infernal spear!"
Josephine mundur dengan melompat, lalu memunculkan magic seal berwarna ungu, dari dalam magice seal keluar tombak javelin yang cukup besar dan berputar cepat. "Haaa!" Josephine berteriak dan melesat cepat kearah Ryuga, posisi Ryuga masih berdiri tegak tanpa menoleh ke belakang.
__ADS_1
Shua!
Srrrr!
Krak! Prang!
Infernal spear yang berputar cepat itu hancur luluh lantak begitu menyentuh tubuh Ryuga. Josephine menyerang Ryuga dengan nafsu membunuh yang kuat, Josephine sangat membenci Ryuga sekarang, dulu teman sekarang musuh. Josephine membenci Ryuga karena tak bisa mengejar Ryuga yang terus bertambah kuat.
"Ayo lawan aku, pengecut! Jangan diam saja! Kau membuatku muak! Necrotic hit count!"
Tubuh Ryuga tertutupi kubah ungu kehitaman, lalu dari dinding kubah muncul duri yang menusuk-nusuk Ryuga secara beruntun.
Tsuk!
Tsuk!
Klang!
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 200 poin experience kuasa earth]
Ryuga menyunggingkan senyumnya, menerima ratusan yang kuat, lalu tubuhnya berkedip dengan skill trickster. Josephine menyadari jika Ryuga sudah keluar dari dalam kubah necrotic hit cout. "Death schyte!" Josephine memunculkan kembali magic seal di sampiing, dari dalam lingkaran magic seal muncul tongkat dengan berbilah sabit yang besar.
Shua!
Trang!
Josephine bergerak cepat dengan almighty shadow step ke arah Ryuga yang muncul tiba-tiba di sebelah kanannya. Lalu mengayunkan tongkat berbilah sabit secara cepat, Ryuga menangkisnya dengan tangan eternal gear. "Setelah aku meninggalkanmu, hanya ini kemampuanmu, mengecewakan! Sungguh menyedihkan!" ejek Ryuga menatap sinis Josephine. "Aku akan tunjukan kuasa shadow sesungguhnya. Chaos demon power!"
Swush!
Boom!
Ryuga mengeluarkan sayap iblis di punggungnya, kedua sayap itu mengepak beberapa kali. Ryuga terbang perlahan, tubuhnya diselimuti aura ungu kehitaman, Ryuga menembakan bola hitam keunguan berdiameter 10 meter ke arah Josephine, totalnya ada sepuluh bola dan meledakan arena hingga atap menara hancur.
__ADS_1