
Vergil memberikan pelajaran, walau mereka semua menyetujui persyaratan Vergil. Tapi entah persyaratan apa yang akan diajukan olehnya.
Hanya kibasan tangan dari Vergil, 52 orang dan memang ditujukan pada mereka langsung terpental menabrak apapun ke berbagai arah. "Camkan ini baik-baik. Siapapun yang mengganggu dan mengacau disini, aku tidak segan menghabisinya."
"Uhuk ... ugh!" 52 orang meringis kesakitan, setelah tubuh mereka menabrak dinding, tiang dan tong sampah.
Semua orang yang berlalu lalang di jalan besar kawasan Hajime Galaxy, baik yang menaiki sepeda, mobil, motor atau berjalan kaki berhenti melihat Vergil mementalkan anggota geng Imperial Black.
"Aku harap mereka jera."
"Baguslah, geng yang selalu buat onar itu, berani juga ada yang menghajarnya."
"Sampah seperti mereka memang pantas masuk tong sampah."
"Aku berdoa semoga mereka bertaubat, setelah diberi pelajaran."
"... ...."
Komentar-komentar negatif dalam hati para warga yang berlalu lalang tentang geng Imperial Black yang selalu bertindak sesuka hati dan berbuat seenaknya menggema di dalam pikiran masing-masing.
Tentu saja mereka senang, jika geng Imperial Black ada yang membereskannya.
Kalau ditanya masalah penjaga keamana, polisi, atau tentara. Mereka semua tidak ada yang efektif menangani masalah geng Imperial Black, karena mereka juga sangat takut akan Belucci.
"Ampun tuan." 52 orang geng Imperial Black bersujud tiga kali ke arah Ryuga, lalu bergerak merangkak ke arahnya.
"Aku hanya ingin kau membayar bunga yang kau ambil," tunjuk tegas Vergil pada pria yang mencuri bunga milik Vina.
Aura Emperornya sudah ia tarik kembali setelah menghempaskan mereka semua.
"Ba-baik, kakak." Pria itu merangkak dan memberikan uang 100 yen, "I-ini kak. Terimalah, aku ikhlas."
Ryuga menyipitkan mata, membuat pria itu gemetar dan mengambil uang tersebut dari tangannya, "Terima kasih. Semuanya bubar."
52 anggota geng Imperial Black langsung lari kocar-kacir dan masuk dalam mobil mereka masing-masing. Mobil truk, jeep dan Volkswagen tersebut langsung diinjak pedal gasnya kuat-kuat.
Untung saja jalanan sudah lengang, karena tidak ada yang berani mendekat.
__ADS_1
"Lebih baik aku memberikan uang ini pada gadid buta itu, kasihan. Bunganya juga rusak semua gara-gara mereka," gumam Ryuga menatap ke arah kumpulan bunga diranjang yang sudah tumpah dengan tatapan sendu.
Vergil berjalan cepat ke arah Hajime Galaxy yang mulai ramai pengunjung. Berkat inovasi dari Vlidcky dan beberapa temannya di pasar gelap yang sekarang menjadi mekanik di Hajime Galaxy.
Mereka bisa membuat spare part mobil yang sangat baik dengan performa yang maksimal.
Padahal hanya menggunakan mobil rongsokan yang di daur ulang menjadi cairan tembaga dan ditambahkan batu logam platinum agar kuat, anti gores, tahan korosi juga anti karat.
"Nona, aku meminta maaf. Bunganya telah aku rusakan semua, aku akan mengganti rugi semuanya," kata Ryuga beradad di depan Vina yang sedang duduk dengan mata pandangan lurus ke depan.
Maklum saja Vina buta dan pandangannya selalu gelap. Tapi ia tidak menyerah untuk berkarya dengan belajar berjalan di lorong kegelapan tanpa batas dan menggunakan telinga juga tongkat untuk menuntunnya berjalan.
"Tidak apa-apa, tuan. Ini sudah bisa terjadi, apakah tuan tidak apa-apa?" Vina meraba pegangan kursi untuk membantunya berdiri. Vergil tidak tega dan membantu menegakan badannya, lalu melirik White Wolf.
"Nona, mulai sekarang berjualanlah di depan Hajime Galaxy agar nona aman." Diberi kode seperti itu, White Wolf yang paham langsung buka suara.
"Te-terima kasih tuan. Aku akan membayar biaya sewanya, katakan saja. Aku pasti akan membayarnya, aku janji." Vina masih memandang hampa ke depan dengan senyum ramah yang mengembang.
"Tidak perlu, nona. Simpan saja uangnya," balas White Wolf yang ditatap tajam oleh Vergil.
"Baik, tuan. Anda sangat baik, terima kasih." Tangan Vina agak terbata-bata menerima uang dari Vergil dan merabanya, "Tapi tuan, uang ini sangat banyak."
"Kamu bisa tahu?" tanya Ryuga heran.
"Aku bisa mengetahui dengan merabanya tuan," jawab Vina tersenum ramah.
Senyum itu tak pernah lepas dari wajahnya yang sangat cantik dengan bibir merah muda, muka tanpa make up yang natural. pupil mata hitam legam, dan rambut ikal berwarna coklat sepinggang.
"Ya sudah, aku akan datang setiap hari untuk membeli bungamu. Lagipula bunga-bungamu itu membuatku tenang," goda Vergil.
Sebenarnya yang ia maksud adalah dengan melihat wajah Vina, pikirannya yang gusar dan amburadul langsung tenang.
"Mari aku antar pulang." Vergil menggenggam tangan Vina membuatnya tersipu malu.
Baginya itu adalah pertama kali tangannya dipegang oleh pria. Walau ia berpenampilan cantik, sopan, dan ramah, Vina sama sekali belum pernah berpacaran dengan laki-laki.
Pria yang mendekatinya akan mundut teratur karena kharisma dan aura kecantikan Vina.
__ADS_1
"Tidak perlu tuan. Aku bisa jalan sendiri, aku tak mau bergantung pada siapapun, walau mataku tak bisa melihat. Terima kasih tuan-tuan, esok pagi aku akan datang lagi."
Vina mengambil tongkat yang bisa memanjang di sakunya. Lalu menunduk hormat ke depan, entah siapa yang ia berikan hormat.
Vergil ingin mengejarnya, setelah Vina keluar dari lobi. Tapi White Wolf menghentikannya, "Biarkan saja bos. Nona itu berprinsip, dia tidak mau bergantung pada orang lain."
"Aiiih ... baru kali ini aku ditolak wanita cantik," batin Vergil menepuk jidatnya sendiri.
"Kenapa bos?" White Wolf bertanya pada Vergil karena melihat kelakuan aneh bosnya itu.
"Tidak apa-apa. Baiklah, aku ingin berkeliling lagi. Jangan lupa jaga Hajime Galaxy, jika ada yang berbuat onar langsung bereskan." Tiba-tiba Vergil berkata dengan tatapan tajam, membuat White Wolf bergidik ketakutan.
"I-iya bos. Siap, se-serahkan saja padaku," sahut White Wolf agak ketakutan.
***
Menara Houten House.
Sasuke, Yoran, Arakorn dan Belucci sedang mengadakan pertemuan.
"Kakak Sasuke, bagaimana hasil penelitianmu?" tanya Arakorn tersenyum licik.
"Tentu saja berhasil. Aku meminta uang 20 milyar yen masing-masing pada kalian. Tenang saja efek booster levelnya bertahan 1 jam dan efek permanennya naik 1 level, tapi itu cukup lumayan untuk meningkatkan kekuatan kalian," jawab Sasuke menyunggingkan senyum.
"Tidak masalah. Tapi kami ingin kakak menekan Night Blue yang berada di sektor Giwa Pranala dan Martapura. Aku ingin pengkhianat Rob dan Bangsat UniverseRuler itu merasakannya."
Yoran mengibaskan tangan, lalu mengepalkan tangannya dengan erat dan bersungut-sungut.
"Baiklah, masalah hari ini selesai. Setelah kalian mentransfer uangnya. Anak buahku, Red Dragon memang sangat bisa diandalkan, aku kali ini bisa melawan balik UniverseRuler, Night Blue, dan Titania, ha-ha ...." Sasuke berdiri dengan gagah dan tertawa jahat.
"Ha-ha-ha ...."
"Ha-ha-ha ...."
"Ha-ha-ha ...."
Yoran, Belucci, dan Arakorn pun ikut tertawa jahat. Rencana apa yang sebenarnya mereka susun dan akan di eksekusi?
__ADS_1