
Ryuga segera berpindah tempat dengan berteleportasi untuk merebahkan tubuhnya yang lelah di kamar apartemennya.
Kali ini, Ryuga ingin beristirahat dan menyerahkan semua urusan pada keempat anak buahnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh gadis cantik berambut putih. Siapa lagi kalau bukan Filza kekasih hatinya yang tak tahu dengan identitas Ryuga sebagai Vergil.
"Permisi!" panggil Filza mengetuk pintu, tentu saja ini sangat mengganggu Ryuga dan membuat kesal.
Ryuga bersungut-sungut membuka pintu, "Ada a ...." ekspresinya berubah setelah melihat Filza dari kesal kemudian tersenyum ramah. "Maaf, ada apa?"
"Sial, kenapa Filza selalu membuatku gelisah dan sangat cantik seperti biasanya. Walau aku pernah marah dengannya, tapi kelembutannya itu selalu membuatku jatuh cinta. Kalau tidak sedang dalam misi, aku sudah memakanmu sayang, sial, sial, sial!" batin Ryuga kesal tidak bisa memeluk dan mencium Filza seperti biasanya.
"Ini, ada makanan untukmu. Aku sengaja membuatkan untukmu. Nampaknya kamu selalu pulang malam, akhir-akhir ini. Aku tahu kamu Ryuga bukan?"
Filza langsung menembak Ryuga membuatnya membulatkan mata dan langsung membekap mulutnya. Lalu menariknya masuk kamarnya, "Ssst ... aku kagum denganmu sayang. Aku tidak bersembunyi darimu."
Ryuga melepaskan tangan yang membekap mulut Filza dan langsung mengungkung tangannya.
Mulut Ryuga di daratkan langsung ke bibir Filza, pergolakan panas dan bergairah mereka lepaskan. Karena rasa rindu yang sudah lama berkecamuk di dalam dada mereka.
Ryuga melepaskan ciumannya karena Filza kehabisan nafas, "Ke-kenapa kamu menyamar menjadi orang lain?" tanya Filza menelisik.
"Misi rahasia. Maaf aku tidak bisa mengatakannya, aku harap kamu mengerti sayang dan tidak cemburu jika aku sedang berdekatan dengan wanita lain. Percaya saja padaku, aku juga sangat rindu padamu. Tapi kamu tahu kan sayang?" Ryuga mencoba menjelaskan, dia tidak bisa berbohong pada Filza.
"Ya, aku paham. Tapi sesekali bolehkan aku mengunjungimu di kamar ini? Aku tahu kamu pasti selalu lupa makan. Jadi aku sengaja membawakan makanan ini khusus untukmu, sayang."
Filza membuka kotak nasi bento yang sudah ia masak dan menyuapkannya pada mulut Ryuga. Dalam hatinya memang ada wanita lain yaitu Gladys, tapi melihat Filza sangat telaten mengurusi dirinya, perasaan itu sekarang mulai berpaling.
__ADS_1
"Bagaimana dengan keluargamu, sayang? Mereka masih sering mengintaimu?" tanya Ryuga.
"Ya, masih. Bahkan disini pun mereka mengintaiku, ingin sekali membereskan mereka. Tapi keluarga Alora adalah memiliki keluarga cabang bawah tanah yang sangat kejam."
"Jika aku membereskannya yang lebih aku takutkan, ibuku nekat dan memulai perang saudara dengan ayah. Karena ibu dari keluarga bawah tanah dan ayah dari keluarga atas. Aku rasa mereka yang mengintaiku adalah dari keluarga ibu, jadi aku tidak akan membereskan mereka," jelas Filza.
"Baiklah, tapi jika ada masalah, katakan saja. Aku akan selalu membantu." Ryuga selesai makan dan mencium ubun-ubun Filza membuatnya kembali bergairah. Tapi ia tahan tak mau merusak keperawanannya.
"Ya, tentu. Aku tahu kamu pasti menggunakan tangan orang lain bukan, untuk membereskan mereka?" FIlza menaik-turunkan alisnya dengan cepat. "Bagaimana kalau aku tidur bersamamu malam ini saja?"
"Tidak." Ryuga mendorong tubuh Filza keluar dari kamarnya. "Maaf, aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama pada Vanya. Kamu tidur ya, aku takut teman-teman akan tahu kalau kamu tidur atau datang ke kamarku malam ini. Ini rahasia kita bersama, ok."
Manik mata Ryuga berkeliling mengamati keadaan, takut teman-temannya melihat Filza masuk ke kamarnya dan mereka curiga.
"Tenanglah, mereka sudah tidur." Filza mencium bibir Ryuga dan membuatnya terpaku. Bagi Filza rasanya tetap sama walau wajah Ryuga menjadi Vergil Wong.
***
Keesokan paginya.
Ryuga terbangun sangat pagi jam 04.30 karena mendengar suara smartphone miliknya yang terus berbunyi keras. Banyak pesan masuk dari anak buahnya.
Ryuga melihat layar smartphone dan tersenyum puas. Anak buahnya sangat cepat dan tanggap.
Buktinya, Geminu sudah mengirimkan pesanan Ryuga yang terdiri batu logam Gold sampai Titanium masing-masing 10.000 batu logam ke dalam jam tangan ruang miliknya.
Raj juga mengirimkan 100.000 botol potion masing-masing, terdiri dari buff potion, heal potion, stamina potion, elixir potion yang berbeda yang beredar di Neo Japan yang sudah tercampur narkotika Floux dan evolution potion ke dalam jam tangan ruang miliknya.
__ADS_1
Buff potion, elixir potion, dan evolusi potion hasil dari ide Vanya Veriska. Ryuga memberikannya dana untuk membuat perusahaan Health HR Corporation yang bergerak di bidang potion dan bekerja sama dengan klan Veriska juga pemerintah sektor Trunyan.
Buff potion, elixir potion, dan evolusi potion merupakan barang baru di sektor Trunyan dan hanya ada disana. Maka Ryuga memanfaatkan peluang ini untuk menggerus bisnis klan Tokugawa dan kekuasaan Signa dari berbagai sektor bisnis.
Berita mengenai jatuhnya di wilayah selatan oleh seseorang yang sangat misterius, cepat menyebar di kalangan dunia bawah Neo Japan. Membuat Beluci, Yoran dan Arakorn geram.
Tapi mereka selalu pengecut dan tak mau menantang orang yang telah merebut wilayah mereka tersebut. Rob sudah bukan lagi bagian dari Signas, karena berani menyerahkan 80% saham NB Group yang artinya 100% wilayah selatan mutlak menjadi orang misterius yang menaklukan Rob.
Yoran, Arakorn, dan Beluci sedang menyelidiki siapa orang misterius tersebut. Lalu melakukan cara kotor untuk membunuhnya melalui tangan pembunuh bayaran Asosiasi Rinbo.
"Beritaku cukup menyebar juga ya. Kita lihat tindaka apa yang akan kau lakukan pada UniverseRuler dan diriku," gumam Ryuga tersenyum licik.
Ryuga latihan pagi seperti biasa lalu membersihkan diri dan sarapan pagi. Setelah itu dia mengirimkan pesan pada Miku untuk melakukan meeting di dalam pegunungan Ryumu tentang perubahan besar pada kota portal tersebut yang akan dirubah secara signifikan.
Ryuga meminta Miku dan Kiyu menghubungi Rob serta Vlad juga para tetua berkumpul di gedung milik klan Fozuki.
Ryuga sudah tiba di dalam kelas, seperti biasa semu mahasiswa tak ada yang mau mendekat padanya. Awal-awal Ryuga dipuja, sekarang gara-gara fitnah Bill yang semakin hari semakin kejam Ryuga semakin tersingkirkan di kelas.
Tapi itu tak masalah dengan Ryuga, fokusnya di universitas hanya untuk belajar dan lulus dengan nilai terbaik. Gunjingan buruk apapun tidak akan ia perdulikan sama sekali saat ini.
"Lihat, dia memang mahasiswa gembel dan hampir saja membunuh tuan Stevin."
"Ya, dia memang pembawa sial."
"Kita jangan dekat-dekat padanya. Pintar sih, dan tampan tapi kalau gembel juga pembawa sial buat apa. Jijik aku melihatnya."
Semua teman-temanya terus mengobok-obok suasana di dalam kelas hingga menjadi panas.
__ADS_1